Living Together With My Enemy

Living Together With My Enemy
Kau Jahat El !!!


__ADS_3

Seperti yang Eldrick katakan pada Freya tadi, bahwa ia akan datang ke kampus sebelum dirinya dan kedua temannya pergi ke kota sebrang.


Eldrick pun mengirim pesan ke ponsel Freya.


Eldrick : Aku sudah di rooftop kampus.


Begitulah isi pesan Eldrick untuk Freya.


Tak sampai lima menit, pesan balasan dari Freya pun datang.


Freya : Tunggu setengah jam lagi.


Eldrick : Oke.


Setelah Eldrick membalas pesan dari Freya, tak ada lagi pesan balasan dari Freya.


Eldrick pun menunggu Freya di rooftop kampus sambil merasakan angin sepoi-sepoi yang menerpa kulit tubuhnya.


Setengah jam kemudian.


"El.." panggil seseorang.


Eldrick yang sedang asyik berbaring di bangku panjang sambil menatap langit pun mendudukkan dirinya. Bukan suara wanita, melainkan suara pria.


"Untuk apa kalian kesini? Kan sudah aku bilang tunggu di kantin." Omel Eldrick.


"Kami pikir kau sudah bersama Freya disini." Balas Greg. Ya, yang datang adalah Bram dan Greg.


"Dia belum ada datang. Apa kalian tidak bertemu dengannya di bawah?" Tanya Eldrick.


Bram dan Greg kompak menggelengkan kepala mereka lalu duduk di bangku panjang itu bersama Eldrick.


"Aku tak menyangka kalau kau bisa juga menyelesaikan kuliah mu." Ucap Greg pada Eldrick.


"Ya, aku juga tidak menyangka kalau sebentar lagi aku akan melepas gelar mahasiswa abadi ku." Balas Eldrick.


"Tapi yang lebih tidak ku sangka-sangka, sebentar lagi kau akan menikah dengan Freya. Padahal awalnya kita hanya taruhan." Timpal Bram.


"Ngomong-ngomong soal taruhan, kalian belum membayar taruhan kalian pada ku. Waktu itu kan taruhannya kalau aku berhasil mendapatkan Freya, kalian berdua yang akan mengerjakan tugas kampus dan skripsi ku, tapi mana? Yang mengerjakan tugas kampus dan skripsi ku malah aku sendiri. Jadi aku minta bayaran yang lain." Ucap Eldrick.


"Memangnya kau mau di bayar pakai apa, hah? Uang? Sedangkan uang mu saja lebih banyak dari kami. Pekerjaan? Sedangkan setelah wisuda nanti, kau langsung di lantik menjadi CEO. Atau kau minta kami membayar mu dengan wanita, hah?"


"Cih.. siapa juga yang minta di bayar dengan wanita!!" Protes Eldrick.


"Aku ingin kalian membayar taruhan kalian dengan menjadi asisten pribadi ku setelah aku di menjadi CEO nanti." Ucap Eldrick.


Jelas saja penawaran Eldrick tidak bisa mereka tolak.

__ADS_1


"Serius?" Tanya Bram kaget.


"Kenapa? Kau tidak sanggup?"


Bram menggelengkan kepalanya.


"Sanggup. Aku sanggup!!" Jawab Bram mantap.


"Kalau kau Greg?" Kini Eldrick bertanya pada Greg.


"Pastinya aku sanggup sobat!" Jawab Greg sambil merangkul pundak Eldrick.


"Oh.. iya ngomong-ngomong kau sudah mengatakan pada Freya tentang taruhan itu? Kalau awalnya Freya hanya kita jadikan bahan taruhan." Tanya Greg.


"Belum. Dan aku tidak berniat mengatakannya. Biarlah semua berakhir seperti ini." Ucap Eldrick terdengar ambigu. Tapi Greg dan Bram mengerti apa maksud kalimat terakhir Eldrick.


Tapi sayangnya Freya tidak mengerti dengan maksud kata-kata terakhir Eldrick.


Freya sudah berada di depan pintu rooftop semenjak Greg mengatakan kalau dirinya di jadikan bahan taruhan Eldrick dan kedua temannya itu.


Freya kaget bukan main mendengar kalau dirinya hanya di jadikan bahan taruhan, ditambah lagi saat Eldrick mengatakan biarlah semua berakhir seperti ini, mata Freya langsung berkunang-kunang, kakinya lemas seketika. Karena yang ada di pikiran Freya, kalau Eldrick mau mengakhiri hubungan mereka karena Freya hanyalah bahan taruhan mereka bertiga.


Tak kuat hanya dengan memendam rasa sakit di dalam hati, Freya pun turun dengan sangat perlahan. Setelah sampai di bawah, cepat-cepat Freya keluar dari kampus dan tak lupa mematikan ponselnya agar Eldrick tak bisa melacaknya. Ia tak tau kemana tujuannya sekarang yang jelas ia ingin menangis sepuasnya.


Saat melihat mobil Trent di seberang jalan, Freya pun mengambil jalan lain yang jauh dari jangkauan mata Trent dan dua bodyguard Eldrick yang lainnya. Karena kalau sampai Trent melihatnya pasti Trent akan melaporkan dirinya pada Eldrick.


Sudah lebih lima belas menit mereka menunggu kedatangan Freya tapi Freya tak muncul-muncul.


"Kemana anak itu? Katanya tadi setengah jam lagi dia keluar, tapi kenapa sudah lima belas menit berlalu dari waktu setengah jam itu, Freya belum muncul-muncul?" Lirih Eldrick.


"Coba kau kirim pesan lagi. Manatau saja tiba-tiba dosennya menambah satu SKS lagi." Ucap Greg.


Eldrick pun mengirimkan pesan pada Freya, tapi sayangnya jangan kan dibaca, tanda pesan itu masuk pun tidak.


Satu menit, dua menit, tiga menit, Eldrick menunggu tanda pesan itu berubah, sayangnya tanda pesan itu tak kunjung berubah. Eldrick pun memutuskan untuk menghubungi Freya, tidak peduli kalau Freya memang benar ada kelas tambahan.


Tapi sayangya malah operator yang menjawab panggilan telpon Eldrick.


"Kenapa?" Tanya Bram saat melihat wajah Eldrick yang berubah.


"Ponselnya tidak aktif." Jawab Eldrick.


Tak lama ponsel Eldrick berbunyi, cepat-cepat Eldrick melihat nama yang tertera di layar ponsel. Sayangnya bukan nama Freya, melainkan nama sang bodyguard, Trent.


Dengan malas Eldrick mengusap layarnya keatas untuk menjawab panggilan dari Trent.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Tuan Muda, sudah waktunya anda berangkat. Helikopter sudah menunggu di atap gedung Sky Hotel." Ucap Trent.


"Shiiit!!" Umpat Eldrick.


"Oke baik lah, sebentar lagi aku turun." Jawab Eldrick. Ia pun langsung mengakhiri panggilan telpon dari Trent.


"Kenapa?" Tanya Bram.


"Kita harus segera pergi, helikopter sudah menunggu di Sky Hotel." Jawab Eldrick.


"Oke. Ayo." Balas Bram.


"Lalu Fe, bagaimana?" Tanya Greg.


"Kita cari dia dulu di kelasnya." Jawab Eldrick.


Bram dan Greg pun menganggukkan kepala mereka. Setelah itu mereka pun turun ke bawah lalu mencari Freya di kelas terakhir Freya.


Tapi sayangnya kelas terakhir Freya kosong dan menurut mahasiswi yang Eldrick tanya, kelas itu kosong dari tadi. Tapi mahasiswi itu mengatakan mungkin Freya sedang bersama dosen diruangan dosen. Karena mereka sempat melihat Freya keluar dari dalam kelas mengekori dosen wanita di kelas terakhir Freya.


"Mungkin Fe masih sangat sibuk El." Ucap Greg.


"Iya El, Greg benar. Kalau Freya ada diruang dosen, kemungkinan setengah sampai satu jam baru keluar, atau bahkan dua jam. Bukankah tugas Freya sedang banyak-banyaknya. Jadi biarkan saja lah dia, kirim saja pesan padanya. Kalian kan masih bisa video call. Lagian besok juga kita pulang." Timpal Bram.


Eldrick menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Bram. Ia pun mengirimkan pesan pada Freya lagi untuk berpamitan, setelah itu barulah mereka bertiga berjalan keluar dari gedung kampus menuju mobil Trent.


*****


Meninggalkan Eldrick, Bram dan Greg yang kini sudah dalam perjalanan menuju kota sebrang, ada Freya yang sedang duduk lemas di bawah guyuran shower di kamarnya. Kini Freya sudah berada di rumah mamanya. Karena tidak tahu mau kemana, Freya pun memutuskan untuk pulang ke rumah mamanya.


Tidak ada mamanya di rumah, hanya ada asisten rumah tangga yang baru di rumah itu. Kali ini asisten rumah tangganya adalah wanita paruh baya.


Freya juga tidak memberitahu mamanya kalau sekarang dirinya sedang berada di rumah sang mama.


Begitu masuk di dalam kamarnya, entah karena stress atau karena bawaan hamil, Freya yang merasa mual langsung cepat-cepat masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.


Freya langsung memuntahkan isi perutnya yang hanya berupa cairan. Karena sejak pagi, Freya hanya memakan sedikit.


"Hooweek.. Hooweek.."


"Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan sekarang terhadap anak ini?" Lirih Freya. Air mata yang sejak tadi ia tahan itu pun akhirnya mengalir begitu saja membasahi wajahnya.


Freya pun berjalan menuju shower, menarik keran agar air memancur dari shower. Ia mendudukkan dirinya lemas di lantai kamar mandi. Ia menangis tersedu-sedu karena merasa Eldrick sudah mempermainkannya.


"Kau jahat El!! Kenapa kau melakukan ini pada ku!! Dan kau juga bodoh Fe!! Kenapa kau begitu mudahnya percaya dengan omongan Eldrick!!" Monolog Freya sambil menangis.


"Sekarang aku harus bagaimana? Aku harus apa? Apa yang harus aku lakukan terhadap anak ini? Apa aku harus memberitahu tentang anak ini pada Eldrick?" Freya lanjut bermonolog.

__ADS_1


to be continued...


__ADS_2