Love Is..

Love Is..
love is part 19


__ADS_3

Kantor SKJ


Ruangan kangjoon.


Terlihat kangjoon sedang menghubungi jihee. Namun telpon belum di angkat olehnya.


"Mianhae, aku habis selesai mengganti baju"


"Gwenchana. Ya sudah kalau begitu aku jemput"


"Tidak perlu. Kau beri tahu saja kita akan kemana??"


"Kita pergi ke sungai Han saja bagaimana?"


"Baiklah kalau begitu. Sampai jumpa disana eoh"


"Ne, baiklah kalau begitu" setelah menelepon jihee. Kangjoon langsung keluar dari ruangan dan menuju lift. Namun saat masuk lift melihat minyoung jalan ke arahnya dan dengan sigap kangjoon menekan tombol agar pintu lift terbuka.


"Sajamgnim" panggil sekertaris minyoung.


"Aku sudah berapa Kali mengatakan kepadamu. Jika diluar jam kerja kau panggil namaku sama" ujar kangjoon.


"Mianhae, joon-a" ucap minyoung sembari tersenyum.


"Itu terdengar lebih enak"kata kangjoon sembari tersenyum.


"Kau sepertinya terburu buru sekali"


"Aku sudah ada janji dengan seseorang"


"Seseorang? Apa yeoja Yang waktu siang itu eoh??"bukannya menjawab kangjoon hanya tersenyum.


"Aigo... Jika sudah tersenyum seperti itu pasti benar" kata minyoung.


"Kau bertemu dengannya dimana eoh?"


"Rahasia hahahaha"


"Pelit sekali tidak memberi tahuku"


"Biarkan saja aku pelit hahahaha"


"Ish... Menyebalkan"


"Bagaimana dengan rencana mu apa sudah selesai semua?"


"Begitulah"


Tidak terasa pintu lift terbuka dan membuat Meraka keluar.


"Ya sudah kau hati - hati dijalan" ucap kangjoon.


"Ne, sampai jumpa besok"jawab minyoung dengan senyuman yang merekah. Lalu kangjoon berjalan menuju mobilnya yang terparkir. Sementara jihee sudah rapih dengan pakaiannya dan yang di pilihnya pakaian jaket disertai celana jins dan sepatu senikers. Terdengar suara tuan Cho yang memanggil jihee.


"Jihee..." Panggil tuan Cho.


"Ahjussi tampan memanggilku"seru jihee sembari keluar dari kamarnya.


"Ne, ahjussi tampan ada apa?"ucap jihee.


"Kau rapih sekali? Apa kau mau pergi?"tanya tuan Cho.


"Ne, aku sudah ada janji dengan temanku" jawab jihee sembari tersenyum.


"Teman atau teman eoh" goda tuan Cho kepada jihee.


"Ahjussi... Kenapa menggodaku. Ini benar teman ku"jawab jihee sembari memanyunkan bibirnya. Tuan Cho yang melihat itu tidak kuat menahan senyum. Terdengar Kyuhyun memanggil jihee.


"Nuna, kebetulan kau sudah siap. Antarkan aku ke toko buku" perintah Kyuhyun.


"Mianhae, aku sudah ada janji. Kau pergi saja sendiri"kata jihee


"Kau mau pergi kemana??" Sebelum jihee menjawab tuan Cho berbicara terlebih dahulu.


"Pergi dengan kekasihnya"ucap tuan Cho.


"Oh kekasih.."seketika Kyuhyun baru tersadar.


"Mwo kekasih??? Kau mempunyai kekasih nuna??" Ucapan Kyuhyun.


"Aku tidak memiliki kekasih. Ahjussi, jangan menyebarkan fitnah"bantah jihee.


"Jika tidak kenapa kau sewangi ini" ledek tuan Cho.


"Apa aku salah ahjussi jika wangi. Ya sudah kalau begitu aku mau pergi dulu. Temanku sudah menunggu"setelah pamit jihee langsung pergi.


"Appa tahu dari mana jika nuna memiliki kekasih??"


"Hanya menebak saja. Panggil eomma dan Ahra, kita makan bersama"


"Ne, appa" lalu Kyuhyun berjalan menuju kamar eomma dan nunanya.


*****


Rumah keluarga im


Terlihat mobil changwook sudah berada di rumah yoona. Saat changwook menoleh ternyat Yoona sudah tertidur pulas. Namun seketika changwook terhipnotis oleh kecantikan Yoona saat tidur.


"Sangat cantik" sadar atau tidak changwook mengatakan itu dengan senyuman merekah di bibirnya. Namun seketika senyumannya hilang saat Yoona mulai membuka mata dan mulai menormalkan matanya. Saat menoleh ternyata changwook sedang memandanginya dan hal itu membuat Yoona terkejut. Bagaimana tidak, saat menormalkan pandangannya di iringi dengan menguap begitu lebar.


"Kau disini??"ucap Yoona.


"Tentu saja. Memangnya ini mobil siapa?" Seketika ucapan changwook membuat Yoona sedikit tersadar.


"Ah, mianhae. Apa aku tertidur lama? Kenapa kau tidak membangunkan ku" ucap Yoona.


"Bagaimana aku mau membangunkanmu. Kau mendengkur saat tidur" dengan jahilnya Changwook mengajarkan itu.


"Mwo?? Aku mendengkur"kata Yoona dengan terkejut dan changwook menahan senyum.


"Apa salahnya mendengkur eoh?"


"Tidak salah. Hanya saja, aku tidak pernah mendengkur"


"Sudah tidak perlu di pikirkan"


"Ya sudah kalau begitu. Apa kau lapar??"


"Ti..." Sebelum changwook menjawab perutnya sudah bunyi dan itu membuat Yoona tertawa.


"Hahahahaha ingin jawab tidak ternyat kau lapar"ledek Yoona dan itu membuat changwook malu.


"Kajja, aku masakan makana untukmu"ajak Yoona.


"Baiklah kalau begitu"jawab Changwook.


Lalu changwook mengekor di belakang Yoona untuk masuk kedalam. Ternyata sangat sepi dan tidak ada siapa - siapa.


"Kau duduk saja" kata Yoona.


"Ne, baiklah" ucap Changwook. Setelah melihat changwook duduk Yoona langsung ke dapur dan melihat note di kulkas.


"Nona, ahjumma pergi ke super market sebentar. Karena ada beberapa bahan yang habis" pesan dari Lee ahjumma.


"Oh cantikku. Oppa pulang larut malam karena ada acar" pesan dari jaehyun.


"Pantas saja rumah sangat sepi. Lebih baik sekarang aku cek kulkas saja. Apa yang bisa aku masak"ucap Yoona. Sementara changwook sedang melihat foto keluarga Yoona. Lalu matanya tidak sengaja melihat Yoona saat masih kecil yang sedang tersenyum manis Bahakan sangat cantik.


"Cantik"gumam changwook. Tanpa disadari, ternyata Yoona ada di belakang.


"Kau sedang apa" seketika changwook terkejut dengan suara yoona.


"Hanya lihat lihat saja"ucap changwook sembari tersenyum.

__ADS_1


"Makanan sudah jadi. Lebih baik kita makan. Aku yakin perutmu pasti tidak sabar hahahaha" Dengan rasa malu changwook mengikuti yoona dari belakang.


Sungai Han


Sedari tadi kangjoon melihat jam di tangannya dan mengecek ponselnya. Untuk memastikan tidak terlambat dan menunggu jihee membalas pesannya. Saat kangjoon menoleh ke arah kanan melihat jihee sedang berlari ke arahnya.


"Hah... Hah.... Mianhae sudah menunggu lama"ucap jihee dengan nafas yang masih belum teratur. Kangjoon yang melihatku itu hanya tersenyum lalu memberikan jihee minum.


"Minumlah" kata kangjoon dan jihee menerimanya sembari duduk di samping kangjoon.


"Hahhh segar rasanya"ucap jihee.


"Suruh siapa kau tidak ingin aku jemput eoh?"ucap kangjoon.


"Yang ada merepotkan mu. selagi ada kendaraan umum kenapa tidak aku manfaatkan saja"jawab jihee.


"Kau ini selalu saja ada alasan" kata kangjoon dengan nada sedikit berpura pura kesal.


"Itulah aku hahahhaa. Kau mengajakku kemari ada apa??" Dengan bangganya jihee mengatakan itu.


"Ingin melihatmu" seketika ucapan kangjoon membuat jihee terkejut dan itu terjadi pada kinerja jantung jihee.


"Mwo? Melihatku"kata jihee.


"Ne, aku ingin melihatmu apa itu salah" kata kangjoon


"Tidak salah. Hanya saja kenapa ingin melihatku"jawab jihee


"Ingin membahas pekerjaan. Aku ingin kau yang menjadi fotograferku untuk mempromosikan restoran ku yang baru" seketika jihee terdiam karena alasan kangjoon tersebut.


"Aku pikir ingin melihatku karena merindukanku ternyata membahas pekerjaan"kata jihee dalam hati.


"Kau ada waktu kapan??"


"Aku selalu ada waktu kapan saja"


"Ya sudah lusa bagaimana??"


"Baiklah kalau begitu"


Sementara changwook sedang mengendarai mobil menuju rumahnya dengan pemikiran yang entah sulit di artikan dan tanpa disadari changwook sudah sampai rumahnya.


"Lelah sekali aku hari ini" changwook dengan lelah langsung berbaring di sofa. Terdengar suara ahjussi Kim datang menghampiri changwook.


"Tuan muda, ingin saya siapkan air hangat?"tanya Kim ahjussi.


"Ne, ahjussi"ucap Changwook.


"Baiklah tuan muda, akan aku sipakan. Apa yg tuan muda sudah makan?"


"Sudah ahjussi di rumah temanku"


"Baiklah kalau begitu, aku permisi"


Setelah kepergian Kim ahjussi ponsel changwook berdering dan saat melihat layar ternyata kina.


"Ada apa Chagi??"ucap Changwook.


"Besok jemput aku di rumah Sina eoh"kata kina.


"Baiklah, kalau begitu"


"Ya sudah kalau begitu. Aku ingin tidur"


"Jangan lupa memimpikan aku"


"Ingin sekali, aku mimpikan eoh??"


"Ani, siapa tau dengan memimpikan aku kau mendapatkan keberuntungan hahahahaha"


"Tsk..... Mana ada mimpi seperti itu. Ya sudah aku mau tidur sampai jumpa besok"


"Ne, Chagi. Sampai jumpa besok"


"Ah, iya aku lupa belum menyelesaikan tugasku"lalu changwook mulai memposisikannya untuk duduk. Namun saat mencari flashdisk ternyata tidak ada.


"Aishah... Aku taruh dimana flashdisk ku" tiba tiba changwook teringat akan sesuatu.


"Ah, iya. Aku ingat ternyata di rumah Yoona" langsung saja changwook menghubungi Yoona.


"Yeoboseyo, Yoona. Ini aku changwook"


"Ne, ada apa?"


"Apa flashdisk ku tertinggal di rumah mu?"


"Tunggu sebentar aku cari"


Changwook menunggu kabar dari Yoona saat mencari flashdisknya.


"Ah, ini ada. Ya sudah besok aku bawa"


"Syukurlah, kau tidak perlu membawanya. Aku kembali ke rumah mu saja karena aku harus mengerjakan tugas dari Mr. Lee"


"Biar aku saja yg mengerjakan tugasnya"


"Tidak usah itu merepotkan mu"


"Aku tidak merasa di repotkan. Bukan kah kau masih latihan untuk bertanding?"


"Ne, besok pagi aku harus berlatih"


"Ya sudah kau tidur dan istirahat biar tugas ini aku kerjakan dan aku tidak suka penolakan"


"Baiklah kalau begitu. Gomawo, sudah membantuku" akhirnya changwook memilih untuk mengalah dan menyetujui usul Yoona. Setelah sambungan selesai changwook pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sementara Yoona sedang mencari tugas changwook di flashdisk. Namun saat mencari, tidak sengaja yoona melihat foto kebersamaan changwook, kina dan Sina. Namun yang dilihatnya kebanyakan berfoto dengan kina dan lebih banyak foto kina dalam hati Yoona merasa ada sesuatu yang membuatnya merasa ada yang menanjab di hatinya.


"Apa changwook begitu menyukai kina??" Lirih Yoona dengan perasaan sedih. Lalu di sebuah foto kina terdapat tulisan.


Na-ya...


Aku tidak ingin merubah apapun dalam hidup ini dengan sebuah perasaan cinta. Walau aku tidak menyangkal aku sangat mencintaimu. Karena aku tahu, persahabatan lebih dari segalanya dan aku tidak ingin merusak itu karena aku selalu ingin di sampingmu dan menjagamu... jika kelak hanya ada laki laki hanya ada satu di dunia ini. yaitu aku, bolehkah aku menjadi pendamping hidupmu sampai tua nanti...


Seperti apa yang joongki Hyung pesankan kepadaku sebelum meninggalkan dunia ini. aku harus selalu menjagamu dan jangan biarkan hatimu terluka karena seseorang...


Yoona yang membaca itu disadari atau tidak air matanya mengalir begitu saja dan merasakan sesak di dadanya.


*****


Rumah Sina


Terlihat kina dan Sina sudah rapih dengan seragamnya masing - masing dan mereka berdua sedang menikmati sarapan pagi sebelum berangkat sekolah.


"Changwook sudah ada di mana??"tanya Sina.


"Sebentar lagi sampai" jawab kina dengan penuh makana di mulutnya.


"Begitu rupanya, ah iya. Kau selesai latihan jam berapa?"tanya Sina kembali. Namun di hiraukan oleh kina. Karena matanya melihat soomi datang dan sedang berdiri. Merasa di abaikan Sina melihat apa yang sedang di pandang kina.


"Eonni, aku ingin itu"


"Kau ingin roti dan susu??"


"Ne, eonni"


"Marilah"


Lalu soomi menghampiri kina dan duduk disampingnya dengan perasaan senang dan itu terpancar dari matanya.


"Ada siapa?"


"Soomi"

__ADS_1


"Nugu??"


"Nanti aku ceritakan, sekarang biarkan dia makan dan minum"


"Baiklah kalau begitu"


Sementara pelayan yang lain merasa takut karena melihat sahabat majikannya berbicara entah dengan siapa. terdengar suara changwook di ambang ruang tamu


"Aigooo.... Kalian makan tidak menawariku??"lalu pandangan changwook melihat susu dan roti sudah tersedia. Sebelum mengambil, kina sudah menepis tangan changwook.


"Wae??"


"Itu bukan milikmu tapi milik soomi. Kau ambil saja sendiri sana"


"Aigo .. kau kejam sekali"


Soomi yang melihat itu hanya tersenyum karena perdebatan kina dan changwook.


Di sekolah.


Terlihat Seohyun sedang membawa bekal untuk pujaan hatinya. Siapa lagi kalau bukan Kyuhyun dan dengan angkuhnya berjalan menuju kelas Kyuhyun dan matanya langsung melihat pujaan hatinya sedang mengobrol dengan Changmin dan Yoona.


"Baby kyu" panggil seohyun dengan senyuman merekah.


"Kekasihmu datang" ledek Changmin sembari tersenyum dan di ikuti oleh Yoona.


"Diam kau"kesal Kyuhyun.


"Baby, aku buatkan masakan untuk mu"kata Seohyun dengan senyuman.


"Aku sudah makan. Kau makan saja sendiri"kata Kyuhyun.


"Kenapa jadi aku yang makan. Aku masak untukmu baby" ujar Seohyun.


"Lagi pula aku tidak meminta kau memaksakan untukku. Kembali sana ke kelas mu"


"Andwe! Sebelum kau makan"rengek Seohyun dan itu semakin membuat Kyuhyun kesal. Karena Kyuhyun tidak suka melihat yeoja merengek.


"Sudah makan saja" seru Yoona.


Sementara di parkiran terlihat kina dan changwook sudah sampai sekolah. Dengan membawa peralatan mereka untuk berlatih tapi sebelum itu mereka harus mengikuti pelajaran Mr. Lee terlebih dahulu.


"Kau sudah mengerjakan tugas dari mr.lee??"tanya kina.


"Sepertinya sudah. Karena tugas ku Yoona yang mengerjakannya"ucap Changwook.


"Mwo?? Dikerjakan Yoona. Bagaimana bisa? Apa semalam asa sesuatu yang terjadi antar kalian berdua"tanya kina sembari menatap curiga terhadap changwook.


"Ishh.... Matamu itu. Sungguh tidak terjadi apa apa. Semalam flashdisku tertinggal di rumah Yoona" penjelasan changwook membuat kina tersenyum


"Ne, araseo... Araseoo" kata kina sembari menepuk bahu changwook sembari tersenyum. Changwook yang mengerti hal itu langsung saja mencubit pipi kina.


"Aaaaa....aaaaaa.... Sakit"


"Suruh siapa kau meledekku"


Tanpa terasa mereka bercanda sampai depan kelas sampai semua mata tertuju kepada mereka berdua.


"Pantas saja berisik, ternyata ada kurcaci" mendengar ucapan Seohyun membuat kina geram.


"Yakk! Badan kerempeng apa maksud dengan ucapanmu eoh"kesal kina.


"Sudah kalian jangan bertengkar"ucap Changwook.


"Apa kau tidak dengar eoh? Wanita kerempeng ini seperti yang badannya seperti karpet mengataiku???" Ucapan kina membuat Seohyun kesal.


"Mwo?? Karpet kau bilang" geram Seohyun. Sebelum pertengkaran terjadi Kyuhyun dengan kencang berteriak


"DIAAAAMMMMM!!!" Seketika membuat yang lainnya memperhatikan Kyuhyun. Setelah mengatakan itu Kyuhyun pergi keluar.


"Baby, kau belum mencoba masakan ku" teriak Seohyun.


"Ini semua gara - gara kau"


"Kenapa jadi aku?? Kau yang mulai duluan"


"Kau"


"Kau"


Sebelum semua terjadi keributan changwook dan Yoona memisahkan mereka berdua.


*****


Taman sekolah


Terdengar Jimin memangil seulgi namun di hiraukan olehnya karena sedang mendengarkan musik di telinganya. Saat Jimin mulai mengejar dan sudah berada di hadapan seulgi, hal itu membuatnya terkejut.


"Omo... Yakk kau mengejutkanku"


"Salah sendiri kenapa kau tidak mendengarkanku"


"Mianhae, karena aku sedang mendengarkan lagu BTS"


"Kau suka dengan BTS??"


"Ne, tentu saja. Mereka sangat enerjik dan juga tampan hahahahaha"


"Lebih tampan aku" mendengar ucapan Jimin membuat seulgi tertawa.


"Hahahaha benarkah??"seru seulgi.


"Tentu saja. Aku yakin suatu saat kau akan mengakuinya hahahaha" kata Jimin dengan percaya dirinya.


"Apa kau sudah makan??"tanya jimin


"Belum wae??"jawab seulgi.


"Kajja, kita makan aku sangat lapar"ajak Jimin sembari tersenyum.


"Aku bel...." belum selesai bicara. Jimin sudah membawa seulgi ke kantin.


"Kau harus makan eoh. Nanti kau sakit bagaimana?" Ucap Jimin membuat seulgi terdiam. Bagaimana tidak? Tindakan Jimin teringat akan Kyuhyun yang selalu seperti itu. Namun sekarang Kyuhyun jarang memperhatikan seulgi seperti itu lagi. Saat mereka Samapi pandangan Jimin tertuju kepada kina yang sudah berada disana namun raut wajahnya membuat Jimin mengerjakan matanya.


"Nuna" panggil Jimin. Seulgi yang mendengar itu mengerutkan keningnya. Siapa yang di panggil Jimin dan saat melihat ternyata kina.


"Kalian"seru kina.


"Kenapa dengan wajahmu nuna? Sepertinya kau sangat kesal sekali"tanya Jimin.


"Sunbae pasti habis bertengkar, benarkan??"tebak seulgi.


"Ne begitulah, dengan wanita karpet" ucapan kina membuat Jimin mengerutkan keningnya, sedangkan seulgi paham apa yang di maksud.


"Jika tidak di tahan, ingin rasanya aku menjambak rambutnya sampai botak. Ya sudah aku pergi dulu, aku ingin menghirup udara segar di taman eoh" lalu kina pergi meninggalkan mereka berdua dengan mulut yang masih mengumpat karena kekesalannya tidak tersampaikan.


"Yang di maksud nuna dengan wanita karpet siapa?"


"Sunbae kita yang kemarin aku bertengkar. Memang yeoja yang satu itu selalu membuat siapa saja naik darah. Ah iya, bagaimana kau bisa mengenal kina sunbae?"


"Karena nuna menyelamatkan adikku"


Seketika ucapan Jimin membuat seulgi terdiam. Sementara di dalam kelas terlihat Yoona memberikan tugas milik changwook.


"Ini tugas mu dan flashdisknya" kata Yoona.


"Gomawo eoh. Bagaimana sebagai rasa terimakasih ku. Kau aku teraktir makan setelah aku selesai latihan?" Penawaran changwook membuat Yoona terdiam karena teringat akan foto semalam.


"Tidak perlu. Aku membantu mu tulus dan tidak meminta imbalan"jawab Yoona sembari tersenyum tipis dan pergi berlalu untuk duduk. Melihat sikap Yoona membuat changwook merasa aneh


******


Cerita apa ini 😅😅😅. maaf kalau kurang puas sama ceritanya ya...

__ADS_1


__ADS_2