Love Is..

Love Is..
love is part 30


__ADS_3

Tempat lapangan bulutangkis


"Baiklah, kali ini aku akan menguji para junior untuk menantang kina dan changwook. Anggap saja, sebagai latihan dan tolak ukur kalian dalam bertanding. Jika kalian bisa mengalahkan mereka berdua aku akan beri hadiah. Bagi yang bersedia angkat tangannya"kata pelatih Kim.


"Aku pelatih"ucap daehan dan minseok bersamaan.


"Ya sudah kita mulai pertandingannya. Kina dan changwook, apa kalian sudah siap?"


"Ne,pelatih Kim"jawab mereka bersamaan.


"Mohon bantuannya Sunbae"kata daehan.


"Ne, tentu saja"jawab changwook sembari tersenyum. Sebelum memulai pertandingan kina dan changwook berdoa.


"Apa kau sudah siap?"tanya Changwook.


"Tentu saja"kata kina. Lalu mereka mulai bertanding dan sedari tadi Kyuhyun memperhatikan kina yang terus bermain penuh dengan semangat. Setiap gerakan yang dilakukan kina membuat Kyuhyun tidak lepaskan pandangannya sembari mengekpresikannya. Diana yang melihat itu hanya mampu tertawa.


"Ah.... Kenapa tidak masuk"kata Kyuhyun.


"Aigo... Kau ini lucu sekali Samapi berekspresi seperti itu"ucap sina.


"Ah benarkah? Karena aku baru melihatnya jadi aku terbawa suasana. ternyata permainannya sangat menarik sekali"kata Kyuhyun.


"Memangnya kau belum pernah melihat kina bermain?


"Belum pernah. Hanya melihat latihan biasa saja"


"Aku hampir sering menonton dan hal itu karena kina. Dari sekolah dasar dia senang sekali bermain bulutangkis"


"Pantas saja kalau begitu"


"Kau tau kina dan changwook di juluki apa?"


"Tidak tahu. Mereka memang mereka di juluki apa?"


"Tangan petir"


"Tangan petir hahahaha kau serius?"


"Tentu saja. Karena setiap memukul, meraka suka menyambar dan secara tiba - tiba sampai pada akhirnya semua lawannya kesulitan"


Tidak lama dari apa yang dikatakan. Kina melakukannya, yang disebut tangan petir dan itu sangat keras. Hal itu membuat Kyuhyun terdiam. Bagaimana kina bisa melakukannya begitu cepat.


"Wah Daebak. Apa kau lihat tadi kina memukul eoh?"ucap Kyuhyun antusias sekali.


"Tentu saja aku lihat"jawab Sina sembari tersenyum.


Terasa ponsel milik Kyuhyun bergetar dan langsung saja diangkat tanpa melihat layar ponselnya.


"Kau dimana?"


"Aku sedang melihat kina sedang berlatih. Kau kemari Saja eoh"


"Ya..." Belum selesai bicara, Kyuhyun sudah mematikan ponselnya dan itu membuat Changmin sedikit kesal.


"Aigo.... Charger laptop seulgi yang memberi sekarang mematikan ponsel begitu saja"kata changmin.


"Kau kenapa?"tanya Yoona.


"Kyuhyun, mematikan ponselnya sebelum aku selesai bicara"jawab Changmin.


"Oh aku pikir apa"


"Apa kau mau ikut dengan ku?"


"Kemana?"


"Melihat kina latihan"


"Baiklah, aku ikut"


*****


Taman hiburan.


Jihee,kang joon, Myung soo dan Sora akan menaiki wahana yang menantang gyro drop dimana setiap wahana hanya di isi oleh 40 orang saja. Kang joon yang melihat itu mulai merasa pusing dan mual. Memang dasarnya kang joon tidak suka dengan Permainan seperti itu.


"Sebentar lagi kita akan masuk"ujar Myung Soo yang senang.


"Kau benar soo-ya"ujar jihee penuh dengan semangat.


"Siapa saja tolong aku" kata kang joon dalam hati. Tiba tiba ponsel milik kang joon berdering dan saat melihat ternyata sekretarisnya Park min young.


"Ada apa sekertaris park?"


"Apa sajangmim bisa datang menemui CEO seo sekarang? Dia ingin sajangnim yang hadir"


"Baiklah" lalu kang joon memasukan ponselnya kedalam saku.


"Seperti aku tidak bisa ikut"kata kang joon.


"Memangnya ada apa?"tanya jihee.


"Ada urusan pekerjaan. Sekertaris ku baru saja menghubungi. Mianhae, aku harus pergi sekarang" ucap kang joon yang merasa tidak enak dengan jihee. Karena kang joon yang mengajaknya.


"Gwenchana, ya sudah kau pergi saja"ucap jihee.


"Ya sudah, Samapai jumpa lagi semuanya"lalu kang joon jalan terburu buru menuju keluar wahana. Sementara jihee, merasa sedikit kecewa kang joon pergi.


"Ayokk, kita masuk"lalu Myung Soo sedikit mendorong jihee untuk segera main dan itu membuatnya sedikit terkejut. Laku mereka mulai naik dengan permainan tersebut. Semua teriakan tidak terhindar lagi dan tanpa disadari permainan telah selesai.


"Bagaimana dengan permainannya?"tanya Myung Soo.


"Cukup menantang"jawab Sora.


"Biasa saja hahahaha"tambah jihee sembari tersenyum senang.


"Kau ini benar benar tidak ada takutnya"kata Myung Soo.


"Untuk apa takut. Takut itu kepada Tuhan bukan dengan permainan seperti ini"


"Ne, araseo. Ah iya, bagaimana kita naik yang lain lagi?"kata jihee.


"Baiklah. Sora, jika kau merasa mual beri tahu aku eoh"ujar Myung Soo.

__ADS_1


"Ne, Myung Soo. Kau tidak perlu mencemaskan aku"jawab Sora sembari tersenyum. Melihat Myung Soo seperti itu membuat jihee merasa aneh.


"Setelah ini kita naik apa?"tanya Myung Soo.


"Bagaimana kalau main ayunan kincir"ujar jihee. Memang jihee tida ada takutnya sama sekali untuk menantang keberaniannya.


Mendengar ajakan jihee membuat Sora bertanya kepada Myung Soo.


"Temanmu tidak ada takutnya sama sekali"


"Dia itu wanita yang tangguh"


"Pantas saja"


Mendengar jihee berteriak membuat keduanya menoleh dan berjalan mendekati jihee yang sudah terlebih di wahana tersebut.


"Sora-sii, apa kau masih kuat untuk naik wahana seperti ini lagi"


"Tenang saja aku masih kuat"


"Syukurlah kalau masih kuat"


"Aku tidak menyangka kalian sangat tangguh sekali hahahaha"


"Memang seharusnya wanita tangguh agar tidak gampang tertindas hahahaha"


Drrttttt.... drrrttttt.... drrrttttt...


Ponsel milik Sora berdering dan saat melihat layar ternyata appanya dan langsung saja Sora menjawabnya. Sementara kang joon melesat menuju tempat bertemu CEO seo yang merupakan appa dari kang joon. Setelah sampai, langsung masuk kedalam restoran yang sudah disiapkan.


"Akhirnya kau datang juga" ucap tuan seo dengan raut wajah senang. Lalu kangjoon memberi hormati tidak hanya kepada orang tuanya tetapi semua yang ada di sana dan langsung saja kangjoon duduk.


"Putra mu tampan sekali"


"Siapa dulu appanya hahahaha. Ah iya, dimana anak mu sekarang?"


"Putriku sedang dalam perjalanan"


"Aku dengar bisnis kang joon sangat sukses sekali"


"Begitulah anak ku selalu bekerja keras"


"Pantas saja dan itu sangat terlihat. Bagaimana menunggu Putri ku datang, kita makan terlebih dahulu"


"Baiklah kalau begitu"


*****


Toko B.T.S


"Wah toko ini lumayan besar ya" seru Jimin.


"Tentu saja. Tidak hanya besar tapi apa yang kita cari untuk kebutuhan sekolah selalu ada" ujar seulgi sembari tersenyum.


"Kau benar"


"Jihyun tidak ikut?"


"Kebetulan jihyun pergi bersama eomma jadi tidak ikut"


"Pergi membeli mainan dari kemarin merengek dan itu membuat semua orang pusing. Ah iya, kau ada apa ke sekolah tadi"


"Aku ikut bersama Kyuhyun oppa"


"Apa kau begitu dekat dengan sunbaenim?"tanya jimin.


"Kyuhyun oppa sudah aku anggap sebagai oppa ku tidak hanya dia tapi Changmin oppa pun begitu. Aku kenal mereka sejak aku dari kecil. Orang tua kami selalu membawa kami jika ada urusan pekerjaan dan kami juga jadi akrab sampai sekarang"jawab seulgi sembari tersenyum dan mengingat masa itu.


"Oh begitu rupanya"kata Jimin.


"Kau sendiri kenapa ke ruang administrasi? Bukankah hari Minggu libur"tanya seulgi.


"Kebetulan administrasi sekolah sedang melakukan pengecekan ulang jadi aku disuruh datang sekarang. Ah iya, untuk dance nanti kita latihan dimana?" Ujar jimin.


"Begitu rupanya. Bagaimana kalau di tempat biasa aku latihan Saja" ucap seulgi sembari mengusulkan tempat.


"Memangnya kau bisanya dimana?"tanya jimin.


"Si studio dance milik ku"kata seulgi. Terlihat Jimin begitu terkejut.


"Kau punya studio untuk dance?" Ujar jimin


"Ne, aku minta appa untuk membeli studio kecil saja untuk ku latihan"


"Kau sendirian jika berlatih?"


"Tidak juga. Terkadang tim dance sekolah juga berlatih disana"


"Baiklah kita latihan disana. Sebelum pulang apa kau mau makan siang dulu?"


"Kebetulan aku juga lapar"


"Baiklah kita bayar dulu"


Lalu mereka berdua pergi ke kasir untuk membayar yang sudah di beli. Setelah beres membayar, mereka berdua pergi mencari makan. Saat akan mencari makan Jimin melihat sepeda jalan begitu cepat dan membuatnya langsung menarik tangan seulgi dan m


"Yak! Bawa sepeda yang benar"teriak jimin. Melihat jimin marah seperti itu membuat seulgi begitu terkejut. Setelah marah Jimin langsung bertanya kepada seulgi keadaanya.


"Gwenchana? Apa kau terkejut eoh" terlihat Jimin begitu mencemaskan seulgi.


"Gwenchana. Sedikit terkejut saja" kata seulgi sembari tersenyum.


"Mianhae, aku tidak bermaksud mengejutkan mu" ujar jimin.


"Ne, lagi pula aku tidak ada yang terluka. Ya sudah sekarang kita cari makan eoh"


"Baiklah kalau begitu. Sekali lagi aku minta maaf"


Lalu mereka melanjutkan perjalanan mencari makan. Akan tetapi seulgi tergoda dengan jajanan di pinggir jalan yang tersedia salah satunya tteokbokki, odeng,bugeoppang dan yang lainnya.


"Jimin tunggi sebentar. Aku ingin membeli ini"kata seulgi.


"Memangnya itu apa?"pertanyaaan Jimin membuat seulgi terkejut.


"Kau tidak tahu ini apa? Ini namanya Odeng. Memangnya kau belum pernah makan?"

__ADS_1


"Aku belum pernah karena di Inggris aku tidak melihat ini di sana"


"Ah iya, aku lupa kau lama di Inggris hehehe. Ya sudah kau coba saja ini"lalu seulgi memberikan Odeng itu dengan rasa ragu menerima dan memakannya. Setelah masuk kedalam mulut membuat Jimin tidak menyangka rasanya akan seenak ini.


"Bagaimana rasanya ? Apa menurutmu ini enak?"terlihat seulgi begitu penasaran dengan pendapat Jimin.


"Eummmm ini sangat enak. Wah, aku sangat terkejut sekali dan ini sangat luar biasa"Jimin langsung mengambil Odeng itu kembali dan memasukannya kedalam mulutnya.


"Syukurlah kalau kau sangat menikmatinya" ujar seulgi senang. Setalah mengatakan itu seulgi langsung memesan menu yang lainnya kepada ahjumma yang menjual makanan.


"Apa kalian masih sekolah?"tanya ahjumma tersebut.


"Ne, ahjumma kami masih sekolah"jawab seulgi.


Lapangan bulutangkis


Sementara di lapangan terlihat Changmin dan Yoona sudah datang. Lalu mata chamgmin mencari Kyuhyun tetapi saat sudah menemukannya, merasa terkejut karena ada Sina disana.


"Itu Kyuhyun bersama Sina disana"kata Yoona. Lalu Changmin mengikuti Yoona datang menghampiri mereka berdua.


"Sina kau ada disini?"


"Ne, aku ikut dengan changwook dan ingin melihatnya latihan bersama kina"


"Begitu rupanya"


"Kyuhyun-ah, dimana seulgi?"tanya Changmin.


"Pergi bersama temannya, Jimin untuk membeli beberapa bahan untuk tugas"jawab Kyuhyun.


"Wah, apa itu permainan yang dilakukan oleh kina dan changwook. Mereka begitu cepat dan gesit sekali"kata Yoona.


"Benar apa yang kau katakan. Mereka berdua itu sangat hebat sekali. Aku yakin changwook dan kina akan mengalahkan sekolah ku" ucap Sina penuh kebanggaan.


"Walau berbeda sekolah. Kau selalu mendukung mereka. Aku bangga kepadamu"kata Yoona.


"Karena menurut ku persahabatan di atas segalanya tidak ada yang lebih dari itu. Mereka berdua adalah keluarga kedua bagiku" jawab sina. Changmin yang mendengar itu hanya terdiam.


"Kau sangat benar sekali. Aku salut dengan persahabatan kalian yang begitu kuat"puji Yoona. Lalu mata Yoona melihat gelang yang ada di tangan Sina.


"Gelang apa itu? Apa gelang persahabatan?"


"Bukan, ini hadiah dari seseorang saat aku ulang tahun" ucap Sina sembari tersenyum terpaksa karena mengingat hal itu membuatnya sangat sedih. Changmin yang menyadari gelang yang dikatakan Sina membuatnya teringat akan beberpa waktu yang lalu.


"Bukankah gelang itu yang tertinggal dirumah ku?"ucap Changmin dalam hati. Melihat Changmin terdiam membuat Kyuhyun menatap bingung dan langsung saja menepuk pundaknya.


"Kau kenapa?"tanya Kyuhyun.


"Memangnya aku kenapa?"kata chamgmin.


"Kau melamun. Apa kau terkesima dengan penampilan kina?"seketika Changmin terkejut mendengar ucapan Kyuhyun.


"Siapa yang tidak terkesima. Permainan kina sangat bagus. Apa ada masalah jika aku berkata seperti itu?"bohong Changmin agar Kyuhyun tidak bertanya lagi.


"Tidak ada masalah" ucap Kyuhyun.


"Untuk Apa dia terkesima dengan kina"ucap kesal Kyuhyun dalam hati. Terdengar suara riuh di lapangan begitu ramai melihat permainan pasangan yang sedang bertanding. Sampai pada akhirnya changwook memukul keras kelawan dan membuat Meraka berdua menang. Kyuhyun, Changmin,Yoona dan Sina turun dari bangku penonton dan menghampiri. Sementara kina dan changwook berpelukan untuk mengekspresikan kebahagian lalu berjalan mendekati daehan dam minseok untuk berjabat tangan.


"Kalian luar biasa sekali"kata kina.


"Perkembangan kalian juga pesat"tambah changwook.


"Tapi tidak sehebat sunbaenim"kata minseok.


"Kata siapa? Bahakan kalian bisa melebihi kami"ujar changwook kembali. Lalu perlatih Kim menghampiri mereka untuk memberikan selamat.


"Permainan yang sangat luar biasa. Aku bangga dengan kalian"kata pelatih Kim.


"Kami tidak akan sehebat ini tanpa pelatih Kim"kata kina sembari tersenyum.


"Kau ini berlebihan. Kalian hebat karena usaha kerja keras kalian dan aku hanya membantu saja dan aku yakin daehan dan minseok akan jadi penerus kalian berdua"ujar pelatih Kim.


"Pelatih Kim berlebihan"kata daehan.


"Benar apa yang dikatakan pelatih. Kalian akan menjadi penerus kita dan Bahakan kemampuan mu akan lebih di atas rata rata"ucapan kina membuat daehan dan minseok senang.


"Sunbaenim bisa saja"kata minseok sembari tersenyum senang. Bagaimana tidak bisa di puji oleh sang idola.


"Kalian harus ingat, jangan hanya di tanamkan ingin jadi pemenang saja tapi tanamkan jiwa tulus dalam hati kalian jika melakukan sesuatu eoh"petuah dari kina sembari merangkul daehan. Hal itu membuat daehan senang karena kina adalah tipe wanitanya.


"Ne, sunbaenim"jawab mereka beesamaan penuh semangat.


"Ya sudah kalian kembali istirahat eoh"ucap pelatih Kim.


"Ne, pelatih"jawab mereka bersamaan. Terdengar suara Sina memanggil kina dan changwook. Setelah itu langsung memeluk sahabatnya penuh dengan kebahagiaan.


"Kalian luar biasa"kata Sina


"Itu sudah pasti"jawab changwook dengan bangga. Lalu changwook menaruh tangannya di bahu Sina. Kina yang melihat ada Changmin dan Yoona merasa terkejut.


"O, kalian disini?"tanya kina.


"Ne, habis rapat kami kemari" jawab Yoona.


"Itu semua karena Kyuhyun"kata Chamgmin.


"Aku kan hanya menyuruh bukannya untuk ikut melihat"


"Terserah kau saja"


"Memang benar"


"Tidak"


"Kenapa kalian jadi bertengkar"kata changwook yang tidak habis pikir.


"Dari pada bertengkar lebih baik kita nanti cari makan saja eoh. Biar aku yang bayar nanti"ajak changwook. Mendengar hal itu membuat kina merasa senang.


"Wah, makan enak ini hahahaha" ucap kina dengan senang.


"Aigoo... Mendengar di terakhir matamu berbinar"kata Kyuhyun.


"Memangnya kenapa. Lagi pula itu uang changwook bukan uang mu"ujar kina. Kyuhyun mendengar itu hanya mendengus kesal.


Maaf semakin hari semakin aneh aja ceritanya hehehehe

__ADS_1


__ADS_2