Love Is..

Love Is..
love is part 15


__ADS_3

Ruang inap


"Na-ya, kau mau ikut appa dan eomma bekerja atau pulang?"tanya tuan song.


"Kebetulan kina akan les hari ini ahjussi"


"Mwo? Les hari ini. Apa kau tidak tahu aku sangat lelah hari ini?"


"Seonsaengnim sudah memperingatkan ku. Jika nilai mu belum membaik. Maka aku yang jadi korban"


"Apa kau tidak kasihan dengan Kyuhyun?"


"Eomaa..."


"Jika kau mendapatkan nilai bagus. Appa dan eomma akan memberikan hadiah yang bagus"kata tuan song.


"Hadiah bagus apa appaa?"terlihat kina sangat penasaran apa yang akan di berikan oleh kedua orang tuanya.


"Jika di beri tahu bukan kejutan namanya hahahaha"kata tuan song.


"Apaan menyebalkan"kesal kina sembari mengerucutkan bibirnya. Melihat itu changwook langsung gemas mencubit pipi kina.


"Aaaaaaaaaa sakit"kata kina.


"Suruh siapa kau membuat aku gemas"ucap Changwook. Apa yang dikatakan changwook itu benar. Kina sangat menggemaskan jika sudah merajuk kepada orangtuanya dan itu di rasakan oleh Kyuhyun. Namun Kyuhyun lebih menahan itu agar tidak lepas kontrol karena gemasnya melihat kina dan kesal karena changwook melakukan hal itu.


"Sudah kau belajar saja sana. Nanti aku ajak kau makan kerang,kepiting dan lobster"


"Jinja??"


"Tentu saja. Sejak kapan aku berbohong"


"Baiklah kalau begitu. Kajja, kita belajar"


Yang lainnya tersenyum melihat kina yang merasa senang akan di ajak makan oleh changwook.


"Aigo... Membujuk mu ternyata gampang sekali kina"kata changmin.


"Begitulah kina. Asal makanan nanti langsung Lulu hatinya hahahaha"ujar changwook


"Yak! Tidak begitu juga"ucap kina dan mulai mengerucutkan bibirnya.


"Ya sudah, eomma dan appa pergi ke kedai dulu" pamit nyonya song.


"Ne, eomma" lalu kina memeluk kedua orang tuanya. Yoona yang melihat merasa sedih karena kina masih bisa berkumpul dengan orang yang dicintai dan disayanginya. Tanpa di sadari changwook memperhatikannya dan mulai merasakan apa yang dirasakan oleh Yoona.


"Sampai jumpa nanti appa.. eomma"kata kina.


"Ne, sayang"lalu kedua orang tua kina pergi berlalu meninggalkan kina bersama yang lainnya.


"Na-ya... Aku pulang terlebih dahulu"ucap Yoona.


"Ne, Yoona. Gomawo sudah datang"kata kina sembari tersenyum.


"Kalau begitu. Aku antar kau pulang Yoona dulu" belum mendapatkan persetujuan changwook sudah menggandeng tangan Yoona dan itu membuatnya sangat terkejut.


"Hati hati dijalan" kata kina.


"Ne, na-ya"jawab changwook.


"Changmin-a Apa kau mau ikut kerumah ku?"tawar kyuhyun.


"Baiklah kalau begitu. Kina, kau bersama denganku saja kerumah Kyuhyun"


"Tunggu sebentar. Aku mau menghampiri anak kecil dulu" mendengar ucapan kina membuat ketiganya mengerutkan keningnya.


"Sunbaenim kenapa? Aku tidak melihat anak kecil"tanya seulgi.


"Aku rasa kina melihat hantu"kata Changmin yang mulai ketakutan.


"Mwo hantu???"seulgi mendengar itu langsung terkejut. Lalu mereka melihat kina sedang berbicara.


"Kalian kenapa ada disini?? Bukankah tempat kalian bukan disini"tanya kina.


"Kau bisa melihat kami?"tanya salah satu anak kecil.


"Adikku sangat ingin makan es krim yang dimakan oleh orang itu. Sedari tadi kami mengikutinya"kata anak kecil itu.


"Kalau boleh tau. Siapa namamu?"tanya kina.


"Aku Kim JoonKi dan ini adikku bernama Kim jiwoon"ucap JoonKi.


"Baiklah akan aku belikan kalian es krim. Tapi dengan satu syarat"kata kina.


"Kalian pulang ketempat asal. Disini tidak baik, banyak sekali wanita jelek. Bukankah adikmu takut?"mendengar ucapan kina jiwoon menganggukkan kepalanya.


"Kalau boleh tahu namamu siapa?"tanya JoonKi.


"Aku song kina"jawab kina sembari tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu kalian ikut denganku"


"Bolehkah aku dan jiwoon memanggilmu nuna atau eonni?"


"Tentu saja. Kajja, kita beli es krim"lalu kina membawa mereka dan datang menghampiri Kyuhyun, changmin dan seulgi.


"Kau sedang berbicara dengan hantu?"tanya Kyuhyun.


"Katakan padanya. Aku tidak suka dipanggil hantu. Kami berdua memiliki nama"kata JoonKi.


"Katanya kau jangan memanggilnya hantu. Mereka berdua tidak suka dan mereka memiliki nama" seketika bertiga terkejut dengan ucapan kina.


"Apa mereka berdua ada disini"tanya Changmin dengan sedikit takut.


"Ne, mereka ada di sampingku"jawab kina sembari tersenyum. Sedangkan seulgi sulit untuk dipercaya dengan ucapan kina.


"Sunbaenim.. kau benar bener bisa melihat mereka??"


"Tentu saja. Kau ingin merasakan keberadaan mereka??"


"Aniyo, sunbaenim"


"Katakan kepada mereka tidak perlu takut" lalu dengan usil JoonKi menoel tangan ketiganya dan membuat mereka terkejut.


"Aaaaaaaaaa kina itu apa?"kata changmin sembari memeluk Kyuhyun.


"JoonKi kau tidak boleh nakal"kata kina.


"Mianhae nuna"jawab JoonKi sembari tertawa.


"Mian eoh. JoonKi usil kepada kalian"mohon maaf kepada mereka bertiga.


"Katakan nuna. Kalau itu salam dariku"kata JoonKi.


"Kata JoonKi, itu salam darinya" seketika membuat mereka semakin merinding.


"Ah, iya. Kalian ingin ikut beli es krim di samping rumah sakit atau tidak??"tanya kina.


"Aku disini saja"kata Changmin dan seulgi.


"Aku ikut"kata Kyuhyun.


"Baiklah kalau begitu"jawab kina. Lalu mereka pergi membeli es krim. Sepanjang jalan jiwoon


"Eonni, siapa namja itu?"tanya jiwoon.

__ADS_1


"Namja itu namanya Cho Kyuhyun. Orangnya sangat menyebalkan"jawab kina sembari berbisik.


"Aku rasa Kyuhyun oppa namja yang sangat baik eonni"ujar Jiwoon.


"Benarkah? Aku rasa tidak"kata kina.


"Kau bicara apa?"tanya Kyuhyun.


"Tidak berbicara apa apa"bohong kina.


"Tsk... Kau bohong" jawaban seperti itu membuat kina, JoonKi dan jiwoon tersenyum.


"Kalian ingin es krim apa?"tanya kina.


"Aku vanila nuna"


"Aku strawberry eonni"


"Baiklah kalau begitu"


Mereka semua sudah sampai di toko es krim dan mulai memesannya.


"Ingin pesan es krim apa?"tanya pelayan.


"Strawberry dan vanila"jawab kina.


"Nuna, aku ingin makan es krim dengan temen nuna yang tadi"


"Mwo??? Baiklah kalau begitu"


Orang lain memperhatikan kina karena berbicara sendiri.


"Ini es krimnya"ucap pelayan itu.


"Biar aku saja yang bayar" kata Kyuhyun saat kina akan mengeluarkan uang dari sakunya.


"Gomawo"kata kina.


*******


"Oppa, sejak kapan kina Sunbae bisa melihat hantu?"tanya seulgi


"Kalau tidak salah saat kina kecelakaan. Saat matanya sembuh, kina langsung bisa melihat hantu. Aku di ceritakan oleh temannya yang kebetulan tetanggaku"penjelasan Changmin membuat seulgi menganggukkan kepalanya.


"Apa sunbaenim tidak merasa takut?"


"Entahlah, belum aku tanyakan kepadanya"


"Pantas saja aku pernah melihat sunbaenim berbicara sendiri. Aku pikir sunbaenim sedang berbicara dengan seseorang namun yang aku lihat tidak ada dan membuatku sedikit takut"


"Kau lebih beruntung. Aku sampai pingsan"


"Mwo sampai pingsan? Bagaimana bisa hahahahahaha"


"Puas sekali kau tertawa"


"Habis oppa sampai pingsan seperti itu"


"Bagaimana tidak pingsan. Ada hantu yang menempel kepadaku dan dengan entengnya kina memukul hati itu tepat di punggungku"


"Jinja oppa?"


"Ne, tentu saja. Bagaimana aku tidak takut pada saat itu"


"Apa jadinya jika aku bisa melihat seperti kina sunbaenim. Yang ada aku tidak tenang"


"Aku juga tidak mau membayangkannya"


Saat sedang asik mengobrol Kyuhyun, kina, JoonKi dan jiwoon kembali.


"Apa mereka sudah pergi tanya"Changmin.


"Eonni aku ingin duduk di taman itu"


"Baiklah kalau begitu"


"Apa yang dikatakannya sunbaenim"


"Mereka ingin duduk di taman itu"


"Baiklah kita duduk"jawab kyuhyun. Saat sedang duduk Changmin bertanya kepada kina.


"Kenapa mereka ingin makan denganku dan seulgi. Belum di jawab Kyuhyun sudah berbicara terlebih dahulu.


"Seperti mereka berdua suka dengan kalian berdua hahahaha"kata Kyuhyun sembari tertawa.


"Jiwoon lebih suka Kyuhyun oppa"


"Mwo? Jinja. jiwoon kau suka dengannya Kyuhyun??" Seketika Kyuhyun terkejut dan membuat changmin dan seulgi tertawa.


"Kenapa suka kepada ku??" Tanya Kyuhyun


"Aku malu eonni"kata jiwoon.


"Kenapa harus malu? Nuna boleh kah aku berbicara dengan mereka. Aku tidak suka ada yang takut dengan kami" Kata JoonKi.


"Baiklah" jawab kina.


"JoonKi mengatakan kepadaku. Ingin berbicara dengan kalian"


"Caranya bagaimana sunbaenim"


"Merasuki badanku. Jika aku berbeda berarti itu JoonKi yang masuk" lalu perlahan JoonKi masuk ke badan kina. Kyuhyun, Changmin dan seulgi merasa merinding. Lalu melihat tingkah kina mulai berbeda.


"Annyeong, hyung dan eonni. Aku Kim JoonKi"


"A... Ne, annyeong"terlihat semua mulai gugup.


"Hyung dan eonni kenapa takut seperti itu. Aku tidak suka melihatnya"kata JoonKi.


"Mianhae, bukannya takut. Hanya saja kami tidak terbiasa berbicara seperti JoonKi"ucap Changmin.


"Tapi aku harap kalian tidak takut dengan ku lagi dan jiwoon"pinta JoonKi dengan raut wajah sedih.


"Ne, kami tidak akan takut lagi"kata seulgi sembari tersenyum.


"Kamsahamnida"jawab JoonKi lalu keluar dari badan kina.


"Hah... Bagaimana kalian sudah tidak takut lagi???" Tanya kina yang mulai kembali.


"Apa kau kina?"tanya Kyuhyun.


"Ne, aku kina"jawab kina.


"Apa JoonKi dan jiwoon sedang memakan es krim??"tanya seulgi.


"Ne, mereka sedang makan"kata kina. Lalu kina memandang JoonKi dan jiwoon.


"Setelah makan kalian harus pulang eoh"


"Ne, nuna"


Es krim yang dilahap mereka sedang disantap lahap namun yang dilihat oleh Kyuhyun, Changmin dan seulgi es krim itu meleleh.


"Eonni... Bolehkah aku masuk kebadan mu. Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada Kyuhyun oppa"

__ADS_1


"Kaki panjang...mmm maksudku Kyuhyun. Jiwoon ingin masuk kebadan ku. Ada sesuatu yang ingin di ucapkan ya" seketika Kyuhyun mendengar ucapan kina.


"Sesuatu yang di ucapkan?"seru Kyuhyun. Lalu jiwoon masuk kedalam badan kina dan sifatnya mulai berubah.


"Annyeong, aku Kim jiwoon" jawab jiwoon dengan malu.


"Annyeong jiwoon" jawab mereka bertiga.


"Oppa kamsahamnida untuk es krimnya"


"Ne, sama sama"


"Aku lihat oppa orang yang baik. Tapi kenapa kina eonni mengatakan mu menyebalkan"ucap jiwoon sembari tertawa.


"Benarkah kina mengatakan itu?"tanya Kyuhyun.


"Ne oppa" jawab jiwoon sembari tersenyum malu.


"Kenapa aku melihat kina seperti itu. Merasa aneh"ucap Changmin sembari tersenyum.


"Benar sunbaenim"seru seulgi.


"Oppa boleh kah aku memberikan hadiah untuk mu" kata jiwoon. Lalu terlihat Kyuhyun mulai mengerutkan keningnya.


"Hadiah?" Lalu jiwoon mencium pipi Kyuhyun dan membuat semuanya tercengang dan tepat saat mencium jiwoon keluar dari tubuh kina. Merasa terkejut, kina langsung menjauhkan diri dan langsung menatap JoonKi dan jiwoon.


"Kamsahamnida, kalau begitu kami pergi" pamit Meraka berdua sambil tersenyum.


********


Taman


"Ini es krim untukmu" ucap Changwook sembari menyodorkan es krimnya.


"Gomawo"jawab Yoona sembari tersenyum.


"Bagaimana es krimnya enak?"tanya changwook.


"Ne, sangat enak sekali" jawab Yoona.


"Bagaimana perasaanmu apa sudah merasa lebih baik?" Seketika Yoona sadar apa yang dikatakan changwook.


"Ne, lumayan membaik" terlihat raut wajah Yoona terlihat tegar.


"Setiap manusia memiliki jalan hidupnya masing - masing yang sudah digariskan oleh tuhan. Begitu juga dengan aku, kina dan kau. Banyak yang bilang kina memiliki keluarga yang begitu bahagia. Sebenarnya tidak, kina memiliki kisah hidupnya yang suram. Aku disini tidak memihak satu sisi hanya memberikan contoh saja. Aku rasa kau jauh lebih beruntung dari pada kina begitu juga aku" mendengar penjelasan changwook membuat Yoona memandang dan memperhatikan mimik wajah changwook.


"Memangnya ada pada dengan kina dan kau dan kenapa aku jauh lebih beruntung?" terlihat Yoona begitu penasaran apa yang akan di Jawab oleh changwook.


"Kina sebenarnya memiliki seorang oppa. Namun meninggal seketika saat pesawat yang ditumpanginya terjatuh. pada saat sekolah menengah pertama kina mengalami sakit demam berdarah. Kina sudah melarangnya untuk datang. Namun, Oppanya Tidak mendengarkannya. Sedangkan aku sudah memiliki appa karena appa saat itu sakit kangker otak"seketika Yoona membulatkan matanya karena rasa tidak percayanya


"Kau masih jauh lebih beruntung. Walau kedua orang tuamu bercerai kau bisa bertemu dengan mereka tidak denganku dan kau memiliki seorang oppa, sedangkan kina tidak. Itulah mengapa aku dan kina saling melengkapi sebagai sahabat" ucapan changwook membuat Yoona meneteskan air matanya. Karena masih banyak yang jauh lebih tidak beruntung dari Yoona. Lalu changwook mengusap air mata Yoona.


"Sudah jangan menangis" kata changwook sembari tersenyum.


"Aku... Aku sungguh tidak mensyukuri hidupku. Walau kedua orang tua ku telah bercerai tetapi rasa kasih sayang mereka kepadaku tidak berubah dan aku mempunyai oppa yang begitu sayang kepadaku"ujar Yoona. Dengan perlahan changwook membawa Yoona dalam pelukannya dan menepuk pundaknya.


"Mianhae membuatmu menangis"kata changwook.


"Ani, kau tidak membuat menangis. Gomawo sudah memberikanku arti rasa bersyukur"mendengar ucapan Yoona membuat Changmin tersenyum. Tiba tiba terdengar suara perut Yoona berbunyi dan itu membuatnya malu. Seketika changwook tertawa.


"Hahahahaha sepertinya ada yang sedang lapar"ledek changwook sembari melepaskan pelukannya dan melihat wajah Yoona yang begitu memerah karena menahan malu.


"Sudah jangan menatapku seperti itu"lalu Yoona menutup wajahnya dengan tangannya.


"Untuk apa kau menutupinya. Wajahmu merah sekali hahahaha"


"Changwook"


"Ne.. ne... Ne... Bagaimana aku terakhir kau makan eoh?"


"Bener kau akan menteraktir ku?"


"Ne, tentu saja. Asalkan wajahmu jangan kau tutupi nanti kau menabrak pohon hahahaha"


"Kau meledekku"


"Ani, hahahahaha"


Sepanjang perjalanan menuju rumah kyuhyun didalam bis, membuat Kina merasa bingung karena apa yang dilakukan oleh jiwoon membuatnya canggung dan malu. Bagaimana tidak jiwoon mencium pipinya Kyuhyun dan tepat saat itu jiwoon keluar dari tubuhnya.


"Kau kenapa?"tanya Changmin.


"Ani, gwenchana"jawab kina.


"Benarkah?? Aku pikir kau merasa malu dengan kejadian tadi hahahaha"ledek changmin.


"Itukan bukan aku yang melakukannya tapi jiwoon" kata kina dengan raut wajah sedikit memerah.


"Tapi kenapa wajahmu memerah. Sudah kau mengaku saja kau senang kan mencium Kyuhyun hahahahaha"


"Yak! Changmin. Aku tidak akan membantumu untuk mendapatkan hati Sina" seketika Changmin terkejut bagaimana kina bisa tahu. Bahwa Changmin menyukai sahabatnya.


"Ba.. bagaimana kau bisa bicara seperti itu??"


"Itu rahasia.. seperti aku tau kau suka kopi apa hahahaha"


"Apa kau bisa melihat sesuatu yang tak bisa aku lihat?"


"Begitulah hahahaha. Sejak kapan kau menyukai Sina eoh?" Seketika Changmin tersenyum sembari menggaruk kepalanya.


"Entahlah, saat melihatnya pertama kali aku mulai jatuh cinta"ucapan Changmin membuat kina tersenyum.


"Aigo... Wajahmu memerah hahahahaha"kata kina


"Benarkah" terlihat Changmin begitu malu saat mengatakan hal itu.


"Baiklah aku bantu kau, tenang saja" ucapan kina membuat Changmin bahagia.


"Ah... Gomawo" kata Changmin.


Sementara Kyuhyun sepanjang perjalanan terbayang akan apa yang telah dilakukan kina. Entah kenapa wajahnya begitu senang itu terlihat senyuman merekah dari bibirnya. Tanpa terasa Kyuhyun sudah sampai bersama seulgi di rumahnya. Terdengar suara Ahra yang menyambut kedatangan mereka berdua.


"Kalian sudah pulang?"tanya ahra.


"Ne, nuna. Aku masuk kedalam dulu ingin ganti baju"lalu Kyuhyun pergi berlalu dengan senyuman di bibirnya. Ahra yang melihat itu mengerutkan keningnya dan berpikir ada apa dengan adiknya.


"Kalian habis darimana?"tanya ahra kepada seulgi.


"Dari toko buku eonni dan kebetulan aku meminta tolong bantuan kepada Kyuhyun oppa untuk menyelesaikan tugas matematika ku. Sekalian kina Sunbae les bersama Kyuhyun" ujar seulgi. Hal itu membuat Ahra terkejut.


"Bagaimana ini? Jika seulgi tahu"seketika lamunan Ahra buyar karena mendengar suara yang tidak asing dan saat melihat ternyata Changmin yang memanggilnya bersama kina disampingnya baru datang. Sudah di kejutkan dengan ucapan seulgi sekarang Changmin datang kerumah.


"Nuna.." panggil Changmin.


"Aigo.... Kencang sekali suaramu, Changmin" kata Ahra.


"Hahaha mianhae eonni ku yang cantik"


"Apa kau sedang merayuku?"


"Ani, aku berkata yang sejujurnya hahahaha"


"Kina, kau jangan dekat dekat dengan Changmin. Nanti kau tertular penyakit gombal"


"Hahahahaha eonni ada ada saja"

__ADS_1


"Kajja, masuk kedalam" perintah Ahra dan semuanya masuk kedalam dan Ahra memberikan isyarat kepada kina. Sebenarnya apa yang terjadi.


Ah maaf kalau semakin ngawur ceritanya hahahaha 😂😂😂😂


__ADS_2