
Keluarga cho.
"Nuna, apa kina sudah pulang?" Tanya kyuhyun kepada salah satu pelayan, bernama choi jihee yang merupakan anak dari pelayan choi sudah kyuhyun anggap sebagai nunanya sendiri.
"Aku rasa belum game boy" jawab jihee.
"Jika sudah pula...." belum selesai bicara terdengar ponsel kyuhyun berdering dan saat melihat layar ternyata seulgi.
"Ne, ada apa?"
"Oppa sebentar lagi, aku sampai rumahmu. Apa ahjuma ada dirumah?" terlihat raut ketegangan di wajah kyuhyun. Saat kyuhyun ingin menjawab nyonya kim memanggilnya dan itu dapat didengar oleh seulgi.
"Ne,baiklah kalau begitu" lalu kyuhyun langsung menutup telponnya dan dengan segera menghampiri nyonya kim.
"Eomma, jika seulgi datang jangan mengatakan kina tinggal disini eoh?" Pinta kyuhyun dengan raut wajah memohon.
"Memangnya kenapa?" Tanya nyonya kim sembari mengupas buah.
"Aku tidak mau satu orangpun tahu. Nanti yang ada timbul masalah disekolah eomma dan nanti aku menjadi bahan perbincangan" penjelasan kyuhyun membuat nyonya kim menghembuskan nafasnya.
"Araseo, eomma tidak akan mengatakannya. Tapi dengan satu syarat" jika sudah ada syarat membuat kyuhyun sedikit merasa akan ada sesuatu yang tidak beres.
"Baiklah eomma. Apa syaratnya?" mau tidak mau kyuhyun menyetujuinya.
"Nanti saja eomma pikirkan dan jika saatnya tiba kau harus mematuhinya" kata nyonya kim.
"Baiklah kalau begitu, aku masuk kekamar. Ingin ganti bajuku dulu" dengan cepat kyuhyun pergi kekamarnya menuju lantai dua. Setelah sampai kamar kyuhyun segera merogoh ponselnya yang berada disaku celana untuk menghubungi kina.
"Ada apa kau menghubungiku?" Jawab kina dengan suara sinisnya.
"Kau ada dimana?" Kyuhyun tak kalah sinisnya dengan kina.
"Aku sebentar lagi sampai rumah"
"Kau jangan dulu pulang karena seulgi akan kerumah"
"Mwo? Mengapa baru sekarang kau mengatakannya. Apa kau tidak tahu sebentar lagi akan hujan dan aku harus kemana? Jika kembali lagi ke kedai tidak mungkin"
"Aku juga tidak tahu jika seulgi akan kerumah. Ya sudah kalau begitu kau tunggu aku di conna beans saja. Nanti aku jempet kau disana"
"Aish! Baiklah"
Panggilan telpon langsung dimatikan oleh mereka berdua dan dengan segera kyuhyun mengganti bajunya. Sedangkan dibawah nyonya kim sudah menyambut seulgi dan kini mereka sudah duduk di ruanga tamu.
"Ahjuma, ini ada sedikit oleh - oleh dari eomma" kata seulgi sembari menyerahkan bungkusan yang sangat rapih.
"Sebenarnya tidak perlu repot membawakan ini untukku" jawab nyonya kim sembari tersenyum.
"Ahjumma, apa kyuhyun oppa masih dikamar?" Tanya seulgi.
"Ne, ada dikamar. Memangnya ada apa?" Ucap nyonya kim.
"Aku ingin mengajak oppa menemaniku membeli buku ahjumma" tidak lama seulgi mengucapkan itu kyuhyun sudah tirun dengan pakaian rapih. Saat seulgi ingin berbicara. Kyuhyun sudah terlebih dahulu berbicara.
"Eomma, aku pergi dulu" pamit kyuhyun.
"Kau mau kemana? Disini ada seulgi" tanya nyonya kim.
"Aku harus mengajar kina les matematika dan kau seulgi, mian. Aku harus pergi. jika ingin disini juga tidak apa. Temani eommmaku mengobrol. Kalau begitu, aku pergi" setelah mengatakan itu kyuhyun pergi. Terlihat raut wajah seulgi sangat murung sekali.
"Kau kenapa chagi?" Tanya nyonya kim.
"Gwenchanayo ahjuma. Hanya saja aku merasa kyuhyun oppa sangat sibuk sekali akhir ini dengan kina sunbae. Apa kyuhyun oppa sering diluar mengajarnya ahjumma?"
"Tidak juga, terkadang suka disini kina belajar dan ahjuma merasa senang kyuhyun mempunyai ilmu bisa digunakan untuk membantu kina. Jadi kepintarannya tidak sia - sia"
"Begitu rupanya. Aku pikir selalu diluar ahjumma. Biasanya oppa selesai mengajar jam berapa? Jika waktunya sebentar aku akan menunggu"
"Entahlah, ahjuma juga tidak tahu. Terkadang bisa sampai malam dan juga terkadang singkat"
"Sepertinya aku akan menunggu saja dan membantu ahjuma. Jika waktunya lama aku akan pulang"
"Baiklah terserah kau saja. Bagaimana jika kita menanam bunga saja untuk memunggu kyuhyun?"
"Baiklah ahjuma dengan senang hati" sembari tersenyum dan berjalan beriringan dengan nyonya kim. Sementara kina menunggu kyuhyun hampir setengah jam belum sampai juga dan untuk menghilangkan rasa bosan kina bermain games diponselnya, yang sebenarnya games yang dimainkannya sudah tamat dan kina sampai bosan memainkannya.
"Hahhhh sepertinya aku harus menabung psp lagi" dengan hembusan nafas yang begitu berat kina berkata seperti itu. sembari meletakan wajahnya dimeja. Lalu matanya melihat seseorang yang berdiri dihadapannya. Kemudian matanya menatap keatas dan ternyata kyuhyun.
"Aish aku pikir ada pengeran yang datang menghampiriku ternyata titisan lidah tajam" kyuhyun yang mendengar itu tidak peduli dan memilih duduk dihadapan kina.
"Kenapa kau memesan minum hanya satu?" Tanya kyuhyun.
"Jika kau ingin, pesan saja sendiri" tanpa persetujuan, kyuhyun langsung mengambil minuman milik kina dan meminumnya. Melihata itu kina menatap kesal.
"Itu milikku..." kata kina.
"Milikmu adalah milikku" apa yang di ucapkan kyuhyun membuat kina tidak percaya. Langsung saja kyuhyun mengeluarkan ponselnya dan membuat kina terkejut.
"K..kkau.. dapat dari mana nilai matematikaku eoh?" Diponsel kyuhyun ternyata daftar nilai matematika kina yang begitu mengerikan dan membuat kyuhyun tidak habis pikir bagaimana kina sangat buruk dalam hal ini.
"Apa jadinya ahjumma tahu nilaimu? Aku yakin kau akan dimarahi habis - habisan" tersunging seringaian kyuhyun membuat kina semakin menekan emosinya.
"Kau!!... katakan apa mau mu?" Emosi kina sudah tidak tertahan lagi.
"Aku ingin kau menuruti ucapanku" tersungging senyuman evil yang ditunjukan oleh kyuhyun.
"Aish!!kau.... apa kau sedang menagancamku eoh?" Terdengar suara kina meninggi dan membuat pengunjung menatapnya.
"Ani, aku hanya bernegosiasi denganmu" dengan santainya kyuhyun mengatakan hal itu dan terlihat kina sudah mengepalkan tangannya.
"Langsung ke intinya saja. aku tidak ingin orang lain tahu kau tinggal sementara dirumah ku. Baik itu sahabat ku atau sahabatmu"
"Tanpa kau membicarakan ini aku sudah melakukannya. Hanya saja bagaimana dengan kedua orang tua kita? Mereka pasti akan mengatakannya"
"Masalah itu aku suda membicarakannya dengan eomma dan nanti tinggal kau yang mengatakan kepada orang tuamu. Sekarang kau temani aku jalan - jalan dan aku yakin seulgi akan menungguku pulang"
"MWO????kau sudah mengatakannya? Mengapa tidak mengatakannya bersama sama?
"Apa bedanya mengatakan hal itu masing - masing. Sekarang yang terpenting kau menemaniku dan aku yakin seulgi akan terus menungguku pulang" lalu kyuhyun beranjak dari tempat duduknya dan kina mendengeus kesal mengekor dibelakang kyuhyun. Setelah itu mereka berdua masuk kedalam mobil dan dalam perjalanan mereka hanya terdiam. Sampai terdengar suara ponsel milik kina bergetar, ternyata changwook yang menghubunginya.
"Ada apa chang-i?"
__ADS_1
"Kau sedang apa?"
"Aku sedang les bersama kyuhyun, wae?"
"Begitu rupanya, tadinya aku ingin memintamu menemaniku membeli hadiah untuk minjoon dan naya"
"Akan aku usahakan berbicara dengannya. Siapa tahu akan mengizinkanku untuk pergi denganmu"
"Baiklah, jika diizinkan. Hubungi aku segera"
"Ne, ara"
Sambungan telpon diakhiri oleh mereka berdua. Lalu kina mulai menoleh dan menatap kyuhyun dan saat ingin bicara, kyuhyun sudah mulai berbicara terlebih dahulu.
"Kau diam jangan kemana - mana dan jangan membatah. Sebentar lagi kita sampai" ucap kyuhyun dengn raut wajah sangat dingin.
"Menyebalkan, aku belum mengatakan sesuatu" ucap kina sembari mempautkan bibirnya. Lalu mengeluarkan ponselnya dan memberikan pesan kepada changwook.
To: chang-i
"Minanhae, aku tidak bisa menemanimu. Bagaimana kalau kita membeli hadiah masing - masing. Kau ingin membelikan mereka apa?"
"Sudahlah, cepat turun" perintah kyuhyun. Mereka berdua masuk kedalam sebuah toko pakaian dan sepatu.
"Wah kebetulan sekali" ucap kina dalam hati. Lalu ponsel kina bunyi dan merupakan balasan dari changwook.
From: changi
Gwenchana, kau beli pakaian saja karena aku tidak tahu badan mereka. Aku akan membeli mainan saja.
To: changi
Baiklah kalau begitu ^_^
"Apa kau tidak mendengarkanku?" Seketika kina terkejut ataa ucapan kyuhyun.
"Ani, wae?" Kata kina. Lalu kyuhyun menyerahkan pakaiannya dan kina langsung menerimanya. Pandangan kina tertuju kepada baju pasangan untuk anak - anak dan langsung menghampiri serta memilih yang cocok untuk minjoon dan naya.
"Sepertinya mereka akan suka" setelah memilih kina langsung mengambilnya. Sementara kyuhyun yang melihat itu hanya terdiam dan langsung kembali memilih pakaian.
********
Toko sepatu
Di sebuah toko sepatu, sedari tadi changmin mencari sepatu yang cocok untuk digunakannya. Namun saat memilih pandangannya tertuju kepada seorang yeoja yang dikenalinya. Tanpa ragu changmin menghampirinya dengan senyuman tersungging di bibirnya.
"Park sina" panggil changmin dan yeoja itu langsung menoleh dan terkejut melihat changmin ada disini.
"Kau disini??" Ucap sina.
"Ne, begitulah. Kau membelu sepatu untuk siapa?"
"Aku membeli sepatu untuk seseorang. Hanya saja aku tidak tahu seleranya seperti apa"
"Untuk namja apa yeoja?"
"Untuk namja. Karena lusa dia ulang tahun. Apa kau bisa membantuku?"
Ucapan sina membuat changmin terdiam karena sibuk dengan pemikirannya sendiri. Sina sendiri merupakan tetangganya yang satu tahun lalu pindah di kawasan rumah changmin. Sejak pertama kali melihat sina membuat changmin merasakan cinta pandangan pertama.
"Kamsahamnida" ucap sina dengan senyuman manis dan itu membuat kinerja jantung changmin tidak bekerja normal.
"Apa hobi namja itu?"
"Dia hobi bermain basket. Waeyo?"
"Ani, aku hanya bertanya saja"
Lalu changmin berjalan menuju sepatu yang sangat cocok untuk namja itu. Sina langsung mengikutinya dari belakang sembari menatap sederetan sepatu yang begitu banyak.
"Aku pikir yang cocok untunya sepatu ini saja dan ini juga bagus untuk digunakan sehari hari. Bahkan untul bermain basket" melihat sepatu yang ditunjuk changmin membuat sina tersenyum lebar. Karena model dan warnanya sangat cocok untuk namja itu.
"Jinjayo? Wah Kamsahamnida changmin. Aku tidak tahu jika tidak bertemu denganmu. Sebagai ucapan terimakasihku apa kau mau makan denganku?" Perkataan sina membuat changmin berpikir sejenak.
"Baiklah kalau begitu. tapi jika uangmu habis jangan salahkan aku" gurau changmin sembari tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu kita bayar dulu" ucap sina dengan senyuman.
Setelah mereka selesai membayar mereka langsung mencari makanan yang dekat dengan toko. Saat akan masuk salah satu tempat makan pandangan changmin tertuju kepada dua orang yang dikenalnya. Dengan yakin memanggil nama mereka berdua.
"Kyuhyun..... kinaaaaa...." dan benar saja itu mereka berdua. Berbeda dengan sina, yang sedari tadi terdiam dan begitu juga dengan kina.
"NAYAAAAA!!!!!
"NAYAAAAA!!!!
mereka berdua langsung berteriak histeris memanggil nama satu samalian dan saling berpelukan. Kyuhyun dan changmin yang melihat itu mengerutkan kepalanya. Setelah berteriak satu sama lain mereka memutuskan untuk makan disebuah cafe.
"Kembali ke korea kenapa kau tidak menghubungiku. Apa jepang merubahmu melupakan aku dan changwook eoh?"
"Aku sudah mencarimu dirumah yang lama namun kau sudah pindah. Begitu juga dengan changwook. Sekarang kau tinggal dimana? Aku ingin bertemu ahjumma dan ahjussi"
"Rumahku yang baru kebakaran dan sekarang aku tinggal dirumah teman eomma dan appa"
"Jinja? Bagaimana bisa?"
"Aku juga tidak tahu"
"Apa kalian saling mengenal?"seketika kina dan sina tersadar atas ucapan changmin. Karena jika sudah bersama mereka tidak ingat dengan lingkungan sekitar.
"Ah, mian. Aku dan sina sahabat dar kecil. Namun saat akan pertengahan semester sina ikut apanya pindah ke jepang karena pekerjaan. Lalu kalian kenapa bisa bersama? Apa kalian memiliki hubungan" ucapan kina membuat changmin sedikit gugup begitu juga dengan sina.
"Aish kau ini. Kami hanya teman dan kebetulan rumahku bersebelahan dengan changmin. Lalu kai sendiri? Apa dia kekasihmu?" tanpa disadari sina changmin sudah memasang wajah sedihnya. Hanya dianggap teman oleh sina dan ucapan sina membuat kina dan kyuhyun saling melirik.
"Dia bukan kekasihku. Perkenalkan dia cho kyuhyun temannya changmin. Kebetulan kami satu kelas dan dia seonsaengnim lesku" ucap kina.
"Ah, begitu. Perkenalkan namaku park sina" ucap sina kepada kyuhyun.
"Namaku cho kyuhyun" jawab kyuhyun.
"Pasti kau sangat kewalahan mengajarinya? Yang aku tahu, kina sangat lemah dalam hitung menghitung. Aku mengajarinya sampai kesal, jadi kau harus banyak bersabar"
__ADS_1
"Ne, sangat kewalahan dan aku juga tidak habis pikir kenapa otaknya sangat lamban"
"Ya!! Apa kalian ingin makan hanya untuk meledekku??"
"Hahahaha kau ini selalu saja meledak - ledak"ucap sina.
akhirnya pesanan makananya datang dan membuat mereka melahap makanannya penuh dengan nikmat.
"Ah iya, aku teringat sesuatu" langsung saja kina mengeluarkan sesuatu didalam tasnya dan itu sebuah flasdisk berinisial scm yang ditemukan kina dilantai kelas.
"Changmin, apa ini milikmu?"tanya kina.
"Bagaimana flasdisk ini padamu dan kau tahu dari mana kau tau ini milikku" Lalu chamgmin mengambil benda miliknya.
"Aku menemukannya dilantai kelas dan aku ingat kau sering memggunakannya, ditambah dengan inisial namamu" ujar kina.
"Kamsahamnida. Aku mencarinya dari kemarin" ucap changmin.
"Ne, cheonmane" kata kina.
"Sebagai rasa terimakasihku bagaimana kalau kita menonton?" Ucap changmin.
"Baiklah" ucap kina dan sina bersamaan. Namun kyuhyun hanya terdiam sembari menikmati makanannya.
****
Toko mainan
"Semoga, gaeun menyukainya" ucap yoona sembari tersenyum. Saat ingin membaya,yoona melihat seorang namja yang dikenalinya dan saat dilihat lagi ternyata benar itu changwook.
"Changwook" merasa dipanggil akhirnya changwook menoleh dan ternyata yoona yang memanggilnya.
"Kau berada disini juga?" Ucap changwook.
"Ne, kebetulan aku membeli kado untuk sepupuku yang masih kecil. Kau sendiri, apa membeli kado juga?
"Untuk minjoon dan naya. Mereka anak yang ditelantarkan oleh orang tuanya. Yang ditemkan oleh kina dan dirawat di panti asuhan milik keluarga kyuhyun"
"Jinja?? Kasihan sekali mereka. Kenapa ada orang tua sekejam itu didunia ini. Menelantarkan anak tanpa memikirkan perasaan anak mereka"
"Entahlah, aku juga tidak tahu dengan pola pikir orang tua. Jika mempunyai alasan setidaknya jangan berbuat seperti itu" kata changwook.
"Ah, iya hampir lupa. Jadi menurutmu mainan yang cocok untuk mereka berdua apa?" Ucap changwook.
"Kau belikan ini saja" lalu yoona mengambil mobil - mobilan, robot,boneka, masak -masakan dan lego untuk dimasukan kedalam keranjang milik changwook.
"Sepertinya kau memiliki selera anak - anak yang sangat bagus" ucap changwook sembari tersenyum.
"Tidak juga, mungkin aku memiliki sepupu yang masih kecil dan juga aku suka membeli mainan disini" jawaban yoona membuat changwook mennggukan kepalanya.
"Sebagai rasa terima kasih ku, bagaimana kalau aku teraktir kau makan?"terlihat yoona sedikit menimbang ajakan changwook.
"Baiklah kalau begitu" ucap yoona sembari tersenyum.
Mereka berdua langsung membayar dan setelah itu mencari makan untuk mereka berdua.
"Apa kau punya tempat untuk kita pergi makan?" Tanya changwook.
"Tidak ada, tapi banyak yang mengatakan tempat makan daerah sini ada yang enak"ucapa yoona.
"Apa kau tahu nama tempatnya?"tanya changwook.
"Ne, aku tahu" jawab yoona sembari tersenyum.
Akhirnya mereka berdua pergi dari toko mainan sembari berbicara hal kecil.
Sementara di bioskop terlihat kina dan sina sedang fokus menonton film horor yang sedang di tonton. Kyuhyun dan changmin terlihat mereka berdua merasa tegang dan jantung mereka berpacu lebih cepat. Bagaimana tidak seperti itu, karena mereka berdua sangat tidak suka dengan film horor. Saat sedang diputuar secara mengejutkan hantu muncul dan itu membuat seluruh penonton berteriak. Sampai - sampai kyuhyun dan changmin bersembunyi dilengan kina dan sina. Membuat mereka berdua terkejut dan langsung mengerutkan keningnya. Tanpa terasa film sudah sudah selesai.
"Jadi kita berlama lama nonton hanya untuk mencari tahu siapa namanya?" Ucap kina.
"Hantu yang sangat luar biasa tidak ada cantiknya" ucap sina.
Lalu pandangan kina dan sina tertuju kepada kyuhyun dan changmin yang sedari tadi merasa takut.
"Kalian kenapa tidak mengatakan jika tidak suka film horor?" Kata kina sembari menatap tajam.
"Karena kalian terlihat sangat antusias sekali"jawab changmin.
"Walau begitu. Kalian bisa mengatakannya. Tanpa harus menuruti apa yang kita berdua inginkan"ucap sina.
"Kau tahu badanku habis karena cengkraman sebuah tangan yang sangat besar" pandangan kina tertuju kepada kyuhyun.
"Wae...wae.. kau menatapku seperti itu?" Kata kyuhyun sembari sedikit terbata.
"Aigo... wae... kau bertanya wae!!?? Apa kau tidak merasa bersalah eoh. apa yang telah kau lakukan kepadaku dan aku minta pertanggung jawabanmu" mendengar ucapan kina membuat para pengunjung menatap mereka. Melihat itu kyuhyun merasa tidak nyaman.
"A.. aku hanya tidak sengaja memegang lenganmu sedikit kencang. Aku merasa tidak nyaman" setelah mendengar ucapan kyuhyun membuat para pengunjung bernafas lega. Karena mereka berpikir, meminta pertanggung jawaban yang lain. Selama kina berbicara memegang perutnya. Melihat kina sedari tadi terdiam mendengar ucapan kyuhyun membuat sina bertanya tanya karena kina menatap sesuatu.
"Na-ya, Apa kau masih bisa melihat?" Ucapan sina membuat kyuhyun dan changmin bingung. Seketika kina langsung berjalan dan meninggalkan mereka. Lalu pandangan mereka melihat kina sedang berbicara namun yang dilihat mereka kina berbicara sendiri.
"Sebenarnya ada apa?"tanya changmin
"Apa kalian tidak tahu?" Tanya sina.
"Tahu apa?" Kata kyuhyun.
"Sebenarnya, kina bisa melihat hantu" seketika kyuhyun dan changmin terkejut atas pengakuan sina.
"Mwo??? Se... sejak kapan kina seperti itu?" Tanya changmin.
"Sejak kina koma selama 3 bulan. Bahkan sampai buta sementara waktu akibat kecelakaan yang dialaminya. aku juga awalnya terkejut dan tidak percaya. Itu adalah awal yang sulit dialami oleh kina. Setiap hari hampir berteriak dan menagis karena ketakutan, mungkin seiring bertambahnya usia kina bisa menerima itu semua" ujar sina.
"Aigo, menyeramkan sekali bisa melihat hantu" ucap changmin sembari memegangi bulu kuduknya yang merinding.
"Yak!! Nona. Apa yang kau lakukan kepada temanku" ucap kina. Namun arah matanya tertuju kepada changmin dan membuat kyuhyun dan sina ikut menatap chamgmin. Dengan cepat kina berjalan dan langsung menepuk kepala nona itu dengan kuat. Yang kina tepuk adalah seorang hantu yeoja yang menempel pada tubuh changmin.
"Gwenchana?" Mendengar ucapan kina membuat changmin terjatuh pingsan tak sadarkan diri.
"Yak!! Shim changmin. Ireona palli ireona" ucap kyuhyun yang sangat panik.
"Changmin gwenchana eoh" seru sina.
__ADS_1
"Ah, pasti itu sangat mengejutkan baginya, eottokhe??"kata kina sembari menatap bingung changmin.
******