Love Is..

Love Is..
love is part 33


__ADS_3

Rumah keluarga Park


"Ayo, kita masuk kedalam"kata jimin. Saat akan masuk kedalam perasaan gugup melanda seulgi. Terdengar suara langkah berlari arah ruang tamu sembari berteriak memanggil.


"Oppaaaaa .... Eonni" Ucap jihyun sembari datang memeluk Jimin dan bergantian memeluk seulgi.


"Dimana eomma?"tanya Jimin.


"Eomma sedang memanggang kue. Ayok, eonni kita kedalam" ujar jihyun sembari menarik tangan seulgi.


"Jihyun jangan menarik tangan eonni seperti itu. Eonni lepas sepatu dulu"kata Jimin.


"Hehehe mianhaeyo, karena aku terlalu bersemangat" ujar jihyun sembari tersenyum. Setelah membuka sepatu dan menggunakan sendal didalam rumah. Lalu jihyun kembali menari tangan seulgi dan membawanya ke ruang tamu. Jimin yang melihat itu menggelengkan kepala dan mengikuti mereka berdua dari belakang.


"Eomma.... Eonni dan oppa sudah datang"teriak jihyun.


"Tidak biasanya jihyun seperti itu"kata jimin.


"Benarkah?" tanya seulgi dan Jimin hanya menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.


Nyonya Park yang mendengar itu langsung datang menghampiri.


"Jihyun jangan berteriak seperti itu. Kasian nanti eonninya keberisikkan"ucap nyonya Park.


"Tidak apa apa, ahjumma namanya anak kecil"ujar seulgi sembari tersenyum.


"Eomma, perkenalkan ini seulgi teman sekelas ku"ucap Jimin.


"Annyeonghaseyo, nama ku kang seulgi senang bertemu dengan ahjumma"kata seulgi penuh semangat.


"Ne, nama ku Lee sara. jangan panggil aku ahjuma panggil saja eomma"ucapan nyonya Park membuat seulgi terkejut.


"Ne, eomma"jawab seulgi sembari tersenyum.


"Apa kalian sudah makan?"tanya nyonya Park.


"Sudah eomma"jawab Jimin.


"Ya sudah kalau begitu. Eomma tinggal ke dapur eoh"lalu nyonya Park pergi meninggalkan mereka.


"Eonni, kau habis dari mana bersama oppa"tanya jihyun.


"Habis beli beberapa bahan untuk tugas"jawab seulgi sembari duduk. Terlihat pelayan Shin membawa air yang sudah disiapkan dan diberikannya kepada seulgi dan Jimin.


"Tuan muda ini minumnya"ucap pelayan Shin sembari menaruh di atas meja.


"Ahjuma, aku ingin susu"pinta jihyun


"Baiklah, nona tunggu sebentar. Akan ahjuma bawakan"lalu Shin ahjuma pergi ke dapur untuk membawakan jihyun susu.


"Ya sudah, aku tinggal sebentar. Aku ingin ganti baju"kata Jimin.


"Ne, baiklah"jawab seulgi.


"Eonni, bisakah kau ajarkan aku dance lagi?"


"Kau ingin dance sekarang??"


"Ne, eonni" terlihat jihyun begitu semangat


"Baiklah akan eonni ajarkan"jawaban seulgi membuat jihyun senang sembari menari dan itu membuat selagi tersenyum.


***


Tempat makan.


Dengan suasana makan yang suram membuat kina kesal. Bagaimana tidak ada Seohyun yang ikut bergabung dengannya. Tanpa sengaja pandangan kina tertuju kepada seorang halmeoni yang kina sadar itu bukan manusia sedang duduk dekat tangga. Merasa diperhatikan halmeoni itu hayang tersenyum. Dengan perlahan kina memejamkan matanya dan berbicara dengan halmeoni itu secara batin. Changwook dan Sina yang melihat itu hanya membiarkan kina.


"Kina kenapa??"tanya Changmin.


"Sedang berkomunikasi dengan seseorang"ucapan Sina membuat semuanya terkejut.


"De..dengan siapa kina berkomunikasi??? Apa itu ha.. hantu??"wajah Changmin sudah pucat pasi.


"Ne"ujar changwook.


Tanpa disadari semuanya, jiwa kina sedang berjalan menuju halmeoni itu.


"Halmeoni, sedang apa disini???"


"Aku tidak sengaja mengikuti orang itu. Aku pikir anak ku, ternyata bukan"


Lalu kina mencoba melihat masa lalu halmeoni itu. Ternyata anaknya sudah meninggal saat jaman kerajaan. Kina langsung mencoba memanggil.


"Halmeoni, apakah ini anak mu?"ucapan kina membuat halmeoni itu menangis karena terharu bertemu dengan anaknya. Tanpa disadari kina ikut menangis. Tidak hanya jiwanya tapi raganya dapat merasakan.


"Gomawo. Aku doakan kau selalu bahagia dan sehat"ucap halmeoni.


"Ne, halmeoni. Ghamsahamnida, atas doanya"jawab kina. Seketika membuat yang lainnya terkejut dan kebingungan melihat kina mengeluarkan air mata.


"Kina menangis"ucap Kyuhyun.


"Ada yang membuatnya terharu jadi kina menangis seperti itu"kata changwook. Tidak lama dari situ kina mulai sadar dan menghapus air matanya.


"Gwenchana?"tanya Sina.


"Ne, gwenchana"jawab kina sembari tersenyum. Lalu memberikan kina air putih agar lebih tenang.


"Gomawo"kata kina.


"Kau habis berbicara dengan siapa"tanya changwook.


"Seorang halmeoni yang tersesat dan ingin bertemu dengan anaknya"jawab kina dan dalam hatinya merasa iri karena bisa bertemu dengan orang yang telah tiada. Sedangkan kina tidak bisa seperti itu.


"Andai aku bisa bertemu dengan Joongki oppa"raut wajah kina sedikit sedih hal itu membuat Kyuhyun dan changwook memperhatikannya.


"Apa di sini masih ada hantu"mendengar ucapan Changmin dan melihat raut wajahnya yang semakin ketakutan membuat kina tersenyum.


"Ada, hanya saja tidak mengganggu"kata kina sembari tersenyum.


"Aku tidak percaya adanya hantu. Jika aku belum lihat wujudnya. Aku yakin kau melakukan itu agar semua percaya dengan cerita bohong mu itu"ucapan Seohyun membuat terkejut. Sampai menyulut amarah Sina.


"Kau..." Sina sangat kesal sekali dengan ucapan Seohyun sampai bangun dari tempat duduk. Namun sempat di halangi oleh Yoona. Hantu yang mendengar itu juga merasa kesal dan sampai pada akhirnya sendok yang berada di dekat Seohyun terjatuh sendiri ke lantai.


Prangggg.....

__ADS_1


Langsung saja sosok yeoja itu masuk kedalam tubuh kina dan itu terlihat dari badan kina yang mulai bersikap beda. Dengan mata terpejam hantu itu menunjuk Seohyun.


"JAGA UCAPAN MU!!!!" Suara kina mulai beda dan itu membuat semua pelanggan melihat itu dan Changmin semakin takut.


"Eomma nuna itu dimasuki hantu"kata anak kecil itu yang memiliki kemampuan seperti kina dan begitu juga dengan eommanya.


"Ne, eomma lihat" jawab eomma anak kecil itu.


"Kalau bukan karena anak ini, kau akan mati ditangan ku. Aku peringatkan!!! Jika kau membuat masalah dengan anak yang aku rasuki. Kau terima akibatnya dan aku tidak main - main, Ingat itu!" ucap hantu itu dengan tegas. Sedangkan Seohyun hanya mampu terdiam. Setelah mengatakan itu, yeoja jelek itu keluar dari tubuh kina dan Suasana menjadi tegang. Changwook langsung menghampiri kina yang sedikit kelelahan. Kyuhyun yang melihat itu hanya mampu terdiam.


"Gwenchana?"


"Ne, gwenchana. Kau jangan terlalu cemas. Kau seperti melihat aku begini pertama kali"


"Walau begitu, aku tetap saja mencemaskan mu"


Mendengar ucapan Changwook membuat kina hanya tersenyum sangat manis dan changwook langsung menggenggam tangan kina.


"Kau Taukan aku kuat"kata kina yang terus berusaha meyakinkan changwook.


"Ne, arra"kata changwook sembari berusaha tersenyum. Melihat Kyuhyun berderi membuat Changmin bertanya.


"Kau mau kemana"ucap Changmin.


"Ke toilet"dengan datar Kyuhyun mengatakan itu dan pergi berlalu.


******


Rumah keluarga Park


Sedari tadi seulgi mengajari jihyun dance dengan penuh semangat sekali di beri contoh jihyun mampu mengikuti seulgi dan itu membuatnya sangat bersemangat.


"Wah kau hebat sekali jihyun"puji seulgi.


"Kamsahamnida, eonni"jawab.


"Baiklah sekarang kita mulai"


"Ne eonni"


Lalu mereka mulai menari penuh dengan semangat. Sementara di belakang terlihat Jimin memperhatikan seulgi dan jihyun yang sedang menari.


"Jihyun terlihat senang" seketika Jimin terkejut mendengar ucapan eommanya yang tiba tiba.


"Eomma kau mengejutkan ku"


"Lagi pula kau terlihat serius sekali"


"Benarkah??"


"Ne, terlihat jelas. Apa kau menyukai seulgi?"menanggapi ucapan eommanya Jimin hanya tersenyum.


"Eomma bicara apa. Aku hanya menganggapnya teman tidak lebih"


"Kenapa eomma merasakan kau berbohong hahahaha"


"Aku jujur eomma"


"Baiklah, anak eomma memang selalu jujur"


"Ah tidak itu hanya perasaan mu saja"


"Dasar eomma bisa saja"


Setelah melihat mereka berdua selesai dance. Jimin dan nyonya Park memberikan tepuk tangan. Hal itu mengejutkan seulgi dan jihyun.


"Aigo... Anak eomma pintar sekali"kata nyonya Park sembari membawa cookies yang sudah dibuatnya


"Tentu saja eomma ini berkat ajaran dari eonni"lalu jihyun memeluk seulgi.


"Ini ada cookies untuk mu seulgi"


"Ghamsahamnida, eomma. Aku datang kemari jadi merepotkan"


"Ah, tidak sama sekali. Silahkan coba buatan eomma"


"Ayo, coba eonni buatan cookies eomma sangat enak"


Jimin yang melihat itu hanya mampu tersenyum.


"Baiklah"lalu seulgi mamsukan cookies itu kedalam mulutnya dannl seketika ekspresi wajahnya berubah.


"Bagaimana eonni??"tanya jihyun.


"Wah, enak sekali"ucap seulgi.


"Benarkan apa yang aku katakan"dengan senang.


"Nanti sebelum pulang kita makan malam bersama"ucap nyonya Park.


"Baiklah, eomma. Tapi dengan satu syarat"jawab seulgi sembari tersenyum.


"Apa syaratnya??"terlihat semua penasaran.


Aku ikut memasak"seketika tersenyum mendengar ucapan seulgi.


"Kalau itu dengan senang hati, eomma mengabulkan syarat untuk mu"jawab nyonya Park sembari tersenyum.


"Kau serius bisa masak?"tanya Jimin


"Tentu saja. Kau ragu akan masakan ku??"jawab seulgi.


"Ani, hanya tidak percaya saja hahahaha"u


"Lebih baik eonni buktikan saja kepada oppa. Aku yakin eonni bisa dan aku akan selalu mendukung. Asal eonni tahu, oppa itu orangnya selalu meledek"kata jihyun.


"Siapa yang meledek. Oppa hanya bertanya saja apa itu salah.


"Sudahlah, eonni jangan dengarkan penjelasan dari oppa. Selalu saja ada jawaban terkadang membuat aku sangat kesal sekali. Setelah mengatakan itu Ji-hyun langsung membawa seulgi ke dapur dan nyonya Park hanya tersenyum.


******


Sementara kang joon sedang diam di bar miliknya dengan perasaan kesal karena kejadian di restoran. Bagaimana appanya bisa bisanya ingin menjodohkannya. Terdengar di belakang suara langkah kaki dan langsung saja duduk disamping kang joon. Siapa lagi kalau bukan park min young sekertarisnya dengan wajah maka melihat kelakuan atasannya


"Aku baru tahu ada yang minum di sore hari"

__ADS_1


"Ya ada, itu aku"


Kangjoon langsung meletakan gelasnya di meja dan menatap tajam minyoung dan itu membuatnya gugup.


"Ke..kenapa kau menatap ku seperti itu??"ucap minyoung.


"Lain kali jika appa menyuruh mu. Kau tolak saja"kata kang joon.


"Ne, mianhae. Lain kali akan aku tolak"jawab minyoung.


"Kau tidak pergi bersama jaewook Hyung?"tanya kang joon.


"Dia sedang sibuk dengan urusan pekerjaan"terlihat wajah minyoung muram mengatakan itu.


"Apa kau kesal eoh?"ujar kang joon.


"Sedikit dan aku coba mengerti"lalu min young mengambil minuman dari gelas kang joon dan langsung saja meminumnya.


"Sangat terlihat jelas sangat banyak bukan sedikit"ucapan kang joon berhasil membuat minyoung terdiam dan berpikir.


"Apa aku tidak penting lagi untuknya. Setiap hari selalu sibuk dan tidak ada waktu sama sekali"terlihat wajah minyoung begitu sedih dengan nasib percintaannya.


"Jangan berbicara seperti itu. Aku yakin Hyung ingin menyelesaikan pekerjaannya sebelum menikah dengan mu"


"Tetap saja, setidaknya beri sedikit waktu untuk ku walau hanya sehari. Dasar namja tidak peka, selalu aku yang harus mengerti"lalu minyoung menuangkan minuman ke dalam gelas dan meminumnya sekali tegukan.


"Hey... Seharusnya aku yang merasa kesal bukan kai nuna"Namun minyoung mengabaikan ucapan kang Joo dan terus minum.


"Sudah nuna jangan banyak minum"


"Kenapa tidak boleh banyak?"


"Karena kau akan bertindak kacau jika mabuk dan aku tidak mau menjadi korban mu"


"Biarkan saja. Lagi pula tidak ada yang perduli dengan ku"


"Jangan berkata seperti itu" ucap kang joon.


"Sepertinya nuna mulai mabuk. Aku seharusnya tidak menyuruhnya kemari. Bisa habis aku di marahi oleh Hyung" terlihat kang joon begitu mencemaskan minyoung. saat minyoung sedang minum. ponsel milik kang joon berdering dan saat melihat ternyata kim jaewook.


"bagaimana ini. pasti hyung akan marah" kim jae wook sendiri bukan hanya kekasih minyoung tetapi sepupunya. mau tidak mau kang joon menjawab panggilan kang joon.


"ne hyung" baru saja mengatakan itu. terdengar teriakan dari jaewook sampai kang joon harus menjauhkan ponselnya dari telinga.


"DIMANA MINYOUNG!!!"


"a..ad adi bar ku hyung"


"SUDAH AKU KATAKAN. JANGAN BAWA MINYOUNG KESANA!!!"


"mianhae, hyung. aku sama sekali tidak menyuruhnya minum. tapi nuna sendiri yang mau minum" kata kangjoon. 


"Ha.... kang joon-a. jika nanti kau memiliki kekasih jangan sampai kau mengabaikannya apa lagi tidak ada waktu sama sekali walau hanya sehari saja, tidak jangan kan sehari satu jam saja. kau tahu rasanya itu sakit sekali dan serasa seperti tidak dianggap sama sekali. aku kadang berpikir aku ini siapanya dalam hidupnya" isi hati Montong sampai terdengar oleh jaewook dan membuatnya terdiam dan berpikir. kapan terakhir kali melihat minyoung dan kapan terakhir kali melihat senyuman minyoung yang menjadi sumber energi untuknya.


"apa oppa tidak bisa merasakan, kalau aku sangat merindukannya dan aku ingin bertemu dengannya. kenapa itu sangat sulit sekali. apa oppa sudah tidak mencintaiku lagi? apa di hatinya ada wanita lain" merasa tidak ada jawaban dari kang joon membuat minyoung kesal.


"YA!! KENAPA KAU TIDAK MENDENGARKAN AKU" setelah mengatakan itu minyoung tertidur dan membuat kang joon terkejut.


"Nuna... Bagun... Nunaaaa" teriakan kang joon membuat jaewook cemas.


"Jaga minyoung aku akan segera kesana" Tanpa basa basi langsung pergi dan membawa minyoung pulang ke rumah.


"Nuna, kenapa situasi seperti ini malah pingsan. Habislah aku di amuk oleh Hyung nanti"terlihat kangjoon sangat prustasi sekali.


*****


Sementara di toilet Kyuhyun merasa resah dengan hati dan pemikirannya.


"Kenapa aku semakin tidak tenang melihat changwook seperti itu kepada kina. Sepertinya ada yang salah dengan ku"kata kyuhyun dengan menghela nafas kencang.  Terdengar getaran milik ponsel Kyuhyun dan saat melihat layar ternyata Ahra menghubunginya. Tanpa basa basi Kyuhyun langsung mengangkat panggilan.


"Ada apa nuna" mendengar suara adiknya seperti itu membuat Ahra sudah bisa menebak, bahwa Kyuhyun sedang kesal.


"Aigo... Kenapa setiap aku menghubungi mu selalu seperti orang yang kesal. Memangnya ada apa?"


"Gwenchana. Nuna ada apa menghubungi aku?"


"Kau dimana?"


"Aku sedang berada di salah satu tempat makan sup iga sapi bersama teman teman ku, wae?"


"Mwo??? Sup iga sapi. Aku mau, kau bungkus dan bawa pulang 4 atau 5 bungkus"


"Apa kau sedang hamil eoh? Banyak sekali sup iga yang kau pesan"


"Enak saja aku hamil. Nanti setelah menikah dengan aktor gong Yoo atau Lee dong Wook aku baru bisa hamil"


"Baiklah kalau begitu. Tingkat kehaluan mu tinggi sekali dan aku takut kau gila"


"Yak!!! Enak saja kau mengatai aku gila" mendengar nunanya kesal seperti itu adalah salah satu yang Kyuhyun suka.


"Sudahlah, aku tutup nanti pulang aku bawakan untuk mu"kata Kyuhyun.


"Ya sudah kalau begitu"ponsel pun di matikan oleh mereka berdua. Lalu Kyuhyun pergi datang menghampiri Eunhee untuk meminta di bungkus 4 porsi dan setalah itu naik ke atas untuk menemui teman temannya. terlihat changwook berdiri dan membuat Sina bertanya.


"Kau mau kemana?"


"Toilet, kau mau ikut?"


"hueeee tidak mau"


Jawaban Sina membuat changwook tersenyum.


Saat Kyuhyun duduk terdengar ponsel milik Yoona berdering dan ketika melihat ternyata eommanya menghubunginya. Lalu Yoona pergi sedikit menjauh dari temannya. Dengan perasaan ragu Yoona mengangkat panggilan itu.


"Ada apa"ucap Yoona.


"Bisakah kita bertemu sebelum eomma pergi"ujar nyonya Lee.


"Memangnya mau pergi kemana?"


"Eomma... Eomma akan pergi ke Amerika untuk menikah dan Eomma akan menetap disana. Eomma tau kau masih marah tapi tidak bisakah untuk melihat mu walau hanya sebentar"mendengar ucapan eommanya membuat Yoona terkejut dan terdiam. Tanpa terasa matanya berkaca kaca mendengar itu.


"Mianhae, aku sibuk"lalu ponsel dimatikan oleh yoona dan Setelah itu Yoona menangis karena merasa kecewa dalam hatinya dengan keputusan eommanya. Begitu juga dengan nyonya Park menangis mendengar jawaban putri kesayangannya.


Maaf baru posting dan ceritanya semakin aneh aja 😂😂

__ADS_1


__ADS_2