Living Together With My Enemy

Living Together With My Enemy
Gara-Gara Kartu Gold.


__ADS_3

Di Mansion Tuan Puth.


"Tuan, Tuan muda El berkelahi di club." Ucap Billy, asisten Tuan Puth memberi laporan. Laporan yang di berikan bodyguard tak kasat mata yang bertugas untuk menjaga Eldrick dari jarak jauh.


"Apa masalah nya?" Tanya Tuan Puth.


"Tuan muda El menyelamatkan salah satu pelayan club yang hampir di perlakukan senonoh." Jawab Billy.


Kening Tuan dan Nyonya Puth berkerut mendengar laporan Billy.


"Apa kau yakin Bill? Tumben-tumbenan anak itu peduli dengan orang lain, khususnya wanita yang bekerja di club." Tanya Nyonya Puth.


Nyonya Puth tau tentang sakit hati anaknya terhadap wanita. Sudah hampir enam tahun semenjak hubungan anaknya dan Maia berakhir, Eldrick tidak mau tau tentang wanita.


"Saya yakin Nyonya Puth. Dan ini..." Billy memberikan foto pada istri bos nya itu. Foto saat Eldrick mencium Freya.


"Cari tau tentang gadis ini." Perintah Nyonya Puth.


"Baik Nyonya." Jawab Billy.


"Tuan Puth, apa tidak ada perintah lain dari anda?" Kini Billy bertanya pada bos nya.


"Lalu bagaimana pelayan itu?" Tanya Tuan Puth.


"Pelayan itu berhenti bekerja Tuan, dan sekarang pelayan itu sedang bersama dengan Tuan muda El."


"Blacklist orang-orang yang hendak berbuat senonoh pada gadis itu dari club, jangan biarkan mereka masuk lagi. Dan beri peringatan keras pada manager club, agar memperketat sistem keamanan. Jika hal ini terulang lagi, kecuali pelayan, akan ku pecat semua orang-orang yang bekerja di club itu." Perintah Tuan Puth.


"Baik Tuan. Ada lagi Tuan?"


"Tetap awasi Eldrick." Perintah terakhir Tuan Puth.


"Baik Tuan. Kalau begitu saya mohon undur diri." Pamit Billy.


Billy pun keluar dari ruang keluarga, dimana orang tua Eldrick sedang bersenda gurau disana, menikmati weekend mereka.


"Kau kenapa sayang? Apa ada yang mengganggu pikiran mu?" Tanya Tuan Puth pada istrinya.


"Aku hanya merasa aneh dengan El, hampir enam tahun ia menjadi manusia dingin, tapi setelah mendengar laporan Billy dan melihat dia mencium seorang gadis, aku merasa El sudah kembali pada dirinya yang dulu. Yang hangat dan penyayang." Jawab Nyonya Puth. Tapi bukan itu yang membuat hatinya gundah.


"Lalu kenapa wajah mu seperti sangat resah?"


"Aku takut sayang, bagaimana kalau gadis yang bisa membuat El kembali seperti dulu lagi, sama saja dengan Maia. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya anak ku jika ia mengalami sakit hati untuk yang kedua kalinya."


"Tenang sayang. Kita tidak boleh berprasangka buruk dulu, sebelum Billy memberi laporan tentang gadis itu." Ucap Tuan Puth menenangkan istrinya.

__ADS_1


"Semoga saja gadis itu tidak seperti mantan El. Dan semoga saja gadis itu bisa membuat El kembali seperti dulu lagi dan memberikan semangat untuk El menyelesaikan studinya yang sudah terlambat dua tahun." Lanjut Tuan Puth.


"Ya, semoga saja seperti itu sayang." Sahut Nyonya Puth.


*****


Di Sky Hotel.


Motor yang Eldrick kendarai terparkir mulus di parkiran Sky Hotel. Hotel yang notabene adalah milik Tuan Hendrick Puth. Kenapa di namai Sky Hotel? Karena Sky Hotel adalah hotel tertinggi di negara itu.


"Untuk apa kau membawa ku ke hotel?" Tanya Freya dengan tatapan curiga.


CLETAK. Eldrick menyentil kening Freya karena tau apa yang Freya pikirkan.


"Jangan berpikiran macam-macam. Ikuti saja aku."


Eldrick pun berjalan terlebih dahulu dan Freya pun mengikuti Eldrick dari belakang.


Eldrick pun berjalan menuju lift yang hanya bisa di naiki ayahnya dan para stafnya yang memiliki kartu khusus.


Jelas saja langkah Eldrick itu membuat satpam mencekal langkah Eldrick.


"Maaf Tuan, lift ini hanya untuk orang-orang khusus." Ucap si satpam. Satpam itu tidak mengenali Eldrick.


Jangankan satpam, bahkan staf Tuan Puth pun tak banyak yang mengenal Eldrick, paling hanya orang-orang yang pernah ikut acara tertentu di Mansion Tuan Puth yang mengenal Eldrick, karena Eldrick memang tidak mau wajahnya terpampang di majalah bisnis internasional maupun nasional sebagai pewaris tahta kerajaan bisnis Puth Corp.


"Bukan Tuan, maksud saya, ini lift khusus untuk petinggi hotel saja."


"Owgh..." Respon Eldrick sambil menganggukkan kepala.


Lalu Edrick merogoh saku celananya untuk mengambil dompetnya


"Apa orang yang masuk ke lift ini harus memiliki kartu ini?" Tanya Eldrick sambil mengeluarkan kartu berwarna Gold.


Kartu warna Gold hanya di miliki tiga orang, Tuan Puth, Nyonya Puth dan Eldrick. Sedangkan staf Tuan Puth termasuk Billy sang asisten Tuan Puth memegang kartu berwarna Silver.


Sayangnya sang satpam tidak sepenuhnya mempercayai Eldrick. Bisa saja Eldrick mendapat kartu itu dengan mencuri, begitulah pikir si satpam, apalagi cara berpakaian Eldrick yang serba hitam dan rambut gondrong yang acak-acakan membuat sang satpam menolak percaya kalau lelaki yang ada di hadapannya ini adalah putra tunggal Tuan Puth.


"Dari mana anda mendapatkan kartu itu? Apa anda mendapatkannya dengan cara mencuri?" Tanya si satpam, nada bicaranya juga sudah tidak sopan pada Eldrick.


Eldrick ternganga mendengar pertanyaan si satpam.


"Woooah. Nyalinya besar juga." Gumam Eldrick dalam hati.


Eldrick pun mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto keluarganya pada si satpam.

__ADS_1


"Apa kau sudah paham sekarang?" Tanya Eldrick sambil menunjukkan foto keluarganya.


Dan lagi-lagi, si satpam tidak mempercayainya begitu saja.


"Ini pasti editan."


Eldrick membuang nafasnya kasar sangking tidak percayanya dengan kegigihan sang satpam menolak percaya bahwa Eldrick adalah putra tunggal Tuan Puth.


"Baik lah kalau kau masih belum mengerti juga." Eldrick yang kesal pun melakukan panggilan video ke nomor sang ayah.


Tuut..Tuut..Tuut.


"Ada apa? Tumben kau menghubungi daddy?" Tanya Tuan Puth di seberang telepon.


"Dad, aku ada di Sky sekarang, tapi sayangnya aku di curigai sebagai ******* oleh satpam ini." Jawab Eldrick sambil mengarahkan kamera ponselnya ke arah si satpam.


Melihat wajah pemilik hotel terpampang nyata di layar ponsel Eldrick, jelas saja tubuh si satpam bergetar hebat, apalagi tadi Eldrick mengadu kalau dirinya telah menuduh Eldrick sebagai *******.


"M-m-maaf Tuan Puth, s-s-sa-ya..."


"Ijin kan dia masuk." Perintah Tuan Puth tanpa mendengar sampai akhir kalimat permohonan maaf si satpam.


"B-baik Tuan."


Panggilan pun berakhir.


Dan tanpa Eldrick sangka, satpam itu langsung berlutut di hadapan Eldrick untuk memohon maaf.


"Maafkan saya Tuan Muda, saya tidak tau kalau ternyata anda adalah putra Tuan Puth." Mohon si satpam.


"Haish...sudah lah. Ayo bangun, jangan seperti itu. Aku tidak marah, malahan aku ingin mengangkat mu sebagai kepala security di hotel ini."


"Y-yang benar Tuan muda?" Tanya si satpam dengan mata yang berbinar.


"Iya, tapi kalau nanti saya jadi Presdir disini." Jawab Eldrick.


"Terimakasih Tuan Muda, terimakasih." Si satpam makin bersujud di hadapan Eldrick.


Tak memperdulikan si satpam yang sedang sembah sujud di kakinya, Eldrick meneruskan langkahnya menuju lift khusus yang beberapa saat lalu menjadi perdebatan dirinya dengan si satpam.


"Ayo." Eldrick menarik tangan Freya agar meninggalkan si satpam yang sedang sembah sujud.


"Tapi satpam itu.."


"Biarkan dia, nanti juga bangun sendiri."

__ADS_1


Mereka pun masuk ke dalam lift.


to be continued...


__ADS_2