
Tempat parkir.
Setelah menerima telpon kina langsung datang menghampiri siwon, Ahra dan changwook. Namun disana sudah ada Kyuhyun yang terlebih dahulu menghampiri.
"Siapa yang menghubungi mu?"tanya Siwon.
"Hantu yang menghubungi ku hehehe"jawab kina sembari tersenyum senang. Sedangkan Kyuhyun menatap kina dengan kesal sembari mengumpat.
"Ah, iya Hyung. Ada apa kau datang kemari?"tanya Kyuhyun.
"Tentu saja untuk membawa kalian makan bersama. Changwook kau juga ikut"ujar Siwon. Saat akan menjawab, terdengar suara ponsel milik changwook berdering dan saat melihat layar ponsel ternyata nomer yang tidak di kenal. Lalu changwook mengangkatnya.
"Hallo, changwook. Ini aku jaehyun"ucap jaehyun. Dengan memberi isyarat changwook sedikit menjauh.
"Ne, ada apa Hyung??"kata changwook.
"Bisakah kau membujuk adik ku makan. Sedari tadi tidak mau keluar. Appa dan aku berusaha membujuknya namun tidak berhasil"
"Baiklah Hyung. Aku juga kebetulan ingin kesana untuk melihat Yoona"
"Ya sudah, Hyung tunggu"
"Ne Hyung" lalu ponsel dimasukannya kedalam saku. Lalu changwook berjalan menghampiri mereka.
"Mianhae Hyung sepertinya aku tidak bisa ikut karena ada urusan"ujar Changwook sembari tersenyum. Sedangkan Kyuhyun dan kina terlihat sangat lega sekali.
"Gwenchana"ucap Siwon.
"Ya sudah kalau begitu sampai nanti"ucap Changwook.
"Kina, Jadi itu teman mu yang bernama Changwook??"tanya Ahra.
"Ne, eonni. Memangnya kenapa?"ujar ahra.
"Tampan sekali. Jika dia seumuran dengan ku rasanya ingin aku jadikan suami hahahaha"ujar ahra
"Aku juga pantas"ucap Kyuhyun kesal.Lalu kina dan ahra jawab bersamaan.
"Tidak mungkin" hal itu membuat Kyuhyun kesal dan Siwon menepuk pundak Kyuhyun untuk memberikannya semangat.
Lalu mereka semua masuk kedalam mobil.
Kyuhyun dan kina duduk di belakang.
"Na-ya, apa kedai mu masih buka??"
"Masih oppa namun. Sekarang pindah ke tempat yang lebih luas dan tidak di pinggir jalan lagi"ujar kina
"Mwo?? Pinggir jalan"terlihat Ahra terkejut dengan ucapan kina.
"Ne, eonni Dulu sebelum sesukses seperti ini. appa merintis menjual kopi di pinggir jalan karena dulu appa di tipu oleh rekan bisnisnya dan membuat perusahaan bangkrut. Tapi Tuhan tidak membiarkan appa seperti itu dan entah bagaimana kopi kami sangat banyak peminatnya dan sukses sampai sekarang"
"Aigo.... Kejam sekali sampai seperti itu. Appa dia sudah ditangkap polisi?"
"Entahlah eonni. Aku juga diceritakan oppa ku saat itu"
"Lalu kedai mu sekarang dimana??"
"Tidak jauh dari tempat sebelumnya oppa"
Tidak lama mereka pun sampai di kedai song dan seperti biasa selalu ramai pengunjung. Lalu mereka semua keluar dari mobil dan masuk kedalam. Terlihat kedua orang tua kina sedang sibuk melayani pelanggan. Sampai pada akhirnya mereka berdua terhenti saat mendengar suara yang tidak asing.
"Eomma.... Appaaaa" saat menoleh membuat kedua orang tua kina terkejut.
"Siwon..." ucap kedua orang tua kina tidak percaya.
"Ne, ini aku" lalu dengan perasaan senang Siwon datang menghampiri dan memeluk dengan erat. Lalu kedua orang tua kina membalas pelukan Siwon. Kina yang melihat itu merasa senang sekali.
"Walau bukan oppa kandung tapi Siwon oppa sudah seperti oppa ku sendiri. Setidaknya aku memiliki oppa sekarang"ucap kina dalam hati sembari menatap senang, Itu terpancar dari senyumannya. Kyuhyun yang melihat senyuman kina hanya mampu terdiam dan sudah kedua kalinya Kyuhyun melihat senyum kina sebahagia itu.
"Andai dia tersenyum itu kepada ku"ucap Kyuhyun dalam hati dan seketika menggelengkan kepalanya.
"Aish!!! Apa yang kau pikirkan bodoh"ucap Kyuhyun dalam hati. Ahra yang melihat Kyuhyun aneh langsung bertanya.
"Kau kenapa?"tanya Ahra.
"Ne? A... Aku. Memangnya aku kenapa?"ucap Kyuhyun.
"Lalu kenapa kau menggelengkan kepala seperti itu? Apa kau pusing?"ujar ahra.
"Tidak, nuna. Hanya membenarkan rambutku saja"bohong Kyuhyun.
****
Tempat makan
Myung Soo dan Sora sudah sampai di tempat makan. Lalu mereka masuk kedalam dan untuk mencari tempat duduk. Salah satu pelayan datang menghampiri dan memberikan menu makannya. Setelah itu mereka memilih pesanan yang ada di dalam menu.
"Kau tumben berpenampilan rapih. Kau habis dari mana?"tanya Myung Soo.
"Aku habis menemui kang Joon"mendengar nama kang Joon membuat Myung Soo terkejut.
"Apa maksud mu bertemu kang Joon??"
"Hemmm... salah sendiri kau semalam tidak mengangkat ponsel ku. Apa kau tau? Aku sangat terkejut sekali"
"Terkejut bagaiman maksud mu? Aku tidak mengerti"
"Kau ingat saat aku pulang terlebih dahulu"
"Ne, terus?"
"Ternyata appa meminta ku untuk bertemu dengan rekan bisnisnya dan saat aku sampai sana ternyata ada kang Joon disana"
"Mwo? Bagaimana bisa? Apa kau akan di jodohkan??"
"Entahlah, aku tidak begitu menyukainya dan dia bukan tipe ku"
"Jangan seperti itu. Nanti kau kemakan dengan ucapan mu sendiri"
"Tidak akan sama sekali"
__ADS_1
"Yang benar?"ucap Myung Soo sembari memicingkan matanya kepada Sora.
"Tentu saja. Apa kau tidak bisa lihat? Kang Joon menyukai jihee. Seharusnya kau berhati hati eoh. Saingan mu sangat berat sekali"ucapan Sora membuat Myung Soo kesal.
"Kenapa kau jadi membahas ku"ujar Myung Soo.
"Aigo... Anak bebek seperti kau bisa kesal juga hahahaha" ledek Sora sembari menggelitik dagu myung soo dan dengan cepat Myung Soo melepaskan tangan sora.
"Walau aku menyukainya tapi aku tidak ingin dia memaksa untuk menyukai ku"kata Myung Soo.
"Bagaimana jihee akan menyukai mu juga. kau saja memperlakukaknya biasa saja seperti teman dan bukan wanita yang spesial. Aku beri tahu aku ya, wanita tidak akan peka kalau kau tidak memperlakukannya dengan baik. Jika kau bertindak seperti itu, dengan secara tidak dia akan berpikir kau memiliki perasaan yang lebih dan bukan hanya sekedar teman"penjelasan Sora hanya mampu buat Myung Soo terdiam dan itu membuat Sora gemas sekali.
"Kenapa kau hanya diam?"
"Aku hanya bingung memulainya dari mana?
"Aigo.... Aku mempunyai sahabat bodoh sekali"
"Enak saja kau mengatai ku bodoh?
"Memang kenyataannya seperti itu. Kau bodoh dalam hal wanita, kau tahu? Begitu saja tidak tahu. Masa harus aku yang memberi tahu mu"kesal Sora.
Sedangkan jihee di dalam bis hanya terdiam dan melihat pemandangan jalan di luar Jendela. Bayangannya teringat akan kedatangan Sora.
"Aishh... Kau sedang berpikiran apa Choi jihee"terlihat jihee pikirannya dalam keadaan yang tidak baik. Sampai pada akhirnya jihee turun dari bis dan berjalan menuju kerumah. Saat sampainya dirumah terlihat nyonya Cho ada disana dan tanpa disadari oleh jihee.
"Ji-a" panggilan nyonya Cho tidak di tanggapi. Melihat ada yang aneh, nyonya Cho datang menghampiri dan menepuk pundak jihee dan sampai pada akhirnya terkejut.
"Astaga.." lalu jihee menoleh dan ternyata nyonya Cho.
"Ahjuma cantik mengejutkan ku"kata jihee.
"Salah sendiri kau melamun saat kau panggil. Apa ada yang sedang kau pikirkan?" Seketika jihee mencari alasan untuk menjawab pertanyaan nyonya Cho.
"Hanya ada tugas membuat ku pusing ahjuma cantik"jawab jihee sembari tersenyum.
"Benar hanya tugas kuliah?"
"Iya ahjuma. Di tambah kerja sampingan ku belum aku selesai aku kerjakan"
"Ya sudah kalau begitu. Kau makan sana tadi ahjuma dan Eomma mu membuat masakan yang enak"
"Wah yang benar ahjuma cantik"
"Tentu saja"
"Ya sudah kalau begitu aku makan dulu ahjuma cantik"
"Makan yang banyak eoh"
"Ne, ahjuma"
Lalu jihee masuk kedalam rumah sembari berusaha untuk memikirkan yang aneh aneh lagi. Sesampainya di dalam jihee masuk kedalam dan merebahkan badannya di kasur sembari memejamkan matanya.
*****
Rumah keluarga IM
Di luar pagar terlihat jaehyun menunggu kedatangan changwook sembari terus mondar mandir dan sampai pada akhirnya changwook datang. Hal itu membuat jaehyun senang sekali dan dengan cepat datang menghampiri changwook.
"Ne, Hyung. Apa Yoona masih belum ingin keluar dari kamar??"tanya changwook.
"Belum, siapa tahu dengan mu Yoona akan keluar dari kamar. Lebih baik kita masuk kedalam"ujar jaehyun.
"Baik Hyung" jawab changwook.
Saat masuk kedalam sudah ada tuan im didalam. Menunggu kedatangan changwook dan betapa terkejutnya saat melihat tuan im ada di hadapannya.
"Changwook"
"O, ahjussi"
"Appa mengenal changwook?"tanya jaehyun.
"Ne, karena changwook anak sahabat appa"jawab tuan Im sembari tersenyum.
"Jadi kau satu sekolah dengan yoona?"tanya tuan im.
"Ne, ahjussi. Aku sungguh sangat terkejut ternyata Yoona anak ahjussi"kata changwook.
Sementara didalam kamar Yoona hanya diam di balkon rumah sembari berpikir.
"Kenapa orang tua ku tidak bisa bersatu"tanpa terasa Yoona menangis dan dengan sedikit kasar Yoona menyeka air matanya yang keluar.
Tok..... Tok..... Tok....
Terdengar ketukan dari kamar Yoona dan membuatnya tidak bergeming sedikitpun. Sampai akhirnya Yoona menoleh saat mendengar suara yang tidak asing baginya begitu kencang sekali.
"Yoona... Yoona.. apa kau masih tidur?"seketika Yoona beranjak dari balkon dan memastikan suara itu milik changwook apa bukan. Saat dekat dengan pintu terdengar suara ocehan changwook yang membuat Yoona tersenyum.
"Kenapa aku seperti anna yang mengetuk pintu di film Frozen" seketika changwook terkejut saat Yoona langsung tiba tiba membuka pintunya.
"Kenapa kau ada di sini?"tanya Yoona.
"Mmm ... Hyung menyuruh ku datang kemari. Karena hawatir kau belum keluar dari kamar"
"Apa kau di bawah tidak bertemu dengan appa ku?"
"Aku bertemu. Wae? Apa ada masalah?" Seketika Yoona terkejut dengan ucap Changwook.
"Ba... Bagaimana dengan mudahnya appa mengizinkan orang lain datang kemari? Appa ku itu sangat protektif jika ada namja yang dekat dengan ku dan merasa sekali tidak suka dengan mereka"ujar Yoona.
"Entahlah, mungkin karena aku tampan"jawaban changwook membuat Yoona tersenyum. Hal itu membuat changwook sangat senang sekali.
"Apa kau akan membiarkan aku membawa makanan ini ada di tangan ku terus??" Lalu Yoona melihat apa yang ada di tangan changwook setelah itu mengambilnya.
"Mianhae, selalu merepotkan mu"ujar Yoona yamg merasa tidak enak sama sekali.
"Aku tidak merasa di repotkan"kata changwook.
"Apa kau ingin masuk kedalam?"ajak Yoona dan changwook mendengar hal itu langsung terkejut. Walau ini bukan yang pertama Kalinya masuk ke kamar seorang yeoja. Namun dalam hatinya merasa canggung sekali.
__ADS_1
"Baiklah"lalu changwook masuk kedalam. Sedangkan di sisi lain jaehyun dan appanya mengintip di balik tembok.
"Apa appa liat? Yoona dengan mudahnya luluh dengan changwook dibandingkan dengan ku" ucapan jaehyun membuat apanya tersenyum.
"Sudahlah, lebih baik kita kebawah saja eoh"
"Tapi.... Appa... Appaaa"
Bukannya menanggapi ucapan jaehyun tuan im lebih memilih meninggalkan anaknya itu.
*******
Kedai song.
"Aigo..... Siwon-ah eomma tidak menyangka kau semakin tampan saja"ucap nyonya song.
"Tentu saja tampan. Siwon adalah anak ku. Apa kau tidak lihat wajah ku yang tampan ini"dengan bangganya tuan song mengatakan dan yang lainya tertawa mendengar hal itu.
"Ne... Ne... Appa sangat tampan"kata kina.
"Apa kalian sudah makan?"tanya nyonya song.
"Belum ahjuma"jawab ahra.
"Ya sudah. Ahjumma akan masakan untuk kalian" lalu nyonya song langsung ke dapur untuk memasak.
"Bagaimana kabar appa dan Eomma mu?"
"Baik dan sehat. Tapi appa tahu sendiri kedua orang tua ku itu sangat sibuk sekali"
"Ne, sangat. Apa perlu appa tegur kembali"ucap tuan song dengan nada bercanda.
"Hahahaha tidak perlu appa"kata Siwon.
"Baiklah jika tidak usah. Lalu kau bekerja dimana sekarang?"
"Di perusahaan milik appa"
"Begitu rupanya. Katakan pada appa mu jangan sampai membuat anak ku gila kerja"
"Ne, appa nanti akan aku sampaikan"
"Jika sudah bertemu aku selalu di lupakan"ujar kina yang menatap sebal.
"Aigo.... Apa kau lupa. Aku ini anak kesayangan appa eoh" ucapan Siwon membuat kina memalingkan matanya dan pura pura tidak mendengar dan berjalan menuju tempat kopi
"Ya sudah kalian duduk. Appa melayani pelanggan yang lain"ujar tuan song.
"Ne" ucap mereka bertiga.
"Aku tidak menyangka kau sedekat itu dengan keluarga song" kata ahra.
"Begitulah, terjadi begitu saja hahahhaa. Mungkin bisa aku simpulkan keluarga song adalah keluarga yang begitu hangat dan aku bisa merasakan hal itu"ucapan Siwon membuat Ahra semakin kagum saja dengan keluarga song.
"Apa kau saat kematian hyungnya kina. Apa kau ada disana?"tanya Kyuhyun.
"Ne, aku ada disana dan kina sangat terpukul sekali. Kina paling tidak bisa hidup tanpa Joongki. Kenapa kau menanyakan hal itu?"ujar Siwon.
"Ani, hanya bertanya saja"jawab Kyuhyun. namun pikirannya teringat saat kina menangis dan selalu menyebut nama Joongki.
"Benar hanya bertanya saja?"ujar Siwon kembali sembari menatap Kyuhyun.
"Memangnya kina kenapa?"terlihat Ahra bingung dengan apa yang sedang di bicarakan.
"Apa kina sering menangis saat tengah malam?"ucapan Siwon membuat Kyuhyun terkejut.
"Ba.... Bagaimana kau tahu Hyung??"
"Itu sering terjadi kina alami semenjak Joongki meninggal. Dia bercerita kepadaku selalu bermimpi buruk dan dia selalu memanggil nama Joongki namun yang datang bukan Joongki tapi hantu seram yang datang"ucapan Siwon membuat Kyuhyun dan ahra terkejut.
"Meninggal kenapa?"tanya Ahra.
"Kasihan sekali kina"ucap ahra yang ikut sedih.
"Makanya kina selalu kesepian saat joongki tidak ada. Tetapi aku bersyukur karena ada changwook yang selalu menjaganya dan menemaninya. Sebelum pergi, aku memintanya untuk selalu ada disisi kina"ujar Siwon.
"Ada yang ingin aku tanyakan"ucap ahra.
"Kau ingin bertanya apa?"kata siwon
"Apa kina bisa melihat hantu?"pertanyaan Ahra membuat Siwon tersenyum.
"Ne, kina bisa melihat hantu. Saat terjadi kecelakaan. Aku juga terkejut kina mempunyai kemampuan sama seperti ku"seketika membuat mereka berdua terkejut.
"Kau bisa melihat hantu Hyung?? Sejak kapan"ujar Kyuhyun.
"Saat aku kecil sudah diberikan oleh Tuhan"jawab Siwon sembari tersenyum.
"Apa disini ada hantu?"tanya Ahra yang mulai takut. Lalu mata Siwon melihat kina yang sedang memberikan kopi kepada sosok hantu dan itu membuat mereka ikut melihat apa yang dilihat oleh Siwon.
"Ka... Kau kenapa melihat kina seperti itu? Apa ada hantu disitu eoh??"terlihat wajah Ahra begitu pucat.
"Ne, ada. Kina sedang memberikannya kopi"jawab Siwon.
"Ini kopi untuk mu"ucap kina.
"Kamsahamnida"ucap hantu namja itu sembari tersenyum.
"Sayang sekali hantu.jika dia manusia ingin sekali aku jadi kekasihnya"ucap kina dalam hati. Lalu membayangkan mereka sedang menjalin hubungan yang indah.
"Nuna" mendengar suara taehyung membuat kina terkejut.
"Kenapa kau mengejutkan aku eoh"ucap kina.
"Salah sendiri, kau melamun hantu itu. Jangan bilang kau sedang membayangkan yang aneh - aneh karena hantu itu tampan"selidik taehyung.
"A..Ani, siapa yang memikirkan hal yang aneh"bohong kina.
"Kau tidak pandai berbohong. Pipi mu sangat merah sekali nuna"ucap taehyung sembari meledek.
"Sudahlah, aku ingin kebelakang membantu eomma"lalu kina pergi berlalu meninggalkan taehyung.
__ADS_1
****
Maaf baru update lagi 🙏