
*******
Langit kota seoul kini mulai menggelap karena berganti malam. Terlihat dimeja makan dan dapur, para istri beserta anak dan pelayan sedang menyiapkan makan malam.
"Dimana kyuhyun dan kina?" Tanya tuan song.
"Mereka sedang belajar yeobo" ucap nyonya song.
"Ya sudah, biar aku saja yang menyuruh mereka untuk turun" setelah mengatakan itu ahra langsung keatas dan kekamar kyuhyun. Saat membuka kamar, suasana sangat sepi dan ternyata mereka berdua tertidur dimeja dengan tangan sebagai tumpuan untuk kepala mereka. Melihat itu ahra tersenyum sendiri dan tanpa basa basi langsung mengeluarkan ponsel untuk foto mereka berdua.
"Aigooo.... so cute mereka berdua hihihi. Biar aku simpan saja sebagai kenangan"
Ckreekkkk
"Aku jadi tidak tega membangunkan mereka berdua. Lebih baik nanti saja aku bangunkan mereka"lalu ahra pergi meninggalkan mereka dan kembali kemeja makan.
"Dimana kyuhyun dan kina?" Ucap tuan song.
"Mereka sedang tertidur. Aku tidak tega membangunkannya ahjussi. Karena mereka begitu cute"ucap ahra senang.
"Apa maksudmu?" Tanya nyonya kim. Lalu ahra menunjukan foto hasilnya kepada semuanya. Hal itu membuat kedua keluarga tersenyum bahagia.
"Aigoo.... lucu sekali mereka berdua"
"Semoga usaha kita membuahkan hasil"
"Tenang saja. Aku yakin cepat atau lambat mereka akan membuka hatinya. Walau sedikit sulit"
"Kau benar yeobo"
"Dengan tangan dinginku. Aku akan membantu dan buat mereka jatuh cinta"
Keriuhan kedua keluarga membuat para pelayan tersenyum bahagia. Didalam kamar, kyuhyun dan kina masih terlelap tidur dan pada akhirnya kyuhyun terbangu karena terusik suara ponsel. Matanya mulai membuka dan ternyata dihadapannya kina sedang tertidur. Entah kenapa saat melihat kina tertidur membuat kyuhyun terdiam dan mengukir senyumannya.
"Jika tertidur dia sangat manis" dengan sadar kyuhyun langsung menggelengkan kepalanya.
"Aish apa yang kau pikirkan" namun saat memandang. kina mulai membuka matanya dan kyuhyun langsung menutup matanya kembali. Saat membuka mata kina sadar dihadapannya sudah ada kyuhyun yang tertidur.
"Kenapa aku bisa tertidur dengan dia disini" ucap kina. Namun pandangannya entah mengapa tidak mau beralih dan menikmati kyuhyun yang sedang tertidur. Seketika kina terkejut karena ponselnya berdering dan dilayar ponsel tertera nama my chang-ee
"Ne, ada apa tuan ji changwook?"
"Kau kemana saja tidak mengangkat panggilanku eoh.Kau tidak lupakan hari minggu adalah hari persahabatan kita?"
"Mianhae aku tertidur. Tentu saja tidak, kau ingin mengajakku kencan kemana lagi eoh?"
"Ke tempat panti asuhan yang kau kunjungi saja. Aku ingin bertemu dengan mereka"
"Ya sudah, aku juga ingin bertemu dengan mereka. Apa kau sudah makan?
"Sudah... dan kau cepat sana makan. Ini sudah jam 9 malam"
"Ne, ara. Sampai jumpa besok, jaljayo"
"Ne, Naeil mannaja" Sambungan telpon sudah mereka tutup. Lalu pandangan kina langsung kembali kepada kyuhyun yang masih tertidur.
"Apa aku bangunkan saja dia untuk makan? Tapi aku tidak tega membangunkannya. Walau aku tidak menyukainya bukan berarti rasa peduliku tidak ada" ucap kina dalam hati. Setelah meninbang ,kina langsung membangunkan kyuhyun dengan mengguncangkan badan kyuhyun.
"Hey bangun kaki panjang" dengan perlahan kyuhyun membuka matanya agar kina yakin, bahwa kyuhyun baru bangun tidur.
"Ada apa?" Tanya kyuhyun dengan malas.
"Ini sudah malam. Apa kau tidak ingin makan?" Ucap kina.
"Kau duluan saja. Aku belum lapar" kata kyuhyun sembari pergi meninggalkan kina kekamar mandi dengan perasaan kesalnya.
"Aish!!! kenapa aku merasa kesal mendengar percakapan mereka" kesal kyuhyun. Namun kina melihat itu hanya mengerutkan keningnya.
"Aku menyesal sudah berbaik hati kepadanya" lalu kina keluar dari kamar kyuhyun dengan perasaan kesal. Saat diambang pintu, terlihat nyonya park menghampiri anaknya.
"Eomma belum tidur?"
"Ini eomma mau tidur. Apa kau baru bangun?"
"Ne, eomma"
"Jika kau lapar tadi eomma dan eommma kyuhyun sudah menyimpan makanan untuk kalian di meja makan"
"Ya, sudah eomma aku ingin makan dulu" lalu kina turun kelantai bawah, sebelum itu kina menaruh bukunya dulu dikamar. Setelah itu kina kemeja makan untuk mengisi perutnya dan disamping meja makan terlihat pelayan choi sedang membersihkan piring, untuk dimasulan kedalam lemari. lalu pandangan pelayan choi tertuju kepada kina dan langsung saja kina menghampiri prlayan choi.
"Nona kau sudah bangun"
"Ne, ahjuma. kenapa ahjumma belum tidur?"
"Masih ada pekerjaan yang belum aku selesaikan. Apa makananya perlu saya hangatkan nona"
"Tidak perlu pelayan choi, nanti saja aku lakukan sendiri"
"Pelayan choi maukah kau menemaniku makan? Karena aku tidak suka makan sendiri" pinta kina dengan raut wajah memelas. Merasa tidak tega, akhirnya pelayan choi menuruti permintaan kina.
"Baiklah nona" langsung saja mendengar itu kina membantu menaruhkan piring dan setelah itu menggiring pelayan choi untuk duduk. Tindakan kina teringat akan kyuhyun jika sedang makan sendiri.
"Apa tuan muda sudah bangun juga?" Tanya choi ahjumma.
"Sudah ahjuma. Hanya saja dia bilang belum lapar" ucap kina acuh.
"Apa tuan muda bersikap tidak baik?"
"Kaki pan... maksudku kyuhyun, dia tidak pernah bersikap baik kepadaku. Tapi itu tak masalah buatku dan aku tidak peduli ahjuma"
"Benarkah??"
"Benar pelayan choi, aku yang merasakannya. Buktinya saat aku membangunkannya dengan cara baik dia bersikap ketus kepadaku" lalu kina memgambil makanan untuk dihangatkannya.
"Yang aku tahu, tuan muda selalu mempunyai caranya sendiri untuk bersikap baik terhadap seseorang. Walau terkadang bersikap baik dengan ucapan sedikit pedas" ucap pelayan choi dan membuat kina terdiam. Lalu pandangan pelayan choi tertuju kepada kyuhyun yang menghampirinya sembari tersenyum dan kina langsung pergi menghangatkan makanan.
"Ahjuma kenapa tidak tidur?" Tanya kyuhyun. Mendengar suara kyuhyun membuat kina sedikit terkejut.
"Aku sedang menemani nona kina makan karena nona sama sepertimu tidak bisa makan kalau sendiri" ujar pelayan choi.
"Begitu rupanya" lalu kyuhyun duduk dikursi.
"Apa yang sedang dilakukannya ahjuma?"tanya kyuhyun.
"Nona sedang menghangatkan makanan tuan muda" ujar pelayan choi sembari tersenyum. Setelah itu makanan selesai kina hangatkan dan dibawa kemeja makan.
"Selamat makan" ucap kina. Lalu kina mengambil nasi sangat banyak, begitu dengan ayam goreng ukuran besar dan sayuran. Melihat itu kyuhyun dan pelayan choi sangat terkejut.
"Apa nona sangat lapar?" Tanya pelayan choi.
"Begitulah pelayan choi. Jika terkuras untuk berpikir, rasa nafsu makanku sangat besar" ucap kina dengan senyuman.
*******
Pagi sudah menjelang dan matahari sudah muncul untuk menyidari dunia. Membuat kina terusik dan dengan malas kina bangun dengan mata sedikit mengintip menuju kamar mandi. Sedangkan kyuhyun baru saja keluar dari kamar mandi untuk bersiap menggunakan seragam sekolah dan dimeja makan sudah ada nyonya kim, nyonya park, tuan song dan ahra. Terlihat kyuhyun sudah turun dari bawah dan mulai bergabung.
"Annyenghaseyo eomma, nuna, ahjuma dan ahjussi"
"Ne, annyeong kyuhyun"
Tak lama kina turun dari tangga dan setelah itu berjalan menuju meja makan.
"Mianhaeyo, aku tidak bisa ikut sarapan karena aku terburu - buru. Aku lupa ternyata hari ini jadwalku membersihkan kelas" ucap kina yang terburu buru sembari memasang sepatu.
"Pelupamu itu parah sekali"ucap nyonya park. Sedangkan kina mendengarkan itu hanya tersenyum.
"Changkaman" setelah mengatakan hal itu nyonya kim pergi mencari tempat nasi untuk dibawa kina. Setelah itu memasukan roti berisi selai kacang kedalam kotak makan dan susu coklat.
"Bawa ini dan makan disekolah" lalu nyonya kim menyerahkan bekal kepada kina.
__ADS_1
"Kamsahamnida, kalau begitu aku pergi semuanya" ucap kina.
"Ne, kau hati - hati" ucap tuan song. Setelah kina pergi tak lama kyuhyun juga berpamitan.
"Kalau begitu aku juga pergi" ucap kyuhyun.
"Kenapa buru - buru sekali?"tanya ahra.
"Aku mau jemput seulgi untuk berangkat sekolah. Kamsahamnida makanannya" ucap kyuhyun. Setelah kepergian kyuhyun kedua orang tua kina menanyakan tentang seulgi.
"Seulgi nugu?"tanya nyonya park.
"Teman kecil kyuhyun pada saat sekolah dasar sampai sekarang"ucap nyonya kim.
"Begitu rupanya. Apa itu tidak menyulitkan untuk hubungan kyuhyun dan kina?" Ucap nyonya park.
"Tenang saja tidak akan. Karena aku pernah bertanya kyuhyun meganggapnya sebagai apa dan kyuhyun menjawab hanya sebagai adiknya" ucap nyonya kim.
Semtara dilorong kelas, kina sedang berlari menuju kelasnya dengam nafas yang masih naik turun.
"Aku pikir kau lupa lagi untuk membersihkan kelas" ucap ketua kelas.
"Tentu saja tidak" ucap kina sembari tersenyum. Setalah itu kina meletakkan tasnya dan mulai membersihkan kelas bersama teman yang mendapatkan bagian membersihkan hari ini.
"Machimnae Selesai juga. Saatnya mengisi perutku "Lalu kina mengeluarkan bekal untuk dimakan di taman sekolah dengan perasaan senang kina mencari tempat duduk.
"Eomoni sangat baik sekali membawakan aku bekal" dengan rasa senang kina melahap roti dan susu .
Sedangkan di tempat lain kyuhyun sedang memarkirkan mobilnya setelah itu keluar bersama seulgi. Seperti biasa seulgi selalu menggandeng lengan kyuhyun. Saat mereka berjalan melewati taman sekolah tak sengaja melihat kina dan changwook sedang bercanda. Entah melihat pemandangan seperti itu harusnya membuat iri semua orang. Berbeda dengan kyuhyun yang begitu merasa tidak suka dalam dirinya melihat hal itu, sampai - sampai seulgi berbicara diabaikan oleh kyuhyun.
"Oppa, kau mendengarkan ku tidak?" Seketika kyuhyun tersadar saat seulgi berbicara sedikit membesarkan volume suaranya.
"Mian, tadi kau berbicara apa?" Tanya kyuhyun.
"Sudahlah tidak perlu dibahas. Memangnya kau memperhatikan apa?" Lalu seulgi mencari objek yang membuat kyuhyun tidak mendengarkan ucapannya.
"Tidak ada. Lebih baik kau ke kelas sekarang" ucap kyuhyun.
"Baiklah" lalu seulgi pergi ke kelasnya dan kyuhyun dengan perasaan yang masih kesal pergi meninggalkan taman menuju atap gedung sekolah. Sedangkan kina masih tertawa terbahak mendengar cerita changwook.
"Aigo.... sudah tidak perlu dilanjutkan lagi. Membuat perutku sakit" ucap kina.
"Hahahaha mianhae. Mmmmm aku mempunyai sesuatu untukmu" lalu changwook mengeluarkan sesuatu didalam tasnya, setelah itu diberikan kepada kina. Dengan perasaan bingung, kina membuka bungkusannya dan didalamnya sebuah jaket. lalu pandangan kina tertuju kepada jaket yang sedang digunakan oleh changmin.
"Ini..." ucapan kina belum selesai karena dipotong oleh changwook.
"Ne, aku sengaja membeli ini untukmu. Cepat kau pakai jaketnya. Agar semua orang iri dengan persahabatan kita hahahaha"
"Dasar kau ini"
"Apa kau suka?"
"Ne, changi Gomawo"
"Ya sudah kalau begitu kita masuk ke kelas" Lalu changwook berdiri mengulurkan tangannya dan kina menyambut dan menggenggam tangan changwook penuh dengan senyuman.
*****
Taman sekolah.
"Aku perhatikan setelah pelajaran anh seonsaengnim kau tidak semangat" tanya changwook sembari menyodorkan minuman kepada kina.
"Aku kesal! lidah tajam memarahiku terus. Kupingku sampai sakit" jawab kina
"Kyuhyun mungkin bersikap seperti itu, kau yang memang tidak paham" lalu changwook memposisikan menghadap kina
"Kenapa terdengar kau membelanya"ucap kina sembari memicingkan mata.
"Aku tidak membelanya. Hanya saja yang aku lihat seperti itu. Aku tahu kelemahan mu dalam belajar hitung menghitung. Memangnya aku mengenalmu baru satu atau dua hari" kata changwook.
"Ne, ara" ucap kina ketus. Changwook yang mendengar itu hanya tersenyum.
Di kantin kyuhyun terlihat sedang lahap memakan makanan. Seulgi dan changmin yang melihat itu hanya mampu menggelengkan kepalanya.
"Ya... kenapa kau terlihat sangat emosi eoh?" ucap changmin. Lalu kyuhyun menghentikan memasukan makanan kedalam mulutnya dan mengunyah dengan cepat, setelah itu meminum air putih segelas penuh.
"Bagaimana aku tidak emosi eoh... selama satu jam, aku mengajarinya tetap saja tidak paham"
"Maksudmu kina?" Tanya changmin.
"Ne, kau pikir siapa lagi" jawab kyuhyun penuh dengan emosi.
"Memangnya ada apa dengan sunbae kina?" Tanya seulgi yang penasaran
"Saat pelajaran matematika, kyuhyun satu kelompok dengan kina dan saat mengajarkan matematika membuat heboh satu kelas" ujar changmin.
"Sudahlah jangan membahasnya lagi. Membuat aku semakin emosi saja" kesal kyuhyun.
"Mungkin kau menjelaskannya jangan menggunakan cara biasa tapi carilah sesuatu yang membuat dia cepat mengerti" usul changmin kepada kyuhyun.
"Aku terima saran mu"jawab kyuhyun
"Memangnya oppa kenapa harus mengajarkannya? Bukankah kina sunbae bisa belajar dengan changwook sunbaenim saja" memang yang dikatakan seulgi benar. Namun ini sudah perintah dari anh seonsaengnim.
"Mungkin aku lebih pintar jadi seonsaengnim memilihku" jawab kyuhyun acuh.
Sementara saat masuk kantin kina dan changwook menjadi sorotan para murid yang sedang makan. Hal itu disebabkan karena mereka memakai jaket pasangan dan berhasil membuat para murid iri.
"Aigo, bukankah itu jaket sepasang kekasih? Ah aku jadi ingin memiliknya"
"Mengapa mereka terasa begitu serasi. Aku jadi iri dengan mereka"
"Andai aku berada diposisi kina. Aku takan sia siakan changwook untuk menjadi kekasihku. Tidak hanya tampan, changwook sangat baik hati sekali"
Selentingan ucapan para murid membuat telinga kyuhyun merasa sakit dan kesal karena yang dibicarakan menurutnya tidak bermanfaat. Sementara kina dan changwook sedang mengedarkan pandangannya untuk mencari tempat duduk. Changmin yang melihat itu langsung memanggil mereka berdua untu duduk bersama.
"Changwook..... kinaaaa..... duduk disini saja" teriak changmin dan membuat kyuhyun membulatkan matanya.
"Ish... kenapa kau memanggil mereka" suara kyuhyun terdengar seperti bisikan.
"Memangnya kenapa. Inikan tempat untuk para murid apa salahnya" kata changmin dan seulgi hanya menggelengkan kepala mendengar perdebatan mereka berdua
"Apa kami tidak mengganggu bila bergabung disini" ujar changwook.
"Tentu saja tidak. Ayo duduk" kata changmin sembari tersenyum.
"Kamsahamnida" ucap mereka berdua.
"Kalian ada dalam rangka apa menggunakan jaket pasangan?" Tanya changmin.
"Ah, ini hadiah kecil untuk kina saja, pertanda terima kasihku karena kina selalu setia berada disamping ku dan kami juga akan merayakan hari persahabatan kami" terlihat wajah bahagia dari chamgwook mengatakan hal itu.
"Hari persahabatan?" tanya changmin.
"Ne, hari dimana tanggal kami bertemu untuk pertama kalinya" jawab kina sembari tersenyum.
"Aigo, kalian membuat ku iri sunbae" kata seulgi.
"Aku pergi" pamit kyuhyun kepada yang lain karena dirinya merasa tidak nyaman mendengar pembicaraan mereka. Lalu kakinya melangkah menuju perpustakaan dan tanpa sengaja kyuhyun menabrak seorang yeoja. Saat melihat ternyata yoona yang sedang membawa beberapa buku.
"Mianhae, aku tidak melihat" ucap kyuhyun sembari membantu membereskan buku yoona.
"Ah, ne gwenchana. Aku juga tidak melihat" ucap yoona.
"Apa perlu aku bantu bawakan buku ini?" Belum yoona menjawab kyuhyun sudah membawakan bukunya tanpa persetujuan yoona.
"Kamsahamnida" kata yoona sembari tersenyum.
Tanpa disadari oleh mereka berdua sepasang mata milik seohyun sedang memandangi mereka dengan perasaan kesal. Langsung saja seohyun menghampiri mereka berdua.
__ADS_1
"Apa aku boleh duduk disini?" Seketika kyuhyun dan yoona menatap pemilik suara itu.
"Duduk saja jika ingin. Bukankah ini tempat untuk para murid" mendengar ucapan yoona membuat seohyun mengepalkan tangannya.
"Kyuhyun, bisakah kau mengajarkanku tugas matematika? Ada beberapa soal yang tidak aku mengerti" dengan menggelayut manja seohyun memohon kepada kyuhyun.
"Baiklah tapi bukan hanya kau, tapi ada satu orang lagi yang harus aku ajarkan" lalu kyuhyun melepas tangan seohyun dari lengannya. Langsung saja kyuhyun mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.
"Ya! Minion saatnya belajar" dengan seenaknya tanpa ucapan. Kyuhyun mematikan telponnya.
"Memangnya siapa yang kau hubungi?" Tanya seohyun.
"Nanti juga kau tahu" ucap kyuhyun dan seohyun hanya menatap sebal kyuhyun karena tidak mau menjawab pertanyannya. Sementara dikantin kina mendengus kesal karena mendapat telpon dari kyuhyun.
"Kau kenapa?"tanya changwook.
"Seperti biasa kaki panjang menyuruhku keperpustakaan. Aish!! Kapan penderitaanku berakhir, telingaku sudah panas mendengar omelannya dengan mulut tajamnya itu" ucap kina.
"Kyuhyun oppa memang seperti itu sunbaenim. Jadi harus bersabar mendengar ucapannya itu" nasehat seulgi agar kina sedikit tenang.
"Aku yang setiap hari bertemu dengannya dan berbicara hanya mengelus dada"kata changmin.
"Ya sudah kalau begitu aku pergi" lalu kina beranjak dari duduknya untuk menuju perpustakaan. Setelah sampai matanya mengedarkan keseluruh ruangan dan sudah menemukan kyuhyun tidak sendiri. Di bangku sudah ada yoona dan seohyun. Melihat kedatangan kina membuat seohyun membulatkan matanya.
"Ada apa kau kemari?" Tanya seohyun.
"Menurutmu mengapa aku kemari?" Apa untuk berenang aku datang eoh?" lalu kina mengambil tempat duduk disamping yoona. Mendengar ituu membuat yoona menahan senyumannya. Sedangkan kyuhyun menatap malas mereka berdua yang selalu bertengkar.
"Yoona, bolehkah aku meminta beberapa kertas dan pulpen untuk mereka berdua belajar" pinta kyuhyun sembari tersenyum.
"Tentu saja boleh" lalu yoona menyerahkan kertas dan pulpen.
"Aku lihat materi yang kalain bahas sama dan akan aku ajarkan kalian berdua. Aku ingin kalian fokus mendengarkan penjelasanku, lalu setelah itu kalian kerjakan soal yang sudah aku buat" perintah kyuhyun kepada mereka berdua"
"Ne, ara" ucap seohyun. Sedangkan kina hanya diam tidak mau menjawab.
*****
Kedai kopi song.
Semenjak pulang sekolah kina sedari tadi memasang wajah kesal. Tuan song yang melihat itu menghampiri putrinya yang sedang duduk didekat meja membuat kopi.
"Anak appa kenapa memasang wajah kesal seperti itu. Nanti para pelanggan tidak ingin datang kemari" goda tuan song.
"Aku hanya sedang kesal dengan anaknya tuan cho. Ingin rasanya aku memakannya appa. Apa lagi dengan mulutnya itu" lalu kina *** nampan yang dipegangnyan
"Aigo... anak appa sangat menakutkan jika sudah marah jadi mesum seperti ini" seketika kina memgerutkan keningnya.
"Mesum? Maksud appa, mesum bagaimana" terlihat kina tidak mengerti apa dikatakan tuan song.
"Itu kau bilang ingin memakan mulut kyuhyun. Jika bukan meseum lalu apa lagi"
"Mwo? A.. aku tidak meseum aku hanya memakan bukan ingin menciumnya appa"
"Jadi benar kau ingin menciumnya. Aigo.... betapa mesumnya anak appa ini"
"Aishh.... bukan seperti itu appa. Terserah apa saja!" Lalu kina beranjak pergi meninggalkan appanya. Namun yang dilakukan tuan song hanya tersenyum melihat wajah kesal anak kesayangannya itu.
"Chagiya, appa belum selesai bicara" namun kina tidak memperdulikan appanya.
"Aigo, ahjussi sangat senang sekali menggoda kina" ucap seorang namja peracik kopi yang bernama park hyungsik yang merupakan karyawannya.
"Karena dia sangat lucu hahaha" ucap tuan song.
Terdengar suara pintu terbuka dan disana sudah ada ahra datang bersama temannya.
"Annyeonghaseo ahjussi"
"Ne, kau datang bersama temanmu"
"Kebetulan aku habis membeli keperluan bahan kain jadi sekalian saja aku kemari. Apa kina ada disini ahjussi?"
"Ne, dia ada. Nanti biar ahjussi panggilkan kina kemari. Kalau begitu lebih baik kalian duduk"
"Ne, ahjussi. Kamsahamnida" lalu ahra pergi mencari tempat duduk.
"Taehyung, kau layani dulu. Aku panggil tuan putri dulu"
"Ne, ahjussi" lalu tuan song mencari kina kedalam danternyata kina sedang memasukam beberapa kopi bubuk kedalam toples sembari mendengus kesal.
"Dasar namja kaki panjang ditambah mulutnya yang tajam dan senaknya mengataiku otaku pendek. Lihat saja nanti akan aku balas!" Mendengar itu tuan song haya menggelengkan kepala.
"Chagiya..." seketika kina menoleh karena terkejut karena mendengar suara appanya.
"Ada ahra disana dan ingin bertemu denganmu"ucap tuan songn
"Bukankah setiap hari bertemu"lalu kina menghampiri appanya.
"Entahlah, cepat temui" perintah tuan song
"Ne, appa" lalu kina pergi untuk menghampiri ahra dan ternyata disana ada nyonya park yang sedang mengobrol menemani ahra.
"Apa ahjuma setuju" tanya ahra.
"Tentu saja aku setuju dengan idemu" nyonya song langsung menyetujui tanpa berpikir panjang. Lalu nyonya park memberikan tanda untuk diam karena kina datang.
"Ya sudah kalau begitu ahjuma kebelakang dulu" kata nyonya park sembari tersenyum lalu mengelus rambut kina.
"Eonni ada apa ingin menemuiku"
"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu"
"Ingin berbicara apa? Kenapa terdengar sangat serius sekali"
"Perkenalkan ini teman eonni bernama ji euntak"
"Annyeonghaseo"
"Annyeonghaseo je ireumeun song kina imnida"
"Sebenarnya aku kemari ingin meminta bantuanmu. " ucapan ahra membuat kina merasa akan ada sesuatu hal yang akan terjadi.
"Memangnya eonni ingin minta bantuan apa dariku?"
"Maukah kau menjadi model kami berdua? Kebetulan aku sedang meluncurkan baju untuk ukuran yeoja dibawah rata - rata tinggi seorang model dan kebetulan temanku sedang ada tugas dengan tema yang sama denganku. Bisakah kau membantuku dan temanku?"
"Tapi kenapa harus aku? Bukankah yang ukuran dibawah rata - rata banyak" benar saja apa yang ada dalam pikiran kina. Sesuatu yang tidak menyenangkan akan terjadi.
"Aku tahu, tapi yang bisa aku minta tolong hanya kau. Jebal eoh"mohon ahra dengan memasang raut wajah merajuk.
"Aku mohon bantuan mu kina-ssi" ucap euntak.
Terlihat kina sedang kebingungan untuk menjawab apa. Karena kina memang tidak suka dalam balutan baju yang menurut kina sangat susah untuk dipakai dan lensa kamera. Bisa dilihat sehari hari kina tidak pernah menggunakan make up bahkan pakaian wanita sekalipun dan di lemari bajunya hanya ada celana dan kaos saja. Jika ada pakaian wanita, itu hanya pakaian sekolah dan kina meminta kepada pihak sekolah ingin rok yang panjang. Menurutnya menggunakan rok pendek sangat menyusahkan jika sedang ingin duduk. Kina juga tidak begitu suka difoto, bahkan koleksi foto dirinya sendiri bisa dihitung menggunakan jari.
"Kau melakukan hal ini ada bayarannya dan itu terserah kau ingin dibayar menggunakan apa" tawaran ahra sangat menggiurkan tetapi kina tidak terlena dengan tawarannya karena menurut kina. Menolong seseorang tidak perlu mengharapkan imbalan.
"Baiklah aku mau" mendengar itu membuat ahra dan euntak bersorak gembira.
"Aaaa gomawo. Kau memang dongsaeg ku yang paling baik hati eoh" lalu ahra berdiri dan langsung menghampiri kina untuk memeluknya.
"Aaaaa gomawo. Kau memang dongsaeng yang paling baik. Lalu kau ingin imbalan apa eoh?" Ujar ahra sembari melepaskan pelukannya.
"Tidak perlu eonni. Aku tulus membantu kalian berdua" ucap kina tulus dan itu terpancar dari matanya.
"Sekali lagi kamsahamnida kina-ssi" ucap euntak dengan senyuman yang lebar.
"Ne, eonni. Bolehkah aku memanggilmu seperti itu" ucap kina.
"Tentu saja boleh" jawab euntak.
__ADS_1
****
Pasti ceritanya ngebosenin ya hehe mianhaeyo ditunggu komentarnya buat jadi masukan buat saya