
Rumah keluarga cho
Hari yang di tunggu oleh kina sudah datang, dimana hari ini adalah final pertandingan. Terlihat dari wajahnya. Dari bangun pagi, mandi dan selesai berpakaian, sangat bahagia sekali sekaligus bersedih karena hari ini terakhir kalinya bertanding. Sebelum sibuk dengan ujian sekolah. Saat kina akan turun kebawah, terlihat semuanya berkumpul dimeja makan.
"Selamat pagi" Ucap kina penuh dengan semangat. Lalu pandangan matanya melihat kyuhyun yang tenang sedang sarapan. Pikirannya teringat akan semalam.
"Aigo... Anak appa cantik sekali"ujar tuan song sembari tersenyum.
"Appa ini selalu menggoda ku"
"Siapa yang menggoda mu, my love. Appa berkata yang sebenarnya. Jika ada yang bilang kau jelek, langsung berhadapan dengan ku" Semua yang ada di sana ikut tersenyum mendengar ucapan tuan song.
"Sudahlah appa, jangan berlebihan" Kata kina sembari tersenyum dan begitu pula dengan yang lainnya. Kyuhyun yang melihat kina, tidak di pungkiri. memang pesonanya, jika sudah menggunakan pakaian olahraga sangat berbeda sekali.
"Syukurlah, tidak pakai rok" Ucap Kyuhyun dalam hati dengan senyuman tipis yang tidak disadari oleh semua orang.
"Kyuhyun-ah, apa kau akan melihat pertandingan kina??" Tanya tuan song.
"Akan aku usahakan. Karena hari ini disekolah aku berlatih untuk persiapan acara ulang tahun dan fitting baju"entah kenapa apa yang dikatakan oleh Kyuhyun membuat kina sedikit kecewa.
"Ah bener juga. Jika tidak bisa, tidak usah dipaksakan" Jawab tuan song sembari tersenyum.
Terdengar ponsel milik kina berdering dan saat melihat ternyata changwook yang menghubunginya.
"Chagiya.... Apa kau sudah pergi?"
"Belum. Aku sedang sarapan. Wae? "
"Apa head band yang kita akan pakai untuk pertandingan kali ini, apa terbawa oleh mu? Aku mencarinya tidaknya ketemu"
"Ada pada ku dan aku sedang memakainya. Makannya kau jangan taruh sembarangan"
"Mian, aku hanya berniat ingin memberimu kejutan"
"Ne, ara. Chagiya" Jawab kina sembari tersenyum manis dan hal itu membuat keluarga cho terkejut. Mata kyuhyun sudah terbelalak sangat lebar saat kina mengucapkan hal itu dan hatinya terasa panas.
"Ya sudah, sampai bertemu di lapangan"ucap changwook.
"Apa itu changwook?" Tanya nyonya song.
"Ne, eomma tadi menanyakan ini" Tunjuk tangannya ke kepala.
"Apa ibunya akan menonton pertandingan?" Tanya eommanya.
"Entahlah, changi tidak berkata apa apa"
Ponsel milik kyuhyun berdering dan saat melihat ternyata panggilan dari seulgi.
"O, seugi-a wae?"
"Ya sudah, oppa jemput eoh"
Panggilan pun berakhir dan kyuhyun beranjak dari kursi sembari berpamitan. Kina yang melihat kyuhyun terburu buru hanya mampu menatap.
"Kenapa cepat sekali pergi mendapat panggilan dari seulgi" Ucap kina dalam hati. Aura yang melihat wajah kuna sedikit kesal. Aura yang menyadari perubahan wajah kina hanya tersenyum. Sedangkan di parkiran mobil rumah, kyuhyun merasakan hatinya sangat kesal.
"Bisa bisanya dia tersenyum untuk orang lain!" Lalu kyuhyun membanting pintu mobil dan meletakan tas sangat kencang.
"Aishh! Menyebalkan dan kenapa aku sangat semarah ini" Lalu kyuhyun mengacak acak rambutnya.
*****
Sekolah
Semua yang ikut mengisi acara sudah berkumpul di aula dan mereka sedang berdiskusi untuk acara. Para murid memperhatikan apa yang di bicarakan oleh pelatih shin agar penampilan mereka bagus dan maksimal. Namun saat sedang berbicara terlihat kyuhyun dan seulgi masuk kedalam sembari meminta maaf karena terlambat. Seohyun yang melihat mereka berdua merasa kesal dan menatap seulgi sangat tajam.
"Kenapa aku merasa di lihat oleh seseorang" Gumam seulgi.
"Kau kenapa?" Tanya kyuhyun
"Ah, bukan apa apa oppa" Jawab seulgi sembari tersenyum.
"Karena hari ini ada pertandingan bulutangkis antar sekolah. Kepala sekolah meminta kita semuanya untuk datang memberi dukungan. Jadi hari ini kita latihan setengah hari saja"
"Ne, pelatih shin" Jawab para murid.
Setelah itu para murid mengambil posisinya masing masing untuk berlatih.
"Baby kyu" Seohyun menghampiri kyuhyun penuh dengan rasa bahagia.
"Gaja, kita mulai latihan vokal" Lalu tangannya merangkul lengan kyuhyun.
"Kau duluan saja. Aku mau ke toilet" Kyuhyun langsung melepaskan tangan Seohyun, hal itu membuat seulgi merasa senang dan pergi meninggalkan nya. Kakinya melangkah menuju jimin.
"Kau terlihat senang sekali" Ujar jimin.
"Bagaimana tidak, melihat wajahnya yang kesal membuat aku senang" Kata seulgi sembari tersenyum senang.
"Dasar kau ini, tidak baik bersikap seperti itu. Bagaimanapun kita membenci sesuatu jangan terlalu berlebihan" Ucapan jimin membuat perasaan seulgi terasa tersentuh di tambah dengan senyuman manis.
Di depan pintu aula changmin dan yoona sedang mengurusi dekor bersama teman yang lainya.
"Ah iya, untuk menonton pertandingan kau sudah membawa alat suara dan musik?" Tanya yoona.
"Tentu saja sudah aku siapkan. Aku tidak sabar ingin melihat pertandingan kina dan changwook. Aku yakin akan menjadi pertandingan yang sangat seru"ujar changmin.
"Kau benar juga dan di tambah, ini pertandingan terakhir mereka di sekolah dan juga kita terkahir kalinya untuk mendekor acara sekolah"wajah terlihat sangat sedih. Tidak hanya untuk mereka berdua tapi untuk Angkatan sekolah mereka.
"Kenapa susana menjadi sedih hahhh" Ucapan changmin membuat yoona tersenyum tipis. Ponsel milik changmin berdering dan saat melihat ternyata kina yang menghubunginya.
"Ada apa kina?"
"Kau di sekolah sampai jam berapa? Appa ku bilang ingin bertemu dengan mu"
"Mungkin sampai siang karena setelah itu kami berangkat untuk melihat kau dan changmin bertanding"
"Mwo? Bukankah kalian sedang mengurusi persiapan ulang tahun sekolah"
"Pelatih shin bilang kepala sekolah menyuruh kita untuk melihat pertandingan bulutangkis"
"Begitu rupanya. Aku sampai terkejut sekali hahahaha"
"Hahahahaha tunggulah kedatangan kami agar kalian semakin semangat eoh song kina"
"Ah.... Gomawo. Kalau begitu aku tunggu eoh"
"Ne hahahha"
Percakapan mereka berdua selesai. Tanpa di sadari Changmin. Kyuhyun mendengar percakapan mereka berdua dan mendengar sahabatnya tertawa membuatnya semakin kesal saja.
__ADS_1
"Dirumah dia tertawa untuk changwook sekarang changmin" Dengan cepat Kyuhyun melangkah. Seketika aura menjadi lebih panas.
"Yoona... Apa kau merasa panas?"
"Aku rasa begitu"
*****
Didalam mobil
Setelah menelpon changmin membuat kina terdiam. Bukan karena pertandingan melainkan mimpinya yang seakan nyata di depan mata dan itu membuat pipinya memerah.
Saat sedang belajar kina tertidur, kyuhyun yang melihat itu langsung mengangkatnya ke kasur.
"Saat tertidur kau lucu sekali" Terasa belaian tangan kyuhyun di rambut kina dan itu membuatnya sedikit tersadar dengan mata menyipit memandang kyuhyun dalam keadaan sangat mengantuk.
"Nyaman"gumam kina sembari memeluk kyuhyun. Yang ada di pikirannya itu adalah guling kesayangannya. Sedangkan kyuhyun sedikit terkejut dan senyuman manis telihat dari wajahnya.
"Mianhae.. Membuatmu lelah. Aku tahu, kau wanita yang pantang menyerah dan penuh semangat. Aku harap nanti kau menang dalam pertandingan" Senyuman manis sangat terlihat di wajah seorang cho kyuhyun yang bisa dikatakan sangat jarang sekali memperlihatkan hal seperti itu.
Seketika lamunannya hilang saat ahra memegang lengan kina dan langsung bertanya karena sedari tadi hanya diam.
"Kau kenapa? Apa kau merasa gugup akan bertanding?"
"A..nniyo, eonni" Jawab kina.
"Benarkah? Tapi kenapa wajahmu memerah" Tanya jihee yang sedang menyetir mobil. Seketika membuat kina terdiam dan berpikir untuk mencari alasan.
"Kulitku sangat sensitif sekali jika terkena AC hahaha" Ujar kina sembari tersenyum.
"Ah, iya. Apa tidak apa jika aku menaiki mobil ini bersamamu eonni. Nanti jika temen sekolah ku melihat bagaimana?"tanya kina kepada ahra.
"Kau tenang saja. Katakan saja kau tidak sengaja bertemu dengan ku dijalan"
"Ah... Eonni benar juga. Kenapa tidak terpikirkan oleh ku hahahaha"
Ahra dan jihee mendengar hal itu hanya tersenyum. Ponsel milik kina berdering dan saat melihat ponsel ternyata sina yang menghubunginya.
"Na-ya... Kau di mana?"
"Aku sedang dalam perjalanan. Kau sendiri ada di mana?"
"Aku berada di tempat parkiran"
"Ya sudah slalu begitu. Kau tunggu sebentar eoh"
"Ne, kalau begitu"
Percakapan antara mereka sudah selesai.
***
Lapangan bulutangkis
Sina sedari tadi menunggu kedatangan kedua kina dan changwook. Sembari terus mengedarkan pandangannya.
"Kenapa mereka yang bertanding, aku yang merasa tegang hahhh" Ujar sina. Tidak menunggu waktu lama, terdengar kina memanggil sina sembari melambaikan tangannya.
"Akhirnya kau datang juga" Kata sina.
"Tentu saja"
"Ne, annyeonghaseyo sina. Bagaimana kabarmu?"
"Sangat baik sekali eonni"
"Ah iya, perkenalkan ini choi jihee. Sahabat sekaligus asisten pribadiku"
"Annyeong" Kata jihee sembari tersenyum.
"Ne, annyeonghaseyo, namaku choi sina" Kata sina.
"Ya sudah, aku masuk ke dalam untuk mencari tempat duduk" Kata ahra.
"Ne, eonni" Jawab kina dan sina bersamaan.
"Yang semangat nona kina" Kata jihee penuh dengan semangat.
"Gomawo, untuk dukungannya" Ucap kina. Setelah ahra dan jihee menghilang darin pandangan, sina langsung bertanya.
"Wah... Ternyata kau mendapat dukungan banyak sekali terutama dari kaka ipar mu" Seketika kina terkejut dengan perkataan sina.
"Kakak ipar?"wajah kina begitu Kebingungan.
"Tentu saja ahra eonni, siapa lagi hahahahaha. Buktinya sampai ingin melihat pertandingan mu"
"Terserah kau saja ingin berkata apa. Aku tidak peduli"
"Jangan seperti itu. Nanti jika itu menjadi kenyataan bagaimana?"
"Apa kau kebanyakan nonton drama Korea eoh. Sudahlah, jangan berpikiran yang aneh - aneh" Kesal kina dan sina hanya tersenyum menanggapinya.
"Ah oya, eomoni dan abeoji dimana? Apa tidak datang?"tanya sina.
"Appa dan eomma sedang berada dalam perjalanan bersama orang tua kyuhyun" Seketika sina terkejut.
"Jinja?? Wah.... Daebak!"
"Apanya yang daebak?"
"Tidak hanya kakak ipar tapi calon mertua mu datang juga hahahahaha"
"Aigo... Mulai lagi kau, berbicara yang aneh"
"Siapa yang aneh. Dengarkan aku baik - baik. Yang namanya intuisi seorang sahabat itu tidak akan salah"
"Terserah kau saja"
"Hahahaha"
"Chang-i, lama sekali datang" Ucap kina.
"Sabar saja sebentar lagi juga Sampai" Tidak lama sina mengucapkan hal itu. Changwook sudah datang dan memanggil nama mereka berdua. Kedatangannya menjadi pusat perhatian para yeoja yang melihatnya.
"Apa mata ku yang rusak" Seru sina.
"Memangnya kenapa?" Kina mulai kebingungan.
"Changwook sangat berbeda" Kata sina. Merasa din perhatikan aneh oleh sina membuat changwook bertanya.
__ADS_1
"Yak, kenapa kau melihat ku seperti itu? Apa ada yang salah dengan apa yang aku pakai?"
"Ani, kau terlihat bersinar. Apa karena kau memotong rambut mu?"
"Apa potongan ini bagus?"
"Tentu saja sangat bagus dan tampan" Lalu sina mengacungkan dia jempolnya.
"Dasar kau ini. Ah iya, mana headband ku"
"Ini"kina langsung nyerahkan benda keajaiban mereka berdua saat bertanding.
"Gomawo. Bagaimana kalau headband ini sina yang memakainya"kata changwook.
"Dengan senang hati yang mulia" Seketika mereka tertawa bersama.
"Sebelum masuk ke lapangan kita berdoa dulu" Ujar kina.
"Ne" Jawab changwook dan sina.
Setelah berdoa mereka masuk kedalam lapangan. Namun sina sendiri terpisah karena menjadi pendukung dan bukan pemain. Sebelum itu mereka bertiga saling berpelukan.
"Apa kau gugup" Tanya changwook.
"Sedikit" Jawab kina.
"Eommoni dan abeoji dimana? Kenapa aku tidak melihatnya" Seketika kina terdiam dan mencoba mencari alasan yang masuk akal.
"A... Eomma dan appa" Saat akan menjawab kedua orang tuanya datang memanggil kina dan changwook.
"Untunglah eomma dan appa datang di waktu yang tepat" Ucap kina dalam hati.
"Eommoni dan abeoji datang tidak bersama kina?" Kedua orang kina langsung terdiam. Tidak mungkin harus menjawab jujur.
"Ke betulan kami habis dari toilet"jawab tuan Song.
"Begitu rupanya" Jawab changwook.
"Kalian berdua semangat eoh.. Apapun hasilnya tampilkan yang terbaik" Nyonya song penuh semangat memberikan dukungan untuk kedua anaknya.
"Ne" Jawab mereka berdua.
"Kalau begitu, appa dan eomma mencari tempat duduk terlebih dahulu eoh"
"Ne, appa"
Lalu kina dan changwook berjalan menuju ruang tunggu pemain dan melihat permainan yang di tampilkan oleh sekolah lain. Mata kina melihat sosok soomi yang datang menyemangati dan itu membuat kina sangat senang.
"Eonni" Panggil soomi.
"Soomi-a" Ucap kina dan hal itu membuat changwook terdiam karena menyadari sahabatnya itu tidak berbicara dengan manusia. Walau sudah sering mengalami hal seperti itu, tetap saja membuatnya terkejut.
"Eonni, hari ini cantik sekali"
"Kau ini suka sekali berbohong"
"Mana ada aku berbohong. Pantas saja..."
"Pantas saja apa? "
"Ah, bukan apa apa. Nanti eonni akan tahu sendiri hahahhaa. Ya sudah, kalau begitu aku pergi dulu. Semoga eonni berhasil eoh" Sosok soomi langsung menghilang begitu saja.
"Apa soomi masih ada disini?" Seketika ucapan changwook membuat kina tersadar.
"A.. Ani, sudah menghilang begitu saja"jawab kina.
Sementara di tempat lain tim pendukung dari sekolah kina dan changwook mulai berdatangan.
"Kenapa aku merasa gugup" Ujar changmin.
"Kau gugup kenapa oppa" Tanya seulgi.
"Mungkin karena para pemain bulu tangkis dari sekolah lain sangat bagus dan ini babak final. aku juga sempat melihat penampilan mereka. Aku harap kina dan changwook berhasil dan menang membawa piala"kata changmin.
"Nuna pasti akan menang" Celetuk jimin sembari tersenyum.
"Benar apa yang dikatakan jimin" Ucap yoona sembari tersenyum. Kedatangan para pendukung kina dan changwook menjadi sorotan karena sekolah mereka terkenal pintar, berprestasi dan visual yang sangat sempurna.
"Kenapa aku harus disini" Celetuk seohyun dengan wajah kesal.
"Lagi pula tidak ada yang memintamu untuk kemari" Ujar seulgi dengan mata sinis.
"Sudah jangan bertengkar, lebih baik sekarang kita masuk" Yoona jadi penengah untuk mereka berdua. Saat masuk kedalam ternyata lapangannya sangat luas dan di penuhi oleh penonton yang antusias melihat pertandingan sekolah mereka masing masing dan suara sporter begitu kencang dan menggema didalam lapangan.
"Wahhhh.... Tidak menyangkan akan seramai ini" Kata changmin.
"Aku baru pertama kali datang ke pertandingan" Seulgi begitu antusias melihat suasana disini dan jimin yang mendengar itu hanya tersenyum. Saat kyuhyun duduk, seohyun memilih mengambil ancang ancang untuk duduk di samping agar seulgi tidak menempatinya. Merasa puas seohyun mengejek seulgi dengan senyuman sinis.
Terdengar nama sekolah mereka disebut membuat changmin dan yang lainnya berteriak memberi dukungan. Sedangkan mata kyuhyun terus memperhatikan kina keluar dari ruangan menuju lapangan. Terlihat wajah kina sedikit serius dan membuatnya merasa senang karena sering melihat wajah kina seperti itu saat mengerjakan soal dan itu tanda penuh keyakinan dan kyuhyun tidak merasa cemas, tanpa sengaja changmin melihat sahabatnya tersenyum tipis dan matanya langsung melihat arah yang di tuju oleh kyuhyun.
"Apa... " Pikir changmin.
Kina dan changmin mendapatkan arahan dari pelatih kim sebelum pertandingan. Merasa sudah paham mereka berdua berjalan menuju lapangan. Akan tetapi kina merasa ada yang memperhatikan dari kejauhan.
"Kau kenapa?" Tanya changwook.
"Gwenchana" Jawab kina sembari tersenyum. Mata changwook tertuju kepada sepatu kina yang dimana tali sepatunya lepas. Tanpa basa basi changwook jongkok dan langsung mengikat tali kembali dengan kuat agar tidak lepas.
"Kau ini, tali yang kencang. Agar tidak terjatuh"
"Hehehe mian, gomawo. Ah iya, headban mu" Lalu kina memberikan akan tetapi di tarik kembali.
"Kau membungkuk sedikit. Tangan ku tidak sampai" Ujar kina dan changwook menurutinya. Lalu kina memasangkan headban di kepala sembari tersenyum.
Tanpa mereka sadari hal itu menjadi sorotan para penonton dan suporter dan kyuhyun yang melihat itu hanya mampu terdiam dengan mata tajam penuh kesal.
"Aigoo... Di lapangan mereka serasi sekali" Ucap teman sekolah mereka. Mendengar itu membuat kyuhyun menahan emosi.
"Kau kenapa? Kuping mu sampai merah" Ujar changmin.
"Gwenchana" Jawab kyuhyun kesal.
Ahra dan jihee yang melihat tindakan changwook sangat manis sekali dan begitu juga kina.
"Kenapa mereka manis sekali" Ujar ahra.
"Ne, kau benar sekali. Aku yakin uri cho kyu hyun kita cemburu melihat itu hahahaha" Apa yang dikatakan jihee bener.
"Hahahaha ne, aku harap juga begitu" Ucap ahra.
__ADS_1
Maaf baru upload lagi hehehe. . .