
Terdengar suara perut bunyi dan itu membuat Kyuhyun tersenyum dan sementara kina menahan malu karena perutnya.
"Memalukan"ucapnya dalam hati
"Kau lapar??"tanya Kyuhyun
"Ne, seperti yang kau dengar"
"Ya sudah, aku buatkan kau makan . Kebetulan aku juga lapar"
"Kau bisa memasak?"
"Membuat yeoja jatuh cinta saja bisa. Apa lagi memasak"ucap Kyuhyun dengan bangganya.
"Kecuali aku" mendengar ucapan kina membuat tersenyum tipis. Lalu dengan jahilnya Kyuhyun mendekati kina dan mensejajarkan pandangannya. Hal itu membuat kina merasa gugup dan detak jantung tidak berjalan normal.
"Benarkah???"ucap Kyuhyun.
"Tentu saja"kata kina.
"Bagaimana kita bertaruh?? Jika aku tidak berhasil membuat jatuh cinta. Kau boleh minta apapun dariku tanpa batasan waktu. Tapi kalau aku berhasil. Kau harus menjadi kekasihku dan menuruti semua perkataan ku. tanpa batas waktu yang ditentukan dan sampai aku katakan berhenti"ujar Kyuhyun dan kina sendiri sedang mempertimbangkan taruhan Kyuhyun.
"Kenapa tidak menjawab? Apa kau takut jatuh cinta kepadaku?"tanya Kyuhyun.
"Ani, aku sama sekali tidak takut. Aku terima taruhan mu"jawaban kina membuat Kyuhyun tersenyum.
"Baiklah kalau begitu. Lebih baik kita makan"kata Kyuhyun sembari mengusap kepala kina dan itu membuatnya terdiam. Setelah Kyuhyun keluar dari kamar kina, terlihat sebuah senyuman tipis di bibirnya.
"Aku hanya tidak ingin melihatmu seperti itu lagi"ucapnya.
***
Rumah keluarga ji
Changwook sedari tadi memperhatikan Yoona yang sedang tertidur lelap setelah . Mengerjakan tugas bersama sama. Seketika terkejut dengan suara pelan Kim.
"Tuan muda" ucapnya.
"Ahjussi, mengejutkanku. Ada apa ahjussi?"ucap Changwook.
"Aku permisi ke supermarket ada bahas yang sudah habis"
"Baiklah ahjussi"
"Sebelum aku pergi. Apa tuan mudah membutuhkan sesuatu??"
"Tidak ada ahjussi"
"Baiklah. Aku permisi"
"Ne, ahjussi"
Setelah ahjusii pergi, changwook melihat Yoona mulai menetralkan pandangannya dengan cahaya lampu dan saat sudah jelas betapa terkejutnya Yoona. Saat ini changwook sedang menatapnya.
"Kenapa kau ada di rumahku?"tanya Yoona. Seketika changwook tersenyum.
"Kau tidak ingat ini dimana?" Ucapan changwook membuat Yoona mengedarkan pandangannya dan betapa malunya Yoona.
"Aku pikir setelah makan kau sehat kembali ternyata mau pelupa hahahahaha"ledek changwook.
"Mianhae, aku pikir sudah ada dirumah"kata Yoona dengan malu.
"Gwenchana, lebih baik kau minum dulu"lalu changwook memberikan Yoona air putih.
"Ini sudah jam berapa??"tanya Yoona.
"Sudah jam 6.30" mendengar itu Yoona terkejut dan terburu buru membereskan perlengkapan dan tugas sekola dimasukan kedalam tas.
"Kau kenapa terburu - buru seperti itu??"tanya changwook.
"Aku takut oppa mencariku"kata Yoona.
"Sudah tidak perlu cemas. Oppa mu sudah menghubungi mu dan aku yang menjawabnya"
"Lalu oppaku mengatakan apa??"
"Hyung mengatakan kau pulang terlambat juga tidak apa apa. Selagi kau bersama ku"
"Benarkah? Tidak biasanya oppaku mengatakan itu" setelah itu Yoona mengambil ponselnya untuk meminta jaehyun menjemputnya. Namun saat akan menghubungi ada beberapa pesan yang di kirim oleh jaehyun.
"Aigoo, adikku ternyata sudah besar dan mulai berkencan hahahaha"
"Nanti oppa pulang terlambat karena ada urusan"
"Jika kau ingin menginap. Menginap saja di rumah changwook hahahhaa. Kau jangan meminta aku menjemputmu, kau minta antarakan changwook saja"
"Menyebalkan"ucap Yoona dalam hati.
"Kau kenapa??"tanya changwook.
"Gwenchana. Kamar mandi dimana??"
"Di sebelah sana"
"Ya sudah aku ke kamar mandi dulu. Sudah tidak tahan ingin buang air kecil"
"Ya sudah kalau begitu"
Terdengar suara ponsel changwook berdering dan saat melihat ternyata Sina.
"Ada apa na-ya?"
"Apa kina bersama mu? Ani, wae?"
"Aku menghubunginya tidak bisa"
"Sepertinya ponsel kina mati. Nanti aku coba hubungi eoh"
"Baiklah kalau begitu"
Percakapan selesai dan changwook mulai menghubungi kina namun tidak bisa.
"Lebih baik aku hubungi Kyuhyun saja"lalu changwook mulai menghubungi Kyuhyun.
"Yeoboseyo"
"Apa kina bersamamu?"
"Wae?"
"Sina dan aku menghubunginya tidak bisa"
"Kina sedang bersamaku dan sedang berbicara dengan nuna ku. Apa kau ingin berbicara dengannya??"
"Ne, jika tidak menggangu kina"
Lalu Kyuhyun memanggil kina dengan kencang.
"Kaki pendek"teriak Kyuhyun. Lalu kina menghampiri Kyuhyun.
"Ada apa kau memanggilku??"tanya kina.
"Changwook, ingin bicara denganmu"lalu Kyuhyun memberikan ponselnya.
__ADS_1
"Ne, Changi ada apa??"tanya kina.
"Apa ponselmu mati?? Sina menghubungiku katanya kau sulit dihubungi"ujar changwook.
"Seperti ponselku mati. Aku lupa menchargernya. Ya sudah, kau katakan ponselku mati"jawab kina.
"Ya sudah kalau begitu. Apa kau dirumah Kyuhyun??"ucap Changwook.
"Ne, sepertinya sebentar lagi les ku akan selesai"bohong kina.
"Nanti kau pulang hati - hati eoh. Sampai jumpa besok"kata changwook penuh rasa cemas.
"Ne, Changi" lalu sambungan ponsel selesai. Tidak lama dari situ Yoona sudah kembali.
"Seperti ini sudah malam. Lebih baik aku pulang saja"kata Yoona.
"Biar aku antar kau pulang. Kau tunggu disini aku ambil kunci mobil dan jaket ku"perintah changwook dan itu tidak bisa ditolak oleh Yoona.
"Baiklah"jawab Yoona.
*****
Dapur
"Changwook kenapa menayakanmu lewat aku??"tanya Kyuhyun.
"Ponselku mati"jawab kina seadanya.
"Pantas saja. Ya sudah kau duduk di meja makan" kata Kyuhyun. Namun kina diam dan memperhatikan kyuhyun yang sedang memegang pisau.
"Kenapa kau memperhatikan aku?? Kau terpesona dengan ku eoh?" Bukannya menjawab kina malah menjitak kepala Kyuhyun.
"Ah.... Sakit" ringis Kyuhyun.
"Siapa yang terpesona. Aku hanya tidak yakin kau bisa memasak"
"Sudah aku katakan. Aku bisa memasak, pendek"
"Kau duduk sana"
"Andwe, aku ingin disini. Siapa tau kau memasukan bumbu yang aneh sehingga aku sakit perut"
"Terserah kau saja" Kyuhyun mulai kesal dengan kina. Namun tida menyulutkan semangatnya untuk memasak. Lalu Kyuhyun mulai menyiapkan semuanya dan mulai memasak. Entah kenapa kina tidak berhenti memandangi Kyuhyun. Tanpa disadari oleh mereka Ahra memperhatikan mereka sampai pada akhirnya di kejutkan oleh kedua orang tuanya yang tiba-tiba datang.
"Kau memperhatikan apa"
"Astaga, appa dan eomma mengejutkanku"
"Salah siapa sedari tadi kau berdiam diri disini??"
"Aku sedang memperhatikan Kyuhyun yang sedang memasak untuk kina" seketika membuat tuan Cho dan nyonya Cho terkejut dan langsung ikut memperhatikan. Lalu melihat keributan ringan antara Kyuhyun dan kina.
"Kau duduk saja sana"kata Kyuhyun.
"Tidak mau. Aku takut kau memasukan sesuatu yang aneh"ujar kina.
"Aku tidak akan memasukan apapun eoh. Kau lihat sendiri kan apa saja yang aku masukan. Dari pada kau terus curiga lebih baik bantu aku"
"Kau saja yang masak. Bukankah kau sendiri yang bilang, kenapa aku harus membantu"
"Ya sudah sana jangan disini"
"Tidak mau"
"Nanti kau kena cipratan minyak eoh" setelah Kyuhyun mengatakan itu. Benar saja kina terkena cipratan minyak di tangannya.
"Aauhhh huhu... Huhu"ringis kina.
"Apa aku bilang?? Masih saja tidak mau mendengarkan aku" lalu Kyuhyun menarik tangan kina dan membilas tangannya dengan air dan megoleskan luka ditangan. Kina yang merasa tidak mendengarkan merasa bersalah.
"Gwenchana, apa masih perih tanganmu?" Kata Kyuhyun.
"Ani, gomawo"ucap kina.
"Ya sudah kau diam dan aku akan memasak"ujar Kyuhyun.
"Ne" melihat Kyuhyun kembali memasak kina hanya mampu terdiam. Sampai pada akhirnya seorang ahjumma yang hanya dapat dilihat oleh kina datang yang saat itu dilihat kina. Tuan Cho, nyonya Cho dan Ahra saling berpandangan karena kina berbicara sendiri.
Sementara di kamar Ahra, kedua orang tuanya meminta penjelasan kepada Ahra.
"Sebenarnya kina kenapa?"tanya nyonya Cho.
"Kina sebenarnya... Bisa melihat hantu" jawaban Ahra membuat kedua orang tuanya terkejut.
"Yang benar kina bisa melihat hantu??"kata tuan Cho.
"Tadi appa lihat sendirikan. Kina bicara sendiri??"kata ahra.
Sedangkan kina di meja makan masih berbicara dengang seorang ahjumma yang dilihatnya.
"Kenapa tanganmu?"
"Ahjumma kau mengejutkanku. Tanganku terkena cipratan minyak"
"Kau terlalu keras kepala. Jadi akibatnya kau yang merasakan. Namja itu baik kau tahu?"
"Ahjumma tahu dari mana?"
"Sejak dari namja itu belum lahir ahjumma sudah lama tinggal disini"
"Benarkah??"
"Tentu saja. Ya sudah ahjumma mau pergi ingin berkeliling"
Ahjumma itupun pergi saat Kyuhyun selesai masak dan membawakannya untuk kina.
"Silahkan di coba masakan ku"perintah Kyuhyun dengan rasa ragu kina mencobanya sembari menatap Kyuhyun. Saat masakan masuk kedalam membuat kina terdiam.
"Bagaimana? Enak" tanya Kyuhyun dan kina hanya menangguhkan kepalanya dan memakannya.
"Kenapa si kaki panjang masak enak sekali"ucap kina dalam hati.
"Ya sudah kau habiskan" kata Kyuhyun.
"Kau tidak makan??"tanya kina.
"Ani, melihat kau makan saja aku sudah kenyang" seketika ucapan Kyuhyun membuat pipi kina memerah.
"Kenapa pipimu memerah??"terlihat Kyuhyun kebingungan.
"Aku rasa dari uap panas dari masalahmu"bohong kina dan langsung saja Kyuhyun mengambil masakannya dan meniupnya.
"Buka mulut mu"perintah Kyuhyun.
"Kau berbuat seperti ini agar aku jatuh cinta kepadamu eoh??"ujar kina.
"Tidak sama sekali. Aku hanya ingin menolongmu dan sebagai permohonan minta maaf ku. Memangnya kau sudah mulai jatuh cinta denganku? Aigooo, cepat sekali"
"Enak saja. Siapa yang jatuh cinta denganmu. Aku hanya merasa kau sangat lain dan baik kepadaku"
"Memang selama ini aku tidak baik?"
"Ne, kau selalu membuatku kesal"
__ADS_1
"Benaekah??"
"Tentu saja"
"Ya sudah buka mulutmu" ujar Kyuhyun dan dengan terpaksa kina menerima suapan dari Kyuhyun. Sedangkan di luar rumah terlihat jihee berjalan dengan lemas karena merasa kelelahan hari ini.
"Lelah sekali hari ini dan untungnya besok jadwal pemotretan siang" kata jihee sembari masuk kedalam rumah keluarga Cho. Seketika jihee mendengar suara dari dapur dan melihat ternyata Kyuhyun dan kina.
"Apa yang sedang kalian lakukan" ucapan jihee membuat keduanya terkejut.
"Kau mengejutkan ku eonni" kata kina.
"Mianhae, ya sudah aku istirahat dulu" sebelum jihee masuk kekamar Kyuhyun sudah memanggilnya.
"Nuna" panggil Kyuhyun.
"Ada apa game boy??"tanya jihee.
"Apa kau pulang jam segini habis berkencan dengan seorang namja??" Ucapan Kyuhyun membuat jihee membulatkan matanya.
"Ani, wae??"bantah jihee.
"Aku melihatmu masuk kedalam mobil bersama seorang namja"
"Ah, itu rekan kerjaku. Untuk projek besok yang akan aku kerjakan"
"Benarkah?? Sepertinya wajahnya tidak asing bagiku. Tapi aku melihatnya dimana"
"Sudah tidak perlu di dipikirkan, nuna harus tidur besok dan harus bangun pagi" bohong jihee sembari berlalu pergi.
"Kaki pendek, apa kau merasa nuna bertingkah aneh?"
"Bukan eonni. Tapi kau yang aneh"
"Kenapa aku??"
"Tentu saja kau. Memangnya kenapa jika eonni memiliki kekasih??"ucap kina.
"Tidak apa - apa. Aku hanya penasaran saja siapa namja yang mau dengan nuna seperti macan" ucapan Kyuhyun membuat kina tersenyum tipis tanpa di sadari Kyuhyun.
"Ah iya, nuna memberi tahuku jika lusa kau dan aku menjadi model pemotretan"ucapan Kyuhyun membuat kina ingat.
"Ah, iya. Waktu itu eonni memintaku bersama temannya menjadi model. Tapi kenapa lelakinya harus kau??"ujar kina
"Memangnya aku kenapa?? Aku tampan, cerdas dan idaman semua wanita" ucap Kyuhyun dengan percaya dirinya.
"Pengecualian aku"kata kina.
"Lihat saja nanti kau akan jatuh cinta kepada ku hahahaha" jawab Kyuhyun dengan bangganya.
Sedangkan Changwook sedang mengantar Yoona menuju rumahnya.
"Gomawo, sudah mengantarku"kata kina sembari tersenyum.
"Kau tidak perlu berterima kasih. Sudah kewajiban seorang namja mengantar seorang yeoja"jawaban changwook membuat mereka berdua tersenyum.
"Ya sudah aku masuk kedalam. Kau hati hati dijalan"ucap Yoona.
"Ne, Samapi jumpa"lalu Yoona keluar dari mobil dan changwook pergi menuju rumahnya kembali.
Sedangkan kina di kamar sedang menyalakan. Ponselnya sembari menchargernya dan saat di nyalakan panggilan tidak terjawab begitu banyak dari Sina. Langsung saja kina menghubungi Sina kembali.
"Yak, kau kemana saja??"
"Aigo, suaramu kencang sekali"
"Besok kita harus bertemu ada yang ingin aku tanyakan"
"Kenapa tidak sekarang saja?"
"Aku inginnya besok" sebelum kina ingin berbicara lagi. Tiba - tiba Sina mematikan ponselnya dan itu membuat kina bingung.
"Sebenernya dia kenapa"ucap kina. Sedangkan Sina dengan memikirkan apa yang telah dilihatnya waktu siang.
***********
Meja makan.
Terlihat kedua keluarga sedang berkumpul di meja makan sembari bersenda gurau. Banyak tawa dan candaan yang mereka lontarkan. Sampai pada akhirnya nyonya Cho tidak melihat kina dimeja makan.
"Kina dimana?" Nyonya Cho
"Sepertinya masih tertidur" jawab nyonya song.
"Ya sudah, biarkan saja. Mungkin kina lelah"kata tuan Cho.
"Ah, iya bagaimana dengan rumah kalian apa sudah beres??"tanya tuan Cho.
"Aku lihat sudah hampir beres. Sepertinya perkiraan bulan depan meleset dan aku rasa Minggu ini atau Minggu nanti kami kembali ke rumah" mendengar jawaban tuan song membuat Kyuhyun tidak sengaja menjatuhkan geles dan itu membuat semuanya terkejut.
"Kau kenapa??"tanya Ahra.
"Ani, hanya sedikit licin. Ya sudah, aku bersihkan dulu"kata Kyuhyun sembari pergi untuk membersihkan gelas. Namun langkahnya terhenti saat Choi ahjumma datang menghampiri.
"Biar aku saja tuan muda" ucap Choi ahjumma.
"Gwenchana, biar aku saja" kata Kyuhyun.
"Baiklah tuan muda" ucap Choi ahjumma. Setelah Kyuhyun pergi kedua keluar itu langsung menahan tawa.
"Aigooo, kau ini kejam sekali dengan anakmu"ucap tuan song.
"Biarkan saja. Tapi kau tidak seriuskan akhir Minggu ini Atau Minggu nanti kau pindah" ucap tuan song.
"Tentu saja tidak. Nanti bulan depan seperti apa yang aku katakan"kata tuan song.
"Simgguh, aku ingin tertawa melihat wajah anakku tadi. Aku yakin dia sedang berpikir"ucap nyonya Cho.
"Aku juga begitu eomma"kata ahra sembari tertawa. Sedangkan Kyuhyun masih terkejut dengan ucapan yang di dengarnya barusan
"Kina.. akan pindah? Bukankah itu hal bagus. Tapi kenapa aku tidak suka mendengarnya" ucap Kyuhyun dan sampai pada akhir ya jihee yang melihat Kyuhyun sedang melamun mengejutkannya.
"Dor" ucap jihee
"Yak, kau mengejutkanku nuna" kesal Kyuhyun.
"Biarkan saja. Suruh siapa kau melamun. Memangnya kau sedang memikirkan apa??"
"Tidak ada. Ah iya, ada yang ingin aku tanyakan"
"Kau ingin bertanya apa?"
"Bagaimana rasanya, jika kau tiba tiba di tinggal oleh seseorang yang belum tentu kau tahu perasaan mu terhadapnya??"
"Kenapa kau bertanya seperti itu??"
"Kenapa jadi nuna bertanya kepadaku?? Harusnya menjawab pertanyaan ku"
"Ne, baiklah Nuna akan jawab. Kalau aku dalam posisi seperti itu. Jika perasaan ku baik jika dia pergi, berarti aku tidak memiliki perasaan sama sekali. Jika sebaliknya perasaan ku tidak baik, maka aku benar jatuh cinta kepadanya lalu aku kejar dia untuk meminta jangan pergi dan meminta maaf tidak akan membuatnya pergi lagi"mendengar jawaban jihee membuat Kyuhyun terdiam. Jihee yang melihat itu langsung menepuk Kyuhyun.
"Kau kenapa?"tanya jihee.
"Gwenchana, ya sudah aku bersihkan dulu gelas yang aku jatuhkan" lalu Kyuhyun pergi berlalu.
__ADS_1
"Aku yakin, ada sesuatu yang disembunyikannya"ucap jihee.
Maaf kalau ceritanya kurang memuaskan dan kurang panjang 😂😂😂