
Sepanjang perjalanan Freya hanya membisu sambil menatap jalanan dari balik kaca jendela.
Dan itu membuat Eldrick makin sedih dengan keadaan Freya. Meski dirinya tidak pernah kekurangan kasih sayang orangtua, tapi Eldrick bisa ikut merasakan apa yang sedang Freya rasakan saat ini.
"Fe, apa kau tidak pa-pa?" Tanya Eldrick memecah keheningan dalam mobil.
Freya hanya menggelengkan kepalanya.
"Apa kau mau ke sesuatu tempat?"
"Aku hanya ingin pulang El, bawalah aku ke studio mu." Jawab Freya lirih.
Eldrick menghela nafasnya.
"Baik lah." Eldrick pun mengemudikan mobilnya pulang ke studio musiknya dengan kecepatan sedang.
Tak sampai dua puluh menit, mobil yang Eldrick kendarai akhirnya sampai di studio musiknya. Sudah ada Damian yang menunggu mereka di depan studio.
"Siapa dia El?" Tanya Freya saat melihat sosok Damian.
"Namanya Damian, teman Trent, salah satu bodyguard bayangan ku." Jawab Eldrick.
"Oh.." Ucap Freya sambil menganggukkan kepalanya.
Freya pun membuka seatbeltnya dan turun dari mobil, Eldrick pun melakukan hal yang sama dengan Freya.
"Ini kunci mu, menjauhlah dari studio ku." Ucap Eldrick sambil memberi kunci mobil pada Damian.
Damian pun mengambil kunci mobilnya dan memberikan kunci motor pada Eldrick.
Setelah kunci motor di tangannya, Eldrick pun mengajak Freya mendekati pintu studio musiknya. Lalu menekan enam digit angka untuk membuka pintu studio musiknya.
Saat Eldrick sedang menekan enam digit angka, mata Freya tak lepas dari pergerakan tangan Eldrick.
"112106" lirih Freya dalam hatinya.
Ceklek. Pintu studio musik pun terbuka.
"Ayo masuk." Eldrick menggiring Freya masuk ke dalam studio musiknya.
Saat Eldrick ingin membawa Freya masuk ke ruang tamu, tiba-tiba Freya melepaskan tangan Eldrick yang sedang memegang bahunya.
"Aku ingin sendiri." Ucap Freya. Freya pun meneruskan langkah kakinya ke kamar tidur dan mengunci pintu kamar itu.
Eldrick hanya menghela nafasnya saat Freya menutup pintu kamarnya.
__ADS_1
"Aku harap setelah kau keluar, kau akan kembali menjadi Freya yang lebih kuat dari hari kemarin." Ucap Eldrick lirih.
Eldrick pun melanjutkan langkahnya ke ruang tamu, membiarkan Freya menenangkan dirinya.
Ia duduk di sofa, memikirkan apa yang harus ia lakukan sekarang untuk membuat mood Freya kembali membaik.
"Aha!!" Ucap Eldrick sambil menjentikkan jarinya saat menemukan ide.
Eldrick pun berdiri dari duduknya dan berjalan menuju dapur, ia membuka kulkas untuk melihat bahan makanan apa saja yang ada di kulkas yang bisa ia olah untuk makan malam.
Kosong. Tidak ada bahan makanan di dalam kulkas, hanya ada buah apel, selada, dan dua butir telur ayam di dalam kulkas.
"Shiiit!!!! Aku lupa kalau bahan makanan telah habis!" Umpat Eldrick saat melihat isi kulkasnya kosong.
Eldrick pun mengernyitkan keningnya kembali berpikir.
"Aku suruh saja Damian membeli bahan makanan ke supermarket." Lirih Eldrick.
Ia pun mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan ke nomor Damian.
"Halo Tuan Muda."
"Apa kau masih di depan studio ku?" Tanya Eldrick.
"Iya Tuan Muda."
"Tapi Tuan Muda, Trent dan Asher belum kembali, mana mungkin saya meninggalkan anda tanpa pengawasan."
"Kau pikir aku anak kecil yang butuh pengawasan 2x24 jam, hah!!!" Geram Eldrick.
"Pergi lah, ini perintah!" Ucap Eldrick lagi.
"Tuan Muda, dari pada anda menyuruh saya membeli bahan makanan, kenapa anda tidak membeli makanan jadi dari aplikasi? Atau anda bisa menyuruh kepala pelayan di Mansion untuk mengantarkan makanan untuk anda?"
"Apa kau sedang menggurui ku Damian?" Tanya Eldrick dengan nada mengintimidasi.
"Akh maaf Tuan Muda, bukan seperti itu maksud saya."
"Lakukan saja yang ku perintahkan. Ambil lah uang nya kesini dan pergi lah berbelanja. Aku akan mengirimkan list belanjaannya lewat sms."
"Baik Tuan Muda."
Eldrick pun mengakhiri panggilannya dan berjalan ke arah pintu untuk menunggu Damian.
Bel pintu pun berbunyi. Itu tandanya Damian sudah ada di depan pintu.
__ADS_1
Eldrick pun membuka pintu studionya.
Dan benar saja, Damian sudah ada di depan pintu.
Eldrick pun mengeluarkan sejumlah uang dari dalam dompetnya.
"Ini uangnya, ambil saja sisanya." Ucap Eldrick sambil menyodorkan beberapa lembar uang pada Damian.
Damian pun mengambil uang dari tangan Eldrick lalu pergi dari hadapan Eldrick dan berjalan menuju mobilnya kembali.
Baru saja Damian duduk di kursi kemudi, ponselnya berbunyi, tanda notifikasi pesan masuk di dalam ponselnya.
Damian pun membuka pesan masuk itu, mata Damian membelalak saat melihat list belanjaan yang Eldrick kirimkan. Banyak sekali list belanjaan yang Eldrick kirimkan.
"Cih.. kalau begini mana ada lebihnya, yang ada malah nombok!!" Gerutu Damian.
Damian pun meletakkan kembali ponselnya lalu menyalakan mesin mobilnya, ia pun mulai mengendarai mobilnya dari seberang studio musik Eldrick menuju supermarket terdekat untuk membeli bahan makanan yang ada di list belanjaan Eldrick.
Setengah jam kemudian Damian pun datang dengan dua kantong plastik di tangannya.
Eldrick pun mengambil dua kantong plastik itu dari tangan Damian. Tanpa bertanya pada Damian apa uang yang ia berikan cukup atau tidak, Eldrick langsung masuk kembali ke dalam studionya meninggalkan Damian yang pasrah karena harus menombok setengah dari total harga yang tertera di struk belanja.
Eldrick pun berjalan menuju dapur mengeluarkan satu persatu belanjaan yang Damian bawa, mengecek apa semua barang yang ada di list ada semua. Ternyata semua barang yang ada di list terbeli semua.
Sekarang, Eldrick membuka ponselnya untuk melihat tutorial cara memasak wagyu mess steak with mashroom sauce.
Dengan bermodal tutorial yang ia lihat di internet, Eldrick pun mulai memasak.
*****
Sedangkan di dalam kamar, ada Freya yang ketiduran karena lelah menangis.
Freya pun terbangun karena mendengar suara keributan dari dapur.
"Suara apa itu?" Lirih Freya dengan suara seraknya.
Freya mengumpulkan nyawanya terlebih dulu sebelum mendudukkan dirinya, setelah nyawanya terkumpul semua baru lah Freya mendudukkan dirinya dan beranjak dari atas ranjang.
Sebelum keluar dari dalam kamar, Freya berjalan ke kamar mandi terlebih dulu untuk membuang air kecil serta membasuh wajahnya yang sudah sembab karena menangis.
Setelah itu ia memoleskan sedikit bedak tabur untuk menyamarkan wajah sembabnya.
Setelah wajahnya terlihat lebih segar dan wajah sembabnya sedikit tersamarkan, baru lah Freya keluar dari dalam kamar. Freya pun berjalan ke ruang tamu yang terhubung dengan dapur.
Sesampainya di dapur, mata Freya membelalak sempurna...
__ADS_1
to be continued...