
Rumah keluarga cho.
"Bukankah itu nona seulgi" langsung saja jihee menyambutnya.
"Nona, kau disini" ucap jihee
"Ne, apa Kyuhyun oppa ada?" Ujar seulgi
"Sayang sekali gameboy tidak ada nona"
"Memangnya Kyuhyun oppa pergi kemana?"
"Mengajar temannya les"
"Ah, begitu rupanya. Apa didalam ada ahra eonni bersama ahjuma?"
"Nyonya Cho kebetulan sudah berangkat karena ada acara. Kalau ahra, aku rasa sedang santai saja"
"Begitu rupanya. Ya sudah aku kedalam dulu pelayan choi"
"Ne, nona"
Lalu seulgi masuk kedalam dan pandangannya tertuju pada sepatu yang ada di rak.
"Sepertinya aku pernah melihat sepatu ini. Tapi dimana?" Kata seulgi. Saat sedang memperhatikan sepatu, tiba-tiba namanya dipanggil oleh ahra.
"Seulgi.."
"O, eonni"
"Kau sedang memperhatikan apa?"
"Tidak ada eonni. Ah iya, aku dengar oppa sedang mengajarkan kina Sunbae les?"
"Ne, benar. Wae?"
"Aniyo, hanya bertanya saja. Bagaimana dengan bajuku. Apa sudah bisa dilihat eonni?" Ujar seulgi sembari tersenyum.
"Tentu saja sudah. Kajja, kekamar ku" jawab ahra sembari menarik tangan seulgi ke kamarnya. Saat sudah sampai seulgi langsung duduk di sofa dan ketika duduk pandangan seulgi tertuju kepada sebuah desain baju yang ada di meja.
"Wah, eonni desain ini sangat bagus sekali" ucap seulgi. Mendengar itu ahra langsung menghampiri. sembari membawa baju yang dipesan seulgi.
"Oh, desain ini sengaja aku buat untuk pemotretan temanku karena tugas kuliahnya"ujar ahra.
"Begitu rupanya. Sangat cantik sekali eonni" terlihat seulgi sangat menyukai desain ahra.
"Gomawo pujian mu. Ini coba dulu bajumu" ucap ahra sembari tersenyum
"Baik eonni" jawab seulgi.
Kedai song kina.
Changmin dan Yoona sudah sampai di kedai milik keluarga kina. Tidak disangka saat sampai keadaan kedai semakin ramai.
"Wah ramai sekali tempatnya"seru Yoona.
"Benar, sangat ramai. Kajja, kita masuk kedalam" kata Changmin.
Ketika mereka masuk disambut oleh Sina dan itu membuat Changmin terkejut.
"Sina"
"Changmin"
"Kalian saling kenal"ujar Yoona.
"Kalian disini?" Mereka bertiga menoleh karena suara yang tak asing. Siapa lagi kalau bukan Kyuhyun.
"Kau disini?"tanya Changmin.
"Ne, aku disini karena mengajari kina matematika. Kalian berdua kenapa ada disini? Apa kalian sedang berkencan eoh?" Ucap Kyuhyun membuat mereka tercengang. Langsung saja Changmin memukul kepala Kyuhyun. Hal itu membuat Kyuhyun meringis kesakitan namun Yoona yang melihat itu hanya tertawa. Sedangkan Sina hanya terdiam sembari memperhatikan Yoona.
"Cantik sekali yeoja ini" ucap Sina dalam hati
"Kami tidak kencan. Kebetulan selesai rapat membahas ulang tahun"kata changmin.
"Kalian ini selalu seperti ini"seru Yoona sembari tersenyum
"Yoona, Perkenalkan dia tetanggaku. Choi Sina"ucap Changmin.
"Annyeonghaseyo, aku lm Yoona"
"Aku Sina, Choi Sina. Senang bertemu denganmu"
"Ne, aku juga"
"Dimana kina?"tanya Changmin.
"Ada bersama changwook"kata Kyuhyun.
"Changwook disini juga. Aigoo, mereka berdua sudah seperti amplop dan perangko saja"kata changmin. Entah kenapa Kyuhyun yang mendengar itu tidak suka. Langsung pergi dengan wajah kesal. Yoona yang melihat itu mengerutkan keningnya dan sedikit berpikir. Sembari berjalan mengikuti Kyuhyun. Terlihat changwook sedang mengusili kina.
"Ya!! Berhenti mencubit pipiku" kata kina yang kesal.
"Andwe! Suruh siapa pipimu berisi eoh?" Bukannya melepas cubitan. Changwook makin mencubit pipi kina.
"Lepaskannnn"
"Andweeeeeeee"
Seketika mereka terkejut mendengar suara Changmin dan wajah Kyuhyun sudah tidak terbendung lagi menahan kesal.
"Kina..."
"O, kalian sudah disini saja. Kalian ingin pesanan apa? Biar aku buatkan "
"Ne, begitulah. Apa saja asalkan dingin"ucap Changmin.
"Yoona, kau mau minum kopi apa?"tanya kina.
"Aku air putih saja, aku tidak bisa minum kopi karena lambungku tidak kuat"
"Baiklah kalau begitu" lalu pandangan kina tertuju kepada taehyung.
"Taehyung-a"merasa namanya di panggil, taehyung langsung menoleh dan menghampiri kina.
"Wae Nuna?" Ucap taehyung
"Tolong buatkan ice cappucino dan air putih" perintah kina.
"Baik Nuna"lalu taehyung pergi sembari tersenyum.
"Wah, bagaimana kau tahu aku suka capuccino eoh?" Tanya Changmin.
"Aku hanya asal tebak saja hehehe" jawab kina.
"Ah iya, Ada yang ingin aku bicarakan kepadamu"
"Bicara apa?"
"Aku ingin kedai kopi mu menjadi salah satu di acara ulang tahun kita" mendengar ucapan Changmin membuat kina membulatkan matanya.
"Mwo?? Kau serius Changmin?"ujar kina.
"Tentu saja. Karena kedaimu masuk dalam pencarian yang dicari oleh orang - orang"kata changmin.
Saat sedang berbicara kedua orang tua kina menghampiri mereka.
"Apa kalian temannya kina?" Tanya eomma kina.
"Ah,ye ahjuma. Kami temennya kina disekolah. Namaku im yoona" jawab Yoona.
"Namaku Shin Changmin" ucap Changmin.
"Namamu hampir mirip dengan changwook eoh, hahaha"ujar appa kina dan di ikuti oleh tawa mereka.
"Wah yang benar ahjusi hahaha"ucap Changmin yang tidak percaya.
"Appa.. eomma. Kebetulan temanku menginginkan kedai kita berada di acara ulang tahun sekolah" ujar kina.
"Mwo? Jinja. Wah, suatu kehormatan kalau begitu"ucap appa kina.
"Ne, ahjussi. Kebetulan kedai milik ahjussi sangat terkenal" ujar Changmin.
"Apakah seterkenal itu eoh"
"Benar ahjussi"
"Baiklah, ahjussi akan menyetuinya"ucap appa kina.
"Wah, kamsahamnida ahjussi"ucap changwook senang.
Keluarga Cho
"Bagaimana eonni. Apa aku sangat cocok menggunakan ini"tanya seulgi
"Wah, kau cantik sekali. Apa kau sudah tau teman yang akan di adakan oleh sekolah" ujar ahra.
"Belum aku tanyakan hahaha"
"Kau ini selalu bertindak terlebih dahulu"
"Tapi tindakanku selalu benar"
"Ne, bukan bener tapi terkadang hahaha" ujar ahra dan seulgi hanya mempautkan bibirnya.
"Eonni, apa hari ini kau bisa menemaniku?"
"Memangnya kau ingin di temani kemana eoh?"
"Jalan - jalan saja. Aku merasa bosan dirumah"
"Baiklah kalau begitu. Kita pergi ke sungai Han saja, bagaimana?"tanya ahra.
"Aku rasa tidak buruk eonni"kata seulgi sembari tersenyum. Setelah itu seulgi berganti baju dan tidak butuh waktu lama Meraka pergi. Lalu pandangan ahra tertuju kepada jihee yang sedang membawa piring.
"Kajja, antarkan kita ke sungai Han?" Ajak ahra.
"Sungai Han? Kau ingin berenang disana?" Ujar jihee.
"Bukan berenang tapi menyelam" dengan nada sedikit kesel ahra mengatakan hal itu. Namun jihee hanya tertawa mendengarnya begitu juga seulgi.
"Hahahaha, baiklah. Aku simpan piring dulu"
__ADS_1
"Tidak pakai lama"
"Ne, nyonya besar"
Setelah mengatakan itu jihee pergi sedang kan ahra dan seulgi tunggu diluar. Tidak lama jihee sudah keluar dari rumah sembari membawa kunci mobil.
"Baiklah, layanan antar jemput keluarga Cho siap berangkat" kata jihee sembari membuka pintu.
"Tsk... Kau ini berlebihan sekali" kata ahra tersenyum.
"Bukan kah begitu pelayanan yang baik?" Seru jihee.
"Ne,ne... Terserah kau saja" Lalu ahra dan Seulgi masuk kedalam mobil.
"Eonni dan pelayan jihee ada ada saja hahahha"kata seulgi.
"Begitulah kami berdua jika sudah sedikit gila" jawab ahra dan jihee mendengar itu langsung bersuara.
"Siapa yang gila?"
"Aku juga tidak tahu"
****
Sementara di kedai song. Kina, Kyuhyun, changwook, Sina, Changmin dan Yoona duduk bersama sembari menikmati pesanan yang sudah di sediakan.
"Tema apa yang kalian rencanakan untuk ulang tahun sekolah?"tanya kyuhyun
"Sweet love"jawab changmin.
"Tema yang sangat bagus" ujar changwook.
"Bagus apanya. Pasti wanita harus pakai dress" kesal kina.
"Tahun sebelumnya kita selalu pakai baju yang unik dan bertemam setidaknya sekarang lebih sweet dan elegan"ujar chamgmin.
"Tenang saja. Aku bantu kau untuk memilih baju eoh"ujar Sina sembari tersenyum. Karena saat sekolah dasar Sina pernah melihat kina memakai baju wanita dan itu sangat manis dan cantik.
"Kau tahu sendiri aku tidak suka memakai baju seperti itu Na-ya"
"Makanya dari itu kau harus biasa menggunakannya eoh. Nanti akan aku ajarkan kau memakai sepatu yang ada haknya"
"Lebih baik aku di suruh lari 100 putaran dari pada. Harus menggunakan baju seperti itu"
"Aku yakin kau pasti cantik menggunakan baju itu" ucap changwook sembari tersenyum. Entah mengapa Kyuhyun mendengar itu merasa kesal.
"Cantik? Yang benar saja" cibir Kyuhyun.
"Kau meremehkan ku. Lihat saja akan aku tunjukan seberapa cantiknya aku" lalu kina pergi karena kesal.
"Kau ini selalu saja mencari keributan" ujar Changmin.
"Siapa yang mencari ribut. Memang kenyataannya seperti itu" kata Kyuhyun yang tidak mau kalah.
"Terserah kau saja" kata Changmin.
Mereka semua hanya terdiam dengan tingkah Kyuhyun. Tuan song yang melihat anaknya dengan wajah kesal langsung menghampirinya.
"Anak appa kenapa?" Tanya song appa.
"Kesal dengan Kyuhyun"ucap kina.
"Jangan terlalu kesal. Nanti kau jatuh cinta, Chagi" goda song appa.
"Aku tidak akan pernah jatuh cinta kepada namja seperti itu"
"Hahaha. kau sama seperti eommamu"
"Memang eomma kenapa appa?"
"Tanyakan saja sendiri"
"Appaaaaaaaa"
Tuan song yang mendengar itu hanya tertawa sembari pergi berlalu.
*****
Mobil Seohyun.
Seohyun melihat sebuah mobil milik Changmin terparkir disana.
"Apa mungkin Kyuhyun ada disana"ucap Seohyun dalam hati dan tanpa pikir panjang langsung meminta memberhentikan mobilnya.
"Pelayan lee tolong turunkan aku dikedai kopi itu" ujar Seohyun
"Baiklah nona" lalu mobilnya berhenti. Langsung saja Seohyun berjalan dan masuk kedalam dan matanya melihat sosok yang dikenalinya. Dengan cepat datang menghampiri.
"Ternyata kalian semua disini" kedatangan Seohyun membuat mereka terkejut dan terdiam.
"Kenapa kau bisa berada disini?"tanya Changmin.
"Aku... Tentu saja ingin bertemu dengan Kyuhyun. Apa itu salah?" Ujar Seohyun.
"Tidak ada yang salah" jawab changwook.
Tiba tiba ada pelayan yang tidak sengaja menabrak Seohyun dan menumpahkan kopi ke bajunya.
"Jeosonghamnida, nona aku tidak sengaja" ucap pelayanan sembari memegangi perutnya.
"Apa kau tidak mempunyai mata eoh? Apa kau tidak tahu bajuku ini sangat mahal. Dengan gaji mu saja belum tentu mampu menggantikannya. Dari belakang tuan song, nyonya song dan kina datang menghampiri.
"Ada apa ini" ucap nyonya song. Seohyun yang menyadari itu hanya mendengus kesal.
"Apa ahjuma pemilik kedai ini. Jika ahjuma memiliki pelayan didik yang benar"kata Seohyun.
"Ya... Kau jaga nada bicara mu"kesal kina.
"Sudah... Eomma gwenchana"ujar nyonya song
"Tapi eomma" seru kina.
"Lihat Minji sedang kesakitan"ucap tuan song.
"Apa perutmu merasa sakit?" Tanya Yoona.
"Ne, perutku sangat sakit dan begitu perih"ucap minji.
"Ya sudah kita pergi kerumah sakit saja. Biar aku antar"ucap changwook.
Lalu changwook menggendong minji menuju mobilnya yang di ikuti oleh Yoona.
"Kau jaga kedai. Appa dan eomma akan mengantar minji" ucap tuan song.
"Ne, appa" jawab kina. Lalu mata kina tertuju kepada Seohyun kembali.
"Aku rasa kau harus pergi dari sini"kata kina
"Apa kau sedang mengusirku?"tanya seohyun
"Ani, karena aku kasihan melihat bajumu yang kotor" terlihat wajah kina begitu sinis menatap Seohyun.
"Kau..." Seohyun langsung mengepal tangannya untuk menahan emosi dan pergi meninggalkan kedai.
"Seohyun, tidak pernah berubah" ujar Sina.
"Kau mengenal Seohyun?" Tanya Kyuhyun.
"Bukan kenal lagi. Tapi aku dan kina teman sekelasnya pada saat sekolah menengah pertama. Dari dulu sifat Seohyun seperti itu. Egois, emosional dan manja"ujar Sina sembari tersenyum miris.
******
Di sungai Han
Ahra seulgi dan jihee sedang menikmati sungai Han sembari tersenyum lebar mendengar cerita jihee yang begitu menggelitik.
"Aigo... Aku tidak menyangka kau begitu sangat polosnya" kata ahra
"Benar pelayan Ji. Aku tidak menyangka kau salah masuk toilet hahaha" seulgi juga ikut mentertawakan kekonyolan jihee.
"Saat itu aku tidak memperhatikan lambang yang ada di pintu dan aku main masuk saja hahaha. Beruntungnya di dalam hanya ada satu namja saja. Bagaimana kalau banyak? Makin malu saja aku. Sudah salah masuk ditambah aku terpeleset. Untung saja namja itu menolongku" ujar jihee.
"Apa namja itu tampan?"tanya ahra
"Sangat tampan dan aku sangat menyukai matanya itu. Entah kapan aku bisa bertemu dengannya lagi. Tapi jika bertemu dengannya aku sangat malu sekali" melihat tingkah jihee membuat ahra tertawa kembali.
"Siapa tau jika bertemu itu jodohmu" ucap seulgi.
"Bener apa yang dikatakan seulgi. Namja itu jodoh mu. Jika dijadikan drama mungkin berjudul cintaku terpeleset di kamar mandi namja hahahaha"
"Ya... Sudah jangan menggodaku seperti itu eoh"
"Siapa yang meledekmu ji-ya. Aku hanya berbicara yang sebenernya hahaha"
"Yak... Cho ahra.." langsung saja jihee menyerang ahra sembari melingkarkan lengannya di leher ahra. Seulgi yang melihat itu tertawa. Tanpa disadari mereka ada seorang namja datang menghampiri.
"Maaf ada yang mempunyai dongkrak mobil" ucap namja itu dan seketika membuat semuanya terdiam. Begitu juga dengan jihee yang lebih terkejut.
"O, seulgi"
"Kangjoon oppa"
"Kalian saling kenal?"tanya ahra.
"Tentu saja eonni. Kang Joon oppa sepupu yang baru saja datang dari Inggris bulan kemarin" ujar seulgi.
Lalu mata kang Joon tertuju kepada jihee yang sedari di perhatikannya.
"Kau... Kau bukankah yeoja yang terpeleset itu?" Seketika ucapan kangjoon membuat jihee terdiam.
"Jadi namja yang pelayan ji maksud itu kangjoon oppa" seketika seulgi dan ahra tertawa sedangkan kangjoon merasa bingung.
"Maaf, aku tidak sempat mengucapkan terima kasih saat itu" ucap jihee menahan malu sembari tersenyum.
"Ya Tuhan, mau taruh di mana wajahku. Bertemu dengannya seperti ini. Kenapa dia masih mengingatnya" ucap jihee dalam hati.
"Gwenchanayo. Aku memahaminya"ucap kang Joon sembari tersenyum.hal itu membuat jihee terpana.
"Namaku seo kang Joon" lalu kang Joon mengulurkan tangannya.
"Aku choi jihee. Asisten pribadi keluarga Cho" jawab jihee sedikit gugup.
"Kau bekerja disana?"
__ADS_1
"Ne, kebetulan disampingku anak dari keluarga cho"
"Namaku ahra. Cho ahra"
"Ah, iya. Oppa meminjam dongkrak untuk apa?"
"Untuk mengganti ban mobilku" ucap kangjoon.
"Ji-ya.bukankah di mobil ada dongkrak?" Tanya ahra.
"Kalau tidak salah ada. Biar aku lihat dulu" jawab jihee. Sembari pergi melihat dibagasi.
"Dongkraknya tidak ada. Aku baru ingat ada di mobil yang satunya lagi"ucap jihee.
"Kau kurang beruntung oppa dan kau sedang apa disini?"
"Aku barertemu dengan temanku dan saat ingin pulang kerumah ban mobilku bocor"
"Ya sudah, kau pulang saja bersama jihee"
"Mwo? Kenapa aku. Lalu kalian pulang bagaimana?"
"Siapa bilang kami pulang. Aku dan seulgi akan berjalan jalan sebentar"
"Tapi.."
"Sudah kau tidak perlu mencemaskan kami eoh"
"Kajja, antarkan aku pulang" ucapan kangjoon membuat jihee terkejut.
"Ne? Ba.. baiklah" ucap jihee. Lalu jihee menengok kebelakang sembari mengumpat kepada ahra. Namun ahra hanya menahan tawa. Tanpa disadari jihee menabrak kangjoo yang tepat di hadapannya.
"Jeosonghamnida, aku tidak melihat" mohon maaf jihee kepada kangjoon
"Gwenchanayo, apa kepalamu merasa sakit?"
"Aniyo, gwenchanayo. Ya sudah aku bukakan pintu" sebelum jihee membuka pintu. Kangjoon sudah menahan tangannya jihee.
"Waeyo?"
"Kau tidak perlu membukakan pintu. Aku bukan atasanmu. Biar aku buka pintu saja sendiri" ujar kangjoon sembari tersenyum.
"Ah iya, mana kunci mobilnya. Biar aku yang menyetir"kata kangjoon
"Tapi.. "
"Aku tidak biasa disupiri oleh seorang yeoja"
"Baiklah, ini kuncinya"
Lalu kangjoon membukakan pintu depan untuk jihee. hal itu membuatnya terkejut dan langsung menatap kangjoon.
"Kajja, masuk"ucap kangjoon sembari tersenyum.
"Ne, kamsahamnida" ucap jihee sedikit gugup. Karena baru pertama kalinya ada seorang namja yang memperlakukan jihee seperti ini. Setelah itu kangjoon berjalan dan masuk kedalam mobil.
"Aigo... aku gugup sekali"ucap jihee dalam hati sembari memandang jalanaan. Suasana hening dan membuat kangjoon merasa tidak nyaman dengan suasana seperti ini.
"Kau sudah lama berkerja di keluarga Cho?"
"Ah ye. Sudah lama bahkan dari aku kecil. Karena eommaku sudah menjadi kepercayaan keluarga cho sejak masih remaja. Bisa di bilang pekerjaan turun temurun"
"Pantas saja kau tidak canggung dengan ahra-sii. Apa pekerjaanmu hanya menjadi pelayan saja disana?"
"Selain bekerja sebagai pelayan. Aku juga kuliah jurusan komunikasi dan jika ada job pernikahan aku menjadi fotografernya"
"Wah kau pekerja keras sekali. Apa kau ada waktu lusa nanti untuk sesi foto restoran ku"
"Restoranmu?"
"Ne, aku mempunyai restoran di Itaewon yang baru aku buka Minggu kemarin. Aku ingin mempromosikannya lewat blog dan sosial media lainnya"
"Baiklah kalau begitu. Akan aku usahakan"jawab jihee.
Tidak terasa sudah sampai didepan rumah kangjoon. Dan hal itu membuat jihee terdiam saat melihat rumah kangjoon yang begitu nyaman dilihat.
"Apa aku boleh meminta nomer ponselmu?"tanya kangjoon.
"Tentu saja saja" kata jihee sembari tersenyum. Seketika membuat kangjoon terpana melihat senyuman jihee yang begitu manis. Merasa diperhatikan tidak biasa, membuat jihee kebingungan.
"Apa ada sesuatu di wajahku?"
"Aniyo. Kau ketik nomermu diponselku"
"Baiklah" lalu jihee me getok nomer ponselnya dan memberikannya lagi kepada kangjoon.
"Kamsahamnida. Samapi jumpa lusa nanti eoh"kata kangjoon.
"Ne, kangjoon-ssi" ucap jihee.
"Jangan panggil aku kangjoon-ssi tapi kangjoon saja dan kau tidak perlu berbicara formal kepadaku eoh" ucap kangjoon sembari tersenyum dan pergi masuk kedalam. Hal itu membuat jihee terdiam.
"Apa aku tidak bermimpi sekarang?"kata jihee. Langsung saja mencubit pipinya dan dirasanya sakit baru menyadarinya.
"Ternyata aku tidak bermimpi hahahaha. Ya Tuhan terimakasih kau telah mempertemukan ku dengannya aaaaaaaaaaaa" terlihat jelas jihee begitu senang dan bahagia hari ini.
Sementara dikedai song jam sudah menunjukan jam 9 malam, kina sedang melayani pelanggan. Begitu juga dengan Kyuhyun, Changmin dan sina. Terdengar suara ponsel milik kina berdering dan melihat layar ternyata eommanya.
"Ne, ada apa eomma"
"Sepertinya eomma dan appa akan pulang terlambat. Karena minji akan segera di operasi"
"Operasi eomma?"
"Ne, minji harus operasi usus buntu dan orang tuanya akan datang nanti malam"
"Baiklah eomma"
"Kedai kau tutup saja ini sudah malam. Bukakah besok kau latihan badminton untuk nanti pertandingan sebelum ujian"
"Ah ye, hampir saja aku lupa eomma. Baiklah eomma setelah pelanggan sepi aku tutup kedainya"
"Ya sudah kalau begitu"
Terlihat Sina menghampiri kina yang sudah menerima telpon.
"Eomma bicara apa?"
"Minji eonni harus dioperasi karena usus buntu hari ini"
"Jinja, pantas saja wajahnya begitu pucat sekali"
"Jika tidak ada pelanggan lagi kata eomma tutup saja. Besok juga aku ada latihan badminton harus pagi pagi sekali datang"
"Ya sudah, aku bereskan semuanya. Agar cepat selesai eoh"
"Gomawo eoh"
"Kau ini seperti kesiapa saja. Setelah itu kita makan bagaimana?"
"Baiklah kalau begitu"
"Apa hanya kalian saja yang makan eoh"seketika suara Changmin mengejutkan mereka berdua.
"Aigo... Kau mengejutkanku" kata Sina.
"Tentu saja kau dan juga si manusia menyebalkan juga ikut" ujar kina.
"Aku dengar itu"ucap Kyuhyun dengan wajah kesal. Namun kina tidak peduli akan hal itu.
"Gomawo.. kalian sudah membantuku hari ini"
"Ne, kau tidak perlu berterima kasih. Aku senang melakukan hal ini" kata Changmin sembari tersenyum.
"Baiklah sebagai rasa terima kasihku. Aku akan mengajak kalian makan"
"Wah, baiklah kalau begitu"ucap Changmin penuh semangat. Lalu mata kina melihat taehyung yang sedang membersihkan meja
"Hiu, kajja kita makan eoh. Setelah membereskan kedai"
"Baiklah Nuna. Tapi kita makan dimana Nuna?"
"Ditempat bisa saja. Kita kesana jalan kaki saja. Karena mobil tidak masuk"
"Baiklah Nuna"
Lalu mereka semua menunggu para pelanggan selesai dan setelah itu langsung membersihkan kedai. Butuh waktu 30 menit mereka menyelesaikannya dan mereka langsung pergi ketempat makan.
"Sudah lama Nuna kita tidak pergi bersama seperti ini"ujar taehyung.
"Ah.. kau bener juga hiu"kata kina sembari tersenyum.
"Taehyung, sejak kapan mengenal kina?" Tanya Sina.
"Aku mengenal kina Nuna sudah 2 tahun yang lalu. Awalnya aku pikir Nuna galak ternyata lebih galak"
"Yak! Aku dengar itu"langsung saja kina memukul lengan taehyung.
"Awhhh sakit sekali Nuna"
"Tsk... Berlebihan sekali kau"
Melihat tingkah kina dan taehyung membuat Kyuhyun sedikit tidak suka dan memilih diam. Changmin yang melihat itu langsung bertanya kepada Kyuhyun.
"Kau kenapa diam eoh?"
"Memangnya aku harus seperti apa? Berteriak eoh?"
"Aigo... Jika sedang cemburu kau sangat menyeramkan"Mendengar hal itu Kyuhyun langsung membantahnya.
"Kau ini asal bicara sekali eoh?"kata Kyuhyun dengan nada kesalnya
"Siapa yang asal bicara. Tapi matamu tidak dapat membohongiku hahahahaha"langsung saja Kyuhyun melingkarkan tangannya di leher Changmin. Mendengar suara berisik dibelakang membuat kina, Sina dan taehyung membalikan badannya.
"Apa yang sedang kalian lakukan"tanya Kina. Mendengar itu Kyuhyun langsung melepaskan cengkeramannya.
"Aku juga tidak tahu. Tiba tiba aku diserang olehnya" ujar Changmin.
"Mwo??? Ya apa yang barusan kau katakan eoh" sebelum Kyuhyun mengamuk. Changmin langsung berlari dan Kyuhyun langsung mengejarnya.
*****
Maaf ya kalau ada yang kurang hehehe
__ADS_1