
Saat menuju kelas
Sepanjang lorong kelas seulgi memikirkan apa yang dilihat Kyuhyun. Apa bener Kyuhyun marah karena melihat kebersaan kina Sunbae dan changwook Sunbae. Sampai pada akhirnya seulgi tidak sengaja menabrak seseorang.
"Jeosonghamnida"ucap seulgi. Namun saat melihat orang yang di tabraknya baru dilihatnya pertama kali.
"Gwenchanayo"ucap orang itu.
"Apa kau murid baru disini? Aku baru melihatmu"tanya seulgi.
"Ah, ne. Aku murid baru disini dan baru pindah hari ini . aku sedang mencari ruang guru, apa kau tahu dimana??"
"Pantas saja kalau begitu. sebagai rasa bersalahku, aku antar kau keruang guru"
"Wah, aku merasa tertolong. Kamsahamnida. Perkenalkan namaku park Jimin"
"Aku kang seulgi. Ya sudah kalau begitu kita kesamaan"
"Baiklah"
***********
Lapangan bulu tangkis.
Semua para pemain kini sedang berlatih untuk pertandingan antar sekolah. Sebelum kelas 3 melaksanakan ujian sekolah.
"Sunbae ini kalian luar biasa"puji adik kelasnya.
"Kalian juga luar biasa eoh"jawab kina.
"Tapi tidak sehebat kalian"seru adik kelasnya.
"Tidak ada manusia hebat jika manusia itu tidak mau berusaha. Saat bertanding kalian jangan terlalu berambisi menjadi juara tapi bermainlah sepenuh hati kalian. jika kalian melakukan sepenuh hati kalah atau menang bukan jadi masalah"ucap kina sembari tersenyum.
"Baik sunbaenim aku akan ingat nasehatmu"ucap adik kelasnya.
"Aigo, kau ini punya pemikiran yang sangat bagus"ucap changwook sembari mencubit pipi kina.
"Aaaaaaaaaa... Sakit sakit sakit sakit" ringis kina kesakitan.
"Andwe.... Suruh siapa pipimu berisi hahahaha" ledek Changwook penuh dengan rasa senang.
"Kalian berdua membuat kami gemas Sunbae hahahaha"
"Sunbae tau, kalian seperti artis saja. Banyak di bicarakan oleh seluruh murid"
"Apa Sunbae tahu? Sebagian dari murid membuat akun kichang fans"
"Kichang?" Ucap mereka berdua yang kebingungan
"Singkatan dari nama kalian"mendengar ucapan juniornya membuat kina dan changwook tertawa.
"Hahahahahaha"suara tertawa mereka sampai terdengar oleh yang lainnya.
"Lucu sekali mereka"ucap kina
"Kau benar"seru changwook.
Sementara di kelas Kyuhyun sedang terdiam dan melamun sedari tadi. Changmin bertanya diabaikan olehnya.
"Sebenarnya apa yang sedang di pikirannya"ucap Changmin dalam hati. Terlihat Kyuhyun mulai jengah dengan pemikirannya dan memilih meminta izin kepada Lee seonsaengnim untuk keluar kelas. Saat akan ketoilet Kyuhyun melewati lapangan badminton dan melihat kina sedang minum air putih.
"Apa yang sedang kau lakukan disini?" Seketika Kyuhyun terkejut mendengar suara changwook ada di belakangnya.
"Hanya melihat lihat saja. Aku merasa bosan ada di kelas"jawab Kyuhyun.
"Kau ingin masuk kedalam?"Belum ada jawaban Kyuhyun membuat changwook membawanya kedalam. Karena Kyuhyun melihat beripikir. Para murid yeoja melihat siapa yang datang, langsung berhenti dan tidak menyangka Kyuhyun datang kemari.
"Kyuhyun sunbae" semau riuh di lapangan. Melihat Kyuhyun datang. Namun kina hanya terdiam melihat kedatangan Kyuhyun.
"Kau datang kemari kyu"tanya pelatih Kim.
"Ne, hyung. Aku sebenarnya ingin ketoilet tapi dipaksa kemari"jawab kyuhyun. Pelatih Kim dan Kyuhyun sebenarnya adalah sepupunya dari keluarga eomanya.
"Kau ingin ke toilet. Kenapa kau tidak mengatakannya, mianhae. Habis kau tadi terlihat begitu berpikir"ucap changwook.
"Karena kau sudah mengajakku kemari. Ne, Tidak apa" jawab Kyuhyun.
"Ya sudah changwook kau kembali berlatih"perintah pelatih Kim.
"Baik pelatih"kata changwook sembari berlari kelapangan. Kedatangan changwook membuat kina mengajukan pertanyaan.
"Kenapa dia bisa kemari?"tanya kina.
"Aku yang membawanya masuk. Tadi aku melihatnya ada di pintu. Aku pikir Kyuhyun mau masuk,tahunya ingin ketoilet" penjelasan changwook membuat kina terdiam.
"Hyung, kapan lombanya?"tanya Kyuhyun.
"Nanti bulan depan. Kau ingin melihat pertandingan?" Ujar pelatih Kim.
"Entahlah, jika moodku bagus. Aku akan melihat pertandingan. Ah, iya Hyung memang tadi latihan badminton dari jam berapa?"
"Jam 8 mulai latihan"
"Mwo?? Jam 8"
"Ne, memangnya kenapa. Kau terlihat terkejut sekali"
"Terkejut? Aku biasa saja Hyung" bohong Kyuhyun sembari berpikir.
"Lalu untuk apa dia datang jam 6 pagi" ucap Kyuhyun dalam hati.
"Biasanya latihan beres sampai jam berapa Hyung??"tanya Kyuhyun agar pelatih Kim tidak curiga.
"Sampai jam 2 siang"
"Aku pikir sampai malam"
"Aku tidak sekejam itu kepada mereka"
"Aku tidak yakin. Kau tidak kejam Hyung. Buktinya, keringat mereka begitu banyak"
"Tentu saja mereka berkeringat karena berolah raga. Memangnya kau, hanya berolahraga jempol saja setiap hari"
"Hahahaha jangan salah Hyung walau hanya olahraga jempol tapi otaku juga berolahraga"
"Kau ini selalu ada saja jawaban" ucap pelatih Kim sembari melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun karena gemes.
"Bagaimana kina?" Tanya pelatih Kim.
"Maksudmu apa Hyung? Aku tidak mengerti"terlihat Kyuhyun kebingungan dengan ucapan pelatih Kim.
"Aku tahu dari imo, kina berada dirumah selama sebulan lebih dan aku dengar dari Ahra semalam kau menggendongnya memindahkannya ke kamar dan Ahra juga memberi tahuku bahwa kalian tidak ingin orang lain tahu kalian tinggal bersama. Apa kau memiliki perasaan terhadapnya eoh?" Ujar pelatih Kim dengan sedikit nada menggoda Kyuhyun.
"Mwo? Kau tahu. Dasar mulut ember nuna. Aku tidak memiliki perasaan Hyung. Aku hanya tidak tega saja melihatnya tertidur dan aku rasa sedikit bersalah saja. Aku tidak memiliki perasaan apapun terhadapnya" penjelasan Kyuhyun membuat pelatih Kim mengerutkan keningnya.
"Benarkah kau tidak memiliki perasaan. Lalu maksudmu Bersalah seperti apa??
"Semalam saat ada seulgi didepan rumah bersama Ahra jadi aku suruh kina untuk menunggunya di mobil dan sampai tertidur"
"Aigooo kau ini. Cepatlah meminta maaf"
"Tadi aku ingin minta maaf saat akan berangkat sekolah. Namun kina sudah pergi pagi pagi"
"Pagi pagi?"ucap pelatih Kim.
"Ne, hyung. Kina pergi pagi pagi sekali"kata Kyuhyun
"Apa kina marah? tidak ingin bertemu dengan mu karena terlalu lama menunggu semalam"pikir pelatih Kim.
"Mana mungkin Hyung"bantah Kyuhyun.
"Buktinya untuk apa datang pagi sekali? Kadang kina datang terlambat kyu. Tidak sepagi itu"pengakuan pelatih Kim membuat Kyuhyun berpikir.
sedari tadi memperhatikan Kyuhyun tidak menyadari bola mendarat tepat di pelipis kina dan membuatnya meringis kesakitan. Semua mendengar itu langsung memperhatikan kina.
"Aaaaaaaaaa sakit" ringis kina.
"Mianhae Sunbae"ucap adik kelasnya.
__ADS_1
"Gwenchana. Aku yang salah karena tidak melihat"kata kina.
"Gwenchana?"terlihat changwook menghawatirkan kina.
"Ne, tentu saja. Kajja, kita lanjut lagi"ajak kina.
"Aigo... Kenapa aku memperhatikannya. Fokus kina fokus"ucapnya dalam hati.
****
Kantin.
"Oppa, apa kau melihat Kyuhyun oppa dimana?"tanya seulgi kepada Changmin.
"Entahlah, semenjak pelajaran Lee seonsaengnim belum kembali. Sikapnya juga aneh hari ini. Sebenarnya apa yang dipikirkan anak itu" ucap Changmin. Seulgi yang mendengar itu hanya terdiam. Dari belakang ada seorang namja memanggil nama seulgi yaitu Jimin.
"Siapa namja itu??" Tanya Changmin.
"Murid baru oppa" jawab seulgi. Lalu Jimin berdiri dihadapan seulgi sembari membawa jus di tangannya.
"Ini untukmu. Sebagai rasa terimakasih ku karena kau sudah mau mengantarku keruang guru"
"Gomawo. Seharusnya kau tidak.usah repot repot memberikanku ini"
"Aku tidak merasa direpotkan"
"Ah iya, perkenalkan Jimin, ini adalah Sunbae kita di sekolah namanya Changmin oppa"
"Annyeong haseyo namaku park jimin"
"Aku changmin. Kau baru disini? Kau pindahan dari mana?"
"Ne, aku baru pindah sunbaenim. Aku dari Inggris"
"Tapi bahasa koreanya lancar"
"Kebetulan appa ku orang Korea dan eommku asli sana namun bisa berbahasa Korea"
"Wah hebat sekali" ujar changmin. Terdengar suara kegaduhan para yeoja karena kedatangan Kyuhyun dan orang yang dicari mereka berdua sudah ada di depan mata.
"Kau dari mana saja eoh?"tanya Changmin.
"Aku mencari udara segar saja" lalu mata Kyuhyun tertuju kepada Jimin.
"Apa kau murid baru disini?"tanya kyuhyun.
"Ne sunbaenim. Aku satu kelas dengan seulgi"jawab Jimin.
"Ah... Begitu rupanya. Apa kau hanya ingin berdiri saja?" Terlihat Jimin kebingungan dan tidak lama baru menyadarinya .
"Ne, sunbaenim"lalu Jimin duduk di sebelah Seulgi. Terlihat Seohyun datang menghampiri mereka berempat sembari membawa bekal makanan untuk Kyuhyun.
"Bencana"gumam Changmin.
"Apa yang barusan kau katakan?" Ucap Seohyun.
"Tidak ada"bohong Changmin.
"Changmin, Bagaimana dengan tema ulang tahun sekolah apa sama seperti tahun kemarin apa beda"tanya Seohyun.
"Tentu saja berbeda"
"Benarkah?"
"Nanti kau tunggu saja undangannya oh"
"Baiklah kalau begitu"
"Kenapa Sunbae disini?"terlihat jelas seulgi tidak menyukai kedatangannya Seohyun. Jimin yang tidak tahu apa apa milih terdiam.
"Memangnya kenapa aku disini? Aku ingin bertemu dengan Kyuhyun apa itu salah? Lebih baik kau pergi saja sana" mendengar ucapan Seohyun membuat seulgi menahan emosi
"Kyu, aku bawakan makanan untukmu. Ini aku yang memasak"ucap Seohyun.
"Benarkah kau yang memasak?"Kyuhyun sedikit tidak percaya apa yang dikatakan Seohyun.
"Tentu saja aku berusaha. Untuk memasak bahkan aku les memasak hanya untukmu. Aku harap kau mau memakannya"ujar Seohyun dengan wajah sedihnya yang di buat buat. Seohyun tahu Kyuhyun paling tidak suka melihat yeoja bersedih.
"Gomawo kyu"lalu Seohyun membuka bekal yang di bawanya. Sedangkan seulgi menahan rasa kesal karena Kyuhyun mengiyakan permintaan Seohyun. Lalu seulgi pergi dari situ dan Jimin mengikutinya dari belakang.
"Seulgi kau mau kemana?"teriak Changmin namun dihiraukannya.
"Biarkan saja dia pergi"ujar Seohyun.
"Bagaimana masakan ku enak?"tanya Seohyun.
"Lumayan enak"jawab Kyuhyun seadanya tanpa ekspresi.
"Kyu, nanti siang kau bisa menemaniku pergi eoh?"tanya Seohyun
"Aku sudah ada janji dengan seulgi gitu akan mengantarkannya"kata Kyuhyun.
"Batalkan saja eoh. Ini lebih peenting"pinta seohyun.
"Mianhae, jika sudah berjanji aku tidak suka ingkar. Terima kasih atas masakannya. Aku mau pergi ke kelas" lalu Kyuhyun beranjak dari tempat duduknya.
"Kyu...tunggu aku" Changmin mengikuti Kyuhyun pergi meninggalkan Seohyun sendirian.
"Menyebalkan!! Lihat saja seulgi apa yang akan aku lakukan"kesal Seohyun.
Sedari tadi Yoona mencari Changmin namun tidak menemikannya. Terlihat Yoona sedang berjalan di koridor kelas untuk ketempat kesukaannya. Yaitu perpustakaan, entah apa yang membuatnya betah disana. Saat akan keperpustaan Yoona melihat para murid yang ikut bertanding badminton sedang ada yang melakukan latihan dan beristirahat . Kina yang melihat itu langsung memangil Yoona.
"Yoona"
"Kina"
"Sedang apa kau disitu. Sini masuk eoh"
"Baiklah" dengan sedikit ragu Yoona masuk kedalam dan duduk disampinh kina.
"Kau tidak berlatih?"tanya Yoona.
"Aku sedang beristirahat sebentar. Badanku seperti air banyak keringat. Kau tidak merasa baukan"
"Kau sedang apa tadi di sana?"
"Tandinya aku ingin pergi ke perpustakaan. Tapi melihat kalian sedang berlatih aku sedikit penasaran hehehe. Changwook kemana?"
"Dia sedang menemani pelatih Kim bertemu dengan kepala sekolah. Jadi aku yang menggantikan pelatih sementara"
"Begitu rupanaya"
Terdengar suara ponsel milik kina berdering dan saat melihat layar ternyata eommanya menghubunginya. Tanpa basa basi kina mengangkat panggilannya.
"Ne, eomma ada apa??"
"Nanti kau latihan selesai jam berapa?"
"Aku selesai nanti jam 2 eomma. Waeyo??"
"Ya sudah kalau begitu. Appa dan eomma akan menjenguk Minji. Apa kau akan ikut?"
"Aku mau ikut eomma. Aku ingin melihat minji"
"Ya sudah nanti eomma tunggu dikedai eoh"
"Ne, eomma"
Lalu kina mematikan panggilan tersebut.
"Apa Minji yang kau maksud itu. Karyawan yang berada di kedai mie itu?"tanya Yoona.
"Ne, Yoona. Apa kau mau ikut?"jawab kina.
"Tentu saja aku ikut. Aku juga ingin melihat keadaannya"
"Ya udah nanti kau tunggu di sini eoh. Nanti kita bersama changwook kesana"
"Baiklah kalau begitu"
__ADS_1
***
"Seulgi" sedari tadi Jimin memanggilnya namun dihiraikan olehnya. Sampai pada akhirnya berhenti di taman sekolah.
"Dasar yeoja menyebalkan"kesal seulgi.
"Haahhhh akhirnya kau berhenti juga" melihat Jimin yang ada di taman membuat seulgi terkejut.
"Kau disini??"tanya seulgi.
"Tentu Saja. Aku memanggilmu. Namun kau hanya diam saja"ucap Jimin.
"Mianhae aku tidak mendengarkannya"
"Gwenchana. Ah iya, ini handphone mu tertinggal"
"Gomawo... Aku selalu ceroboh"
"Gwenchana, orang lain pasti sudah pernah melakukan hal itu hahahaha. Ah iya, aku punya sesuatu untukmu" ujar Jimin sembari tersenyum.
"Untukku lagi?" Seru seulgi. Lalu Jimin mengeluarkan sesuatu dari kantung bajunya.
"Ini coklat untukmu. Ini namanya coklat kebahagiaan"
"Kebahagiaan? Hahaha ada ada saja kau"
"Buktinya coklat belum di makan kau sudah tertawa bahagia. Makanlah, aku yakin kau menyukainya"
"Benarkah aku ragu"jawab seulgi sembari tersenyum. Lalu seulgi mulai membuka bungkus coklat dan setelah itu memakannya.
"Bagaimana rasanya??" Tanya Jimin membuat seulgi terdiam karena coklat yang di berikan Jimin sangat enak.
"Sangat enak sekali. Kau membelinya dimana?"
"Aku tidak beli. Tapi aku menjualnya hahaha. Jadi mana bayaranku?"
"Mwo kau menjualnya. Bukankah kau tadi memberikan ku secara cuma cuma?"
"Hahahaha aku hanya bercanda"
"Ishhhh menyebalkan"lalu seulgi memukul lengan Jimin dengan senyuman di bibirnya.
"Benarkah aku menyebalkan. Setidaknya membuatmu tersenyum"ucap Jimin sembari tersenyum.
"Gomawo, sudah membuat ku tersenyum"ucap seulgi.
"Ne, itulah tugasku hahahaha. Ah iya, kegiatan non pelajaran kau mengambil apa disekolah?"
"Aku mengambil dance"
"Mwo?? Dance. Kebetulan aku juga suka dence"
"Wah benarkah. Kalau begitu nanti kau langsung masuk saja kebetulan aku ketuanya"
"Jinja? Wah beruntungnya sekali aku jadi tidak perlu repot"
"Tapi sebelum itu. Nanti aku ingin tes dance mu seperti apa"
"Baiklah, dengan senang hati" lalu Jimin mulai menari di hadapan Seulgi. Namun tarian Jimin terlihat aneh dan membuat seulgi kembali tertawa.
"Hahahaha sudah sudah jangan menari" pinta seulgi
*****
Rumah keluarga Cho
Nyonya Cho dan Ahra sedari tadi memperhatikan tingkah jihee yang penuh senyuman merekah di bibirnya.
"Jihee kenapa? Tanya nyonya Cho sedikit berbisik.
"Aku rasa, jihee sedang jatuh cinta hahahahahaha"jawab Ahra.
"Mwo jatuh cinta? Jatuh cinta dengan siapa?"terlihat nyonya Cho penasaran.
"Dengan sepupunya seulgi?"kata Ahra.
"Bagaimana bisa?" Sebelum Ahra menjawab Ahra berbicara isyarat. Karena jihee datang.
"Nyonya Cho ini teh untukmu dan ini kopi untukmu Ahra. Jika ada yang dibutuhkan panggil saja" ucap jihee sembari tersenyum dan pergi berlalu.
"Eomma jadi takut jihee seperti itu, ahra"
"Hahahaha namanya juga jatuh cinta eomma jadi seperti itu"
"Lalu bagaimana mereka bisa saling kenal eoh?"
"Aku bisikan eomma" Takut ada yang mendengar jadi Ahra membisikan semuanya kepada nyonya Cho.
"Jinja hahahahahaha bagaimana bisa seperti itu eoh?"
"Eomma tahu sendiri jihee begitu ceroboh"
"Kau benar juga hahahaha"
Terdengar suara pesan dari ponsel milik Ahra dan saat melihat layar ternyata seulgi mengirimkan pesan
Seulgi
"Eonni.. kangjoon oppa meminta nomor ponsel pelayan ji. Aku baru mendengarnya tadi darinya"
"Wah Daebak eomma"
"Wae eoh?"
"Sepupunya seulgi meminta nomer ponsel jihee"
"Cepat cepat kau balas pesannya"
"Baiklah eomma"
Dengan semangat Ahra membalas pesan seulgi penuh semangat.
Di halaman rumah Cho, jihee sedang menyiram tanaman milik nyonya Cho.
"Aigooo... Kemari aku tidak bermimpi kan. Bertemu dengannya lagi"ucap jihee dengan senangnya.
"Tapi mengapa dia belum menghubungiku. Padahal sudah memiliki nomer ponselku" terlihat wajah jihee sedikit sedih.
ponsel milik jihee berdering dan melihat layar ponsel. Nomer yang tidak dikenalinya.
"Nomer siapa ini?" Tanpa basa basi jihee mengangkat panggilan tersebut.
"Yeoboseyo. Ini siapa?"tanya jihee
"Apa kau tak mengenal suaraku??" Seketika jihee terdiam dan mengenal suara milik siapa itu.
"Kangjoon-ssi" tebak jihee.
"Jangan panggil aku seperti itu eoh. Panggil aku kangjoon saja" ucap kangjoon sembari tersenyum.
"Baiklah kangjoon"ucap jihee.
"Aku ingin mengajak mu makan siang, bagaimana?"
"Baiklah kalau begitu"
"Ya sudah kau bersiap siap. Nanti aku jemput eoh"
"Jemput?? .. tidak usah. Kau beri tahu saja tempatnya dimana. Nanti aku kesana"
"Baiklah kalau begitu. Nanti aku kirim lewat pesan tempatnya dimana"
"Ne, baiklah"
"Sampai jumpa nanti"
Terlihat jihee dan kangjoon tersenyum bahagia.
"Aku harus bersiap siapa dan harus tampil mempesona hahahaha" ucap jihee.
__ADS_1
Maaf kalau ceritanya makin gak jelas 😂😂😂😂