Love Is..

Love Is..
love is part 9


__ADS_3

Terlihat diparkiran ahjuma Lee datang membawa makanan untuk anak panti dengan senyuman merekah di bibirnya.


"Anak-anak pasti sangat suka dengan makanan yang aku bawa" saat masuk kedalam rumah. Lee ahjuma melihat ditanam anak anak sedang bermain. Lalu pandangannya melihat ada aura dan Kyuhyun datang bersama temen temannya yang sedang menghibur anak panti. Namun pandangannya teralihkan kepada seorang yeoja yang sedang duduk memandangi ahra dan Kyuhyun.


"Kau datang Soo mi" lirih ahjumma Lee. Setelah mengatakan hal itu. Soo mi memandang Lee ahjumma dengan senyuman lalu menghilang entah kemana. Seketika Lee ahjumma terkejut saat dalpo memanggilnya.


"Eomma"


"O, dalpo-ya, eomma membawakan makanan untuk anak-anak"


"Sini aku bawakan eomma. Kajja, kita kesana bergabung dengan anak anak"


"Ne" jawab Lee ahjumma sembari tersenyum.


Setelah sampai di taman anak anak datang menghampiri Lee ahjuma. Minjoon yang melihat Lee ahjumma datang langsung berteriak dan datang menghampiri.


"Eomma" lalu minjoon berlari menghampiri Lee ahjumma. Sembari membaringkan memeluk dan Lee ahjuma membalas pelukan minjoon. Seketika semuanya menoleh ketika Lee ahjuma datang.


"Ahjumma, bagaimana keadaanmu?"tanya ahra.


"Aku selalu baik nona. Aku tidak menyangka begitu banyak datang menghibur anak anak"


"Kebetulan kina dan teman temannya sedang merayakan hari persahabatan mereka eomma"ujar dalpo.


"Wah, chukahamnida eoh"


"Ne, ahjumma"jawab kina sembari tersenyum.


"Kajiannya lebih baik kita makan bersama saja disini kebetulan aku membawa banyak makanan lebih baik kita makan disini. Anggap saja kita sedang berkemah, bagaimana?" langsung anak panti bersorak senang dan semuanya


"Ne, eomma tentu saja"ucap anak panti asuhan.


"Ahjumma, toilet berada dimana tanya kina"tanya kina.


"Ada di dalam. Dari situ kau lurus saja dan belok kanan" ujar Lee ahjuma.


"Ne, ahjumma" lalu kina beranjak berdiri dan berjalan menuju toilet. Saat masuk kedalam kina terburu buru masuk ke toilet karena sudah tidak tahan menahan ingin buang air kecil.


"Aigo, lega rasanya" setelah itu kina keluar dari kamar mandi dan saat menuju ruang keluarga terlihat. Foto 4 orang anak yang saat menginjak sekolah menengah pertama. Saat kina melihat foto itu merasa tidak asing.


"Bukankah ini ahra eonni, dalpo oppa dan nama licik itu. Tapi yeoja ini bukankah yang aku lihat barusan"


Saat sedang melihat foto tiba - tiba kina terkejut dengan suara yang mengejutkannya. Tanpa menoleh kina tahu milik siapa suara itu. Benar saja, saat menoleh sudah ada Kyuhyun.


"Apa yang kau lihat" seakan seperti ketahuan mencuri dengan gugup kina menaruh foto itu kembali.


"Ani, aku hanya tidak sengaja melihat foto ini. Ya sudah kalau begitu aku mau kembali" saat kina melangkah pergi Kyuhyun menarik tangan kina.


"Enak saja mau main pergi. Buatkan aku minuman dingin" perintah Kyuhyun.


"Mwo??? Kau buat saja sendiri. Kenapa menyuruhku?" Tolak kina.


"Apa kau lupa dengan perjanjian kita?" Ucap Kyuhyun sembari tersenyum licik. Hal itu membuat kina mengepalkan tangannya sembari menghembuskan nafas dengan rasa kesal.


"Dasar namja licik. Dimana dapurnya? Aku tidak tahu" kata kina. Tanpa menjawab Kyuhyun langsung menarik kina kedapur.


"Cepat kau buatkan, aku haus" kata kyuhyun. Dengan wajah tidak bersahabat kina membuat minum untuk Kyuhyun. Sementara Kyuhyun hanya menahan senyum melihat wajah kina seperti itu. Saat sedang membuat minuman terdengar suara bel dan itu membuat kina terkejut.


"Suara bel apa itu" seru kina sembari memberikan minuman kepada Kyuhyun.


"Itu tanda anak - anak harus tidur siang" jawab Kyuhyun sembari memainkan pspnya.


"Eumm begitu rupanya. Aku baru tahu mereka memiliki jadwal tidur siang"


"Tapi itu berlaku untuk anak kecil dan sekolah dasar saja" kata Kyuhyun.


Sementara di taman Lee ahjuma dan bersama anak panti yang beranjak dewasa. Membuat barisan untuk anak - anak panti tidur siang.


"Apa yang sedang mereka lakukan eonni" tanya seulgi.


"Mereka berbaris untuk tidur siang untuk anak kecil dan masih sekolah dasar. Agar ada waktu untuk beristirahat" jawab ahra. Sementara Seohyun menatap seulgi tidak suka.


"Eonni, Kyuhyun lama sekali pergi mengambil minum" tanya Seohyun


"Memangnya kenapa jika lama" ucap seulgi.


"Aku tidak bertanya kepadamu. Kenapa kau yang menjawabnya. Apa kau tuli eoh?"


"Sudah kalian jangan bertengkar" ucap ahra. Tidak lama dari situ Kyuhyun datang bersama kina menuju taman dan semua mata tertuju kepada mereka berdua. Bukan karena terpukau akan tetapi sepanjang berjalan terus bertengkar.


"Ada apa dengan kina dan Kyuhyun?" Tanya Sina.


"Seperti biasa mereka bertengkar" jawab changwook, Changmin dan seulgi bersamaan.


"Aigo... apa mereka berdua tidak lelah"lirih ahra.


"Aku baru tahu ada yang bertengkar seperti itu. Tidak ada yang mau mengalah" kata dalpo sembari tersenyum.


"Entahlah, kamipun sudah habis cara untuk mendamaikan mereka berdua. Bahkan sampai kepala sekolahpun, tidak bisa mendamaikan mereka" kata changwook.


"Anak-anak. Ayo masuk kedalam"


"Ne, eomma"


Lalu anak - anak berjalan masuk kedalam namun berbeda dengan minjoon dan Naya yang masih diam.


"Eomma, aku ingin Kyuhyun Hyung dan kina eonni yang mengantar kami ke kamar" mendengar itu membuat semuanya terkejut. Namun yang sedang di sebut namanya belum selesai bertengkar.


"Tunggu sebentar aku panggilkan mereka berdua" ucap ahra sembari tersenyum. Namun saat membalikan badannya terlihat raut wajah kesal. Changmin yang menyadari itu menggelengkan kepala.


"Kau kenapa?"tanya Seohyun.


"Lihat saja sendiri" jawab Changmin sembari tersenyum. Tidak lama dari situ lengkingan suara ahra terdengar dan membuat semuanya terkejut.


"Yak!!!! Bisa diam tidak?! Kalian berdua. Berisik sekali dari tadi" teriak ahra dan berhasil membuat mereka berdua terdiam.


"Apa kalian tidak malu menjadi tontonan anak - anak? Harusnya kalian memberi contoh yang baik" amarah ahra sudah tidak terbendung lagi.


"Mianhae" jawab mereka berdua.

__ADS_1


"Yeoja ini yang mulai duluan Nuna"


"Enak saja kau menyalahkan ku. Kau yang mulai terlebih dahulu"


"Kau"


"Kau"


"Kau"


"Kya!!!!"


Langsung saja ahra menjitak kepala Kyuhyun lumayan kencang dan berhasil membuat mereka berdua diam kembali.


"Sakit Nuna" kata Kyuhyun sembari mengelus kepalanya.


"Cepat kalian antar minjoon dan Naya. Mereka ingin kalian berdua yang mengantarnya,sekarang!!!"


"Ne...eonni" langsung saja kina berjalan menghampiri minjoon dan naya. Begitu juga dengan Kyuhyun.


"Dasar nenek sihir"lirih kyuhyun


"Aku mendengarnya" seketika ucapan ahra membuat Kyuhyun berlari. Tanpa disadari oleh mereka ada soomi yang sedang memperhatikan sembari tersenyum.


*********


Ruang keluarga


"Eonni, kau begitu hebat menghentikan perdebatan mereka"puji Seohyun.


"Mencari muka"lirih seulgi.


"Apa barusan kau bilang?" Seru Seohyun.


"Memangnya aku mengatakan apa?" Kata seulgi dengan wajah tidak berdosa.


"Aigo... Sudahlah jangan bertengkar"ucap changwook.


Namun berbeda dengan Sina yang sedari tadi hanya diam saja. Karena merasakan sedang di perhatikan oleh seseorang. Sedari tadi pandangan matanya tidak fokus. Changmin yang menyadari itu langsung bertanya kepada Sina.


"Kau kenapa?kau terlihat sangat gelisah" Ucapan Changmin membuat Sina sedikit terkejut.


"Ani..."jawab Sina sembari tersenyum. Changwook yang memahami keadaaan sina langsung saja memberikannya air minum.


"Kau minum dulu" kata changwook.


"Ne, Changi" jawab Sina.


Lalu changwook berdiri dan berjalan mencari sesuatu yang sebenarnya yang sudah dirasakan sejak tadi. Sebenarnya changwook dan sina hampir sama memiliki kemampuan seperti kina. Namun yang membedakan mereka tidak bisa melihat mahluk halus dan hanya dapat merasakan lewat suatu benda dan suhu udara. Merasa ada sesuatu yang aneh membuat seulgi dan Seohyun terdiam. Namun ahra memperhatikan changwook sedari tadi berjalan mendekati foto yang dipajang. Lalu ada satu foto yang dirasakan auranya sangat kuat.


"Sunbaenim kau kenapa?"tanya seulgi karena wajah changwook sangat serius.


"Na, gwenchana" jawab changwook sembari tersenyum.


"Ahra Nuna. Apakah foto ini sewaktu kalian masih kecil tepatnya saat kelas 6 Sekolah dasar?"seketika semua memerhatikan changwook. Sembari menunjukan foto dan membuat ahra sangat terkejut atas pertanyaan changwook.


"Eo..eotokhe kau tahu itu?" Ucap ahra


"Ne, itu waktu aku masih sekolah. Memangnya ada apa?"


"Aniyo. aku hanya bertanya saja Nuna" lalu changwook duduk kembali.


"Kenapa aku merasa kan sesuatu yang menyeramkan" desis Seohyun sembari melihat situasi di ruang keluarga. Tidak lama dari situ. Kyuhyun dan dalpo sudah turun dari bawah.


"Apa anak - anak sudah tidur semua"tanya ahra.


"Sudah tidur. Hanya saja Naya belum tidur dan masih bersama kina"jawab dalpo.


Sementara ditempat tidur kina dengan sabarnya menemani Naya sampai tidur. Pikirannya teringat saat kecil dan setiap tidur harus ditemani oleh joongki. Tanpa disadari air mata kina menetes. Terasa ada air jatuh membuat Naya terbangun dari tidurnya dan melihat kina menangis.


"Eonni, kenapa menangis?" Tanya Naya.


"Eonni, hanya teringat dengan oppaku. Dulu melakukan hal yang sama denganmu. Setiap ingin tidur harus ditemani"ucap kina sembari mengusap air matanya.


"Kenapa eonni tidak meminta untuk ditemani saja" ucap Naya. Bukannya menjawab. Kina malah memeluk Naya sangat erat.


"Lebih baik kau tidur eoh" kata kina sembari tersenyum.


"Ne, eonni" jawab Naya sembari memeluk kina erat. Disadari atau tidak soomi sedari tadi memperhatikan kina dan ingatannya teringat akan dilakukan ahra dulu.


Flashback


"Eonni, jangan dulu pulang. Aku ingin ditemani sampai aku terlelap tidur" manja soomi kepada ahra.


"Aigo... Adikku ini. Baiklah aku akan menemanimu" jawab ahra.


"Kenapa kau harus ditemani ahra Nuna. Kau kan bisa tidur sendiri dan lagi pula kau sudah kelas 4 sekolah dasar" ucap Kyuhyun dengan nada kesal.


"Dasar namja menyebalkan. Kaja eonni, kita ke kamar dan lebih baik tinggalkan saja kyuhyun oppa" kesal soomi


"Ya.... Mengapa meninggalkanku eoh" teriak kyuhyun


Flashback end


******


Tanpa disadari kina ikut tertidur namun saat tertidur kina bermimpi bertemu dengan seorang yeoja yang di temuinya.


"Bukankah ini panti asuhan milih Cho ahjussi?" Batin kina. Namun suasana panti asuhan sangat sepi. Akhirnya kina memutuskan pergi ketaman panti asuhan dan disana ada dua anak yeoja dan dua anak namja sedang bermain. Betapa terkejutnya kina siapa yang dilihatnya.


"Bukankah itu Kyuhyun, ahra eonni dan dalpo oppa? Lalu yeoja itu, Omo! Bukankah itu yang aku lihat di taman tadi" ucap kina. Tidak lama dari situ yeoja yang dilihat menghampiri kina dan membuat kina gugup.


"Annyeong" ucap yeoja itu.


"Ne.. k..kau siapa?" Tanya kina.


"Aku Park soomi. Bolehkah aku meminjam badanmu sebentar eonni? Karena ada yang ingin aku sampaikan kepada Lee ahjuma, ahra Nuna, dalpo oppa dan orang yang sangat aku berarti untukku, Kyuhyun oppa. Aku mohon kepadamu"pinta soomi. Melihat wajah soomi yang memohon membuat kina tidak tega untuk menolaknya.


"Ne, tentu saja" jawab kina sembari tersenyum.

__ADS_1


"Gomawo" lalu soomi masuk kedalam tubuh. Seketika saat bangun tubuh kina sudah dimasuki oleh soomi. Saat keluar dari kamar soomi langsung menemui orang - orang yang disayanginya. Lalu pandangan soomi tertuju kepada Lee ahjumma yang memandangnya yang turun dari tangga. Dengan senyuman merekah soomi. menghampiri Lee ahjuma. Merasa yang di lihatnya adalah sosok yang di kenalinya membuat Lee ahjuma terkejut. Lee ahjumma sendiri memiliki kemampuan sama seperti kina.


"Eomma, ini aku Soomi" ucap soomi. Langsung saja soomi memeluk Lee ahjuma penuh rindu.


"Apa benar ini kau soomi-ya?"


"Ne, eomma ini aku Park Soomi"


"Bagaimana kau bisa masuk kedalam tubuh kina?"


"Aku meminta izin kepadanya dan memperbolehkan ku masuk kedalam tubuhnya eomma. Eonni ini begitu baik sekali. Eomma aku ingin aku bicarakan dengan eomma sebelum aku benar-benar menghilang" ujar soomi dengan suara sedikit bergetar.


"Kau ingin bicara apa?" Tanya Lee ahjuma sembari mengelus soomi.


"Gomawo eomma. Selama ini eomma sudah merawatku dan menjagaku selama ini. Aku tidak tau harus membalas jasa eomma seperti apa. Bahkan aku sudah tidak bisa hidup kembali. Jika ada cara untuk aku hidup kembali aku ingin membahagiakan eomma" ucap soomi sembari terisak tangis dan Lee ahjumma langsung memeluk anak kesayangannya.


"Kau tidak perlu membalas apapun. Sudah bisa merawatmu eomma sudah sangat bahagia, mi-ya. Eomma sangat senang" kata Lee ahjuma.


"Tapi eomma..."


"Tidak ada tapi tapian eoh. Asalkan kau berbahagia disana itu lebih dari cukup"lalu Lee ahjumma memeluk soomi untuk melepas rindu yang terakhir kalinya dengan air mata yang mengalir .


"Gomawo eomma"Isak tangis soomi. Tiba tiba soomi keluar dari tubuh kina dan membuat keduanya terjatuh.


"Kina... Soomi-ya" ucap Lee ahjuma. Lalu Lee ahjuma berteriak meminta tolong. Seketika yang berada di ruang tamu datang menghampiri.


"Na-ya" ujar changwook. Tanpa basa basi langsung menggendong kina.


"Bawa saja kekamar ruang tamu"ujar Lee ahjuma.


"Ahjuma kina kenapa?" Terlihat raut wajah ahra sangat cemas. Karena badan kina penuh dengan keringat dan pucat.


"Kina tiba tiba saja pingsan" bohong Lee ahjuma karena tidak mau orang lain terkejut.


Sementara kina sendiri mulai tersadar dari pingsannya dan membuat semua orang bernafas lega. Dengan sigap ahjuma lee membantu kina bangun, lalu memberinya air minum.


"Gwenchana?" Tanya Sina.


"Kenapa aku disini? Bukankah aku ada dikamar Naya" terlihat kina begitu bingung.


"Kau pingsan" ujar Sina.


"Kau membuatku kawatir saja eoh" ucap changwook.


"Merepotkan saja" kesal Seohyun. Membuat semua orang yang mendengar itu menggelengkan kepala.


"Jika merepotkan untuk apa kau disini" kata seulgi sembari menatap tajam Seohyun. Merasa terintimidasi membuat Seohyun pergi dari sini.


"Seharusnya aku tidak disini" kata Seohyun sembari pergi berlalu. Namun entah secara tiba - tiba Seohyun terjatuh. Dalpo yang melihat itu membantunya berdiri.


"Gwenchana?" Bukannya menjawab Seohyun malah melangkah pergi dan membuat Dalpo bingung. Lalu pandangan dalpo tertuju kepada ruang tamu. Dengan penasaran dalpo kedalam


"Ada apa ini?" Tanya dalpo


"Kina baru saja pingsan" ucap ahra.


"Mwo pingsan?" Ujar dalpo yang terkejut.


"Bisakah tinggalkan aku bersama Lee ahjumma dan dalpo oppa?" Pinta kina dan membuat semua orang mengerutkan keningnya.


"Baiklah kalau begitu" ucap changwook. Dalpo yang merasa bingung hanya mengikuti apa yang di inginkan oleh kina.


Setelah semua keluar kina mulai berbicara.


"Lee ahjuma dan dalpo mengenal yeoja yang bernama Park soomi" ucapan kina membuat Dalpo terkejut.


"Bagaimana kau bisa mengenal soomi?"


"Tadi soomi datang kepadaku dan merasuki ku untuk berbicara kepada Lee ahjuma, kau, ahra eonni dan Kyuhyun. Entah kenapa tiba tiba soomi keluar dari ragaku dan pada akhirnya aku jatuh pingsan" ujar kina panjang lebar dan membuat Dalpo tidak percaya.


"Apa yang dikatakan kina benar dan eomma baru saja bertemu dengan soomi" mendengar ucapan Lee ahjuma semakin membuat Dalpo bingung


"Jika benar, Lalu dimana soomi sekarang? Apa ada disini? Aku ingin bicara eomma aku ingin bicara dengannya" terlihat dalpo sangat histeris ingin bertemu soomi. Adik yang sangat disayangi oleh dalpo.


"Soomi tidak ada disini oppa" kata kina dan itu membuat Dalpo terdiam lalu tersungkur dibawah lantai sembari terisak tangis. Melihat itu Lee ahjuma langsung memeluk dalpo sembari mengusap punggung dalpo.


Sementara diruang tamu ahra terlihat sangat merasa bingung karena apa yang sudah terjadi dan tanpa pikir langsung berinisiatif bertanya.


"Apa ada yang bisa menjelaskan kepadaku. Sebenarnya apa yang terjadi disini" Tanya ahra yang penasaran.


"Apa ada yang kalian sembunyikan dari kami?" Tanya Kyuhyun. Sedangkan Changmin dan seulgi menunggu jawaban dari changwook dan Sina.


"Sebenarnya... Kina pingsan karena dirasuki oleh sosok tak kasat mata" ujar Sina membuat semua terkejut.


"Ma..maksudmu hantu?" Ucap Changmin.


"Ne, hantu lebih tepatnya arwah" jawab changwook dan seketika membuat Changmin langsung berkeringat.


"Gwenchana?" Tanya Sina.


"Ne, gwenchana" jawab Changmin.


"Apa hantu itu sangat berbahaya. Lalu kenapa kina bisa pingsan seperti itu" tanya ahra.


"Aku rasa tidak. Itu adalah efek dari hantu itu saja yang keluar dari tubuh kina"ujar changwook.


"Apa Sunbaenim seperti itu setiap hari?"tanya seulgi


"Tidak sering hanya saja terkadang seperti itu. Jika ada yang merasukinya" Seketika ucapan changwook membuat mereka terkejut.


"Malah dulu saat sekolah kina hampir mati karena ada sosok mahluk yang merasukinya"ujar Sina.


"Mwo??? Ji..ji..jinja?" Ucap ahra dengan terbata - bata.


"Membuat aku kewalahan bersama changwook menanganinya" kata Sina.


Sementara Kyuhyun hanya mampu terdiam mendengarkan penjelasan itu semua.


*******

__ADS_1


Maaf ya ceritanya receh seperti ini 😂😂😂


__ADS_2