Love Is..

Love Is..
love is part 45


__ADS_3

Pantai


Myungsooo membawa jihee ke pantai dan kebetulan sepi jadi mereka berdua bisa main sepuasnya disini.


"Yuhuu.... Pantaiiiiii" Teriak jihee sembari berlari dan merasakan tiupan angin yang menghampirinya. Melihat sahabatnya seperti itu myungsoo menggelengkan kepalanya dan memilih untuk duduk diatas pasir.


"Apa kau suka?"


"Ne, sangat suka sekali. Di tambah pantainya sepi"


"Syukurlah kalau kau suka. Aku jadi lega dan senang" Kata Myungsoo sembari tersenyum dan entah mengapa jihee merasa terpana melihat senyuman sahabatnya di tambah dengan lesung pipi yang menghiasinya semakin menambah ketampanan. Akan tetapi jihee segera menormalkan perasaanya kembali.


"Apa kau ingin aku belikan sesuatu?" Tanya Myungsoo.


"Ne? Mmmm aku ingin... Makan es krim saja"jawab jihee.


"Ya sudah, kau tunggu disini" Myungsoo beranjak dari duduknya dan pergi berlalu. Sembari menunggu, jihee duduk dan memikirkan perasaanya sembari memandangi pantai. Ponsel miliknya berdering dan saat melihat ternyata kangjoon. Terdengar dari kejauhan Myungsoo memanggil namanya sembari membawa es krim sembari tersenyum. Hati jihee semakin tidak menentu saja melihatnya dan mengabaikan panggilan masuk.


"Ini es krim moci yang kau mau. Aku belikan kau banyak, agar kau tidak merasa sedih lagi" Ujar myungsoo.


"Gomawo" Jawab jihee sembari mengambil es krim.


"Ah, iya. Aku punya sesuatu untuk mu"


"Sesuatu?" Terlihat jihee merasa bingung dan myungsoo memberikan bolpoin unicorn berwarna ungu. Hal itu membuatnya senang bukan main dan aura bahagia terpancar dari wajahnya dengan senyuman merekah.


"Cantik" Ujar Myungsoo dalam hati. Tanpa basi jihee langsung memeluk sahabatnya itu.


"Gomawo"itulah yang terucap dari jihee


"Tidak perlu berterima kasih" Lalu Myungsoo membalas memeluk.


"Disaat aku sedih dan senang kau selalu ada untuk ku"


"Itulah gunanya sahabat"


Entah mengapa mendengar hal itu jihee merasa ada yang aneh kembali dalam hatinya.


"Kau tahu, melihat mu sedih hatiku merasa sakit. Aku lebih suka kau mengomel dari pada diam seribu bahasa seperti kemarin. Aku seperti kehilangan teman untuk bertengkar dan bercanda, aku tidak suka seperti itu. Dunia ku seperti hilang entah kemana, maka dari itu aku selalu berusaha membuat mu bahagia dan melihat mu tersenyum, itu lebih dari cukup untuk ku" Seketika ungkapan isi hati Myungsoo membuat jihee merasa terbaru sampai air matanya terjatuh. Mendengar suara tangisan itu membuat Myungsoo terkejut melepaskan pelukannya.


"Yak... Kenapa kau menangis"


"Hikss... Hikss.... Mianhae, aku selalu merepotkan mu dan gomawo kau selalu berusaha membuatku bahagia dan tersenyum hikss... Hiksss. Aku minta... Hikss..hiksss...kau jangan pernah meninggalkan ku dan selalu ada disisi ku sampai kapan pun karena kau yang paling mengerti dan memahami ku"


"Ne, kau tenang saja. Aku tidak akan pernah meninggalkan mu, aku janji dan selalu ada di dekatmu" Mendengar hal itu membuat jihee merasa tenang dan langsung saja mengeluarkan jari kelingking untuk berjanji dan myung mengaitkan kelingking ya di jari jihee.


"Sudah jangan menangis lagi. Aku tidak suka melihatnya" Lalu myung soo mengusap air mata jihee sembari tersenyum.


"Setelah dari sini aku antar pulang eoh"


"Ne"


****


Sementara di kantor skj, kangjoon merasa kebingungan. Sudah dua hari jihee mengabaikan panggilan telpon dan pesannya hal itu semakin membuatnya merasa cemas. Pikirannya teringat akan kejadian saat jaewook datang kemari. Tanpa pikir panjang kangjoon langsung menghubunginya


"Hyeong... Kau ada di kantor mu?"


"Tidak, aku sedang ada diluar?"


"Apa bisa bertemu? Ada yang ingin aku tanyakan sesuatu kepadamu"


"Kebetulan aku juga ada yang ingin aku tanyakan"


"Ya sudah kalau begitu kita bertemu di kedai song saja bagaimana? "


"Baiklah, aku segera pergi ke sana, kebetulan aku sudah ada diseberang kedai. "


Setelah itu kangjoon langsung pergi ketempat yang di tuju dan saat akan keluar ruangan. Terlihat minyoung, sekertarisnya datang menghampiri sembari membawa berkas ditangannya.


"Kau mau kemana?" Tanya minyoung.


"Aku ada urusan nuna, kalau begitu aku pergi dulu"


"Tapi.. Ini..." Ucapan minyoung diabaikan oleh kangjoon.


"Sebenarnya dia mau pergi kemana dan terburu - buru seperti itu. Apa menemui jihee pujaan hatinya. Orang yang sedang jatuh cinta memang seperti itu, begitu juga dengan ku" Ujar minyoung sembari tersenyum. Dengan cepat kangjoon turun ke tempat parkir dan menjalankan mobilnya menuju tempat yang sudah di tentukan. Butuh 15 menit sampai sana. Ketika masuk kedalam, jaewook sudah menunggunya dengan minuman yang sudah tersedia.


"Kau cepat sekali sampai"


"Kebetulan tidak macet"


"Begitu rupanya"


"Aku mau langsung bertanya saja. Bagaimana hyeong bisa mengenal jihee? Saat melihat mu raut wajahnya sangat berbeda sekali"


"Sudah aku duga, kau akan menanyakan hal ini" Ucap jaewook sembari tersenyum miris. Jika mengingat kenangan dulu.


"Jihee adalah mantan kekasihku dan cinta pertama ku"seketika kangjoon terkejut dengan ucapan jaewook.


"Mwo???"


"Kami menjalin hubungan selama empat tahun. Akan tetapi orang tua ku tidak menyetujuinya. Aku bertemu dengannya saat di sekolah kebetulan aku mengajar taekwondo dan jihee murid ku"


"Kenapa tidak menyetujuinya. Yang aku lihat jihee orang yang sangat baik"


"Karena status sosial dan kedua orang tua ku sempat mengancamnya. Bagaimana kau tahu jihee sangat baik, apa kau mengenalnya juga"


"Kebetulan aku ada urusan pekerjaan dengannya jadi aku mengenalnya sedikit"


"Kau yang baru mengenalnya saja bilang baik. Apa lagi aku... "

__ADS_1


"Apa minyoung nuna tahu?"


"Sudah, tapi tidak tahu jika itu adalah jihee. Aku selalu menyebutnya unicorn"


"Unicorn??"


"Ne, jihee sangat menyukai karakter kartun unicorn"jawab jaewook sembari tersenyum. Lalu kembali menceritakan kisah cintanya yang kandas.


###


Terlihat seulgi sedikit murung karena kyuhyun harus pergi karena ada urusan dengan ahra. Kakinya melangkah menuju supermarket dekat sekolah dan di sana ada changwook sedang makan mie milik kina yang masih tersisa. Begitulah kebiasaan changwook selalu menghabiskan makanan. Tanpa rasa ragu seulgi memanggil changwook.


"Oppaaaa" Hal itu membuat changwook menoleh.


"O... Dongsaeng" Seru changwook.


"Apa oppa sendirian di sini?"


"Tidak, berdua dengan kina, hanya saja ada urusan dengan nunanya kyuhyun" Seketika ucapan changwook membuat seulgi terkejut.


"Sebenernya ada urusan apa" Ujar seulgi dalam hati. Tiba tiba lamunannya buyar saat changwook memanggil namanya.


"Kenapa kau melamaun?"


"Aku tidak melamun. Hanya merasakan perutku lapar hehehe"


"Kebetulan aku ada onigiri, kau makan eoh"


"Gomawo, oppa"langsung seulgi memakannya.


"Ah iya, namja yang selalu bersamamu kemana?"tanya changwook


"Namja?" Seulgi sedikit bingung namun seketika teringat.


"Maksud oppa jimin? "


"Ne, dia kemana?"


"Dia bilang mau pergi mengantar eomma nya"


"Eummm begitu rupanya. Apa setelah ini kau ada acara atau langsung pulang?"


"Entahlah oppa. Lagi pula di rumah tidak ada siapa - siapa. Kedua orang tua ku sibuk dan oppa ku bekerja"


"Apa kau mau menemaniku ke tokok raket dari pada kau di rumah"


"Mmmm boleh oppa. Memangnya raket mu rusak?"


"Ne, senar raket ku rusak jadi harus aku ganti untuk pertandingan nanti"


"Memang untuk bertanding butuh raket banyak? "


"Aku pikir hanya satu saja hehehe"


"Apa kau ingin coba bermain bulutangkis?"


"Wah boleh juga oppa" Terlihat seulgi sangat antusias dengan ajakan changwook.


Sementara di sekolah changmin dan yoona habis mengadakan rapat kembali untuk merampungkan semua konsep yang sudah direncanakan. Para pengurus semuanya penuh semangat dan tidak sabar untuk hari itu.


"Aku jadi gugup"Yoona yang mendengar itu hanya tersenyum sembari menepuk pundak changmin.


" Jangan gugup. Kita harus yakin acara yang kita buat akan suskes"yoona langsung memberikan changmin semangat.


"Ne, tentu saja harus yakin karena ini hadiah untuk sekolah kita sebelum kita lulus"


"Kau benar juga. Sebentar lagi kita akan lulus dari sini, kenapa waktu cepat sekali berlalu"


"Benar apa yang kau katakan"


"Aku punya ide..."


"Ide apa? "Lalu yoona mulai berbisik kepada changmin.


"Bagaimana? Apa kau setuju ketua?"


"Aku setuju. Lebih baik sekarang kita makan. Aku sangan lapar sekali"


"Ne, aku juga sama"


Di kediaman rumah cho Kyuhyun terlihat ibu - ibu sosialita sedang mengadakan kumpul bersama. Begitu banyak hidangan yang tersedia di sana. Mata nyonya cho tertuju kepada nyonya seo dan seohyun yang baru saja datang.


"Nyonya seo... Apa kabar"


"Aku sangat baik sekali tentunya"


"Wah.... Kau juga ikut kemari Seohyun " Ujar nyonya cho.


"Ne, ahjuma. Ah iya, apa Kyuhyun sudah pulang?"ujar Seohyun.


"Sepertinya belum. Apa kau tidak bertemunya di sekolah"


"Hari ini aku tidak bertemu" Bohong Seohyun.


"Pantas saja kalau begitu"ujar nyonya cho.


"Aku membawakan sesuatu, untuk ahjuma" Lalu Seohyun menyodorkan hadiah yang dibawanya.


"Seharusnya tidak usah repot repot membawakan hadiah"


"Kami sama sekali tidak direpotkan dan itu hanya hadiah kecil saja" Ucap nyonya seo

__ADS_1


"Sebenarnya Kyuhyun kema? Aku pikir dia berbohong saat mengucapkan hal itu. Jika tahu seperti ini, aku pergi shopping saja, ishhh menyebalkan sekali."Ucap Seohyun dalam hati.


******


Butik


Di ruangan semua hening tidak ada yang bicara karena sangat menunggu adegan yang di tunggu dan penuh harap. Kyuhyun melihat kina yang menutup mata hanya tersenyum. Sampai pada akhirnya, bibirnya mencium kening kina penuh dengan rasa hangat, yang berada di dalam ruangan terpesona saat melihatnya. Akan tetapi ahra dan sina merasa kurang puas karena Kyuhyun tidak mencium bibir. Menyadari akan hal itu, kina langsung membuka matanya dan terpesona melihat senyuman yang terpancar dari Kyuhyun dan wajahnya memerah.


"Cantik" Ucap Kyuhyun dalam hatinya.


"Ya tuhan, kenapa dia menatap ku seperti itu dan sangat dalam. Membuat kerja jantung ku tidak karuan seperti ini"


Seketika lampu mati dan itu membuat kina langsung memeluk Kyuhyun.


"Gwenchana, ada aku"


"Aku takut"


Kalau Kyuhyun menenangkan kina yang badannya mulai bergetar hebat. Pelukan semakin kencang. Sina dengan cepat mengarahkan cahaya ke arah Kyuhyun dan bener saja, kina sangat ketakutan sekali. Kakinya langsung mendekat kearah mereka berdua.


"Nuna, kenapa lampu bisa mati"kata Kyuhyun.


"Aku juga tidak tahu. Karyawan ku akan mengeceknya" Kata ahra.


"Gwenchana ada cahaya disini" Sina langsung mengeluarkan tisu yang ada diatasnya karena kina Berkeringat.


"Gomawo" Suara kina mulai pelan dan seketika pingsan dan itu membuat panik Kyuhyun dan sina.


"Ya... Kina... Ireona..." Kata Kyuhyun dan sina panik melihat ini. Tidak lama, lampu menyala dan Kyuhyun langsung menggeneong kina. Ahra dan yang lainnya melihat itu langsung panik dan menyuruh Kyuhyun membawa ke ruangannya. Sembari menunggu sadar, ahra bertanya kepada Kyuhyun dan sina apa yang membuat kina pingsan. Tanpa basa basi, sina menjelaskan apa yang di alami kina selama ini.


"Semenjak kejadian saat mata kina tidak bisa melihat, membuatnya sangat takut dan menjadi trauma. Maka dari itu, kina tidak bisa di tempat yang gelap gulita dan harus ada cahaya, agar memastikan matanya baik baik saja. Mendengar hal itu membuat ahra dan Kyuhyun terkejut dan merasa kasihan melihat kina seperti ini.


"Aku tidak tahu jika kina mempunyai trauma" Terlihat ahra sangat bersalah dengan ke jadian ini.


Gwenchayo, eonni. Kina akan baik baik saja"lalu sina langsung menggenggam tangan ahra.


"Apa selain itu ada yang di takuti lagi olehnya?" Tanya Kyuhyun.


"Hujan lebat, petir dan suara dentuman keras karena itu mengingatkannya akan kecelakaan yang di alami"ujar sina sembari menatap kina penuh dengan arti.


"Kina beruntung memiliki sahabat seperti kau. Menemaninya disaat terpuruk, baik senang mau pun duka"kata ahra.


" Aniyo, aku yang beruntung memiliki sahabat seperti kina"jawab sini sembari tersenyum.


Terlihat mata kina yang perlahan - lahan membuka matanya dan melihat ada cahaya dan pandangannya mulai jelas.


"Aku dimana" Ucapan kina berhasil membuatnya terkejut.


"Akhirnya kau sadar juga" Kata sina.


"Kau ada di butik nuna" Lalu Kyuhyun membatu kina untuk duduk.


"Mianhae, aku jadi merepotkan" Ucap permohonan maaf kina.


"Tidak direpotkan" Kata ahra sembari tersenyum. Lalu Kyuhyun memberikan air putih dan kina langsung menerimanya, setelah itu meminumnya.


"Gomawoo"Kata kina.


"Ne, apa perlu ke rumah sakit" Ujar Kyuhyun yang terlihat begitu cemas karena baru pertama kalinya melihat kina seperti ini. Lalu Kyuhyun  mengambil ponselnya untuk menghubungi rumah sakit. Tangan kina langsung menghentikannya.


"Tidak perlu, aku baik - baik saja"


"Benar tidak perlu? Wajah mu pucat sekali"


"Aku hanya butuh istirahat sebentar"


"Tapi... "Ucapannya terhenti saat kina menaruh tangannya di pergelangan tangan kyuhyun.


"Percaya padaku. Aku tidak apa - apa" Kata kina dengan suara yang sedikit lemas.


"Baiklah kalau begitu. Tapi jika badan mu merasa tidak enak, kau harus bilang eoh jangan diam saja"melihat kyuhyun seperti itu, kina hanya membalas dengan senyuman tipis dan itu membuat ahra tersenyum dan sina hanya mampu menatap perdebatan kecil mereka.


"Jika sudah mencemaskan orang lain, itu pertanda adikku mulai menyukai lawan jenis karena tidak bisanya Kyuhyun seperti itu, raut wajahnya sangat berbeda dan aku harus beri tahu kepada yang lainnya"ucap ahra dalam hati.


"Sebagai permohonan maaf ku. Bagaimana aku terakhir kalian makan dan terutama kina, kau ingin makan apa?"


"Eonni meminta maaf untuk apa?"


"Karena membuat mu pingsan. Aku sama sekali tidak tahu"


"Eonni bicara apa. Namanya juga insiden siapa yang akan tahu. Jadi eonni tidak perlu meminta maaf"


"Tetap saja aku harus minta maaf sebagai pemilik butik"


"Eonni ini ada ada saja" Kata kina sembari tersenyum.


"Kalau begitu, kau ingin makan apa?"


"Kebetulan aku ingin sekali makan makanan Indonesia"


"Makanan Indonesia?"


"Ne, eonni"jawab kina sembari tersenyum.


"Aku juga penasaran dan belum pernah mencobanya. Ya sudah kalau begitu aku pesan dan kita makan disini saja eoh"


"Ne, eonni" Jawab kina.


Jrengggggg cerita apaaan ini hahahahaha


Maaf kalau masih banyk typo dan semakin aneh jalan ceritanya hehehehe.....

__ADS_1


__ADS_2