
Setelah selesai bercinta di sofa, Eldrick dan Freya pun pindah ke kamar dan kembali melanjutkan percintaan mereka season kedua.
Dan setelah season kedua selesai, mereka pun mengistirahatkan tubuh mereka. Baru setengah jam mereka beristirahat, Freya pun turun dari atas ranjang dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, ia harus berangkat bekerja.
"Fe..." Panggil Eldrick saat menyadari kekasihnya tak ada lagi disampingnya.
"Aku disini." Teriak Freya dari dalam kamar mandi.
"Apa yang kau lakukan? Cepat kembali ke atas ranjang Fe." Teriak Eldrick.
Freya tak menjawab.
"Freya..." Teriak Eldrick sekali lagi persis seperti anak kecil yang di tinggal ibunya ke kamar mandi.
"Iya sabar." Jawab Freya.
Tak lama Freya pun keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan bathrobe dan handuk terlilit di kepalanya.
"Kau sudah mandi?" Tanya Eldrick.
"Iya. Kan aku harus bekerja El."
"****!!!" Umpat Eldrick. Ia pun turun dari atas ranjang dan berjalan mendekati Freya.
"Kita baru saja berbaikan dan sekarang kau ingin meninggalkan ku sendirian? Apa tidak bisa kau libur hari ini? Aku masih ingin bersama mu Fe." Protes Eldrick sambil terus berjalan dan langsung memeluk tubuh Freya dari belakang.
"Kita setiap hari bersama El. Lagian aku hanya pergi beberapa jam. Kalau kau bosan menunggu pulang, kau bisa pergi dengan teman-teman mu."
"Tapi aku hanya ingin bersama mu sayang." Rengek Eldrick.
"Aku belum puas." Katanya lagi.
Freya memutar bola matanya malas. Untung dirinya cepat-cepat bangun dan membersihkan diri. Kalau tidak sudah bisa di pastikan hari ini ia tidak akan pergi bekerja, karena setiap mereka bercinta Eldrick tak pernah puas hanya dengan satu atau dua season melainkan bisa tiga sampai empat season, tapi untungnya Eldrick tidak meminta tiap hari.
"Nanti kita lanjutkan lagi setelah aku pulang bekerja. Besok aku masuk siang, jadi kita bisa melakukannya sampai pagi. Jadi sekarang izinkan aku bekerja, oke." Rayu Freya. Sebenarnya ia hanya asal bicara agar Eldrick mau melepaskan pelukannya. Tapi ternyata Eldrick malah menanggapi serius kata-katanya.
"Apa kau serius?" Tanya Eldrick.
"Hemh." Jawab Freya.
"Aku boleh melakukan sepuas ku?" Tanya Eldrick lagi.
"Iya. Sekarang lepaskan tangan mu. Aku ingin mengeringkan rambut ku."
Eldrick pun langsung melepaskan tangannya dari tubuh Freya dan membantu Freya mengeringkan rambutnya.
******
Kini Freya sudah siap berangkat berkerja, dan seperti hari-hari biasanya, Eldrick selalu mengantar Freya lalu pulang ke studionya kembali dan akan datang kembali saat Freya sudah pulang bekerja.
__ADS_1
Kini Freya sudah berada di restoran tempatnya bekerja.
"Freya." Panggil Lala. Orang yang Freya ketahui sebagai pemilik restoran itu.
Freya yang hendak naik ke lantai dua itu pun menoleh ke arah Lala.
"Iya Nona Lala." Jawab Freya sambil berjalan mendekati Lala.
"Ada tamu untuk mu di ruang VIP 2." Ucap Lala.
"Tamu untuk ku? Siapa?" Freya malah kembali bertanya pada Lala.
"Lihat lah sendiri." Jawab Lala.
"Baik lah. Terimakasih." Ucap Freya.
Lala pun pergi dari hadapan Freya. Dan setelah Lala pergi, baru lah Freya berjalan menuju ruang VIP 2 itu dengan sangat perlahan sambil bergumam sendiri.
"Siapa yang ingin menemui ku? Apa itu mama?" Gumam Freya.
"Atau..." Freya langsung menggelengkan kepalanya. Terbersit di pikirannya kalau orang yang ingin menemuinya adalah orang yang ingin berbuat senonoh padanya.
"Tidak.. tidak.. tidak. Ini restoran, bukan club malam, jadi tidak mungkin ada orang seperti itu disini." Gumam Freya lagi. Ia berusaha berpikiran positif.
Kini Freya sudah berdiri tepat di depan pintu VIP 2. Ia menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya perlahan untuk mengurangi rasa groginya.
Ceklek. Pintu pun terbuka.
"Silahkan masuk Nona." Ucap wanita bertubuh tegap tinggi dengan setelan serba hitam. Wanita itu adalah bodyguard Nyonya Puth.
Freya pun masuk ke dalam ruangan. Setelah Freya masuk, bodyguard wanita itu pun keluar dari dalam ruangan dan menutup pintu ruangan.
"Selamat sore Nyonya." Sapa Freya pada seorang wanita yang duduk membelakangi dirinya. Freya memangil Nyonya karena dari belakang bentuk tubuh wanita itu terlihat seperti wanita umur empat puluh tahun keatas.
Wanita itu pun menoleh ke belakang.
"Hai. Pasti kamu Freya kan?" Ucap wanita itu sambil tersenyum saat melihat Freya.
"I-iya Nyonya." Jawab Freya gugup.
"Ayo sini duduk." Kata wanita itu.
Freya pun menarik kursi yang di tunjuk wanita itu kemudian mendudukkan dirinya.
"Kenalkan, Elisabeth Meghan, istri dari Hendrick Puth." Ya, wanita itu adalah Nyonya Puth. Nyonya Puth mengulurkan tangannya terlebih dahulu untuk berjabat tangan dengan Freya.
Mata Freya membelalak saat wanita yang ada di hadapannya itu memperkenalkan dirinya. Ia juga menelan salivanya susah payah, makin gugup saja dirinya sekarang.
Freya pun mengelap telapak tangannya yang basah karena keringat dingin sebelum menyambut uluran tangan Nyonya Puth.
__ADS_1
"Freya Nyonya." Balas Freya memperkenalkan dirinya.
Mereka pun berjabat tangan beberapa detik.
"Jangan gugup. Santai saja." Ucap Nyonya Puth sambil menepuk pundak Freya setelah jabatan tangan mereka terlepas.
"Kau sudah makan?" Tanya Nyonya Puth.
"Um... Kruuuk.. Kruuk." Baru saja Freya ingin menjawab sudah, eh.. tiba-tiba sudah keduluan oleh suara perutnya yang memang belum sempat diisi sebelum berangkat bekerja.
Blush. Wajah Freya memerah karena bunyi perutnya itu. Apalagi ruangan itu sangat hening, sudah bisa di pastikan Nyonya Puth mendengar suara perut Freya.
Dan benar saja, Nyonya Puth memang mendengar suara perut Freya. Nyonya Puth hanya tersenyum.
"Kita makan dulu yah. Kebetulan saya juga belum makan." Ucap Nyonya Puth.
Freya hanya menganggukkan kepalanya pelan. Terserah mau di cap tidak tau malu atau apalah yang penting perutnya kenyang, daripada malu-malu tapi kelaparan.
Nyonya Puth pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu lalu membuka pintu ruangan itu kemudian menyuruh anak buahnya untuk menyiapkan makanan untuk mereka. Setelah memberi perintah pada anak buahnya, Nyonya Puth pun kembali duduk di kursinya.
Suasana pun kembali hening, hanya sesekali terdengar lagi suara perut Freya yang keroncongan. Makin malu saja Freya di buat suara perutnya itu. Freya hanya bisa menundukkan kepalanya.
Melihat Freya yang gugup dan wajahnya memerah, Nyonya Puth senyum-senyum sendiri. Mata Nyonya Puth tak henti-hentinya memandang Freya.
Dan pandangan Nyonya Puth makin membuat Freya gugup dan malu.
Untung saja itu tak berlangsung lama, karena tiba-tiba saja pelayan masuk dengan troli yang membawa banyak sekali jenis makanan untuk mereka berdua.
Mata Freya membelalak saat pelayan itu mulai menghidangkan menu-menu makanan terbaik dan yang pastinya termahal yang ada di restoran itu.
"Apa ini semua tidak terlalu banyak Nyonya?" Tanya Freya.
"Tidak. Makan lah sepuas mu." Jawab Nyonya Puth santai.
"Maaf Nyonya, bukannya saya tidak mau. Hanya saja kalau saya makan sepuas saya, nanti saya jadi ketiduran karena kekenyangan."
"Tenang saja, saya sudah membayar gaji mu hari ini tiga kali lipat pada atasan mu. Jadi hari ini waktu mu hanya untukku gadis cantik." Jawab Nyonya Puth.
"Sekarang makan lah. Kau harus memiliki tenaga ekstra untuk melayani Eldrick." Ucap Nyonya Puth lagi.
"Uhuk..uhuk..uhuk." Mendengar kata-kata Nyonya Puth barusan, Freya sampai tersedak air liurnya sendiri. Pikiran Freya jadi traveling kemana-mana di buatnya.
Cepat-cepat Freya mengambil air putih dan menenggak air putih itu sampai tandas.
Lagi dan lagi Nyonya Puth hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah kekasih anaknya.
"Gadis ini sangat berbeda dengan Maia. Gadis ini terlihat sangat apa adanya. Pantas Eldrick tergila-gila pada gadis ini." Gumam Nyonya Puth dalam hatinya.
to be continued...
__ADS_1