Living Together With My Enemy

Living Together With My Enemy
Jadilah Kekasihku, Fe!!


__ADS_3

"Ekhem.." Freya berdehem saat sudah sampai di depan Eldrick, karena Eldrick sekarang sedang sangat serius memikirkan cara untuk membuka kedok ayah tiri Freya yang brondong itu.


"Apa?" Tanya Eldrick ketus.


"Ini kopi mu. Mau ku letakkan di meja, atau langsung ku siram ke wajah mu?" Tanya Freya tak kalah ketus.


"Siramkan saja ke wajah mereka berdua." Jawab Eldrick sambil menunjuk Bram dan Greg.


"Maaf, tidak ada dalam pilihan!!" Balas Freya sambil meletakkan cangkir kopi ke atas meja dengan kasar.


Setelah meletakkan kopi ke atas meja, Freya berencana ingin duduk di samping Trent, karena disisi Trent lah terdapat tempat kosong.


Tau gerak-gerik Freya yang hendak duduk di sebelah Trent, cepat-cepat Eldrick menarik tangan Freya dan mendudukkan Freya di pangkuannya.


Mata Freya membulat sempurna saat Eldrick mendudukkannya di atas pangkuan Eldrick.


"Ikh..lepas!" Ronta Freya.


"Diam kau! Kau duduk lah yang tenang di atas pangkuan ku, jangan banyak bergerak atau kau akan membangunkan anakonda yang sedang tertidur!!" Bisik Eldrick di telinga Freya.


Freya menelan salivanya kasar, ia tau apa yang Eldrick maksud dengan anakonda. Jantungnya berdegup kencang.


"Ta-tapi di si-tu ma-sih ko-song El." Freya menunjuk tempat kosong di sebelah Trent.


"Di pangkuan ku juga kosong. Sudah diam, jangan protes!" Jawab Eldrick.


Melihat Eldrick dan Freya, Bram dan Greg senyam-senyum sendiri.


"Kau lihat Greg, belum ada ikatan saja Eldrick sudah bucin, apalagi kalau mereka ada ikatan, pasti El akan merantai gadis itu agar tidak pergi jauh darinya." Bisik Bram.


Greg hanya menganggukkan kepalanya, setuju dengan ucapan Bram.


Saat sedang menata degup jantungnya, tiba-tiba mata Freya teralihkan dengan benda yang sangat ia kenal yang ada di dekat pintu ruang tamu.


"Itu seperti koper ku." Lirih Freya.


Sontak semua orang yang ada di ruang tamu menoleh ke arah mata Freya memandang.


"Iya, Nona Muda itu memang barang-barang anda." Ucap Trent.


"Hah!!! Barang-barang ku? Kau membawa semua barang-barang ku yang ada di kos-kosan ku?" Teriak Freya kaget.

__ADS_1


Trent mengangguk tanpa dosa.


"Tuan Muda El yang memberi saya perintah Nona Muda." Ucap Trent, sebelum dirinya kena amukan Freya jadi lebih baik ia mengatakan kebenarannya langsung.


Freya langsung memutar tubuhnya kebelakang agar bisa berhadapan dengan Eldrick.


"Kenapa kau menyuruh orang itu mengambil semua barang-barang ku? Bukannya semalam kau bilang hanya ingin mengambil pakaian ku dan buku ku, tapi kenapa semua barang-barang ku ada disitu!"


"Ya sudah, itu di dalam koper isinya pakaian mu dan di dalam box isinya buku-buku mu. Aku tidak salah kan?!"


"Haish!!" Geram Freya.


"Tapi tidak semua pakaian ku dan semua buku-buku ku kau ambil bodoh!! Kau pikir aku mau pindahan!!" Umpat Freya geram.


"Memang." Jawab Eldrick singkat, padat dan jelas.


"Hah...maksudnya?"


"Memang kau akan pindah dari kos-kosan mu itu. Kos-kosan mu itu sudah tidak aman lagi bagi mu, jadi kau harus pindah dari tempat itu."


"Tapi El..masih ada sisa waktu seminggu lagi, sayang kalau aku pindah sekarang. Lagi pula, aku harus mencari kos-kosan baru sebelum aku pindah."


"Aku sudah mendapatkan tempat tinggal mu yang baru. Yang aman dan nyaman, dan yang paling penting GRATIS."


"Dimana!" Tanya Freya dengan raut wajah yang berubah 360°.


"Disini, di studio ini, disisi ku, adalah tempat teraman dan ternyaman untuk mu. Dan yang paling penting, aku tidak akan menagih uang kos atau uang makan pada mu, jadi kau bisa menyimpan uang mu untuk membeli pakaian mu dan membayar uang kuliah mu. Bagaimana? Baik kan aku?" Jawab Eldrick dengan tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi.


PLAAK. Freya langsung memukul kepala Eldrick pelan.


Melihat itu, Bram, Greg dan Trent menggelembungkan pipi mereka menahan tawa. Hanya Freya yang berani memukul kepala pewaris tahta kerajaan bisnis Puth Corp, sedangkan Tuan dan Nyonya Puth tidak pernah memukul Eldrick.


"Sepertinya El punya lawan yang imbang sekarang." Bisik Bram di telinga Greg.


"Kau!! Kenapa kau memukul ku?? Harusnya kau berterima kasih pada ku karena sudah ku berikan tempat tinggal dan makan gratis. Tapi kenapa kau malah memukul ku, hah?!"


"Siapa suruh kau berbuat sesuka mu pada ku! Menyuruh ku tinggal di sini, tanpa menanyakan pada ku apa aku mau atau tidak tinggal disini.!"


"Untuk apa aku bertanya pada mu kalau studio ku ini memang tempat paling aman untuk mu."


"Itu katamu!! Kalau menurut ku justru tempat mu ini lah tempat yang paling berbahaya untuk ku."

__ADS_1


"Kau pikir aku sama dengan ayah tiri mu yang be•jad itu, hah!!"


"Iya. Bahkan kau lebih be•jad dari ayah tiri ku." Jawab Freya.


Perdebatan menggemaskan antara Eldrick dan Freya membuat tawa Bram dan Greg yang sudah mereka tahan sedari tadi akhirnya pecah.


"Diam kalian!!" Bentak Eldrick pada kedua temannya.


Bukannya diam, Bram dan Greg malah terus tertawa.


"Trent, bawa mereka keluar." Perintah Eldrick.


"Baik Tuan Muda." Jawab Trent. Ia sebenarnya juga sedang susah payah menahan tawanya. Mendapat perintah dari Tuan Muda nya, Trent menganggap ini adalah suatu kesempatan untuk dirinya keluar dari studio Eldrick agar bisa tertawa sepuasnya di luar.


Trent pun berdiri dari tempat duduknya.


"Ayo Tuan." Ucap Trent pada Bram dan Greg.


"Baik lah El, kami akan keluar. Tapi kau masih hutang penjelasan pada kami, apa yang sebenarnya terjadi dengan Nona Muda." Sindir Bram.


Bram, Greg dan Trent pun keluar dari studio Eldrick.


Setelah mereka bertiga keluar, Freya langsung berdiri dari pangkuan Eldrick dan berjalan ke arah kopernya. Niat Freya ingin mengganti pakaiannya kemudian pulang ke kos-annya.


Tapi sayangnya, Eldrick langsung menggotongnya dan berjalan menuju kamar.


Setelah sampai di dalam kamar, Eldrick langsung mengunci kamar.


"Kau mau apa!!" Teriak Freya saat Eldrick mengunci pintu.


"Mau mewujudkan kata-kata mu tadi." Jawab Eldrick dengan tatapan tak biasa sambil berjalan mendekati Freya selangkah demi selangkah.


Mata Freya membulat sempurna, ia tau apa maksud ucapan Eldrick.


"Kata-kata ku yang mana?" Tanya Freya pura-pura tidak ingat.


"Jangan pura-pura lupa nona, belum sampai lima menit kau mengatakannya, mana mungkin kau langsung melupakannya."


"Jangan macam-macam El, atau aku akan membu•nuh mu!" Ancam Freya, tubuhnya bergetar hebat.


Freya pun mencoba menjauh dari Eldrick. Sayangnya saat kakinya baru melangkah selangkah, Eldrick langsung menangkap tangan Freya dan menarik pinggang Freya agar tubuh mereka saling berdempetan.

__ADS_1


"Jadi lah kekasih ku Fe." Dengan nada lembut Eldrick meminta Freya menjadi kekasihnya. Sungguh hal yang tak di sangka-sangka Freya.


to be continued...


__ADS_2