Love Is..

Love Is..
love is part 28


__ADS_3

Rumah keluarga Cho.


Meja makan


Nyonya Cho dan nyonya song sedang memasak bersama untuk menyiapkan makanan untuk suami dan anak anaknya bersama pelayan Choi.


"Aku masih tidak percaya dengan kejadian semalam"ucap nyonya Cho.


"Ne, kau benar"jawab nyonya song sembari tersenyum. Pelayan Choi yang tidak mengerti langsung bertanya.


"Memangnya semalam ada apa?"ujar pelayan choi


"Semalam Kyuhyun menggendong kina"mendengar ucapan nyonya Cho membuat pelayan choi begitu tidak terkejut.


"Tuan muda menggendong nona kina lagi?"seketika membuat mereka terkejut dengan ucapan pelayan Choi.


"Apa pelayan Choi sebelumnya pernah melihat mereka berdua?"tanya nyonya song.


"Ne, sebelumnya aku pernah melihatnya. Jika tua muda dan nona pulang malam, selalu tuan muda menggendongnya dan membawanya ke kamar"


"Ah pantas saja putra mu mengatakan ingin dia saja yang membawa anak ku"


"Aigo... Rupanya seperti itu. Anak ku manis sekali hahahaha"


"Ne, anak mu manis sekali" tanpa mereka sadari tuan song datang ke dapur dan mendengar seperti ada suara yang sedang mengobrol kan sesuatu.


"Siapa yang manis"mereka bertiga terkejut Saat tuan song berkata seperti itu.


"Kau mengejutkan aku"ujar nyonya song.


"Siapa yang mengejutkan? Aku hanya bertanya siapa yang manis"ucap tuan song sembari tersenyum karena lucu melihat istri tercintanya terkejut.


"Terserah kau saja"


"Aigo... Istriku saat kesal terlihat sangat manis"


"Apa kau sedang merayuku. Pergi sana, kami sedang memasak"


Sedangkan nyoya Cho dan pelayan Choi melihat pertengkaran kecil itu hanya mampu tersenyum.


Sementara kina di kamar sedang mengingat kejadian semalam. Sebenernya apa yang telah terjadi dengannya bersama Kyuhyun dan sampai pada akhirnya tidur bersama.


"Aaaaaaa.... kenapa aku tidak ingat apapun. Jika dikatakan mabuk, mana ada anak sekolah diperbolehkan untuk minum alkohol" ucap kina sembari membayangkan wajah Kyuhyun yang sedang tertidur.


"Apa aku sudah gila. Memikirkan yang tidak - tidak"terlihat kina begitu frustasi dengan keadaanya sekarang.


"Aku harus bertanya kepadanya" lalu kina beranjak dari kasurnya dan berjalan menuju kamar Kyuhyun. Namun saat akan keluar, Ahra sudah berada didepan pintu sembari tersenyum yang sulit diartikan oleh kina.


"Eonni... Wae?? Apa ada yang salah dengan ku?"tanya kina.


"Tidak ada. Emmm apa kau sudah mandi?"


"Sudah eonni. Memangnya ada apa?"


"Hari ini kau bisa menemani ku membeli kain?"


"Jam berapa eonni? Karena jam 11 aku harus sudah kembali latihan"


"Jam 2 kita pergi. Jika tidak bisa menemani tidak apa apa"


"Ne, eonni. Tapi sebelum itu aku mau ke kamar Kyuhyun. Ada yang ingin aku tanyakan"


"Kyuhyun sudah ada di bawah" mendengar ucapan ahra membuat kina mengurungkan niatnya. Sementara dilantai bawah kedua keluarga sedang mulai sarapan pagi.


"Bagaimana tidurmu apa nyenyak?"tanya tuan Cho.


"Ne, appa"jawab Kyuhyun sembari memasukan makanan kedalam mulutnya.


"Gomawo semalam sudah mau menolong kina"ucap tuan song.


"Ne, ahju... Maksud ku abeoji"ucap Kyuhyun sembari tersenyum.


"Anak ku ini kuat sekali ternyata"goda tuan Cho.


"Siapa dulu appanya"ucap nyonya Cho. Mata tuan Cho tertuju kepada kina dan Ahra yang baru saja turun.


"Selamat pagi"seru kina sembari membungkukkan badannya sedikit. Namun kina merasa aneh karena semuanya menatapnya dengan senyuman yang sulit diartikan.


"Selamat pagi" ucap semuanya.


"Bagaimana dengan tidur mu?"tanya nyonya Cho.


"Aku.. tidur dengan baik ahjuma"kata kina.


"Jangan panggil aku ahjuma tapi eomoni eoh" ucap nyonya Cho dan semuanya menanti jawaban kina.


"Dan kau juga jangan panggil aku ahjussi tapi appa, abeoji atau papa. Terserah apa mau mu" kata tuan Cho. Hal itu membuat kina bingung entah harus jawab apa.


"Apa karena kejadian semalam. Semuanya jadi aneh"pikir kina.


"Ne, baiklah"jawab kina canggung. Lalu kina memandang Kyuhyun dengan santainya makan sembari menatap curiga. Merasa ditatap, Kyuhyun langsung memandang kina dengan gerakan isyarat kina menunjuk kedua matanya dengan jarinya dan berbalik menunjuk mata Kyuhyun.


"Kenapa aku merasa akan di bunuh olehnya"kata Kyuhyun dalam hati.


"Chagi, apa hari ini kau latihan bulutangkis?"tanya nyonya song.


"Ne, eomma nanti jam 10 aku latihan"kata kina sembari tersenyum.


"Lihat wajahnya bisa berubah ekspresi seperti itu"ujar Kyuhyun dalam hati.


"Eomma sudah siapkan bekal untuk mu" ucap nyonya song.


"Gomawo eomma"ucapan terima kasih terucap dari kina.


"Apa kau akan pergi sendiri?"tanya tuan Cho.


"Ne, ajus.... Maksudku papa"dengan senyuman yang manis kina mengatakan itu. Melihat senyuman itu membuat Kyuhyun tersedak dan membuat Ahra terkejut.


"Aigooo.. makan yang benar. Ini minumlah"kata ahra.


"Gomawo nuna"jawab Kyuhyun.


******


Rumah keluarga ji.


Ruang olahraga


Changwook seperti biasa sebelum melakukan aktifitas dihari libur selalu terbiasa berolahraga. Entah itu sudah menjadi hobi atau memang kebutuhan dalam hidupnya. Itu terlihat dari badannya yang begitu sehat. Yeoja mana yang tidak akan tertarik.


"Huh.... Cukup berkeringat sekali aku hari ini" kata changwook sembari. mengistirahatkan badannya. Terdengar suara pintu terbuka dan saat menolah adalah pelayanan Kim datang membawa air minum.


"Ini tuan muda dan Sarapan sudah saya siapkan"


"Gomawo. Ah iya, apa kau sudah menyiapkan bekal ku?"

__ADS_1


"Sudah tuan muda. Seperti apa Kau yang sudah di perintahkan. Kalau begitu aku kembali bekerja"


"Ne, kalau begitu"


Lalu changwook melihat ponsel dan ada pesan dari Sina.


"Aku ada di depan rumah mu. Keluarlah" lalu changwook membalas pesan dari Sina.


"Baiklah" kata changwook.


Setelah membalas pesan, changwook berjalan menuju keluar rumah dan disain Sina sudah menunggu sembari membawa sesuatu di tangannya.


"Apa yang kau bawa?"tanya changwook.


"Sedikit oleh oleh dari appa dan Eomma"ujar Sina.


"Gomawo. Ayo masuk kedalam"perintah Changwook. Lalu mereka duduk di ruang keluarga.


"Apa ada ahjuma di dalam?"


"Eomma ku belum pulang. Masih dalam perjalanan bisnisnya"


"Aigo....malang sekali. Kau selalu di tinggal"


"Apa kau sedang meledek ku?"


"Ani, aku juga sama dengan mu hahahahaha"


"Dasar kau ini"lalu changwook mengacak rambut sina.


"Kau ini selalu saja mengacak rambutku. Oh iya, apa kau hari ini ada latihan?"


"Ne, ada latihan. Apa yang satunya lagi untuk kina?"


"Iya untuk bocah pendek"


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu"terlihat raut wajah Changwook sediki serius. Jika sudah seperti itu membuat Sina harus berhati hati dalam menjawab.


"Memangnya apa yang ingin kau bicarakan?"raya Sina.


"Masalah kina yang entah tinggal dimana. Setiap aku ingin mengantar pulang atau mengajaknya untuk pergi bersama selalu menolak. Dia mengatakan tinggal bersama teman kedua orang tuanya.  Aku dan Yoona merasakan sesuatu hal yang aneh. Saat kami selesai latihan kalau tidak salah" seketika Sina terkejut dengan ucapan changwook.


"Aku harus berkata jujur atau tidak"kata Sina dalam hati. Inilah salah satu alasan kina enggan untuk bercerita karena tahu sahabatnya memiliki ucapan yang sangat licin yang tidak bisa dihentikan.


"Jika memang benar kina tinggal di rumah teman orang tuanya adalah hal yang wajar, tidak ingin memberi tahu mu. Takutnya ada tetangga yang membicarakan mereka. Lalu kau curiga apa lagi?" Ujar Sina panjang lebar.


"Kyuhyun...." Jantung Sina berdebar karena terkejut changwook menyebut Kyuhyun.


"Mwo??? Kyu.. kyuhyun. Kenapa kau tiba tiba menyebut namanya"kata Sina.


"Karena kina mengatakan sesuatu yang membuatku itu sangat aneh. Aku rasa kina tinggal dirumahnya kyuhyun"terlihat wajah Changwook sangat berpikir.


"Sudah tidak perlu berpikir sekeras itu. Jika dugaan mu benar, apa salahnya kina tinggal disana?"


"Aku tahu, tidak salah. Tapi kina tidak berbicara jujur kepadaku dan itu yang aku tidak suka"


"Kalau benar mungkin kina miliki alasannya"


"Kenapa aku mendengar kau seperti biasa saja dengan masalah kina. Biasanya kau selalu paling bersemangat"


"Apa maksudmu aku biasa saja. Aku juga mencemaskannya sampai sulit berkata lagi"bohong Sina yang berapi api. Namun changwook berusaha percaya dengan ucapan sina.


"Ne, araseo tapi kenapa kau marah kepada ku?"kesal changwook


"Siapa yang marah Chagi..... Aku hanya sulit berpikir saja"langsung saja Sina mencubit wajah Changwook.


"Tidak mau"kata sina. Disaat mereka sedang bercanda ternyata sedari tadi Yoona datang dan memperhatikan mereka sampai pada akhirnya mereka melihat dan Sina melepaskan cubitannya.


"Kau ada disini"kata changwook.


"Ne, aku ingin mengembalikan jaket mu. Ya sudah kalau begit aku pulang"kata Yoona yang tidak enak kepada mereka berdua.


"Kenapa pulang. Ikut kami lihat latihan changwook dan kina"kata Sina sembari menghampiri Yoona dan membawanya ke sofa untuk duduk.


"Changi kau pergi mandi sana. Badan mu sangat bau sekali"ledek Sina sembari memegang hidungnya.


"Kau tau apa yang paling bau" langsung saja changwook meletakkan ketiaknya di jidat sina.


"Yak... Ji changwook lepaskan"


"Kau bilang aku bau. Jadi ini kau rasakan"


Yoona yang melihat pertengkaran mereka langsung tersenyum. Sina tidak tinggal diam dan langsung menjabak rambut changwook.


"sinnaaaaaaa lepaskan!!"


"tidak mau! sebelum kau lepaskan ketiak di kepalaku"


dari pertengkaran ini, mereka berdua tidak ada yang mau mengalah sama sekali. sampai pada akirnya terdengar ponsel milik changwook berdering dan saat melihat layar ponsel ternyata kina. langsung saja changwook melepaskan tangannya dan megangkan panggilannya.


"kenapa na-ya?"


"kenapa suaramu seperti itu?"


"aku habis bertengkar dengan sina"


"sina ada dirumah mu?? ada apa sina datang?" terdengar suara kina yang begitu terkejut.


"kenapa kau terkejut sekali, sina ada di rumah ku?? sina membawakan oleh - oleh dari ahjussi dan ahjuma dan kau juga mendapatkan oleh oleh"changwook mulai curiga dengan situasi seperti ini. namun changwook memilih untuk diam dan tiddak tahu apa -apa. sampai pada akhirmya apa yang di curigainya benar.


"hanya terkejut saja, sina  datang kerumah mu pagi dan kalian berdua tidak memberi tahu ku"ujar kina ayang dibuat seperti kesal. lalu sina merebut ponsel milik changwook dan berbicara kepada kina.


"kina datang kemari cepat! aku sedang mendapatkan perlakuan yang tidak baik. apa kah aku harus laporkan ini kepada polisi" ujar sina.


"kau ini berlebihan sekali. untuk apa aku datang ? biarkan saja kau mendapatkan perlakuan seperti itu hahahaha"


"kalian berdua sama saja. selalu kejam kepadaku"kesal sina.


******


rumah kangjoon


raut wajah kangjoon terlihat begitu senang karena hari ini akan pergi bersama jihee ke taman hiburan . bisa dilihat hari ini, sudah berkali kali  kangjoon ganti pakaian untuk mendapatkan tampilan yang sempurna di mata jihee. 


"coba lihat penampilan ku" kata kangjoon sembari melihat penampilannya dikaca yang sangat besar di kamarnya dengan berpose seperti model.


"aku rasa baju yang ini sangat bagus sekali aku pakai. namun aku rasa, bukan karena hanya baju saja tapi memang wajah ku ini sangat tampan sekali hahahaha" begitulah kangjoon memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi. 


tok..tok..tok....


terdegar ketukan dari kamar kangjoon dan samapai pada akhirnya orang itu masuk kedalam dan saat melihat ternyata ada seulgi disana. melihat oppanya berpakian rapih membuatya menatap curiga.


"kenapa kau menatapku seperti itu?? Ada angin apa kau datang pagi?"


"Aku hari ini berniat untuk mengajak oppa pergi. Tapi aku rasa oppa sudah memiliki janji, apa tebakan ku benar?"

__ADS_1


"Begitulah. Karena hari ini sangat penting sekali"kata kangjoon sembari tersenyum senang.


"Jadi oppa memilih menepati janji di banding aku" kata seulgi.


"Mianhae, untuk hari ini oppa sedikit tega kepada mu"ujar kangjoon sembari menggunakan jaketnya.


"Memangnya kau akan pergi kemana dan bersama siapa? Sampai kau seperti ini kepadaku?"tanya seulgi dengan wajah kesal. Lalau kangjoon menghampiri seulgi.


"Ini urusan orang dewasa dan kau anak kecil tidak perlu tahu. Kenapa kau tidak minta antar Kyuhyun saja?"


"Aku sudah besar oppa bukan anak kecil lagi. Kyuhyun oppa tidak mengangkat ponselku, mungkin sedang tidur sekarang"


"Ya sudah kau tunggu saja kyuhyun menghubungi mu. kalau tidak minta tolong Changmin saja"


"Changmin oppa sedang sibuk mengurus ulang tahun sekolah"


"Aigo.... Kasihan sekali adikku yang cantik ini. Makannya cari pacar agar ada yang bisa menemani mu"


"Kau sendiri saja belum punya pacar kenapa menasehati ku memiliki pacar"sindir seulgi sembari menahan senyum. Tapi wajah kangjoon terlihat sangat kesal mendengar ucapan seulgi.


"Kau ini selalu ada jawaban. Setidaknya aku ada usaha jika menyukai seseorang"kata kangjoon yang tidak mau kalah.


"Terserah kau saja. Lagi pula aku masih muda dan perjalanan cintaku masih panjang. Tapi oppa sudah pantas untuk berumah tangga" ujar seulgi panjang lebar.


"Hey umurku masih muda, pantas dari mana? Apa kau tidak lihat wajah ku masih cocok jadi anak sekolah. Sudahlah, berdebat dengan mu tidak akan ada habisnya. Yang ada aku telat. Kalau begitu oppa yang tampan mu ini harus " kata kangjoon.


"Percaya diri sekali. Ya sudah oppa hati hati di jalan"kata seulgi.


"Ne, adikku sayang"kata kangjoon. Lalu kangjoon menghubungi jihee untuk memastikan sudah berangkat atau belum.


"Jihee, apa kau sudah siap?"


"Sudah. Sebentar lagi aku berangkat"


"Ya sudah kau hati - hati di jalan"


"Kau juga hati hati"


Ponsel kangjoon dimasukan kedalam saku celananya dan berjalan menuju mobilnya. Sementara jihee sedang memilih sebentar tas mana yang cocok untuk di pakainya.


"Aku rasa tas kecil ini cocok"lalu jihee m ngambil tas itu dan memasukan beberapa barang. Setelah selesai jihee keluar dari kamar dan saat akan membuka pintu membuat jihee terkejut karena ada Kyuhyun disana.


"Yak! Kau mengejutkan aku"kata jihee. Tapi Kyuhyun memperhatikan jihee yang sudah begitu rapih dan menatap curiga karena jihee tampil tidak biasanya.


"Kau mau kemana nuna?"tanya Kyuhyun.


"Akumau pergi bersama teman teman ku ke taman hiburan wae? Lalu kau ada apa ke kamar ku"ujar jihee.


"Tadinya ingin meminta bantuan tapi melihat nuna sudah rapih ya tidak jadi. Tapi kenapa nuna terlihat beda sekali hari ini"kata Kyuhyun.


"Beda apanya. Itu hanya perasaan mu saja"bantah jihee.


"Perasaan ku tidak akan salah nuna. Kau pasti akan pergi dengan seorang namja"Kyuhyun terus bicara dan itu membuat jihee merasa bahaya.


"Sudahlah, minta bantuan yang lain saja. Berbicara dengan mu hanya akan membuat aku terlambat"kata jihee sembari berjalan pergi berlalu. Kina yang melihat jihee sudah rapih langsung bertanya.


"Eonni kau mau pergi?"tanya kina.


"Ne, aku akan pergi main. Ya susah kalau begitu aku pergi dulu, sampai nanti"dengan buru buru jihee pergi dan saat ada pelayan Choi yang sedang membawa beberapa barang terkejut karena anaknya sudah rapih.


"Eomma aku pergi dulu. Sampai jumpa nanti"lalu jihee mencium eommnya dan pergi berlalu.


"Aku belum bertanya sudah pergi terburu buru sekali"kata pelayan Choi.


******


Di dapur


"Ah iya, aku harus bicara dengannya sebelum aku pergi latihan" kata kina dan saat berbalik terkejut ada Kyuhyun di belakang.


"Yak!! Kau mengejutkan ku"kata kina.


"Memangnya aku sedang membuat kejutan untuk mu"kata Kyuhyun.


"Dasar menyebalkan"kata kina.


"Walau aku menyebalkan tapi banyak yeoja yang suka kepadaku"


"Terserah kau saja. Aku tidak peduli dengan itu. Ah iya ada yang ingin aku tanyakan kepadamu"


"Kau ingin bertanya apa?"kata Kyuhyun sembari mengambil buah anggur didalam kulkas dan duduk di kursi. Tanpa basa basi kina duduk disampingnya kyuhyun.


"Semalam, apa yang telah kita lakukan? Kau tidak melakukan sesuatu kepadaku? Lalu kenapa kau tidak membangunkan aku eoh? Apa kau sedang mengambil kesempatan dalam kesempitan??"tanya kina.


"Siapa yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Kau benar - benar tidak ingat semalam, aigoo.... Aku merasa ternodai"ucapan Kyuhyun membuat kina terkejut.


"Maksudnya apa ternodai? Seharusnya aku bukannya kau"kata kina.


"Kau lihat ini"Kyuhyun menunjukan tanda merah dileher dan di dadanya. Mata kina langsung melotot melihat tanda merah di sana.


"Mwo??? Tanda merah keunguan apa ini? Aku merasa tidak melakukannya"


"Tanda cintamu kepada ku. Apa kau tidak ingat semalam kau...menyedot leher dan dada ku seperti vampir sampai merah seperti ini?? Lalu kau bilang sangat nyaman" Kyuhyun yang melihat wajah kina yang begitu panik, membuatnya ingin tertawa karena tanda itu Kyuhyun buat sendri untuk menjahili kina.


"Kau bohong kan??"kina tidak percaya begitu saja.


"Ya sudah jika tidak percaya. Aku sudah mengatakan yang sebenarnya. Ya sudah kalau begitu aku mau mandi"lalu Kyuhyun meninggalkan kina sendirian dan meliahta kina di balik pintu.


"Ini tidak mungkin.... semalam aku yakin hanya bermimpi Kyuhyun ada di hadapan ku. pasti namja licik itu berbohong soal ini. Mana mungkin aku melakukannya" ucap kina frustasi sembari mengacak rambutnya. Kyuhyun yang melihat itu merasa senang sekali sudah menjahili kina habis -habisan.


"Hahahahaha lucu sekali si pendek jika sudah seperti itu. Untung saja aku pernah melihat video itu dan saat mencobanya langsung berhasil"kata Kyuhyun.


Deerrrtttt.. deeerettttt....


Terasa ponsel Kyuhyun bergetar dan saat melihat ternyata Changmin yang menghubunginya.


"Kau ada dimana?"


"Aku ada di rumah. Wae??"


"Aku pinjam chargeran laptop. Aku lupa membawanya"


"Memangnya kau ada di mana?"


"Aku ada disekolah. Sedang membahas ulang tahun sekolah"


"Baiklah kalau begitu akan aku antarkan"


"Gomawo"


"Ne"


Lalu Kyuhyun mematikan ponselnya dan memasukan ponsel kedalam sakunya dan berjalan menuju kamarnya untuk mandi.


Ah.... Mianhae...pasti aneh ya ceritanya.

__ADS_1


Di tunggu like dam komennya 😂😂😂


__ADS_2