
Terlihat mobil changwook sudah sampai didepan rumah yoona. Tanpa disadari oleh mereka berdua, oppanya yoona sedang memperhatikan mereka yang bernama im jaehyun.
"Kamsahamnida untuk hari ini"ucap yoona sembari tersenyum.
"Seharusnya aku yang mengucapkan terima kasih itu aku. Karena kau sudah membantuku memilihkan hadiah" kata changwook dengan tulus.
"Ya, sudah kalau begitu kau masuk kedalam. Angin malam sangat tidak baik"
"Ne, kalau begitu aku masuk kedalam dan kau hati - hati di jalan"
"Ne, kalau begitu aku pulang dan sampai jumpa"
Lalu changwook pergi dari hadapan yoona. Setelah changwook pergi, yoona langsung masuk kedalam dan tiba - tiba di kejutkan oleh oppanya.
"Astaga!! Kya oppa mengapa mengejutkanku eoh"
"Siapa yang mengejutkanmu. Kau saja yang terlalu senang hari ini"
"Apa maksudmu oppa? Aku tidak mengerti"
"Aigooo... kau ini. Ayo ceritakan apa yang terjadi kau dan changwook hari ini? Apa kalian berkencan eoh hari ini?
"Mwoo?? Siapa yang berkencan oppa. aku tidak senagaja bertemunya hari ini. Sudahlah aku lelah dan ingin beristirahat" setelah mengatakan itu yoona memilih pergi karena merasa lelah hari ini.
"Yak! Mengapa kau pergi. Oppa belum selesai bicara. Sementara Yoona berjalan kedalam rumahnya penuh kebahagiaan. Itu sangat terpancar dari wajahnya yang cantik . Saat sudah dikamar yoona langsung merebahkan badannya di ranjang.
"Aku tidak menyangka bisa bersamanya hari ini" ucap yoona sembari tersenyum. Sedangkan di kediaman rumah keluarga shim. Terlihat kina, sina dan kyuhyun sedang mengendong changmin di punggungnya karena pingsan. Pelayan kim yang melihat itu langsung menghampiri karena terkejut melihat tuan mudanya tidak sadarkan diri.
"Tuan kyuhyun ada apa dengan tuan muda" terlihat raut kecemasan dari wajah kim ahjumma.
"Changmin tadi terkejut melihat kecoa terbang ahjumma. Jadi pingsan seperti ini dan ahjumma tidak perlu cemas" ucapan kyuhyun membuat pelayan kim mengerutkan keningnya.
"Ya sudah kalau begitu ahjuma bawa air putih untuk changmin"
"Ne, tua muda" lalu pelayan kim pergi kedapur. Sementar kyuhyun naik kelantai atas untuk merebahkan badan changmin di kasurnya.
"Aigo... Berat sekali anak ini" kata kyuhyun sembari mengatur nafasnya karena kelelahan.
"Apa changmin akan baik - baik saja?"Ucap kina dengan rasa cemas.
"Aku yakin changmin akan baik dan segera sadar" kata sina.
Terdengar suara pintu terbuka dan disana sudah ada pelayan kim .membawa minum dan makan untuk tuan mudanya. Tidak lama dari situ changmin sudah mulai sadarkan diri dan membuat kina langsung membantu changmin untuk duduk.
"Changmin, gwenchana?
"Ne, Gwwnchana"
"Apa kau butuh minum?
Tanpa persetujuan changmin langsung saja kina mengambil air minum dan memberikannya.
"Kamsahamnida" kata changmin sembari tersenyum.
"Mianhae..." terlihat wajah menyesal dari wajah kina.
"Gwenchana" jawab changmin srmbari tersenyum.
"Tuan muda, apa ada lagi yang tuan muda butuhkan?" tanya pelayan kim.
"Tidak ada. Ahjuma bisa kembali bekerja" ujuar changmin sembari tersenyum.
"Baiklah tuan muda" lalu pelayan kim pergi meninggalkan mereka.
"Apa kau sudah merada baik?" tanya kyuhyun.
"Ne, sudah merasa baik" kata changmin.
"Changmin, sungguh aku minta maaf. bukan maksudku membuatmu pingsan seperti Ini" terlihat raut wajah penyesalan dari kina. Melihat itu changmin hanya tersenyum.
"Kau tidak perlu meminta maaf. Aku tau, kau tidak bermaksud seperti itu dan kau tidak perlu merasa bersalah" ujar changmin sembari menggenggam tangan kina. Kyuhyun yang melihat langsung merasa tidak nyaman dalam hatinya.
"Tapi..." belum selesai bicara ucapan kina di potong oleh changmin. Sembari meletakan jarinya di mulutkina. Hal itu membuat kyuhyun membulatkan matanya.
"Aku tidak ingin mendengar apapun. Yang terpenting sekarang kau pulang dan istirahat, aku sudah merasa lebih baik"
"Aku tidak mau. Karena ini salahku" kata kina.
"Apa kau tuli eoh? Apa yang dikatakan changmin kepadamu. Lagi pula disini banyak pelayan yang menemani changmin" kesal kyuhyun. Kina yang mendengar itu hanya mendengus kesal.
"Benar apa yang dikatakan kyuhyun kina" ucap sina.
"Ya sudah kalau begitu. Aku minta bantuanmu sina untuk menjaganya" seketika sina membulatkan mata begitu juga dengan changmin apa yang dikatakan kina
"Mwo?? A.. Aaku" ucap sina.
"Ya sudah kalau begitu kami pulang" langsung saja kyuhyun menarik tangan kina untuk pulang mengikuti langkah kyuhyun. Hal itu membuat kina terkejut.
"Changmin... Sina..... Sampai jumpa nanti" ucap kina sembari melambaikan tangan. Suasan mulai canggung antara mereka berdua.
"Apa kau hanya ingin berdiam diri disitu? " tanya changmin.
"Ye?... A.. Aanniii. Aku hanya bingung harus melakukan apa" jawab sina sedikit gugup.
Sementara didepan rumah changmin terlihat kina kesal karena genggaman tangan kyuhyun tidak dilepas. Sampai pada akhirnya kyuhyun melepaskannya dan menyuruh kina masuk kedalam mobil.
"Masuk cepat" perintah kyuhyun. Mau tidak mau kina menurutinya. Saat akan menyalakan mobil kyuhyun melihat tidak memakai sabuk pengaman. Lalu kyuhyun mulai mendekati kina. Hal itu membuat kina terkejut dan gugup sampai jantungnya berdetak lebih cepat karena wajah kyuhyun begitu dekat dengan kina dan sampai membuat wajanya memerah. Selama perjalanan mereka hanya terdiam karena mereka sibuk dengan pemikirannya masing - masing. Sampai terdengar suara ponsel kina berdering dan membuat kina tersadar dan saat melihat layar ponsel ternyata changwook.
"Oh, changi. Ada apa? "
__ADS_1
"Besok aku menjemputmu dimana?"
"Dikedai saja changi.
"Baiklah aku jemput kau jam 11. Sampai jumpa besok eoh. Love you"
"Ne, changi. Love you too"
Mendengar percakapan mereka berdua membuat kyuhyun entah merasa kesal. Itu terlihat dari tangannya mengepal stir mobil dan rahangnya mengeras dengan sorot mata yang tajam. Kina yang tidak sengaja melihat itu hanya terdiam karena tidak tau apa yang membuat kyuhyun seperti itu. Sesampainya dirumah kyuhyun keluar dari mobil dengan menutupnya sangat kencang. Membuat kina dan beberapa pelayan terkejut. Terlihat dari salah satu pelayan sedang menghampiri kina siapa lagi kalau bukan choi jihee yang merupakan anak dari pelayan choi.
"Ada apa dengan game boy" tanya jihee dan itu membuat kina terkejut.
"Game boy?" seru kina.
"Maksudku kyuhyun. Ada apa dengannya. Ah iya perkenalkan namaku choi jihee anak dari pelayan choi ?" ucap jihee.
"Aku song kina. Aku juga tidak tahu kyuhyun kenapa" ucap kina.
"Aku pikir kau kekasihnya. Aku baru melihatnya kesal seperti itu lagi. Saat masih dia kecil dulu, kyuhyun pernah kesal karena di acuhkan oleh wanita yang dia sukai. Kyuhyun sendiri sudah aku anggap seperti adikku sendiri jadi kurang lebih aku tahu dia seperti apa. Dari luar dia terlihat acuh terhadap orang lain namun sebenarnya dia tidak seperti itu. Ah mianhae sepertinya aku terlalu banyak bicara" kata jihee sembari tersenyum.
"Gwenchanayo. Ah iya, apa aku boleh memanggilmu eonni. Aku merasa tidak sopan memanggilmu pelayan jihee"
"Baiklah terserah kau saja. Ah iya, kau benar - benar bukan kekasihnya kyuhyun?"
"Ne eonni. Aku hanya teman sekelasnya saja. Memangnya ada apa? "
"Aku pikir kau kekasihnya karena kyuhyun waktu itu pernah menggendongmu. Ketika kau tertidur dan disitu juga ada lee ahjussi. Saat aku kembali mengantar tamu tuan cho" seketika ucapan jihee membuat kina membulatkan matanya. Seakan yang dikatakan jihee adalah kebohongan.
"Mwo? Kyuhyun. Eonni tidak salah lihat? Mungkin yang menggendongku lee ahjussi"
"Aku tidak salah lihat, Karena sangat jelas didepan mataku"
"Mwo?"
"Jika tidak percaya nantin kauntanyakan saja pada lee ahjussi. Ya sudah kalau begitu aku kembali memeriksa ruangan yang lain" ucap jihee sembari tersenyum.
"N....nnneeee eonni" lalu kina berjalan sangat lemas karena mendengar fakta dari jihee. Kina pikir yang membawanya saat tertidur adalah lee ahjussi dan ternyata bukan. Sementara dikamar, kyuhyun merasa kesal sampai sampai bantal dan guling menjadi sasarannya.
"Hahhhh!!! Kenapa aku merasa kesal seperti ini" ucap kyuhyun sembari mengacak ngacak rambutnya. Terdengar ketukan pintu dan itu membuat kyuhyun semakin kesal. Dengan cepat kyuhyun membuka pintu tanpa melihat siapa yang ada dihadapannya.
"Ada apa!" kesal kyuhyun.
"Kau kenapa kesal kepadaku" Seketika kyuhyun terkejut yang ada dihadapannya ternyata ahra. Bukannya menjawab kyuhyun mengalihkan pembicaraan.
"Ada apa nuna kekamarku dan tidak biasanya nuna mengetuk pintu"
"Aku hanya ingin meminjam kameramu. Kameraku belum selesai diperbaiki"
"Ya sudah, aku ambil kameraku dulu"
"Nuna tunggu ditempat jahit eoh"
Setelah ahra langsung pergi dari kamar kyuhyun dan menuju lantai bawah untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya yang belum selesai. Saat ahra akan menuju ruangan jahit, matanya melihat kina yang sedikit tidak bersemangat dan dengan inisiatif sendiri menghampiri kina.
"Ada apa dengan mu? "
"Gwenchanayo eonni. Aku hanya merasa sedikit lelah saja"
"Apa kau baru pulang sekolah?"
"Aniyo eonni. Aku baru dari rumah changmin. Ya sudah kalau begitu aku ke kamar dulu"
"Baiklah kalau begitu" ucap ahra dan langsung saja kina pergi kelantai atas menuju kamarnya, berpapasan dengan kyuhyun dan saling tatap. Namun saat kina ingin berbicara kyuhyun terlebih dahulu pergi. Hal itu membuat kina mengurungkan niatnya dan lebih memilih memgistirahatakan badannya. Sementara kyuhyun berjalan menuju ruangan ahra untuk memberikan kameranya.
Ckrekkkk...
"Nuna, ini kameranya" lalu Kyuhyun menghampiri Ahra.
"gomawa"jawab ahra.
**********
Kediaman keluarga Cho.
Terlihat kina sedang terburu-buru menuju pintu keluar sembari membawa jinjingan di tangannya. Jihee yang melihat itu, langsung menghampiri kina saat menggunakan sepatu.
"Kau terlihat terburu buru sekali" ucap jihee yang membuat kina terkejutnya
"Eonni mengejutkanku. Aku sudah ada janji dengan temenku hari ini. Ya sudah kalau begitu aku pergi eonni" ucap kina sembari tersenyum dan berlari sangat kencang. Lalu jihee pergi menuju meja makan dan disana sudah ada Kyuhyun dan ahra sedang makan.
"Good morning" teriak jihee. Hal itu membuat Kyuhyun dan ahra terkejut
"Ahra , suaramu nyaring sekali" ucap ahra sembari menutup telinganya.
"Nuna, kapan kau kembali?"tanya kyuhyun.
"Semalam aku kembali. Wae? Apa kau. Merindukanku eoh? "
"Siapa yang merindukan nuna. Aku hanya bertanya saja dan mana oleh oleh yang kau janjikan untukku? "
"Dasar kau ini. Sudah aku taruh di kamarmu"
"Nunaku memang baik hati" ucap kyuhyun sembari tersenyum.
"Kau ini selalu memanjakannya jihee dari kecil sampai sekarang" kata ahra.
"Kyuhyun sudah ku anggap bukan orang lain tapi adikku" jawab jihee sembari tersenyum.
"Ah iya, apa kau sudah bertemu dengan kina. Teman appa dan eomma? "Tanya ahra.
__ADS_1
"Sudah, saat aku pergi kemarin dan aku baru sempat berkenalan semalam dan aku juga bertemu dengannya"
"Lalu dimana kina. Bukannya ikut sarapan? "
"Dia mengatakan kepadaku pergi dan tadi juga kina sangat terburu Buru. Lalu aku melihat kina membawa jinjingan yang cukup besar"
"Pergi kemana? Jinjingan?"
"Entahlah, aku rasa menemui kekasihnya" ucapan jihee membuat kyuhyun tersedak dan langsung saja meminum air putih.
Diperjalanan terlihat kina turun dari bis lalu berlari menuju kedainya sebelum changmin datang. Tidak lama kina sudah sampai di kedai. Tanpa basa basi langsung menghampiri kedua orang tuanya.
"Eommaaa.... Appppaaaaaa..... " teriak kina dan hal itu membuat beberapa pelanggan memperhatikan kina. Dengan cepat tuan song datang menghampiri kina sembari membungkuk memohon maaf kepada pelanggan.
"Apa harus berteriak memanggil appa dan eomma eoh? " ucap eomma kina.
"Mianhae eomma dan appa. Karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan" ucap kina.
"Kau ingin berbicara apa?" tanya eomma kina.
"Aku minta tolong kepada eomma dan appa jangan memberi tahu kepada changwook atau siapapun itu. Kita tinggal di rumah keluarga cho. Aku tidak ingin menjadi masalah nantinya disekolah. Eomma dan appa taukan keluarga cho sangat terpandang terutama kyuhyun. Dia begitu populer di sekolah dan begitu banyak wanita menyukainya dan aku tidak ingin sampai bahan bullying nantinya. Aku berharap eomma dan appa memahaminya" ungkapan isi hati kina membuat kedua orang tuanya mengerti akan isi hati putrinya.
"Baiklah appa dan eomma tidak akan memberitahu siapapun. Tapi dengan satu syarat" seketika kina membulatkan matanya ketika mendengar ucapan dari appanya.
"Syarat? Maksud appa syarat apa? "
"Setiap permintaan pasti ada syarat. Appa berjanji, tidak akan memberi tahu siapapun dan syarat pertama adalah kau harus mendapatkan nilai yamg memuaskan semester ini. Yang kedua, anak appa harus lulus dengan nilai terbaik"
"Jika kau tidak mau. Eomma yang akan mengatakannya? "
Setelah mendengar syara yang dikatakan oleh orang tuanya kina pun mulai berfikir. Melihat anaknya seperti itu kedua orang tua kina hanya menahan senyum.
"Baiklah, aku akan berusaha walau susah" akhirnya kina pasrah atas jawabannya sendiri.
"Ya sudah nanti appa akan membuat surat perjanjian dan kau harus menandatanganinya"
"Ne, appa"
"Apa hari ini kau akan pergi bersama changwook? "Tanya eomma kina.
"Ne eomma. Hari ini aku akan pergi bersama changwook untuk merayakan hari persahabatan kami di panti asuhan milik cho ahjussi. Aku meminta changwook untuk menjemputku disini dan aku juga ingin bertemu dengan minjoon dan naya" uxap kina.
Terdengar suara ponsel milik kina berdering dan dilayar sudah ada nama changwook. Tanpa basa basi langsung saja kina mengangkat telponnya.
"Apa kau sudah ada di kedai? "
"Ne, aku sudah ada di kedai. Sekarang aku sedang mengobrol dengan eomma dan appa"
"Ya sudah kalau begitu. Sebentar lagi aku sampai disana" ucap changwook sembari mematikan ponselnya. Selama perjalanan menuju medai kina terlihat wajah changwook begitu senang. Bagaimana tidak. Ini adalah hari terpenting dalam hidupnya bersama kina.
Tidak butuh waktu lama changwook sudah sampai dan melihat kina sedang melayani beberapa pelanggan. Kina yang melihat kedatangan changwook memberikannya isyarat untuk menemui orangtuanya. Mata changwook tertuju kepada orang tua kina yang sedang tersenyum kepadanya. Tanpa basa basi langsung menghampiri dengan senyum yang merekah. Lalu memeluk satu persatu penuh dengan kerinduan.
"Eomma... Appa.... Mianhaeyo aku baru mengunjungi kalian karena ada yang aku urus dan setiap aku meminta kina mengantar pulang dan untuk bertemu dengan kalian selalu menolak. Sekarang eomma dan appa tinggal dimana? Kenapa tidak tinggal di rumahku saja" ucap changwook. Bukan hal yang aneh lagi changwook memanggil kedua orang kina menyebutnya eomma dan appa karena changwook sendiri sudah dianggap sebagai anaknya sendiri.
"Kami tinggal dirumah teman kami. Kebetulan pada saat kejadian teman eomma dan appa menawarinya jadi kami tidak bisa menolaknya" ucap appa kina.
"Ini ada beberapa hadiah dari eomma yang dibawa saat ke kejepang" kata changwook.
"Padahal eomma mu tidak perlu repot seperti ini" ucap eomma kina.
"Gwencanayo. Tanpa eomma, aku tidak tau akan hidup sampai sekarang"
"Kau ini. Itu semua karena kehendak tuhan" mendengar ucapan eomma kina membuat changwook langsuk memeluk erat.
"Aku merasa diselingkuhi oleh istriku" canda appa kina sembari tersenyum.
"Apa appa cemburu denganku eoh?" ucap changwook sembari tersenyum.
Telihat kina sudah selesai melakukan pekerjaannya dan berjalan menghampiri kedua orang tuanya dan changwook. Kina melihat changwook memeluk eommanya, bukan yang pertama kalinya karena itu sudah menjadi kebiasaan changwook.
"Aigo, jika sudah bersama eomma. Aku jadi terabaiakan" ucap kina dan membuat orang tua dan changwook tersenyum.
"Sepertinya anak eomma cemburu tidak dapat pelukan dariku"
"Tsk... Siapa juga yang cemburu. Kajja kita pergi sekarang"
"Baiklah nona. Eomma dan appa kami pamit"
"Kalian hati hati dijalan eoh"
"Ne" ucap mereka bersamaan.
"Changwook seperti utusan dari tuhan. Semenjak joongki tidak ada, kehidupan kita tidak lengkap" ucap eomma kina dengan raut wajah senang dan sedih.
"Kau benenar yeobo"langsung saja appa kina memeluk istri tercintanya.
Sementara dalam perjalanan menuju panti asuhan terlihat kina dan changwook begitu senang dalam perjalanan. Sepanjang perjalanan mereka bernyanyi dan mengingat pertama kali mereka berkenalan. Pada saat itu kejadian konyol sekali yang di lakukan kina sehingga membuat changwook tertawa atas tingkat kina. Hal itu mengingatkan changwook kepada sepupunya yang berada diluar negri.
"Kau ingat tidak pada saat berkelahi dengan hantu di kelas?"
"Ne.. Ne... Aku ingat aku tidak sengaja melempar sepatu dan yang menjadi sasaran sepatuku kepala sekolah yang kejam itu hahaha"
"Hahahha benar. Sampai sampai kau di hukum"
"Aku tidak akan pernah. Melupakan hal itu changi hahaha"
****
****
__ADS_1
Maaf kalau ceritanya sedikit membosankan di part ini dan maaf kalau ada tulisan yang belibet. 😂😂