Love Is..

Love Is..
love is part 21


__ADS_3

Toko sepatu.


"Kau cari saja sepatu. Aku duduk disini saja"kata kina dengan nada kesal.


"Kau harus ikut dan memilihkannya untukku. Jika tidak aku akan memberi tahu ahjumma dan ahjussi kau memiliki nilai. Buruk"perintah kyuhyun. Seketika kina teringat akan sesuatu untuk mengancam balik Kyuhyun.


"Katakan saja. Aku juga punya sesuatu untuk fans mu disekolah jika tau kelakuan mu" tolak kina


"Maksudmu apa?" Setelah mengatakan itu kina membuka ponselnya dan memperlihatkan kepada Kyuhyun. Seketika Kyuhyun membulatkan matanya.


"Sebarkan saja. Lagi pula fans ku pasti akan suka dengan fotoku seperti itu hahahahaha" ternyata ekspetasi tidak sesuai kenyataan apa yg di harapkan kina.


"Kau.." seru kina. Lalu Kyuhyun mendekati kina dan hal itu membuatnya mundur kebelakang sampai pada akhirnya terhenti karena tembok. Kyuhyun mulai membungkukan badannya dan mensejajarkan wajahnya dengan meletakan telapak tangannya di tembok.


"Kau.. kau mau apa eoh?" Terlihat kina begitu gugup sekali. Lalu Kyuhyun membisikan sesuatu kepada kina.


"Aku tidak bisa dikalahkan hanya dengan hal seperti itu"setelah mengatakan itu Kyuhyun langsung kembalikan posisi badannya dan pergi berlalu.


"Bisa bisanya dia seperti itu kepadaku"kesal kina sembari mengepalkan tangannya. Lalu Kyuhyun membalikan badannya.


"Untuk apa kau diam disitu? Cepat ikut aku sekarang" ucapan Kyuhyun semakin membuat kina semakin kesal.


"Ne, araseo!" Lalu kina mengekor di belakang Kyuhyun sembari mengumpat kesal.


"Menurutmu mana yang bagus?"


"Inikan sepatu wanita? Untuk apa kau kemari"


"Sudah jangan banyak bicara. Coba lihat menurutmu mana yg bagus.


"Menurutku ini yang bagus"


coba kau pakai" perintah Kyuhyun.


"Kenapa harus aku yang pakai?"tanya kina.


"Sudah jangan banyak bicara" dengan kesal kina menggunakan sepatu itu.


"Ini sudah" kata kina. Lalu Kyuhyun membungkukkan badannya dan memalukan sepatu yang di gunakan kina. Hal itu membuat kina sangat terkejut dan mereka berdua menjadi sorotan orang - orang


"Yak.. apa yang kau lakukan eoh?"


"Tentu saja menalikan sepatu. memangnya apa lagi"


"Aku tahu tapi orang - orang memperhatikan kita"


"Memangnya kenapa? Biarkan saja. Cepat buka sepatunya. Aku yakin seulgi akan menyukainya" seketika Kyuhyun mengatakan itu membuat kina terkejut dan sangat kesal.


"Kau...! Jika ini buat seulgi untuk kenapa kau menyuruh aku yang pakai" langsung saja kina membuka sepatu dan memberikan kepada Kyuhyun dengan rasa amarah. Setalah itu pergi meninggalkan kyuhyun dengan meninggalkan sepatunya yang belum di pakai.


"Yak.. kaki pendek sepatu mu" teriak Kyuhyun. Namun tidak didengar oleh kina. Dengan buru buru kyuhyun membayar sepatu dan berlari mencari kina. Lalu pandangan Kyuhyun terus mencari kina.


"Pergi kemana dia? Kenapa dia semarah itu" kata Kyuhyun. Sementara kina menggerutu kesal. Bagaimana tidak, Kyuhyun mengerjainya hari ini.


"Dasar namja tiang listrik! Seenaknya saja menyuruhku ini itu!" Tandai disadari kina menjadi pandangan orang yang lewat . Merasa di pandangi kina merasa tidak nyaman. Lalu kina memperhatikan dirinya dan ternyata kina meninggalkan sepatunya di toko dan hanya menggunakan kaus kaki.


"Aishhhh pantas saja memperhatikan ku"kata kina. Saat sedang berjalan kina mendengar seseorang memanggilnya. Ketika menoleh ternyata taehyung.


"Nunaaaaa" teriak taehyung.


"Taehyung, kenapa kau bisa ada disini??"tanya kina.


"Aku habis membeli tas nuna"lalu mata taehyung tertuju kepada kaki kina.


"Sepatu mu dimana nuna??"


"Ceritanya panjang. Nanti aku ceritakan eoh, mood ku dalam keadaan tidak baik"


"Baiklah kalau begitu. Kebetulan aku mendapatkan sendal dari hadiah tas yang aku beli, lebih baik nuna gunakan ini saja eoh"


"Gomawo, kau penolong disaat yang tepat"kata kina sembari tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu. Aku antar nuna pulang saja, kau terlihat lelah sekali?"ujar taehyung.


"Begitulah, latihan ku begitu ketat hahaha. Kau jangan lupa menontonku bertanding"jawab kina.


"Tentu saja nuna. Kaja, kita naik motorku"ucap taehyung sembari tersenyum.


"Kau kan belum ada SIM"kata kina penuh rasa cemas.


Tenang saja nuna, aku pakai SIM Hyung ku hahahaha"mendengar jawaban taehyung membuat kina tersenyum


"Kau ini, nanti aku kecelakaan bagaimana?"ucap kina


"Tenang nuna ku. Aku antarakan kau dengan selamat"dengan bangganya taehyung mengatakan itu.


***


SKJ resto.


"Nanti untuk pemotretan kau pakai baju santai saja. Jangan menggunakan setelan jas seperti ini"


"Baiklah kalau begitu"


"Saat aku perhatikan tempatmu sangat begitu bagus dan di khususkan untuk anak muda. Aku yakin hasil jepretan di tanganku akan mendapatkan hasil yang bagus"


"Benarkah??"


"Tentu saja nanti kau lihat saja nanti. Ya sudah kalau begitu aku harus pergi"


"Aku antar"


"Tidak usah, kau kembali saja bekerja"


"Gwenchana, aku masih bisa mengantarmu"


Mau tidak mau pada akhirnya jihee mengiyakan ajakan kangjoon.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu"jawab jihee sembari tersenyum. Sebenarnya dalam hatinya bersorak gembira. Lalu mereka berdua berjalan keluar dan menuju mobil. Tanpa disadari ada yang melihat jihee bersama seorang namja. Setelah jihee masuk kangjoon langsung menjalankan mobilnya menuju tempat jihee kuliah.


"Nanti kau pulang jam berapa?"tanya kangjoon.


"Aku pulang jam 6 karena ada tugas kelompok yang harus aku kerjakan" jawab jihee sembari tersenyum.


"Begitu rupanya"seru kangjoon


"Memangnya kenapa?"tanya jihee


"Aniyo, hanya bertanya saja. Ah, iya kau memiliki Bakan foto dari siapa?" Terlihat kangjoon begitu penasaran.


"Dari mendiang abeoji" ucapan jihee membuat kangjoon terkejut.


"Abeoji mu sudah meninggal?"


"Ne, Abeoji meninggal saat aku sekolah menengah pertama. kebetulan saat itu aku sedang melakukan ujian nasional terakhir dan seonsaengnim langsung memberi tahuku. Abeoji ku meninggalkan karena serangan jantung dan hari itu adalah hari terburuk dalam hidupku"


"Aku turut bersuka cita dan mianhae aku tidak bermaksud membuatmu bersedih"


"Gwenchana, kau tidak perlu merasa tidak enak seperti itu. Bukankah manusia pada akhir ya akan mati? Hanya tidak tahu waktunya kapan. Walau aku tidak memiliki abeoji, tetapi aku memiliki ahjussi tampan di rumah yang begitu baik dan perhatian kepadaku"


"Ahjussi tampan??"terlihat kangjoon mengerutkan keningnya. Jihee yang melihat itu merasa gemas.


"Majikan ku tuan cho. Aku selalu memanggilnya seperti itu sebelum abeoji ku meninggal" kata jihee sembari tersenyum. Tanpa terasa mereka sudah sampai tujuan.


"Kenapa waktu begitu cepat saat bersamamu" jihee yang mendengar itu langsung tersenyum.


"Besok kau masih bertemu dengan ku tenang saja. Ya sudah kalau begitu aku masuk kedalam"kata jihee.


"Ne, kau belajar yang benar eoh" ucap kangjoon.


"Tentu saja"jawab jihee sembari tersenyum dan keluar dari mobil.


"Kenapa setiap jihee tersenyum membuat aku tenang" ujar kangjoon sembari terus memperhatikan jihee pergi.


Sementara di rumah keluarga Cho terlihat kina dan taehyung sudah berada di halam rumah.


"Nuna, kau tinggal disini? Ini rumah atau istana"tanya taehyung yang begitu takjub dengan rumah keluarga Cho.


"Aku juga tidak tahu hahaha. Aku Pun awalnya merasa rumah ini istana"kata kina.


"Memangnya ini rumah siapa nuna?"tanya taehyung.


"Rumah teman sekolahku. Tetapi orang lain tidak ada yang tahu kecuali kau. Aku harap kau jangan mengatakan kepada changwook atau siapa pun. Nanti yang ada nanti jadi masalah karena aku tinggal disini hanya sementara, setelah itu aku kembali kerumah"ujar kina panjang lebar.


"Baiklah Nuna aku tidak akan memberi tahu siapa - siapa. Tapi seharusnya nuna mengatakan yang sebenarnya tinggal dimana"


"Yang kau katakan itu benar tapi ini hanya sementara. Aku tidak ingin kedepannya menjadi masalah. Asal kau tahu yeoja di sekolah ku sangat menyukai si kaki panjang"


"Kaki panjang??"


"Kau ingat namja yang mengajari aku saat di kedai?"


"Oh, Kyuhyun Hyung hahahahaha. Kenapa jauh nuna memanggilnya seperti itu?"


"Hahahaha kau ada ada saja nuna. Ya sudah kalau begitu aku pulang" kata taehyung sembari tersenyum.


"Ne, kau hati hati dijalan. Gomawo sudah mengantarkan aku pulang"kata kina sembari mengacak rambut taehyung. Setelah taehyung pergi kina langsung masuk kedalam. Saat masuk kina terkejut karena ada Ahra disana.


"Eonni, kau mengejutkan aku"kata kina sembari memegangi dadanya.


"Kau di antar siapa?" Tanya Ahra.


"Oh temanku yang bekerja di kedai eonni. Waeyo?"ujar kina.


"Aku pikir dia namja chingumu hehehe" lalu Ahra memperhatikan kina yang menggunakan sendal dan kaus kaki.


"Kau kenapa pakai sendal? Sepatumu di mana?" Seketika kina baru menyadari apa yang dikatakan oleh Ahra.


"Itu... Aku meninggalkannya di toko sepatu. Nanti akan aku ambil besok eonni. Ya sudah kalau begitu, aku ingin istirahat karena sangat lelah sekali hari ini"kata kina.


"Ya sudah kau istirahat. Wajahmu begitu lelah sekali" ujar Ahra sembari tersenyum.


"Ne, eonni"lalu kina pergi menuju kamarnya. Setelah sampai kamar kina membaringkan badannya sembari memejamkan matanya karena begitu lelah hari ini. Sedangkan Ahra kembali kedalam untuk menyelesaikan gambar baju yang akan di buatnya nanti.


******


Rumah keluarga ji


Terlihat Yoona begitu bingung karena changwook membawanya ke sebuah rumah yang tidak Yoona tahu.


"Ini rumah siapa??"tanya Yoona.


"Rumahku. Kajja, masuk kedalam aku masakan kau makanan yang enak"


"Tapi..."


"Aku tidak suka penolakan"


Mau tidak mau Yoona menuruti apa yang dikatakan oleh changwook dan mulai mengekor di belakang. Saat masuk kedalam terlihat sangat sepi yang ada hanya ada 3 pelayan disana.


"Kau selalu seperti ini di rumah??"tanya Yoona.


"Begitulah, karena eomma ku begitu sibuk jadi jarang di rumah"jawab changwook sembari tersenyum.


"Begitu rupanya. Lalu adikmu di mana?"tanya Yoona kembali dan itu membuat changwook terdiam. Yoona yang melihat itu merasa bahwa pertanyaannya membuat tidak nyaman.


"Aku tidak mempunyai adik. Aku anak tunggal. Kau duduk dulu saja dan jika bosan kau boleh berkeliling melihat rumahku, aku ingin ganti baju dulu" lalu changwook pergi ke kamarnya. Sementar Yoona menunggu changwook sembari melihat lihat ruangan yang terdapat beberapa pajangan foto. Mata Yoona tertuju kepada foto changwook yang masih kecil sampai dewasa dan itu membuat Yoona tersenyum senang. Lalu mata Yoona melihat sebuah foto yang tidak asing yang berada disana dengan bertuliskan kecil Hyung dan dongsaeng.


"Bukankah ini kina tapi disebelahnya siapa?" Seketika Yoona terkejut mendengar suara changwook.


"Itu joongki Hyung. Oppanya kina" kata changwook.


"Oh begitu. Pantas saja mirip dengan kina. Ke apa kau menuliskannya Hyung dan dongsaeng??"


"Karena aku anak tunggal dan aku ingin sekali memiliki seorang kakak dan adik" ucap Changwook sembari tersenyum.

__ADS_1


"Lebih baik kau lihat aku memasak" kata changwook


"Baiklah kalau begitu" jawab Yoona.


"Kau ingin makan apa??"tanya changwook.


"Apa saja akan aku makan"ujar Yoona.


"Baiklah kalau begitu" lalu changwook mulai memasak. Entah kenapa Yoona melihatnya semakin terpana. Tanpa terasa changwook selesai memasak.


"Silahkan, menikmati masakan ku"ujar changwook.



"Wah, sepertinya enak"kata Yoona.


"Tentu saja enak dan ini sebagai rasa terimakasih ku karena kau sudah membantu"ujar changwook.


"Aku tulus membantu mu" ucap Yoona.


"Dan aku juga tulus memaksakan ini untuk mu" ucap Changwook. Karena hal itu membuat mereka berdua tertawa.


Semangat di rumah keluarga Cho terdengar suara Kyuhyun yang berteriak


"Nunaaaa.....Nunaaaaa" mendengar itu Ahra langsung terganggu dan langsung datang menghampiri.


"Kau kenapa berteriak??"tanya Ahra.


"Kau tahu jihee nuna memiliki kekasih??"


"Kekasih??"


"Ne, aku melihatnya bersama seorang namja dan masuk kedalam mobil"


"Bisa jadi itu kekasihnya. Lebih baik kita tanya saja kalau jihee pulang"


"Baiklah Nuna"


"Memangnya kau habis dari mana?"


"Aku membeli sepatu untuk seulgi sebagi ulang tahun"


"Kau membeli sepatu dua?"


"Aniyo, satu lagi punya kina yang tertinggal di toko sepatu. Apa kina sudah pulang??"


"Bagaimana bisa??"tanya Ahra.


"Awalnya aku meminta mencoba sepatu ini dan ternyata membuat kina marah" langsung saja Ahra memukul kepala Kyuhyun.


"Sakit nuna"ringis Kyuhyun.


"Bagaimana kina tidak marah. Aku melihatnya dengan wajah lelah dan kau menyuruh mencoba sepatu untuk orang lain. Itu sama halnya membuang waktu. Jika ingin membeli hadiah kau beli saja sendiri"ucap Ahra panjang lebar.


"Akukan hanya meminta tolong nuna"kata Kyuhyun.


"Tapi kau lihat dulu keadaannya"omel Ahra.


"Lalu kina dimana??"tanya Kyuhyun.


"Ada di kamarnya. Mungkin sekarang sedang tertidur, kau lihat saja sana"ujar Ahra dengan nada yang masih kesal


"Ya sudah, aku ke kamarnya sekarang"kata Kyuhyun.


"Jangan hanya ke kamarnya tapi kau minta maaf" perintah Ahra.


"Ne, nuna"jawab Kyuhyun. Lalu Kyuhyun pergi kekamar kina yang berada disamping kamarnya dan Kyuhyun mulai mengetuk pintu. Namun tidak ada jawaban dan langsung saja Kyuhyun masuk dan melihat kina. Saat masuk kedalam kamar, ternyata kina tertidur dengan keadaan gelisah dan itu membuat Kyuhyun kebingungan.


"Kaki pendek wae.. kaki pendek"


"Oppa... Oppa.... Jangan tinggalkan aku"


"Kina... Kinaaaa"lalu Kyuhyun menepuk pipi kina. Seketika kina langsung memeluk Kyuhyun tanpa disadari.


"Oppa... Hiks... Oppaaa.... Bogosipeo"ucap kina dalam tangisnya. Kyuhyun yang melihat itu tidak tega dan langsung menenangkan kina.


"Jangan menangis. Oppa mu pasti bahagia disana eoh" ucap Kyuhyun sembari menepuk pundak kina. Sementara soomi yang melihat itu ikut menangis dan ingin rasanya memeluk Kyuhyun tapi sudah di alam yang berbeda sekarang.


"Oppa bogosipeo"ucap soomi sembari menangis.


Melihat kina sudah merasa tenang Kyuhyun langsung mengusap air mata kina. Entah kenapa melihat kina menangis selalu membuat Kyuhyun merasa sakit.


"Kau terlihat jelek saat menangis"kata Kyuhyun.


"Kau... Hiksss... Ada apa hikss kekamar ku??"tanya kina yang masih terisak. Lalu Kyuhyun mengusap air mata kina kembali.


"Mianhae, sudah membuatmu kesal sampai kau meninggalkan sepatu mu"kata Kyuhyun


"Gwenchana hikss. Aku hanya hikss merasa lelah saja barusan hiikss dan kesal kepadamu"air mata kina kembali mengalir dan Kyuhyun lagi - lagi menghapus air mata kina.


"Apa kau merindukan oppa mu??"tanya Kyuhyun.


"Ne, sangat merindukan oppa ku. Kau beruntung masih bisa bersama ahra nuna dan belum terpisahkan seperti ku" jawab kina.


"Aku juga sama halnya denganmu. Aku kehilangan seorang adik. Lebih tepatnya adik angkat ku soomi"ucap Kyuhyun. Merasa namanya disebut membuat soomi tersenyum.


"Soomi, dia adik ku yang paling aku sayangi sebelum meninggal karena sakit kangker. Adikku pernah mengalami kecelakaan saat akan datang ke ulangtahun ku dan aku bersyukur ada yang menolongnya saat itu tapi aku tidak tahu siapa yang menolongnya. Jika aku bertemu dengannya aku sangat berterima kasih. Walau pada akhirnya Tuhan mengambil adik ku dengan cara lain"kata Kyuhyun dengan wajah sedih.


"Dan aku sangat merindukannya"ujar Kyuhyun. Soomi yang mendengar itu menangis dan merasakan hal yang sama. Begitu juga dengan kina, bagaimana rasa ditinggal oleh orang yang kita sayangi itu sangat berat. Tanpa disadari oleh mereka berdua Ahra yang melihat itu di balik pintu ikut menangis. Tiba tiba sosok soomi menghilang saat Kyuhyun mengatakan merindukannya.


"Soomi"lirih Ahra dengan air mata yang mengalir dan berjalan menuju kamarnya.


"Kenapa aku selalu ketahuan menangis oleh mu"ucap kina.


"Aku juga tidak tahu. Yang pasti kau sangat jelek saat menangis. Aku lebih suka kau marah - marah" ucapan Kyuhyun membuat kina terdiam karena baru melihat Kyuhyun tersenyum begitu dengan tulus.


Mianhae.... Dengan cerita yang masih membosankan

__ADS_1


__ADS_2