
Tersadar apa yang telah di lakukan membuat Kyuhyun dan kina terkejut. Kenapa bisa sampai bibir mereka saling bertemu dan saling membalas.
"Mi... mianhae..."ucap Kyuhyun. Bukannya menjawab, kina sedikit mendorong Kyuhyun dan pergi menuju kamarnya. Dengan perasaan sulit di artikan dan jantungnya berdetak cepat dari biasanya.
"Aish.... Kenapa aku tidak bisa menahannya"ucap Kyuhyun sembari mengacak rambutnya. Sedangkan kina masih terkejut dengan apa yang barusan dilakukannya bersama Kyuhyun.
"Haaah..... Bodoh... Bodoh... Kenapa aku bisa melakukan hal itu dan kenapa juga aku harus membalas menciumnya....aaaaaaaa sebenarnya apa yang terjadi dengan ku dan Kenapa dengan jantung ku, apa aku terkena penyakit jantung?? Kenapa terasa kencang sekali" kata kina sembari terus memegang dadanya. Namun di sisi lain ada perasaan tenang dalam hatinya.
"Bibir yang aku jaga sudah ternodai aaaaaaa... Bagaimana ini. Tapi... Kenapa terasa lembut sekali. Hahhhh apa yang kau pikirkan song kina.... Kenapa berpikiran seperti itu" ucap kina yang kebingungan.
"Bibir ku sudah tidak suci lagi. Ini semua gara - gara Cho Kyuhyun!!"
Teriakan kina sampai terdengar di meja makan.
"Apa kalian mendengar teriakan?"tanya Siwon.
"Tidak"ucap semuanya.
"Ah, iya tadi aku dapat foto mereka berdua"ucap jihee
"Benarkah??"kata Siwon. Lalu Siwon dan myung soo melihat foto itu sembari tersenyum.
"Hasil fotomu selalu bagus"kata Myung Soo.
"Siapa duluuuuu Choi jihee hahahaha"dengan bangganya jihee memuji dirinya sendiri.
*****
Sekolah
Pagi pagi sekali kina sudah berada di kelas dengan perasaan sama seperti semalam.
"Aku berharap semalam itu mimpi tapi kenyataanya bukan" ucap kina frustasi. Tanpa disadari kina, terlihat Changmin sudah datang dengan perasaan senang.
Melihat ada kina dikelas semakin Changmin menunjukan kebahagiaannya.
"Kinaaaa"merasa namanya terpanggil membuat kina menoleh dengan wajah datar.
"Aigo.... Wajah mu kenapa?"
"Gwenchana. Kau kenapa terlihat senang sekali?"
"Semalam aku mengajak Sina pergi ke pasar malam"
"Wah jinja??? Tapi kenapa tidak mengajakku"
"Salah sendiri kau belajar dengan Kyuhyun. Rasanya aku senang sekali bisa bersamanya dan dia pun senang aku ajak"terpancar kebahagian yang tidak bisa di sembunyikan oleh Changmin.
"Kenapa orang yang jatuh cinta terlihat bodoh"kata kina.
"Makannya kau harus merasakan yang namanya jatuh cinta. Jadi kau biar tahu rasanya seperti apa"
"Memang rasanya seperti apa??"ucapan kina membuat Changmin menepuk jidatnya.
"Apa selama hidupmu tidak pernah jatuh cinta??" Ucapan Changmin hanya di tanggapi dengan kina menggelengkan kepala.
"Aigo.... Kau benar benar belum merasakannya. Aku beri tahu, jika orang sedang jatuh cinta. salah satunya merasakan debaran di dada saat orang itu berada di dekat mu dan diam diam kau selalu ingin terus menatapnya bahkan ingin selalu bersamanya . kau juga menjadi salah tingkah,bahkan gugup. Bahkan selalu cemburu jika orang yang kau sukai dekat dengan orang lain"ucapan Changmin membuat kina terdiam dan berpikir dengan perasaannya belakangan ini.
"Kau kenapa diam? Apa kau sedang merasakan jatuh cinta?"tanya Changmin sembari menatap kina.
"Tidak, siapa yang sedang jatuh cinta"kata kina.
"Apa kau normal?"
"Apa Maksudmu?"
"Apa kau menyukai wanita?"bisik Changmin. Seketika ucapan Changmin membuat kina terkejut dan langsung saja menjitak kepala Changmin.
"Aaaaaa sakit...."
"Enak saja kau bilang aku menyukai wanita. Aku masih normal dan suka dengan namja"
"Habis kau seperti ciri ciri tidak menyukai namja"
"Walau aku belum pernah bukan berarti aku tidak menyukai namja"
Kriukkk.......
Terdengar suara perut milik kina Bunyi dan itu membuat Changmin menahan tawa.
"Apa kau belum sarapan eoh?"
"Hehehehe belum"
"Ya sudah aku traktir kau makan sekarang"
"Wah yang benar??"
"Tentu saja"
"Ayo kita pergi makan" lalu kina menarik tangan Changmin.
"Aigo.... Mendengar kata traktir kenapa kau penuh semangat sekali"kata Changmin.
"Siapa yang tidak senang di terakhir hahahahaha" lalu mereka berdua keluar dari kelas dengan tangan kina menggelayut di lengan Changmin.
******
Parkiran sekolah
Saat changwook turun dari mobil. Terlihat seulgi juga ada disana dan langsung menyapa changwook.
"Sunbaenim, selamat pagi"ucap seulgi.
"Ne, selamat pagi. Ayo, kita masuk bersama"ucap Changwook sembari tersenyum.
"Ne, sunbaenim"kata seulgi sembari ikut tersenyum juga.
"Aku dengar, kelas dance akan ikut perlombaan?"
"Benar sunbaenim kami akan mengikuti lomba nanti. Aku harap sunbaenim bisa melihat penampilan kami"
"Tentu saja. Asal jangan ikut dance karena badan ku kaku seperti robot"
"Hahahaha seperti robot. Jika berusaha belajar pasti bisa sunbaenim"
"Aku inginnya seperti itu tapi badan ku di karunia sebagai atlit hahahaha. Nanti kau dance berkelompok, sendiri atau berdua"
"Belum di tentukan. Nanti setelah pulang sekolah baru akan di tentukan oleh seonsaengnim"
"Begitu rupanya. Kita harus sama sama berjuang untuk sekolah kita"
"Kau benar sunbaenim"
"Ada satu permintaan untuk mu" terdengar dari nada changwook terdengar sedikit serius.
"Permintaan apa sunbaenim?"tanya seulgi.
"Jangan panggil aku sunbaenim. Panggil saja aku oppa seperti kau memanggil Kyuhyun dan Changwook" seketika seulgi terkejut dengan ucapan changwook.
"Baiklah sunbaenim...maksud ku oppa" mendengar itu changwook merasa senang.
"Aku seperti memiliki seorang adik perempuan"ucap Changwook.
"Memangnya sun.. maksud ku oppa, tidak mempunyai adik??"tanya seulgi dan changwook menggelengkan kepala.
"Ani, aku anak tunggal. Jadi aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang adik entah itu namja atau yeoja memanggilku, Hyungg atau oppa. Menjadi anak tunggal rasanya tidak enak karena merasa sepi" merasa tersentuh seulgi langsung menghadap changwook dan itu membuatnya terkejut.
__ADS_1
"Mulai sekarang aku akan menjadi adik mu, oppa"ucap seulgi bersungguh - sungguh.
"Benarkah??"tanya changwook.
"Tentu saja, oppa"jawab Seulgi sembari tersenyum dan changwook membalas senyuman itu.
"Gomawo, dongsaeng"ucap Changwook sembari mengusap kepala Seulgi.
Sementara dalam perjalanan sekolah Kyuhyun terlihat sedang melamun. Tentang kejadian semalam yang membuatnya bertindak lebih seperti itu kepada kina. Hal itu membuat Lee ahjussi bertanya - tanya. Tidak biasanya tuan mudanya seperti itu.
"Tuan muda kenapa? Seperti ada yang dipikirkan" ucapan Lee ahjussi membuat Kyuhyun terkejut.
"Tidak ada ahjussi, hanya saja semalam aku kalah bermain games. Karena baru pertama kalinya aku kalah" bohong Kyuhyun.
"Begitu rupanya. Aku pikir tuan muda sedang ada masalah jadi melamun seperti itu"ujar Lee ahjussi.
"Ahjussi, ada yang ingin aku tanyakan"
"Bertanya apa tuan muda?"
"Teman games ku bertanya beberapa hari yang lalu . Apa aku pernah jatuh cinta dan menanyakan ciri cirinya seperti apa. Sedangkan aku sendiri belum pernah merasakannya. Apa ahjussi tau seperti apa?"bohong Kyuhyun.
"Ciri cirinya yang paling kita bisa rasakan adalah merasakan debaran jantung di dada saat bertemu dengannya, selalu ingin dekat, merasa nyaman, ingin melindunginya dan kadang, selalu menjahilinya agar mendapatkan perhatian. Walau pada akhirnya membuatnya kesal tapi di dalam hati ada kepuasan tersendiri, bahkan sampai bertindak konyol. Lalu yang terakhir merasa cemburu jika orang yang kita sukai dekat dengan orang lain. Terkadang kebanyakan orang selalu menyangkalnya padahal dalam hatinya sudah ada tumbuh perasaan" penjelasan Lee ahjussi membuat Kyuhyun terdiam.
"Apa penjelasan Ku terlalu panjang??"tanya Lee ahjussi.
"Aniyo. bahkan sangat jelas sekali ahjussi"lalu Kyuhyun tersenyum setelah mengatakan itu.
*****
Kantin sekolah
"Apa kau benar benar lapar?"tanya Changmin.
"Ne, semalam aku tidak makan sama sekali karena lidah tajam semalam...." seketika kina terdiam tersadar akan apa yang akan di katakan dihentikannya. Changmin terus memperhatikan apa yang akan kina katakan.
"Semalam dia membuat otakku pusing dengan pelajaran matematika jadi aku tidak makan"jawab kina sembari terus mengunyah.
"Kau les sampai malam?"
"Ne, Samapai malam"
Saat kina akan memasukan makanannya kedalam mulut terdengar suara ponsel milik Changmin berdering dan saat melihat ternyata Sina memberikannya pesan.
"Apa kau sedang bersama kina?"
"Ne, kina sedang makan bersama ku"
Setelah membalas pesan, Sina langsung video call dan Changmin mengangkatnya.
"Mana kina. Bisakah memberikannya kepada kina"tanya Sina.
"Sina ingin berbicara dengan mu"ucap Changmin. Lalu kina mengambil ponsel milik Changmin.
"Ada apa?"
"Kau tidak bawa ponsel??"
"Tunggu sebentar. Aku cek di tas aku dulu" lalu kina mencari ponselnya dan benar saja. Ponselnya tertinggal dirumah.
"Aku lupa tidak membawa hehehe"
"Kau ini kebiasaan. Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu?"
"Sama aku juga ada yang ingin aku bicarakan dengan mu"
"Apa hari ini kau ada latihan?"
"Tidak, hari ini latihan libur sehari karena pelatih Kim ada urusan"
"Baiklah, nanti pulang sekolah aku jemput. Ya sudah sampai nanti"
"Berikan pada changmin"kata Sina.
"Iya ini akan aku berikan" lalu kina memberikannya kepada Changmin.
"Gomawo Changmin"ucap Sina sembari tersenyum manis dan membuat Changmin semakin jatuh cinta saja. Kina melihat matanya Changmin begitu berbinar.
"Ne, sama sama. Apa kau sudah makan??"tanya Changmin.
"Aku sudah makan. Kau sendiri sudah makan?"
"Aku juga sudah. Ya sudah kalau begitu selamat belajar"
"Kau juga" lalu Sina melambaikan tangannya begitu juga dengan Changmin.
"Matamu terlihat jelas sekali"kata kina.
"Begitulah orang yang sedang jatuh cinta. Kina ku sayang, suatu saat kau juga akan merasakan hal yang sama seperti ku dan aku harap aku orang yang pertama yang melihat itu hahahaha"
"Menggelikan sekali"
"Hahahahaha karena kau belum pernah merasakannya" ucapan Changmin membuat Kina terdiam.
*******
Saat Kyuhyun sudah sampai sekolah terdengar suara para yeoja memuji ketampanan Kyuhyun tida hentinya. Namun Kyuhyun mengabaikan suara Sura itu dengan terus berjalan. Terdengar suara Seohyun memanggil kyuhyun dan itu membuat Kyuhyun malas menanggapinya.
"Baby kyu... Tunggu aku" teriak Seohyun sembari terus berlari dan Kyuhyun terus berjalan. Sampai pada akhirnya Seohyun berhasil mengejar.
"Baby... Kenapa kau mengacuhkan aku"manja Seohyun sembari menggelayutkan tangannya di lengan Kyuhyun.
"Pergi sana. Untuk apa mengikuti ku"kesal Kyuhyun.
"Memangnya kenapa? Bukan kah kita terlihat cocok jika bersama"
"Sudah aku katakan berapa kali. Aku sama sekali tidak menyukai mu"
"Jangan bilang tidak. Tapi belum, perasaan seseorang kita tidak tahu akan berubah"
"Terserah kau saja" lalu Kyuhyun melepaskan tangan Seohyun dan pergi berlalu menuju kelas dan saat akan masuk terlihat kina sedang bersama Changmin berjalan menuju kelas sehabis makan. Melihat ada Kyuhyun disana. Langsung saja Changmin memanggilnya.
"Kyuhyun" ucap Changmin. Sementara kina mencari alasan untuk menghindari Kyuhyun.
"Aku mau ke kamar mandi dulu"lalu kina berlari pergi ke toilet dengan debaran di dada.
"Aigo... Kenapa aku jadi seperti ini"ucap kina sembari terus memegangi dadanya yang berdebar. Saat kina menoleh ada sosok penunggu toilet seorang wanita.
"Ya Tuhan, aishhh mengejutkan saja"ucap kina.
"Hehehehe apa kau habis berolahraga??"
"Ne, memangnya kenapa?"
"Benarkah? Bukannya menghindari seseorang"
"Tidak...."
"Tapi kenapa muka mu memerah" langsung saja kina melihat wajahnya. Benar saja, wajahnya sangat merah sekali. Lalu hantu itu memperhatikan kina.
"Ini... Efek aku berlari saja" ucap kina. Sementara di dalam kelas sedari tadi changwook menghubungi kina tidak ada jawaban sama sekali.
"Kenapa jam segini belum datang"ucap Changwook.
"Kau kenapa?"ucap Changmin yang sedari tadi masuk kelas memperhatikan changwook.
"Aku menghubungi kina tidak di jawab sama sekali"
__ADS_1
"Kina ada di toilet. Pagi pagi sekali sudah datang dan dia tidak membawa ponsel"
"Pagi - pagi sekali? Ada angin apa datang sepagi itu"ucapan changwook membuat Changmin juga berpikir. Sementara Kyuhyun terdiam mendengar itu.
"Kau benar juga. Biasanya tidak seperti itu"seru Changmin. Lalu mata Changmin tertuju kepada Kyuhyun dan Changwook ikut memperhatikan. Merasa di perhatikan membuat Kyuhyun menoleh.
"Kenapa melihat ku seperti itu?"kata Kyuhyun.
"Apa terjadi sesuatu"ucap Changwook.
"Aku lihat wajah kina seperti frustrasi"ucap Changmin.
"Kenapa kalian berdua menyudutkan ku"terlihat Kyuhyun mulai gugup.
"Apa bocah itu menceritakan kejadian semalam. Tapi kalau di pikir mana mungkin"ucap Kyuhyun dalam hati dan otaknya terus berpikir.
"Tidak menyudutkan, kina cerita kepadaku kalau kau semalam... " Saat akan meneruskan ucapannya terdengar kembali suara Seohyun datang.
"Semalam kenapa?"terdengar suara Seohyun kembali sembari membawa bekal untuk Kyuhyun.
"Bukan urusan mu"jawab Kyuhyun kesal.
"Walau bukan urusan mu tapi aku ingin tahu. Memangnya ada apa Changmin?"
"Kyuhyun semalam menyiksa kina dengan soal matematika"
"Lagi pula untuk apa mengajari kina. Yang tidak paham sama sekali"
"Jika kau kesini datang untuk menghina kemampuan seseorang lebih baik pergi"ucapan Kyuhyun yang tajam berhasil membuat semuanya terkejut. Seohyun yang merasa dipermalukan mengepalkan tangannya untuk menahan emosi.
"Aku tidak menghinanya. Hanya berbicara yang sebenarnya"
"Yang sebenarnya apa? Itu hanya pemikiran mu saja. Aku yang mengajarkan kina, aku tahu kemampuannya seperti apa. Aku sarankan jangan berpikiran negatif terhadap seseorang. Jika tidak ada yang di bicarakan lagi, silahkan pergi"
Tepat mengatakan itu, bel sekolah bunyi dan dengan perasaan kesal keluar kelas. Sementara kina mau tidak mau harus kembali ke kelas.
"Kenapa bel sekolah cepat sekali bunyi"ucap kina.
"Ya sudah kau kembali sana ke kelas dan belajar yang benar"ucap hantu wanita itu.
"Ne, ya sudah sampai nanti"kata kina sembari keluar dari toilet. Dengan perasaan lemas berjalan menuju kelas. Saat kesana tepat masuk pintu masuk, pandangan mata mereka berdua bertemu dan membuat keduanya gugup satu sama lain. Melihat wajah kina ada yang aneh membuat changwook bertanya.
"Wajah mu kenapa??"
"Ne, gwenchana. Hanya saja tadi aku habis buang air besar hehehhee"
"Apa kau tadi makan pedas?"
"Sedikit hehehe"
"Kau ini"
"Ah iya, aku bertemu Siwon oppa sudah pulang" seketika ucapan kina membuat changwook terkejut.
"Kau bertemu Hyung dimana?"
"Nanti aku ceritakan. Nanti pulang sekolah kita bertemu dengan Sina"
"Baiklah"
"Yoona kemana? Apa dia tidak masuk"tanya kina.
"Sepertinya begitu"bohong changwook.
"Apa nanti kita kerumahnya saja. Apa kau tahu rumahnya?"
"Aku tahu, bukankah kita akan bertemu dengan Sina hari ini?"
"Ah iya, kau benar juga"
Kyuhyun sedari memperhatikan kina. Tertangkap basah oleh Changmin karena sedari tadi berbicara tidak di jawab sama sekali.
*******
Sementara di rumah keluarga Cho terlihat jihee sudah rapih dengan pakaiannya karena hari ini jadwalnya mata kuliah pagi.
"Ah, iya semalaman ponsel ku, di charger" lalu jihee mengambil ponselnya yang diletakan di meja dekat kasur. Saat Muhar ponselnya ternyata banyak panggilan tidak terjawab dan pesan dari kang Joon.
"Banyak sekali" dengan cepat jihee menghubungi kang Joon.
Tutt.... Tuttt..... Tuttttt
Tidak ada jawaban dari kang Joon dan membuat jihee merasa bersalah. Langsung saja jihee memberikan kang Joon pesan.
"Mianhae, semalam aku tidak pegang ponsel dan di charger sampai pagi"
Saat akan mengirim pesan terlihat layar ponsel jihee tertera nama Myung Soo dan langsung saja jihee mengangkatnya.
"Ada apa Myung Soo"
"Apa kau sudah berangkat?"
"Belum. Memangnya kenapa?"
"Ya sudah aku jemput. Kebetulan aku melewati rumah mu"
"Memangnya kau habis dari mana?"
"Mengantarkan pesanan bunga untuk pelanggan"
"Ya sudah kalau begitu. Aku tunggu kau di depan rumah"
"Ne, baiklah"
Setelah mematikan ponselnya jihee langsung bergegas menuju kedepan rumah untuk menunggu Myung Soo. Terdengar suara milik eommanya yang sedang membawa beberpa baju untuk di simpan.
"Kau sudah mau berangkat"
"Ne, eomma. Aku pergi bersama Myung Soo"
"Ya sudah kalau begitu hati - hati"
"Ne, eomma ku sayang"lalu jihee mencium eommanya dan pergi berlalu. Tidak menunggu waktu lama Myung Soo sudah datang menggunakan motor.
"Apa kau sudah menunggu lama?"
"Tidak menunggu lama"
"Ya sudah, kau pake helem"
Saat Myung Soo memakaikan helem untuk jihee merasakan sedikit debaran yang entah datang dari mana. Ditambah wajah Myung Soo begitu dekat.
Sedangkan kang Joon masih terlelap dalam tidurnya karena mabuk semalam.
"Sudah jam berapa ini?" Ucap kang Joon. Saat melihat jam betapa terkejutnya. Jam sudah menunjukan pukul 8.45 pagi. Dengan cepat kang Joon beranjak untuk pergi kerja. Setelah selesai mandi dan berganti baju kang Joon langsung berangkat tanpa sarapan. Itulah kebiasaan buruknya jika pagi tidak pernah sarapan. Ponsel milik kang Joon berdering dan saat melihat ponsel ternyata min young.
"Ada apa sekertaris park?"
"Sajangnim ada di mana? Semua sudah menunggu mu untuk rapat"
"Aku dalam perjalanan sebentar lagi sampai"
"Baiklah kalau begitu"
Lalu ponsel di matikan dan kang Joon fokus terus menyetir.
Maaf semakin gak jelas hehehe...
__ADS_1
Jangan lupa follow, vote komen and likenya ok.... 🙏🙏🙏🙏🤗🤗🤗🤗🤗😘😘😘😘