Love Is..

Love Is..
love is part 35


__ADS_3

Di kamar.


"Segar sekali badan ku" saat keluar dari kamar mandi kina melihat soomi sudah duduk di kasur.


"Kau disini"seru kina sembari mengeringkan rambut dengan handuk.


"Ne, eonni. Ah iya, Eonni siapa oppa itu?"tanya soomi yang penasaran .


"Oh, dia Choi Siwon. Teman oppa ku, memangnya kenapa?"ujar kina.


"Apa oppa itu bisa melihat ku? Aku merasa saat aku ikut dengan eonni matanya tidak lepas dari ku"


"Aku kira kau tidak akan sadar Siwon oppa memperhatikan mu"kata kina sembari tersenyum.


"Jadi bener oppa itu bisa melihat ku. Habis saat melihat ku oppa itu tersenyum. Untung saja Kyuhyun oppa tidak menyadarinya"


"Siwon oppa memang seperti itu dan juga sangat baik sekali. Disaat oppa ku pergi dia selalu ada disamping ku selain changwook"


"Wah, eonni di kelilingi orang baik"


"Ne, eonni sangat bersyuku sekali. Ya walau, tidak ada Joongki oppa di samping ku" melihat kina bersedih membuat seulgi memeluknya.


"Aku yakin eonni akan bertemu dengan Joongki oppa lewat mimpi"ucap soomi.


"Semoga saja"jawab kina sembari tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu eonni menemui Siwon oppa. Apa kau mau ikut kebawah?"


"Ani, eonni aku disini saja"


"Ya sudah jika kau ingin disini" kata kina dan soomi melepaskan pelukannya.


"Aku kebawah dulu"lalu kina mengacak rambut soomi.


"Kina eonni orang yang sangat hangat"


****


Ruang keluarga.


Disana sudah ada Ahra, Siwon,jihee dan Myung Soo sedang mengobrol. Sangat seru sekali. Tanpa kina sadari mereka sedang membuat rencana untuk menjahilinya bersama Kyuhyun. Mata kina tertuju kepada Myung Soo yang berada di samping jihee.


"Siapa namja di samping mu eonni?"tanya kina.


"Kenalkan ini teman ku Myung Soo"kata jihee.


"Annyeonghaseyo, nama ku song kina"


"Aku Myung Soo. Panggil saja aku Myung Soo oppa"


"Baiklah kalau begitu Myung Soo oppa. Aku pikir oppa kekasih jihee eonni hehehe"


Seketika semua mata tertuju kepada mereka berdua.


"Aigo... Anak kecil yang so tau"ujar siwon sembari mencubit pipi kina.


"Aaaaa sakit oppa" ujar kina. Melihat itu jihee kebingungan bagaimana mereka saling mengenal.


"Kau kenal dengan siwon?"tanya jihee.


"Ne, Siwon oppa teman dekat oppa ku saat wajib militer eonni"jawab kina sembari tersenyum.


"Aigoo... Dunia ini begitu sempet eoh"ujar jihee yang tidak habis pikir.


"Kau benar juga eonni hahahhaa. Aku tidak menyangka akan bertemu Siwon oppa disini"kata kina.


"Aku juga tidak menyangka. Tuhan mempertemukan kita seperti ini"tanpa basa basi kina langsung memeluk Siwon yang sudah dianggapnya sebagai oppanya sendiri. Tanpa di sadari Kyuhyun melihat kina yang langsung memeluk Siwon membuatnya sedikit kesal dan langsung menghampiri mereka.


"Minions"kata Kyuhyun. Kiba mendengar itu merasa kesal


"Apa?"jawab kina.


"Ayok kita belajar matematika, sekarang!!"


"Aku tidak mau. Apa kau tidak kasihan kepadaku?? Setelah capek badan, sekarang harus capek otak"kesal kina.


"Sudahlah kyuhyun-a. Kasian kina, kau ini tega sekali"kata ahra.


"Benar apa kata eonni"


"Tidak ada alasan"


"Kau ini tega sekali game boy. Dari pada belajar lebih baik kita main games saja"kata jihee.


"Benar kyu, kasih kina untuk libur belajar. Benar apa yang dikatakan jihee"tambah Siwon.


"Sudah jangan banyak berpikir"kata Myung Soo.


"Kenapa semua orang membela si Minion. Membuat aku kesal saham lihat senyuman licik dari bibirnya"kata Kyuhyun dalam hati.


"Terserah kalian. Aku tidak mau ikut main games"kata kyuhyun.


"Kau harus ikut"ucap ahra.


"Kenapa aku harus ikut??"tanya Kyuhyun.


"Ya sudah jika tidak mau. PSP mu aku jual"


"Nuna...."


"Makannya ikut main games"


"Kenapa hari ini penuh dengan permainan"kata kyuhyun dalam hati. Mau tidak mau Kyuhyun menuruti permintaan nunanya. Namun saat akan memulai permainan, terlihat tuan Cho dan dan nyonya cho sudah rapih.


"Appa dan Eomma mau pergi kemana??"tanya Kyuhyun.


"Appa dan Eomma mau pergi makan berdua"


"Aigo... Appa dan Eomma seperti anak muda saja"ucap Kyuhyun.


"Memang appa dan Eomma masih muda. Makanya kalian cepat cari pasangan, biar tahu rasanya seperti apa hahahaha"ujar tuan Cho dan hal itu berhasil membuat mereka mengeluarkan wajah datar.


*****


Rumah keluarga Park.


Sedari tadi seulgi dan nyonya park sibuk di dapur untuk menyiapkan makan malam. Tanpa disadari masakan yang di buatnya hampir selesai. Sementara di ruang keluarga Jimin sibuk bermain games dan Ji-hyun sedang asik bermain dengan bonekanya


"Oppa"


"Ada apa?"


"Aku ingin bertemu kina eonni"mendengar ucapan adiknya membuat Jimin menghentikan permainannya di ponsel.


"Apa kau Merindukan nuna kina??"tanya Jimin.


"Ne, oppa"jawab Jihyun sembari tersenyum.


"Ya sudah nanti oppa tanyakan pada nuna ada waktu atau tidak eoh"ujar jimin sembari tersenyum. Tidak lama dEi Siti terdengar suara seulgi memanggil nama mereka berdua.


"Jihyun.... Jimin...."ucap seulgi.


"Ne, eonni"jawab Jihyun.


"Saatnya makan malam"kata seulgi.


"Aku tidak sabar ingin cepat cepat mencoba masakan mu"


"Aku yakin kau akan suka"


"Benarkah??pasti tidak enak"


"Coba dulu baru komentar" dengan kesal Seulgi mengatakan itu


"Oppa jangan begitu, tidak baik tahu"ucapan jihyun membuat Jimin melongo.


"Memangnya oppa kenapa?"tanya Jimin.


"Karena oppa sudah meledek. Ayo, eonni kita makan. Jangan dengar apa kata oppa"melihat Jihyun seperti itu membuat seulgi tersenyum dan Jimin merasa adiknya lebih menyukai seulgi. Saat di meja makan terlihat makanan begitu banyak dan enak sekali dipandang.

__ADS_1


"Kenapa mata kalian seakan mau keluar"ucap nyonya Park.


"Kelihatannya sangat mewah sekali eomma"jawab Jihyun. Mendengar itu membuat seulgi dan nyonya Park tersenyum.


"Sudah jangan jangan hanya di pandang tapi di manakah eoh"ujar nyonya Park.


Lalu mereka mulai makan dan mengambil nasi beserta makanan yang lainnya. Saat masakan masuk ke dalam mulut membuat Jimin terperangah dengan masakannya.


"Bagaimana dengan masakkan ku??"tanya seulgi.


"Wah, aku tidak menyangka seenak ini masakan mu" jawab Jimin sembari tersenyum memasukan makanan kedalam mulutnya.


"Pelan pelan makannya"


"Ne, eomma"


"Eomma tadi kan oppa tidak percaya dengan masakan eonni samgat enak"


"Jagan tiru sifat oppa mu seperti itu eoh"


"Ne, eomma"


"Kenapa aku terasa terpojokkan"kesal Jimin yang di buat buat.


"Memang kenyataannya seperti itu oppa"ucap Jihyun sembari meledek oppanya.


"Kalian ini selalu bertengkar. Tidak malu dilihat oleh seulgi eoh"


"Tidak apa apa eomma. Itu hal bisa, aku juga seperti itu bersama oppa ku hehehe"


"Kau punya oppa"


"Ne, oppa ku kuliah saat ini hehehe"


"Kuliah di mana?"


"Kuliah milik keluarga"


Seketika Jimin tersedak mendengar ucapan seulgi. Lalu seulgi memberikan jimin air minum.


"Apa ucapan ku sangat mengejutkan mu"


"Ne, sangat mengejutkan. Memangnya nama universitas mu apa?"


"Global university"


Seketika Jimin membulatkan matanya karena itu adalah university terbaik.


*****


Rumah keluarga Cho.


"Baiklah, kita akan bermain memindah kertas menggunakan mulut kita kepada teman, untuk menentukan siapa teman kita. Lebih baik kita gunting kertas batu dulu"ucap ahra.


"Kenapa harus permainan ini?"tanya Kyuhyun. Terlihat tidak sangat setuju.


"Memangnya kenapa? Bilang saja kau takut"kata ahra.


"Kenapa aku jadi teringat kejadian saat siang"ucap kina dalam hati dengan wajah datarnya. Siwon yang melihat itu langsung bertanya.


"Kau kenapa?"


"Ye, aku? Memangnya aku kenapa?"


"Aku pikir, ada yang sedang kau pikirkan"


"Tidak ada hehehe" bohong kina.


"Sudahlah, game Boy. Katakan saja kau ini memang tidak berani. Apa yang dikatakan ahra"


"Tidak"


"Sudah sudah. Tidak usah bertengkar.


Jadi kau ingin ikut apa tidak kyu??"ujar Myung Soo


"Baiklah aku ikut"dengan kesal Kyuhyun menjawab seperti itu.


"Ne, eonni"mau tidak mau kina harus ikut permainan ini walau dengan perasaan yang tidak enak.


"Gunting... Kertas... Batu..."


Saat melihat hasilnya Ahra dengan jihee, Siwon dengan Myung Soo dan Kyuhyun dengan kina.


"Sudah aku duga. Mereka semua menjahili aku. Lihat saja nanti akan aku balas"ucap Kyuhyun.


"Nanti siapa yang kalah harus menerima hukuman"ucap ahra.


"Aku setuju" ucap semuanya. Permainan di mulai dari siwon dan Myung soo.


"Baiklah permainan di mulai sekarang dalam waktu 1 menit sebanyak banyaknya"ujar ahra. Permainan pun di mulai Siwon dan Myung Soo berusaha untuk mengumpulkan kertas. Namun saat melakukannya yang terjadi bibir mereka berdua bertemu dan membuat semua orang tertawa.


"Ah....bibir mu ternyata manis juga hahahaha"ucap Siwon.


"Bibir ku ternodai"ujar Myung Soo dengan wajah sedih dan itu semakin membuat semua tertawa.


Waktupun sudah selesaikan dan kini giliran Ahra dan jihee yang mulai permainan. Mereka berdua melakukannya dengan sempurna tanpa kesalahan dan membuat mereka semua terkejut.


"Wah, Daebak"ucap Myung Soo.


"Itulah kehebatan kami berdua hahahaha"ucap jihee.


"Sekarang giliran kalian berdua" ucapan ahra membuat Kyuhyun dan kina terkejut.


"Lakukan yang benar. Aku tidak ingin seperti oppa"kata kina.


"Lagi pula siapa yang ingin seperti Hyung?? Kau terlalu berlebihan "kata Kyuhyun.


"Siapa yang berlebihan? Aku hanya memberi tahu mu saja. Ingat jangan ambil kesempatan dalam kesempitan"


"Siapa yang ingin mengambil kesempatan?"


Mendengar mereka berdua bertengkar lagi membuat mereka menghela nafas.


"Jika kalian terus bertengkar bagaimana permainan ini di mulai??"ucap jihee.


"Mianhae, nuna"ucap Kyuhyun.


"Baiklah kita mulai, dari sekarang"kata Siwon. Dengan penuh konsentrasi Kyuhyun dan kina mulai memindahkan kertas dengan mulutnya dan itu sangat cepat sekali sampai Samapi semua terkejut.


"Bagaimana bisa mereka sangat lebih cepat dari pada kita jihee"


"Kau benar juga tapi kenapa belum ada sesuatu yang kita harapkan"


Ucap mereka berdua sembari berbisik.


"Wah tinggal satu lagi"kata Myung Soo.


Namun kejadian yang di harapkan terjadi. Tidak sengajak kertas yang di ambil Kyuhyun terjatuh tepat saat akan memberikannya kepada kina. Bibir mereka saling bertemu dan membuat mereka berdua terkejut. Sedangkan Ahra,siwon, jihee dan Myung Soo senang rencana mereka berhasil. Dengan gerakan cepat ahra mengeluarkan ponselnya untuk foto momen tersebut sebelum mereka sadar. Seketika kina dan Kyuhyun berteriak karena tersadar apa yang sudah terjadi.


"Aaaaaaaaaa......" Lalu kina mendorong kyuhyun.


"Yak!!! Kau mengambil kesempatan eoh"


"Siapa yang mengambil kesempatan. Aku juga tidak tau kenapa kertasnya terjatuh"


"Alasan!, katakan saja kau ingin mencium ku eoh. Bibir ku yang sudah aku jaga untuk suami ku sudah ternodai"


"Siapa yang juga yang ingin mencium bibir mu yang tidak menarik seperti itu??"


"Mwo?? Apa yang kau katakan???" Dengan perasaan kesal kina langsung menjambak rambut Kyuhyun.


"Aaaaa..... Sakit.. sakit"ucap Kyuhyun.


"Sepertinya kita harus pergi sebelum disalahkan"ucap ahra.


"Kau benar juga"kata Siwon.


Lalu mereka berempat pergi dengan perlahan agar tidak ketahuan oleh mereka berdua.

__ADS_1


"Lepaskan!!! Minion"


"Andwe!!!"


"Lepaskan!!!"


Penuh dengan kekuatan, Kyuhyun sedikit mendorong kina dan hal itu membuat Kyuhyun berada di atas kina dan tidak bisa dihindarkan mata mereka berdua saling menatap. Tidak ada yang berkedip satu sama lain dan debaran jantung mereka semakin terasa.


"Kenapa dengan jantung ku? Apa aku sakit? Kenapa wajahnya semakin dekat"ucap kina dalam hati.


"Kenapa matanya cantik sekali" ucap Kyuhyun dalam hati. Entah disadari atau tidak wajah mereka semakin mendekat dan bibir mereka saling bersentuhan.


Sementara Changmin dan Sina Setelah selesai menonton film. Mereka berdua langsung pergi ke pasar malam. Disana banyak sekali permainan.


"Wah ramai sekali Changmin" terlihat Sina begitu senang.


"Tentu saja ramai. Ayo kita, main permainan di sini"


"Ne, aku juga tidak sabar"


Lalu Changmin mengajak Sina ke tempat bermain dan wahana. Diam diam Changmin memandangi Sina yang sedang tersenyum saat bermain.


"Benar - benar cantik"ucap Changmin dalam hati.


"Hahhhh kalah lagi"kesal kina.


"Sini biar aku yang main. Memangnya kau ingin mendapatkan apa?"kata Changmin.


"Aku ingin Bonek beruang yang besar itu"


"Baiklah. Tapi jika aku bisa mendapatkan boneka. Apa aku akan mendapatkan imbalan"


"Tenang saja akan ku beri imbalan air minum hahahahaha"


"Baiklah, akan aku lakukan"


Lalu Changmin mulai permainannya. Saat Changmin melempar bola dan mengenai sasaran boneka yang di inginkan oleh Sina berhasil didapat dan itu membuatnya sangat senang sekali.


"Wah.... Kau hebat sekali changmin"ujar Sina.


"Jangan sebut aku Changmin jika aku tidak bisa melakukannya hahahaha"kata Changmin.


"Kamsahamnida untuk bonekanya. Sebagai gantinya aku traktir kau makan?"


"Baiklah kalau begitu"


"Tapi kita cari makan dimana?"


"Kita makan yang jualan disini saja. Rasanya tidak jauh dari restoran mahal"


"Benarkah? Aku belum pernah makanan di pasar malam"


"Ya sudah, biar aku yang pilihkan makanan yang enak untuk kita berdua"


"Baiklah, aku sudah tidak sabar"


*******


Depan rumah keluarga park


"Ghamsahamnida, eomma untuk makan malamnya" ucap seulgi.


"Seharusnya eomma yang mengucapkan terima kasih karena kau sudah membuat makan malam"kata nyonya Park.


Tinn... Tin... tinnnnn


Terdengar kelakson mobil milik Jimin sudah ada di depan rumah.


"Ya sudah eomma. Aku pulang dulu" 


"Nanti eonni main ke sini lagi ya"lalu Jihyun memeluk seulgi.


"Ne, Jihyun tentu saja" Seulgi juga membalas pelukan Jihyun.


"Hati hati dijalan"ucap nyonya Park sembari .


"Ne, eomma" ucap seulgi sembari memberi hormat.


"Jimin, jangan mengebut eoh"


"Ne, eomma tenang saja"


Lalu mereka berdua pergi berlalu.


"Maaf, jadi merepotkan mu"ucap Jimin.


"Aku tidak merasa direpotkan. Malah aku sangat senang sekali"kata seulgi sembari tersenyum.


"Benarkah??"


"Tentu saja"


"Syukurlah kalau begitu"


"Aku tidak melihat appa mu?"


"Appa sedang di Inggris. Sedang mengurus pekerjaannya yang masih belum selesai di Inggris. Setalah itu appa di pindahkan ke Korea oleh perusahaan. Karena perusahan disini sangat membutuhkan appa ku"


"Begitu rupanya. Pantas saja aku tidak melihatnya"


Sementara di rumah keluarga IM terlihat mobil changwook berada disana.


"Gomawo sudah mengantar ku dan sudah mendengarkan aku"ucap Yoona.


"Ne, ya sudah kau masuk kedalam. Aku yakin oppa mu akan kawatir"kata changwook.


"Baiklah. Kau hati hati dijalan"ujar yoona.


"Ne, tentu saja"kata changwook. Lalu Yoona melambaikan tangannya dan masuk kedalam . Lalu changwook membalas melambaikan tangannya. Saat Yoona masuk kedalam terlihat jaehyun sudah menunggunya pulang.


"Dari mana saja hari ini?"tanya jaehyun. Namun saat melihat mata yoona bengkak membuat jaehyun kawatir.


"Apa kau habis menangis??"tanya jaehyun


"Apa oppa tahu eomma akan menikah?" Pertanyaaan Yoona membuat jaehyun terdiam.


"Kenapa oppa tidak menjawab?? Kenapa oppa menyembuhkan masalah ini dari ku?"


"Mianhae, oppa hanya tidak ingin kau terluka"


"Benarkah??? Tapi apa sekarang? Hati ku tetap terluka. Apa oppa tidak ingin keluarga kita tidak utuh lagi seperti dulu??"


"Oppa juga ingin. Tapi...." Sebelum selesai bicara. Yoona sudah berlalu pergi meninggalkan jaehyun untuk pergi ke kamar.


"Kenapa tidak ada seorang pun yang memahami ku.. hikss... Hiksss...hiksss..." Tanpa Yoona sadari saat bertengkar dengan jaehyun. Appanya mendengar hal itu dan membuat dirinya merasa sedih. Jaehyun langsung menghampiri appanya yang sedang duduk di meja makan.


"Ini salah appa. Tidak bisa membahagiakan kalian berdua" ucap tuan im dong hoon.


"Tidak appa, ini bukan salah appa. Tapi ini sudah jalan dari Tuhan untuk keluarga kita. Apa sudah sangat membuat kami berdua bahagia. Jadi appa tidak boleh berbicara seperti itu"ujar jaehyun.


Sementara di Rumah minyoung . Terlihat mulai sadar dan matanya mulai menyesuaikan dengan cahaya.


"Dimana aku"lirih min young sembari memposisikan badannya untuk duduk.


"Di kamar mu"seketika Minyoung terkejut dengan suara yang di kenali dan benar saja jaewook sedang menatap minyoung sembari datang menghampiri.


"Kenapa oppa ada disini?? Bukan kah kau sibuk dengan pekerjaan mu"terlihat minyoung kesal dan marah


"Apa aku tidak boleh menemui calon istri ku eoh" mendengar ucapan jaewook membuat minyoung tidak jadi marah dan kesal. Entah kenapa setiap di sebut calon istri, hati minyoung luluh. Lalu tangan jaewook meraih tangan minyoung untuk di genggam dengan mata memandang penuh cinta.


"Mianhae, aku terlalu sibuk dengan pekerjaan ku. Sampai - sampai aku mengabaikan mu dan sibuk dengan dunia ku sendiri. Seharusnya, aku lebih meluangkan waktu untuk mu. Terima kasih selama ini sudah sabar menghadapi ku dan maaf, aku belum sepenuhnya bisa membahagiakan hati mu. Mulai sekarang aku berjanji akan ada waktu untuk mu, membahagiakan mu dan memperlakukan mu lebih baik lagi" ungkapan hati isi jaewook membuat minyoung tersentuh dan tanpa basa basi langsung memeluk jaewook.


"Untuk apa oppa meminta maaf. Ini salah ku juga yang belum bisa memahami mu. Aku juga berjanji akan memperlakukan mu lebih baik lagi"ujar minyoung. Lalu jaewook melepaskan pelukan minyoung untuk melihat wajah cantik calon istirnya itu. Lalu jaewook menyingkirkan poni minyoung dan menyelipkan di telinga.


"Kau juga harus berjanji jangan minum alkohol lagi seperti itu. Sudah tahu tidak kuat masih saja minum"


"Itukan aku kesal dengan mu oppa. Makannya jangan membuat ku kesal"


"Ne, baiklah. Oppa tidak akan membuat mu kesal lagi"ucap jaewook. Lalu mereka berdua saling pandang. Dengan penuh cinta dan kerinduan, jaewook mencium minyoung dengan lembut.

__ADS_1


****


Maaf baru upload lagi 😁🤗😘


__ADS_2