Love Is..

Love Is..
love is part 46


__ADS_3

Raket sport


Changwook dan seulgi telah sampai, saat masuk ke dalam tempatnya sangat nyaman begitu juga bagus. Di dinding terdapat foto atlit badminton.


"Wah... Aku tidak menyangka akan sebagus ini" Ucapan seulgi membuat changwook tersenyum. Lalu changwook menyerahkan raketnya untuk dibetulkan.


"Kau ingin minum apa? Sembari menunggu raket ku benar"


"Terserah oppa saja"


"Ya sudah kalau begitu, kau tunggu disini"


"Ne, oppa"


Semua mata yeoja yang berada disini memandang changwook penuh kekaguman. Seulgi yang melihat itu, memang tidak heran Sunbaenimnya menjadi sorotan dengan tubuh tinggi semampai dan bentuk badan yang bisa dikatakan sempurna. Lalu changwook kembali dan membawakan minuman soda untuk seulgi.


"Gamsahamnida oppa"


"Ne"


"Kira kira, pemilik tempat ini siapa ya"


"Memangnya kenapa? Apa kau suka dengan tempat ini"


"Ne, sangat suka oppa. Tapi jika kemari tidak membetulkan raket apa boleh?" Ucapan seulgi membuat Changmin tersenyum.


"Tentu saja boleh" Jawab Changmin.


"Yang benar oppa. Nanti aku di usir bagaimana oleh pemilik toko ini?" Wajah seulgi sudah mulai sedikit panik.


"Percaya padaku tidak akan marah"kata changwook.


"Memangnya oppa mengenal pemiliknya? Kalau iya, aku ingin minta izin?"melihat changmin tersenyum seperti itu membuat seulgi mengerutkan keningnya.


"Kenapa oppa tersenyum"tanya seulgi.


"Sebenarnya, toko ini milik ku" Bagai disambar petir, seulgi begitu terkejut apa yang dikatakan changmin, tangannya langsung menutup mulutnya.


"Benarkah? Apa kau sedang bercanda oppa?"


"Hahahaha aku sama sekali tidak bercanda"


"Wah... Daebak... Daebak. Apa oppa seorang miliyader??"


"Hahaha miliyader apanya. Oppa hanya ingin melakukan apa yang aku mau saja"


"Tapi apa yang oppa mau menghasilkan dan tidak merugikan"


"Kau benar juga. Ah iya, jika kau ingin ke mari, di lantai dua ada cafe kecil dan juga ada beberapa buku untuk dibaca. Bukankah kau suka membaca"


"Bagaimana oppa tahu, aku suka membaca"


"Aku sering melihat kau selalu ke perpustakaan dan sering ganti novel atau buku pelajaran"


"Aku tidak menyangka, oppa sering memperhatikan orang lain"


"Tidak juga, hanya tidak sengaja aku melihatmelihat"


******


Butik


Setelah selesai pemotretan euntak berpamitan dan berterimakasih kepada kyuhyun kina dan sina karena sudah mau mrmbantu tugasnya. Namun ahra sedikit kecewa, setelah mendengar penjelasan dari euntak membuatnya mengerti.


"Kalau begitu sampai jumpa"


"Ne, sampai jumpa dan hati hati"


Tidak lama dari euntak pergi, datang Pesanan makanan yang sudah di pesan. Begitu banyak makanan Indonesia di meja, mulai dari rendang, ayam bakar, bakso, mie ayam sampai sop buah.


"Terlihat seperti sangat enak sekali" Ujar ahra.


"Eonni harus mencoba makan Indonesia, ini sangat enak sekali" Kata kina sembari melahap daging kedalam mulutnya.


"Coba saja eonni rasanya nikmat" Ujar sina. Lalu kyuhyun dan ahra mencoba. Saat masuk ke mulut membuat mereka berdua sangat terkejut dengan rasanya.


"Wahhh.... Enak sekali" Kata kyuhyun dengan mata yang berbinar. Kina yang melihat itu hanya tersenyum.


"Benar.. Enak sekali. Kau tau dari mana makanan Indonesia?" Ucap ahra.


"Kebetulan, aku, sina dan changwook. Membantu ahjuma yang kesusahan membawa barang belanjaan jadi kami membantunya dan ternyata pemilik restoran makanan Indonesia. Jadi, sebagai imbalannya kami di beri makan dan pada saat itu kami menolak uang yang diberikan"penjelasan kina membuat kyuhyun dan ahra menganggukkan kepalanya karena mulutnya sedang mengunyah makanan. Setelah makanan berat kini mereka makan sop buah dan semakin terkejut saja dengan rasanya.


"Segar sekali. Ini namanya apa?" Tanya ahra.


"Sop buah eonni" Jawab sina.


"Aku baru merasakannya saja sudah sangat suka sekali. Sepertinya aku akan terus membeli ini"ujar ahra.


Ponsel milik sina bergetar dan saat melihat ternyata teman sekolahnya menghubunginya dan setelah menerima panggilan tersebut membuat sina berpamitan.


"Maaf, sepertinya aku tidak bisa lama disini karena tadi teman sekolah ku mengajak menjenguk teman dirawat di rumah sakit"kata sina.


"Ya sudah kalau begitu"Kata kina.


"Kau mau ke rumah sakit mana?" Tanya ahra.


"Rumah sakit internasional"

__ADS_1


"Kalau begitu, kita pergi ke sana bersama saja karena teman adik ku dirawat juga dan aku sudah janji setelah selesai pemotretan akan menjenguknya"


"Baiklah eonni"


"Tunggu sebentar, aku ambil tasku dulu"


"Kalian kenapa bisa kompak sekali"kata kyuhyun yang mulai menatap curiga sina dan kina juga ikut menatap.


"Kenapa kalian menatap ku seperti itu. Ini sungguhan aku tidak berbohong"ujar sina yang berusaha jujur.


"Siapa yang mengatakan kau berbohong" Kata kina.


"Terserah kalian. Pasangan kekasih ini memang kompak sekali"


"Yak! Apa maksud mu" Ucap mereka bersama dan itu membuat sina tertawa.


"Hahahahaha kompak sekali" Kata sina sembari bertepuk tangan.


"Kami tidak kompak" Lagi lagi mereka bicara secara bersamaan dan membuat sina kembali tertawa. Terdengar suara ahra yang baru saja datang mengambil tas.


"Sina kau kenapa?"


"Bukan apa apa eonni. Lebih baik sekarang kita pergi saja sebelum, ada yang menjawab kompak hahaha"


"Yak!" Dan terjadi kembali lagi kyuhyun dan kina menjawab bersamaan untuk kesekian kalinya.


"Hahahahaha lagi...."ujar sina sembari tertawa kembali.


####


Sudah hampir tiga puluh menit lebih, changwook dan seulgi bermain badminton. Keringan terlihat dari keduanya sampai pada akhirnya bola masuk ke tempat changwook dan seketika seulgi merebahkan badannya karena kelelahan.


"Haahhhhh.... Ternyata sangat lelah sekali" Ujar seulgi sembari mengatur nafas dan changwook langsung datang menghampiri.


"Apa kau lelah?" Tanya changwook.


"Hahhh... Ne, oppa. Aku tidak bayangkan jika kau sedang bertanding. Aku yang dance hanya beberapa menit sudah merasa lelah. Apa kau tidak merasa lelah oppa"


"Lelah karena aku melakukannya dengan tulus, rasa lelah itu hilang"


"Kau bener juga oppa"


"Sebagai gantinya, bagaimana kalau kita makan daging"


Mendengar hal itu membuat seulgi semangat dan memposisikan badannya duduk.


"Itu ide yang bagus hahahaha"


"Kau ini semangat sekali"


"Tentu saja karena aku sangat lapar. Oh iya, apa lapangan ini milik mu?


"Aku pikir milik mu. Habis, tadi aku di kejutkan dengan toko milik mu"


Changwook yang mendengar hal itu hanya tertawa karena melihat ekspresi seulgi. Setelah beristirahat sebentar mereka berdua langsung bergegas pergi ketempat makan yang tidak jauh dari sini. Saat masuk kedalam lumayan ramai dan mereka langsung memesan tempat. Pelayanan pun menawarkan banyak menu untuk di pesan setelah beres memesan. Beberapa pelayanan membawakan pesanan yang sudah di pesan dan hal itu membuat seulgi tidak tahan untuk memakannya.


"Kau terlihat seperti pemangsa hahahaha"


"Benarkah? Bagaimana tidak oppa, daging ini begitu luar biasa nikmatnya hahahaha dan aku juga sangat suka interiornya, aku penasaran siapa yang mempunyai ide seperti ini" Ujar seulgi panjang lebar sembari memasukan makanan kedalam mulutnya.


"Aku yang membuat interiornya"seketika seulgi tersedak mendengar hal itu dan chang wook langsung memberikan air putih.


"Ya... Oppa. Apa kau akan terus mengejutkan ku"


"Hahahaha habis kau bertanya ya sudah aku jawab saja"


"Jangan jangan tempat makan ini milik mu"


"Begitulah" Jawab changwook sembari tersenyum. Seulgi hanya mampu takjub dengan hal itu.


"Wah.... Oppa.. Apa kau seorang pembisnis? Di usia muda kau sudah memiliki usaha. Aku saja tidak berpikir sejauh itu"Seulgi begitu antusias dengan ucapannya.


"Sebenarnya bisnis yang aku punya. Milik eomma dan mendiang appa . Saat itu aku bertekad untuk membantu eomma dan berusaha memahami dunia bisnis walau awalnya aku tidak begitu paham. Eomma sepat mengatakan aku tidak perlu ikut memikirkan ini, akan tetapi aku sebagai  anak tidak bisa melihat eomma berjuang sendirian"


"Mianhae oppa, aku tidak tahu jika appa oppa sudah tidak ada dan aku turut berduka cita"


"Gwenchana, lagi pula itu sudah lama saat aku kelas 5 sekolah dasar"


"Sudah lama juga ya oppa"


"Begitulah. Maka dari itu, jika orang tua kita masih ada,sayangngilah mereka. Kita tidak tahu umur seseorang akan sampai kapan dan itu sudah jadi rahasia dan takdir Tuhan, kita sebagai manusia tidak bisa mencegah akan hal itu. Entah kapan, kita akan merasakan hal yang sama dan aku selalu berdoa kepada Tuhan, agar aku mati nanti dalam keadaan yang baik"


Mendengar itu membuat seulgi terdiam dan memahami. Apa yang dikatakan oleh changwook memang benar dan semua yang hidup akan merasakan yang namanya kematian.


"Aku semakin mengagumi mu oppa"kata seulgi sembari menatap serius changwook


"Mwo? Mengagumi ku. Bagaimana bisa?" Terlihat wajah changwook begitu terkejut sekali.


"Aku juga tidak tahu. Mungkin karena oppa namja yang kuat, mandiri dan mempunyai pemikiran yang cukup dewasa"


"Wah... Benarkah? hahaha. Kenapa aku tidak merasakan hal itu"


"Mungkin oppa tidak sadar tapi di sekeliling mu menyadari akan hal itu" Ucap seulgi sembari tersenyum.


"Hahahaha dasar kau ini. Lebih baik kita habiskan makanan ini eoh"


"Ne, oppa hahahaha"

__ADS_1


***


Di perjalanan menuju pulang, Kyuhyun dan kina terdiam dan sampai pada akhirnya Kyuhyun bersuara.


"Sebelum kita pulang, aku ingin membeli sesuatu dulu"


"Kau ingin membeli apa? Makanan?"


"Untuk apa aku membeli makanan lagi pula aku sangat kenyang sekali. Kau tidak lihat perutku Sampai buncit"


"Hahahaha bukan kah perut mu itu memang agak buncit. Kenapa kau menyalahkan makanan, dasar perut melar"


"Yak enak saja aku melar. Aku tidak menyalahkan makanan memang kenyataannya seperti itu"


Kina yang mendengar itu hanya mampu tertawa dan mengiyakan apa yang dikatakan dan itu berhasil membuat Kyuhyun kesal. Entah kenapa melihat wajahnya seperti itu, membuat kina merasa lucu. Tanpa terasa mereka sudah sampai disebuah toko yang menjual beberapa barang. Saat masuk kedalam kedatangan mereka disambut oleh pelayan.


"Kau ingin membeli apa disini?"


"Lampu"


"Lampu untuk apa. Memangnya lampu dikamar mu mati"


"Ani, aku membeli lampu tidur untuk mu. Jika terjadi seperti tadi kau bisa menyalakannya"


Seketika ucapan Kyuhyun membuat kina terdiam dan tidak tahu harus berkata apa. Antara senang dan terkejut karena baru kali ini Kyuhyun sedikit peduli dengan wanita yang ada dihadapannya sekarang.


"Apa ini yang dikatakan pelayan choi. Kyuhyun sebenarnya orang yang sangat baik. Ya walau di mataku dia menyebalkan" Ucap kina dalam hati.


"Kau suka yang mana? Karena aku tidak tahu selera mu seperti apa"tanya Kyuhyun sembari menatap serius. Kina yang melihat itu langsung memilih lampu kamar yang ada di hadapannya karena baru kali ini Kyuhyun seperti itu.


"Aku pilih yang mana ya.." Ucap kina dalam hatinya. Matanya langsung melihat lampu yang berbentuk hati.


"Aku ingin yang itu" Tunjuk kina dan lampu itu berada di atas. Saat ingin mengambil,  kakinya tidak sampai. Kyuhyun yang melihat itu hanya tersenyum dan langsung saja mengangkat badan kina. hal itu membuatnya sangat terkejut dengan cepat menaruh tangannya di pundak kyuhyun.


"Ya! Apa yang sedang kau lakukan eoh. Cepat turunkan aku"


"Aku membantu mu mengambilnya. Apa itu salah"


"Tapi tidak perlu mengangkat badan ku juga. Aku malu di lihat orang lain"saat kini orang yang ada di dalam memperhatikan mereka berdua sembari tersenyum.


"Sejak kapan kau malu. Cepat ambil lampunya"perintah Kyuhyun.


"Ishhh.... Menyebalkan" Melihat kina yang kesal membuat Kyuhyun tersenyum. Setelah mengambil lampu yang diinginkannya, langsung menurunkan kina.


"Ya sudah kalau begitu kita bayar" Lalu Kyuhyun membawa lampu itu menuju kasir dan kina mengekor dibelakang. Saat membayar, kasir yang ada di sana memberitahu cara menyalakan lampunya. Yang pertama menggunakan tombol biasa dan yang kedua dengan cara mencium lampunya. Itu membuat kina sangat terkejut dan Kyuhyun hanya tersenyum. Setelah itu mereka keluar dari toko dan langsung pulang. Ketika didalam mobil membuat kina penasaran dengan lampu ini, tanpa basa basi langsung mengeluarkannya dan membaca instruksinya. Apa yang dikatakan kasir itu benar, kina langsung mencobanya.


"Wahhh.... Menyala. Apa kau lihat, cho kyuhyun"terlihat kina begitu antusias.


"Ne, aku melihatnya"kata Kyuhyun sembari tersenyum. Melihat ekspresi kina membuat Kyuhyun sangat senang.


"Gomawo, sudah membelikan ini untuk ku dan ini sangat bagus sekali"


"Kau tidak perlu berterimakasih"


Tanpa terasa mereka sudah sampai depan rumah. Namun mata mereka melihat jihee dan myungsoo ada di halaman rumah sedang berbicara. Langsung saja mereka berdua turun.


"Nuna kau sudah pulang"


"Begitulah game boy. Kalian habis dari mana?"


"Habis membeli lampu eonni"


"Aku kira kau habis berkencan hahahaha"


"Aku pikir malah nuna habis berkencan dengan hyung"sebelum jihee berteriak Kyuhyun memilih untuk kabur.


"YAK! CHO KYUHYUN"teriak jihee.


"Kau tidak tahu Kyuhyun saja" Ujar myungsoo.


"Ne, aku tahu" Kata jihee. Kina yang melihat itu hanya terseyum.


"Benar eonni apa yang di katakan myungsoo oppa. Kalau begitu aku permisi, untuk masuk kedalam" Lalu kina masuk kedalam.


"Hari ini cukup melelahkan sekali" ucap kina dalam hati.


"Yeobo kau baru pulang" Seketika kina terkejut mendengar suara nyonya song dan langsung saja kina memeluk eommanya penuh dengan kehangatan.


"Ne, eomma. Appa mana?"


"Sedang mengurus persiapan untuk ulang tahun sekolah mu"


"Ah... Iya, aku baru ingat"


"Yang kau bawa itu apa sayang?"


"Oh, ini lampu tidur. Kebetulan aku mampir dan kyuhyun membelikan ini untuk ku"


"Begitu rupanya. Ya sudah kalau begitu kau mandi dan setelah itu makan"


"Ne, eomma"


Lalu kina berjalan menuju kamar dan langsung merebahkan badannya di atas kasur. Tangannya langsung mengambil lampu dan ditatap. Senyuman terukir dari bibirnya yang begitu manis.


"Aku tidak menyangka dia sebaik ini kepada ku. Biasanya selalu membuat ku kesal. Sebagai tanda terimakasih, aku belikan dia apa" Ujar kina. Sementara kyuhyun di dalam kamar sembari menyandarkan badannya di sofa panjangnya, mengingat ekspresi kina yang begitu senang saat menyalakan lampu.


"Kenapa dia bisa selucu dan semanis itu" Kata kyuhyun sembari tersenyum.

__ADS_1


Ahhhh maaff lama uploadnya. Jangan lupa like dan komen yaaaaa.....


__ADS_2