Living Together With My Enemy

Living Together With My Enemy
Salah Paham.


__ADS_3

Sebulan kemudian.


Hari ini adalah hari Senin, seperti biasa pagi Freya berangkat kuliah sedangkan Eldrick dia kempis hanya untuk bertemu dengan dosen pembimbingnya.


Sudah sebulan ini mereka sama-sama sibuk dengan tugas kuliah, mereka hampir tak punya waktu untuk sekedar menonton film net•lix, atau sekedar makan bersama di meja makan.


Sehabis pulang bekerja pun Freya langsung minta pulang dan sesampainya di studio Freya langsung tidur. Dalam sebulan, mereka juga hanya dua kali melakukan hubungan intim, dan perlu di ketahui Eldrick tak pernah memakai pengaman saat mereka berhubungan intim dan Freya pun tak mengkonsumsi pil penunda kehamilan.


Sebulan dengan kesibukan masing-masing, mereka masih belum menemukan kendala, belum ada rasa curiga satu sama lain. Terutama pada diri Eldrick si pencemburu, ia masih terlihat santai saat Freya tak pernah punya waktu untuk sekedar berduaan dengannya.


Tapi sepertinya tidak dengan hari ini.


Freya pergi ke kampus sebelum dirinya bangun, Freya juga tidak mengucapkan satu kata pun padanya. Tak ada juga sarapan yang Freya siapkan untuk dirinya. Bukan karena Freya tak ingin, tapi karena Freya bangun juga sudah terlambat karena malamnya Freya harus mengerjakan tugas kampusnya yang berjubel sampai pukul tiga dini hari. Jangankan menyiapkan sarapan untuk Eldrick, Freya saja juga tidak sarapan.


Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang, kini Eldrick sudah berada di kampus.


Sesampainya di kampus hal yang pertama Eldrick lakukan adalah mencari keberadaan Freya. Eldrick menghubungi ponsel Freya tapi sayangnya ponsel kekasihnya itu tidak aktiv. Dan itu membuat Eldrick makin emosi saja dengan kekasihnya.


"Apa kalian melihat Freya?" Tanya Eldrick pada tiga orang mahasiswi yang sedang duduk di taman. Mahasiswi yang Eldrick tau teman seangkatan Freya.


"Sepertinya di kantin." Jawab salah satu mahasiswi itu.


"Terimakasih." Ucap Eldrick. Eldrick pun pergi dari hadapan tiga mahasiswi itu dan berjalan terburu-buru menuju kantin.


Sesampainya di depan kantin mata Eldrick membulat saat melihat Freya sedang duduk bersebelahan dengan Mike.


"Ternyata ini yang membuat mu cepat-cepat berangkat ke kampus, sampai-sampai tidak pamit pada ku." Geram Eldrick sambil mengepalkan tangannya.


Eldrick pun berjalan mendekati Freya dan Mike yang sedang duduk di pojokan kantin.


Tanpa basa-basi Eldrick langsung menarik kerah baju Mike dan mendorong Mike sampai Mike terjatuh di lantai.


"Sudah ku bilang jangan mendekati Freya ku!!!" Bentak Eldrick.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan El? Kenapa datang-datang langsung memaki Mike?" Bentak Freya dengan suara yang tak kalah keras dari Eldrick.


"Apa sekarang kau sedang membelanya, hah? Apa kalian sedang berselingkuh di belakang ku, hah?" Tanya Eldrick menyelidik dengan tatapan tajamnya.


"Hah?? Apa kau gila? Kau itu salah, jelas aku membelanya!! Bukan karena aku sedang berselingkuh dengannya!!"


"Aku salah? Aku salah dimana? Apa menurut mu seorang wanita yang sudah memiliki kekasih bisa bebas duduk bersebelahan dengan pria lain? Apalagi pria itu pria yang menyukai si wanita?"


"Kita masih pacaran El, belum menikah!! Kau tidak bisa mengatur ku dengan siapa aku harus berteman!"


"Apa kau bilang? Aku tidak bisa mengatur mu dengan siapa kau berteman? Oke baik kalau begitu. Kau bebas berteman dengan siapa saja termasuk laki-laki ini, tapi kau juga tidak berhak melarang ku berteman dengan siapa saja termasuk dengan wanita-wanita yang menyukai ku!!" Eldrick yang sudah sangat emosi langsung pergi dari hadapan Freya.


"Terserah kau!!!" Teriak Freya saat Eldrick sudah menjauh dari hadapannya.


Perdebatan Freya dengan Eldrick itu tak luput dari mata Cindy. Cindy pun tersenyum licik saat melihat Freya dan Eldrick bertengkar.


"Sekarang lah kesempatan ku." Gumam Cindy.


*****


Melihat kedatangan Eldrick, sontak sepasang kekasih itu langsung menghentikan kegiatan mereka yang sedang tinggi-tingginya itu.


"Hei kau, apa kau punya rokok?!" Tanya Eldrick pada si pria saat pasangan kekasih itu hendak pergi dari tempat itu.


Si pria pun mengeluarkan satu bungkus rokok dan korek dari kantong celananya dan memberikan rokok dan korek itu pada Eldrick.


"Pergi lah kau kesana, lanjutkan lah aktivitas mu tadi. Kalau sudah selesai cepat-cepat lah kau pergi." Ucap Eldrick sambil menunjuk sisi sebelah kanannya. Eldrick memberi toleransi pada si laki-laki karena Eldrick sudah tau bagaimana rasanya kalau terjeda saat sedang tinggi-tingginya.


Pasangan itu pun mengikuti kata-kata Eldrick untuk melanjutkan aktivitas mereka yang sempat terjeda karena kedatangan Eldrick.


Setelah pasangan itu pergi dari tempat itu, Eldrick pun mengeluarkan satu batang rokok dari dalam bungkus, menyalakan api kemudian membakar sebatang rokok yang ia keluarkan dan mulai meng•hisap rokok itu.


Merokok adalah hal yang sudah sangat lama Eldrick tidak lakukan, terakhir kali ia merokok saat ia tahu kalau Maia berselingkuh darinya dan hamil anak selingkuhannya itu. Dan itu berlangsung hampir tiga bulan.

__ADS_1


Sekarang Eldrick kembali menyentuh rokok itu karena sangat emosi dengan Freya. Eldrick masih sangat trauma dengan yang namanya perselingkuhan. Dan melihat Freya duduk berdampingan dengan Mike, laki-laki yang menyukai Freya, pikiran Eldrick langsung kacau dan tak bisa berpikiran jernih, di pikirannya Freya dan Mike sedang berselingkuh di belakangnya.


Saat sedang berusaha menenangkan pikirannya sambil menyesap sebatang rokok, tiba-tiba ada tangan yang menyentuh pundaknya.


"El.." Ucap wanita yang menyentuh pundak Eldrick tersebut.


Sontak Eldrick memutar lehernya dan mendongakkan wajahnya untuk melihat siapa yang menyentuh pundaknya.


"Kau!! Sedang apa kau disini?" Tanya Eldrick ketus sambil menyentak tangan wanitanya yang memegang pundaknya itu.


Wanita itu siapa lagi kalau bukan Cindy.


Saat Eldrick keluar dari kantin, Cindy pun mengikuti Eldrick.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Cindy pura-pura mengkhawatirkan Eldrick.


"Bukan urusan mu!" Jawab Eldrick ketus.


"Ayo lah El, aku hanya prihatin pada mu. Sudah lama aku tau tentang Freya dan Mike, tapi aku enggan memberitahumu karena aku tau kau sangat mencintai Freya, jadi apapun yang aku katakan pasti kau tidak akan mempercayai ku. Makanya aku membiarkan mu tahu sendiri tentang kelakuan busuk kekasih mu itu." Ucap Cindy memprovokasi.


Eldrick tak menjawab, tapi hatinya makin terbakar api cemburu. Rahangnya menggertak tanda ia sudah sangat emosi, sangking emosinya wajah Eldrick sampai memerah.


Melihat wajah Eldrick memerah, Cindy pun mencoba menenangkan emosi Eldrick dengan mengelus punggung Eldrick.


Suasana pun menghening. Di tengah-tengah suasana yang menghening itu terdengar lah suara desauan dari pasangan yang Eldrick izinkan melanjutkan aktivitas intim mereka.


Suara desauan itu berhasil membuat hasrat Cindy terpancing, ia mulai gelisah. Sedangkan Eldrick, ia masih terlihat biasa saja bahkan sama sekali tak terpancing dengan suara desauan yang keluar dari mulut pasangan laknat itu, di pikiran Eldrick sekarang hanya hal-hal negatif tentang Freya dan Mike.


Tanpa mereka sadari, di balik tembok belakang itu ada sepasang telinga lain yang mendengar suara ******* laknat itu. Pemilik sepasang telinga itu adalah Freya.


Saat Eldrick pergi meninggalkan kantin, Freya merasa perlu berbicara baik-baik dengan Eldrick. Ia pun menyusul Eldrick, tapi saat ia keluar dari kantin, Eldrick sudah tidak terlihat lagi. Freya pun bertanya pada mahasiswa yang mungkin melihat Eldrick. Dan dari informasi yang mahasiswa itu berikan Eldrick berjalan menuju belakang kampus dan mahasiswi yang tak menyukai Freya pun ikut mengatakan kalau Eldrick sedang bersama Cindy di belakang kampus.


Mendengar nama Cindy, sontak pikiran Freya kalang kabut, cepat-cepat Freya berjalan menyusul Eldrick dan Cindy di belakang kampus. Dan baru sampai kakinya di belakang kampus, Freya sudah disambut dengan suara desauan dari pasangan lain selain Eldrick dan Cindy.

__ADS_1


Mendengar suara desauan itu, jelas saja hati Freya sakit. Tanpa perlu melihat kebenarannya, Freya langsung pergi dari tempat itu membiarkan kesalahpahaman menguasai jalan pikirannya.


to be continued...


__ADS_2