
Kantin sekolah.
Kejadian kyuhyun dan kina kini menjadi pembicaraan para murid. Terutama murid para yeoja yang sedari tadi memandang kina.
"Kau tidak sadar diperhatikan? Apa yang telah kau lakukan" Tanya changwook.
"Ani.. dan aku tidak melakukan hal yang aneh" ucap kina.
Terlihat seohyun menghampiri kina dengan tatapan tidak sukanya sangat terlihat.
"Apa kau belum puas menggoda seorang namja eoh? Pertama changwook yang kedua donghae oppa yang ketiga siwon oppa dan sekarang kyuhyun kau goda. Kenapa kau selalu mengganggu dan merebut apa yang ingin aku raih?"
"Apa maksudmu aku menggoda kyuhyun? aku sama sekali tidak menggodanya. Aku sama sekali tidak merebut apa yang ingin kau raih. Itu hanya perasaanmu saja yang berlebihan nona seo"
"Sudahlah kau tidak perlu merasa tidak merebut segala sesuatu dariku. Karena disini aku yang merasakannya"
Lalu seohyun menyenggol bahu kina dan membuat makanan yang dibawanya terjatuh. Melihat pertengkaran mereka membuat para murid terdiam.
"Sudah kau duduk saja. biar aku yang membereskannya"
Tanpa disadari kyuhyun changmin dan seulgi memperhatikan kina.
"Aku rasa seohyun sunbae sangat terobsesi dengan mu dan belum bisa melupakanmu. karena kau menolaknya" ucap seulgi dengan nada tidak suka.
"kau harusnya tegas kepadanya. Jangan sampai ada lagi menjadi sasaran kemarahannya" ucap changmin. Bukannya menanggapi ucapan kedua temennya, kyuhyun lebih memilih meninggalkan kantin. Sementara changwook kembali mengambil makanannya untuk kina dan setelah itu kembali duduk.
"Gwenchana?" Tanya changwook.
"Ne, gwenchana" jawab kina.
"Ya sudah kalau begitu kau makan dan jangan memikirkan ucapan seohyun tadi" kata changwook sembari mengelus tangan kina.
"Anh seonsaengnim ada apa memanggilmu?" Tanya changwook.
"Memberi tahuku bahwa nilai matematikaku sangat buruk dan anh seonsaengnim menyuruhku untuk belajar dengan kyuhyun. Kenapa hidupku tidak bisa lepas dari namja menyebalkan itu"
"Mungkin kau berjodoh dengannya"
"Mwo?? ya!! kau jangan asal bicara eoh. Mana mungkin aku berjodoh dengannya dan jika dia namja terakhir di dunia ini aku lebih memilih sendiri seumur hidup"
"Benarkah? Kenapa aku tidak yakin"
"Yaa! Ji changwook"
Mendengar kekesalan kina menjadi hiburan bagi changwook. ketika kina sedang kesal,tak sengaja matanya menatap yoona yang merupakan yeoja tercantik disekolah.
"Yoona, duduk disini" teriak kina. Melihat itu yoona langsung menghampiri kina sembari membawa makanannya.
"Gamsahamnida untuk tempat duduknya" ucap yoona sembari tersenyum.
"Ne, you're welcome" ucap kina.
"Kina, aku dengar rumahmu terbakar? Apa itu benar?" Tanya yoona.
"Ne, majayo. Ternyata kabarku sudah merambat ke kelasmu" jawab kina sembari tersenyum.
"Aku turut prihatin dengan rumahmu. Lalu kau tinggal dimana sekarang?"
"Aku tinggal dirumah teman eomma dan appaku. Kebetulan rumahnya sangat besar"
"Syukurlah kalau begitu"
Saat kina ingin berbicara lagi, terdengar suara ponsel milik kina berdering saat melihat pesan nomer yang tidak dikenalnya.
"Setelah selesai makan cepat ke perpustakaan. Akan aku ajarkan kau pelajaran matematika" kina yang mengerti isi pesannya langsung membalas pesan itu.
"Ne, aku kesana" balas kina dengan malas.
"Kau kenapa?" Tanya changwook.
"Kaki panjang menyuruh ku ke perpustakaan" kesal kina.
"Ya sudah kau selesaikan makananmu. Lihat di bibirmu ada nasi" langsung saja changwook membersihkannya. Yoona yang melihat itu hanya terdiam.
"Aku bisa membersihkannya" kata kina sembari tersenyum dan langsung melahap makanannya. Serasa cukup perutnya terisi kina langsung berpamitan kepada changwook dan yoona.
"Aku sudah selesai. Kalau begitu aku pergi dan tidak mau terkena masalah" lalu kina dengan cepat berjalan meninggalkan mereka. Setelah kina pergi, yoona berusaha membuka suaranya walau sebenarnya hatinya sangat gugup dan sedari tadi belum ada kesempatan yoona berbicara kepada changwook
"Mmm.. changwook. Kamsahamnida atas bantuan mu kemarin" ucap yoona.
"Tidak perlu berterimakasih. Bukankah sesama mahluk ciptaan tuhan harus saling membantu. Apa lenganmu tidak apa - apa?"
"Ne, hanya sedikit goresan saja. Jika kau tidak menolongku, mungkin aku sudah tertabrak oleh mobil" ucap yoona sembari tersenyum. Sedangkan kina sedari tadi mengedarkan pandangannya mencari kyuhyun didalam namun tidak ada.
"Apa dia belum ada disini"ketika kina akan membalikan badan, kepalanya terbentur oleh badan seseorang dan saat menoleh ternyata kyuhyun.
"Aish... apa kau hantu eoh? Datang secara tiba - tiba seperti ini" kesal kina.
"Sudahlah, aku tidak perlu ocehan mu. Lebih baik sekarang kau belajar" lalu kyuhyun melewati kina dan mencari tempat duduk yang nyaman. Kina langsung mengikuti kemana kyuhyun pergi. Setelah menemukan tempat duduk, mereka langsung membahas pelajaran yang akan diajarkannya.
"Katakan padaku, bab berapa yang menurutmu susah?" Pertanyaan kyuhyun membuat kina terkejut.
"Mmmmm semuanya" ucap kina dengan gampangnya dan membuat kyuhyun menatap kina tidak percaya.
"Kya! Apa kau tidak memperhatikan anh seonsaengnim saat mengajar?" Bukannya menjawab kina hanya menggaruk kan kepalanya.
"Ya tuhan, aku tidak percaya ada seorang murid seperti kau"
"Sudahlah, tidak perlu banyak bicara. Sekarang kau harus ajarkan aku dari awal"
Dengan perasaan kesal kyuhyun mulai menjelaskan. Lalu kina menyimak apa yang dikatakan kyuhyun, walau dengan menguap selama kyuhyun menjelaskannya. Pada dasarnya memang kina sangat tidak menyukai pelajaran matematika. Menurutnya matematika membuang waktu harus menghitung dan menghapal rumus.
"Sekarang kau coba kerjakan soal ini. Aku ingin menyelesaikan games ku " perintah kyuhyun dan dengan malas kina mecoba untuk menyelesaikannya. Namun sudah dicoba kina tetap masih belum bisa dan mengerti.
"Kenapa di dunia harus ada pelajaran matematika. Memangnya saat berbelanja menggunakan rumus" mendengar kekesalan kina membuat kyuhyun sedikit tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Apa kau sudah menyelesaikannya?"
"Aku sedang berusaha"
"Aku pikir hanya kakimu yang pendek tapi berpikir mu juga pendek" ledek kyuhyun kepada kina. Namun kina hanya menahan emosinya karena sekarang sedang di perpustakaan. Siapa yang berisik maka akan dikenai sangsi oleh penjaga perpustakaan untuk membersikan seluruh perpustakaan. Sudah lebih dari 30 menit kina belum juga menyelesaikannya dan itu membuat kyuhyun kesal dan ketika menoleh ternyata kina tertidur.
"Bisa - bisanya dia tertidur" ucap kyuhyun sembari menghembuskan nafasnya. Namun entah kenapa melihat kina tertidur seperti ini. sangat jauh berbeda saat semalam kina tertidur dan sekarang jauh lebih tenang dan kyuhyun langsung mengeluarkan ponselnya untuk memotret kina dengan sedikit tersenyum. Terlintas ide jahil dalam pikiran kyuhyun untuk membangunkan kina. Dengan sedikit keras kyuhyun mendorong kursi yang diduduki oleh kina dan membuat kina sangat terkejut.
"Siapa yang mengganggu tidurku!!" terdengar nada kesal dari ucapan kina. Semua mata tertuju kepdanya. Menyadari hal itu kina sadar ternyata dirinya masih di perpustakaan. Lalu kina meminta maaf sembari sedikit membungkukkan badannya.
"Apa ini waktunya untuk tidur nona song?" Tanya kyuhyun.
"Ah... mianhae. Aku sedikit lelah"ucap kina.
"Ya sudah, nanti dilanjutkan saja di rumah dan aku tidak mau melihatmu tertidur lagi" kyuhyun langsung pergi meninggalkan kina. Melihat kyuhyun pergi kina hanya menghembuskan nafasnya.
"Sepertinya aku memiliki permainan games yang sangat seru" ucap kyuhyun sembari tersenyum.
*****
Dikelas
"seperti yang sudah aku sampaikan, tugas kelompok yang aku susun tidak bisa diganggu gugat lagi. Aku harap dengan tugas kelompok ini kalian bisa saling belajar. Ya sudah, kalau begitu pelajaran sampai disini dan sampai bertemu lagi di materi berikutnya" ucap anh seonsaengnim.
"Ne, seonsaengnim" ucap seluruh para murid.
"Kenapa duniaku selalu berputar dengan orang yang sama" ucap kina kepada dirinya sendiri dan mendengar itu changwook tersenyum sembari menggelengkan kepala.
"Sudah aku katakan kau..." belum selesai bicara kina sudah memotong ucapan changwook.
"Sudahlah kau tidak perlu membahasnya lagi" kesal kina.
"Hahahhaa sorry. Kajja, aku teraktir kau makan es krim"
"Aish... mengapa aku gampang sekali dibujuk olehmu" ucap kina sembari menahan senyum.
"Karena aku belahan jiwamu chagia" goda changwook.
"Kya... hentikan ucapan manis mu itu" ucap kina. Namun changwook tidak mendengarnya dan malah semakin menggoda kina sembari mencoba merangkul pundaknya. Dengan sigap kina melepaskannya, lalu pergi meninggalkan changwook
"Andwae...chagia...manis ku" kata changwook
"Hentikan..." lalu changwook mengejar kina.
Melihat kelakuan mereka berdua membuat teman sekelasnya tersenyum dan merasa iri dengan mereka berdua.
"Mengapa mereka tidak pacaran saja"
"Kau benar. Aku jadi iri, apa lagi dengan kina. Dia sangat beruntung sekali bisa bersahabat dengan changwook yang sangat baik"
"Sama halnya seperti kyuhyun dan seulgi. Kenapa semua namja yang tampan susah sekali didekati hahhh"
Mendengar yang dikatakan beberapa murid membuat kyuhyun terdiam namun berbeda dengan changmin yang merasa terabaikan.
"Yaaa! kau mendengarkan aku tidak?"tanya changmin
"Aku dengar. Tadi kau mengatakan...." seketika kyuhyun terdiam dan membuat changmin kesal.
__ADS_1
"Sudahlah. Memang apa yang sedang kau pikirkan?"
"Tidak ada. Hanya saja aku sedikit lelah"
"Memangnya kau habis dari mana? Bukankah kemarin kau hanya makan dengan seulgi?"
"Memang benar. Tapi ada suatu hal yang aku lakukan atas perintah appa ku"
"Begitu rupanya"
Terdengar seulgi memanggil nama kyuhyun dan changmin. Mereka berdua langsung menoleh dan seulgi menghampiri mereka dengan penuh semangat.
"Apa kalian langsung pulang?" Tanya seulgi.
"Kalau aku langsung pulang karena harabeoji dan halmeoni akan datang"ucap changmin.
"Kalau aku mau ke butik nuna ku karena nuna tidak ada yang membantu dan bukannya kau harus ke butik nuna ku?" Ujar kyuhyun dan seulgi langsung menepuk jidatnya.
"Aigo.... kenapa aku bisa lupa" ucap seulgi
"Ya sudah aku duluan dan sampai jumpa besok"pamit changmin kepada dua sahabatnya.
"Ne, kau hati - hati" ucap seulgi.
Sedangkan tanpa disadari seohyun yang mendengar itu langsung bergegas pergi meninggalkan kyuhyun dan seulgi. Dengan cepat seohyun menuju ketempat parkir untuk menaiki mobilnya.
"Ke butik beautiful, ahjussi dengan cepat" perintah seohyun.
"Baik nona" ucap supir pribadi seohyun.
Lalu mobil seohyun meluncur dengan cepat menuju butik tersebut dengan perasaan kesalnya karena melihat keakraban kyuhyun dengan seulgi.
"Tidak kina dan seulgi. Mereka menghambat segala usaha yang telah aku lakukan" geram seohyun. Tak butuh lama seohyun sudah sampai dan langsung saja masuk kedalam. Terlihat seseorang yang sangat dikenalinya sedang menggantungkan pakaiannya.
"Ahra eonnniiiii" panggil seohyun dengan senyuman manisnya. Lalu ahra menoleh ke arah suara milik seohyun.
"Seohyun-ah kau disini?" Ucap ahra.
"Ne, eonni. Kelihatannya kau sangat kesulitan, boleh aku bantu?"
"Ah.... aku merasa tertolong. Gomawo"
"Ne, cheonmaneyo eonni. Memangnya karyawan eonni tidak ada yang masuk hari ini?"
"Kebetulan aku memberikan mereka libur. Karena hampir satu minggu ini mereka sudah bekerja keras"
"Kau atasan yang sangat baik sekali eonni"
Ketika mereka sedang asik mengobrol kyuhyun dan seulgi datang dan mereka berdua sedikit terkejut karena ada seohyun disini.
"Apa yang sunbae lakukan disini?" Tanya seulgi.
"Memangnya kenapa aku disini? Apa aku tidak boleh membeli baju di toko ahra eonni dan bukannya kau sudah tahu aku selalu membeli baju disini" mendengar ucapan seohyun membuat seulgi sangat kesal.
"Aku hanya bertanya saja" ucap seulgi.
"Tapi pertanyaan mu sepertinya. Kau sangat tidak suka aku berada disini?"
Suasana sedikit menegang dan ahra mencoba untuk menetralkan suasana. Dengan mengalihkan pembicaraan mereka berdua.
"Ah iya, aku hampir lupa. Seulgi-a bajumu sudah aku siapkan. Kajja,ikut denganku sekarang dan kau kyu, temani seohyun sebentar eoh" lalu ahra menggandeng tangan seulgi untuk mengikutinya menuju lantai atas. Setelah itu kyuhyun pergi dari hadapan seohyun. Namun saat pergi seohyun terlebih dahulu menarik tangan kyuhyun.
"Bukankah kau tadi mendengarnya? Seohyun eonni memintamu untuk menemaniku?" Ucap seohyun.
"Lalu?" kata kyuhyun dengan nada dingin.
"Aku ingin kau menemaniku dan memilihkan baju yang cocok untukku. Kau tahukan karyawan eonni sedang berlibur" ucap seohyun sedikit memaksa dan langsung saja seohyun menarik tangan kyuhyun untuk mengikutinya. Mau tidak mau kyuhyun mengikuti kemauan seohyun. Bagaimanapun pembeli adalah raja dan harus dilayani.
Di toko ice blue terlihat kina dan changwook menikmati es krim yang dipesannya tanpa disadari kina sudah menghabiskan satu gelas besar.
"Lihat di bibirmu penuh dengan es krim" tanpa basa basi changwook membersihkan bibir kina.
"Gomawo untuk teraktirannya" ucap kina.
"Kau pulang mau aku antar atau tidak?" Tanya changwook. Belum sempat menjawab ponsel milik kina berdering dan saat melihat ponsel ternyata nomer yang tidak dikenalinya.
"Yeoboseyo"
"Apa ini kina? Ini kim ahjumma. Apa kau sedang bersama kyuhyun? Sedari tadi ahjuma menelponnya tidak ada jawaban"
"Aniyo ahjuma, aku sedang bersama temanku. Waeyo?"
"Tadinya ahjumma meminta kyuhyun untuk menjeput di supermarket"
"Diseberang toko ice blue"
"Jinjayo? Kebetulan aku berada di ice belue ahjumma. Kalau begitu, aku saja yang ke sana"
"Apa tidak merepotkan. Bukankah kau sedang bersama temanmu?"
"Tidak merepotkan ahjumma. Kalau begitu aku ke sana sekarang"
"Ne, kalau begitu" Lalu sambungan ponsel berakhir. Lalu changwook bertanya kepada kina.
"Oh ini. Temannya eomma meminta bantuan ku untuk membuat donat. Kalau begitu aku pergi, sampai jumpa besok"pamit kina kepada chamgwook.
"Hati - hati dijalan"teriak changwook. Mendengar itu kina hanya melambaikan tangannya tanpa menoleh. Lalu kina berjalan menuju supermarket dan mengedarkan pandangannya untuk mencari nyonya Cho.
"Ah itu cho ahjumma" lalu kina berlari menghampiri nyonya kim. Melihat kina berlari kearahnya membuat nyoanya kim tersenyum
"Aigo,,, kau tidak perlu berlari seperti itu" ucap nyonya cho.
"Hehehe sekalian berolahraga ahjumma" ucap kina sembari tersenyum.
"Kajja lebih baik kita pulang naik taxi" ucap nyonya cho.
"Baiklah, ahjumma. Ah iya, memangnya supir ahjuma tidak ada yang bisa menjemput?" Ucap kina.
"Kebetulan pelayan lee sedang menengok orang tuanya yang sakit" ucap nyonya cho
Tak lama taxi yang dipesan sudah datang. Lalu nyonya Cho dan kina memasukan belanjaannya kedalam bagasi. Setelah selesai mereka masuk kedalam taxi.
"Kenapa ahjuma yang berbelanja? Bukannya pelayan ahjumma sangat banyak?" Mendengar ucapan kina membuat nyonya cho tersenyum.
"Aku tidak mau merepotkan pelayanku. Pekerjaan mereka sudah banyak jadi aku meringankan tugasnya saja sedikit" mendengar ucapan nyonya Cho membuat kina takjub.
"ahjumma pengertian dan baik sekali. ditambah, ahjuma sangat cantik. Tidak hanya fisik saja yang cantik tetapi hati ahjuma juga cantik. aku yakin 1 perbanding satu miliar orang seperti kim ahjumma" mendengar ucapan kina membuat nyoya Cho kembali tersenyum.
"Gomawo atas pujiannya. Mmm apa bolehkah ahjumma meminta sesuatu darimu?" Seketika kina mwngerutkan keningnya.
"Sesuatu apa ahjuma?"
"Jangan panggil aku ahjumma. Panggil saja eomoni"
"Tapi..."
"Aku tidak suka penolakan. Jika kau menolah aku akan marah kepadamu"
"Kenapa keluarga cho sangat suka sekali memaksa? Apa itu sudah menjadi turun temurun" ucap kina dalam hati .
"Mmm baiklah ah... maksudku eomoni" ucap kina.
"Gomawo, aku senang kau memanggilku eomoni" ucap nyonya cho.
*******
Kediaman keluarga cho
"Bosan sekali rasanya tidak bermain games dikamar ini. Apa namja berkaki panjang sudah pulang. Jika belum aku memiliki kesempatan untuk meminjamnya sebentar" Lalu kina bangkit dari kasurnya menuju kamar kyuhyun yang ada disebelahnya.
"Apa aku harus ketuk pintunya?" Saat ingin mengetuk, kina tidak jadi mengetuk.
"Jika tidak mengetuk aku tidak akan tahu dia sudah pulang apa belum" tanpa disadari kina dibelakang sudah ada kyuhyun yang memperhatikan.
"Apa yang dilakukan berkaki minion didepan kamarku?" Dengan ide jahil kyuhyun mengendap mendekati kina dan mulai mencondongkan wajahnya dekat telinga kina dengan suara pelan.
"Apa yang kau lakukan disini" seketika kina terkejut saat mendengar suara yang dikenalinya dan saat menoleh wajah kyuhyun sangat dekat dengannya. Di sadari atau tidak wajah kina berwarna merah padam. Entah karena malu tertangkap basah atau merasa gugup wajah kyuhyun begitu dekat dan Membuat kina terdiam entah apa yang harus dikatakannya. melihat itu kyuhyun merasa mendapatkan mainan baru.
"Kenapa wajahmu sangat merah?"ucap kyuhyun dan seketika membuat kina terbangun dari keterkejutannya.
"Wajahku tidak merah. A..aaaku ke kamarmu hanya ingin menanyakan, kapan kau akan mengajarkanku matematika"
"Benarkah?" Lalu kyuhyun mulai mendekatkan lagi wajahnya dan kina perlahan mudur untuk menghindari tatapan kyuhyun yang begitu dekat.
"N....nneee. memangnya a..apa lagi" ucap kina. Kesenangan kyuhyun terganggu saat pelayan choi memanggil nama kyuhyun dan kina.
"Tuan muda dan nona kina makan sudah di siapakan" ucap pelayan choi. Kina merasa bersyukur karena merasa diselamatkan oleh pelayan choi.
"Ne"lalu kina pergi meninggalkan kyuhyun dengan rasa penuh syukur. Melihat kina pergi membuat kyuhyun menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.
"Ternyata games dunia nyata lebih menarik" lalu kyuhyun masuk kedalam kamar untuk ganti baju.
Dimeja makan nyonya cho memperhatikan kina yang sedari tadi terdiam tanpa menyentuh makanannya. Dengan perlahan nyonya Cho memanggil kina sembari meletakkan tangannya dipundak kina.
__ADS_1
"Apa yang kau lamunkan?" Tanya nyonya cho. Kina yang terkejut langung tersadar.
"Tidak ada ahjuma... maksudku eomoni" ucap kina sembari tersenyum.
"Lalu kenapa kau hanya memandang makanan? Apa kau tidak suka?"
"Aku sangat suka eomoni, hanya saja aku terkejut begitu banyak makanan" bohong kina kepada nyonya cho
"Eomeoni, saat pagi tadi aku tidak melihat cho ahjussi?"
"Suamiku pagi - pagi sekali harus pergi ke busan. karena ada masalah cabang di sana"
"Begitu rupanya. Tadinya aku ingin menyampaikan sesuatu kepada cho ahjussi"
"Memangnya apa yang ingin kau bicarakan"
"Anak yang dibawa ke panti asuhan kemarin, minjoon dan naya menyampaikan rasa terimakasihnya kepada cho ahjussi"
"Ya sudah nanti aku sampaikan. Kalau begitu kau makan eoh"
"Ne, eomoni"
Saat sedang makan dengan lahapnya. Kyuhyun datang sembari membawa bungkusan ditangannya dan menuju meja makan, melihat ada kyuhyun membuat kina sedikit gugup.
"Wah, banyak sekali eomma makanan dimeja?"
"Semenjak ada keluarga kina membuat eomma bersemangat membuat makanan banyak. Kau kenapa tidak memakan udang dan kepitingnya kina?"
"Aku alergi memakan makanan yang berasal dari air eomoni. Sampai membuat badanku gatal"
"Mianhae, eomoni tidak tahu"
"Gwenchanayo eomoni" ucap kina sembari tersenyum. Sedangkan kyuhyun mengerutkan keningnya saat menyebut eommanya eomoni.
"Eomma, ini ada titipan dari seulgi" lalu kyuhyun menyerahkan bungkusan itu dan ternyata isinya adalah sebuah kain.
"Katakan kepada seulgi terimakasih. Eomma sangat suka sekali" ucap Cho ahjumma. Sementara kina hanya terdiam sembari menikmati makanannya.
"Apa mereka sedekat itu" pikir kina dalam hatinya.
"Nanti setelah makan, aku tunggu kau dikamar" ucapan kyuhyun membuat nyonya cho bingung sedangkan kina hanya menganggukkan kepalanya.
"Ada apa kina harus ke kamar mu?"
"Aku ditugaskan oleh anh seonsaengnim untuk mengajarkannya pelajaran matematika"
"Wah... benarkah itu?"
"Ne, eomoni. Nilai matematikaku jauh dari kata sempurna untuk dilihat. Bahkan siapa saja yang melihatnya membuat sakit mata" ucap kina dengan polosnya dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.
Mendengar ucapan kina membuat nyonya kim beserta pelayannya yang mendengar itu tertawa sedangkan kyuhyun hanya tersenyum.
"Ya sudah. Kalian selesaikan makan dan setelah itu dimulai belajar"ucap nyonya kim.
ditempat lain changwook sedang memperbaiki raketnya yang rusak dan setelah membetulkannya, changwook pergi ke toko sebelah untuk mencari jaket. lalu changwook masuk kedalam dan memilih jaket. Terdengar suara yoona memanggil nama changwook.
"Changwook" ucap yoona.
"Kau disini?" Tanya changwook.
"Ne, kebetulan aku habis mengecek barang"jawab yoona sembari tersenyum.
"Barang? Kau pemilik toko ini?" ucap changwook.
"Tidak juga. Aku berdua bersama oppa ku yang mengurusnya. Kau ingin membeli apa? Bisa aku bantu pilihkan?"
"Kebetulan aku ingin membeli jaket"
"Kebetulan toko kami baru mengeluarkan jaket terbaru. Siapa tau kau suka?"
"Baiklah kalau begitu"
"kajja, ikut aku"
Lalu changwook mengikuti langkah yoona. Mereka berdua naik kelantai atas dan sudah terpajang jaket yang ditunjukan oleh yoona. Lalu yoona mengambil salah satu jaket bercorak loreng.
"Ini jaket yang aku katakan" lalu changwook hanya terdiam karena melihat jaket yang dipegang oleh yoona.
"Mengapa kau diam? Apa kau menyukainya?"tanya yoona.
"Ne, aku sangat suka. Tak ku sangka kau memiliki selera yang dangat bagus. Apa jaket ini ada ukuran untuk yeoja?" Ucap changwook.
"Ada. Apa kau membelikannya untuk kina?" Ucap yoona.
"Ne, begitulah. Karena kami akan merayakan hari persahabatan" kata changwook. Sedangkan yoona mengerutkan keningnya, pertanda kurang sedikit paham.
"Hari persahabatan?" Kata yoona.
"Aku dan kina setiap tahun merayakannya. Persahabatan. Kami bersahabat sejak sekolah menengah pertama dan kami sudah berjanji akan menjaga satu sama lain. Sebenarnya kami bertiga, kebetulan sahabat ku yang satunya lagi harus pindah sekolah" penjelasan changwook membuat yoona paham arti persahabatan mereka yang begitu erat.
"Apa kau mencintai kina?" Pertanyaan yoona membuat changwook tersenyum.
"Kau orang yang kesekian mengatakan itu kepadaku. Sampai kapanpun perasaanku hanya untuknya. walau aku bukan kekasihnya. Karena aku tidak mau merusak apa yang sudah aku jalin. Jika aku menjadi kekasihnya pasti akan berbeda dan tidak akan pernah sama seperti aku bersahabat dengannya. Kekasih bisa saja putus. Tapi persahabatan tidak ada kata putus dan akan tetap abadi" sedari tadi yoona tertegun mendengar penuturan changwook. Mengerti dan memahami apa yang dirasakan changwook.
Sementara didepan pintu kina mengetuk pintu kamar kyuhyun namun belum ada jawaban. Sampai kina kesal, dengan sedikit tenaga kina mengetuk pintu kamar lagi. Setelah itu, kyuhyun membukakan pintunya dengan wajah kesal.
"Apa kau berniat merusak pintu kamarku?" ucap kyuhyun.
"Ani. Kau saja yang lamban membuka pintu" langsung saja kina masuk kedalam dan saat menoleh ke layar tv betapa terkejutnya kina. Ternyata kyuhyun sedang bermain games. Tanpa persetujuan kyuhyun, kina langsung mengambil stik games dan memainkannya. Kyuhyun yang melihat itu langsung menghampiri kina.
"Kya! Apa yang kau...."seketika kyuhyun terkejut karena kina berhasil mengalahkan monsternya. Bahkan kyuhyun belum tentu bisa.
"Yuhuuuuu aku menang. Rasakan itu monster jelek" terlihat rasa senang diraut wajah kina.
"B..bba..... bagaimana kau bisa mengalahkannya?"
"Itu hal sepele. Jadi kau mengabaikan ku karena sibuk mengalahkan Monster jelek itu? Tsk... aku pikir kau lebih pandai dariku tapi nyatanya?"
"Mwo??? Barusan apa yang kau katakan?"
"Sudahlah, aku tidak ingin bertengkar kali ini. Cepat ajari aku matematika sampai bisa"
Dengan kesal kyuhyun menghampiri kina dan duduk disebelahnya dan tidak hanya itu kyuhyun membuka buku dengan kasar. Tanpa perduli kina hanya diam sampai kyuhyun menjelaskan tentang pelajaran. Lalu kyuhyun mulai menjelaskan kembali materinya saat di perpustakaan dan kina mulai memperhatikan apa yang dijelaskan kyuhyun.
"Setelah itu kau masukan angka kedalam rumusnya dan kau coba kerjakan soal yang sudah aku kasih saat di perpustakaan" ujar kyuhyun. Lalu kina mengambil buku dan mencoba mengerjakannya.
"Aku beri kau waktu satu jam. Aku ingin bermain games dulu"
"jika aku sudah selesai. Apa boleh aku bermain games?"
"Andwae... sampai kau mendapat nilai bagus dariku"
"Ishhhh menyebalkan"
Penuh rasa kesal kina mengerjakan soalnya dan kyuhyun hanya tersenyum. Saat kina mulai mengerjakan soal namun hanya setengah yang kina mengerti.
"Soal ini kenapa sangat sulit" lalu mata kina melirik kyuhyun yang sedang berusaha bermain games.
"Kerjakan soal mu" kina sangat terkejut atas ucapan kyuhyun langsung mengalihkan pandangannya kepada soal.
"Ini sedang aku kerjakan. Namun tetap saja susah" kyuhyun langsung berhenti bermain dan kembali duduk dekat kina untuk melihat sudah berapa soal yang baru dikerjakan oleh kina. Tanpa basa basi langsung mengambil buku kina. Namun yang didapat, semua soal belum dikerjakan dan di bukunya banyak coretan gambaran kina yang sedang menindas kyuhyun.
"Apa disini aku mengajarimu menggambar?"suara kyuhyun terdengar begitu menyeramkan karena kina merasa bersalah dan kina hanya menggelengkan kepalanya. Lalu kyuhyun memeriksa 3 soal yang baru dikerjakan oleh kina dan jawabannya yang benar hanya satu.
"Dari 10 soal yang aku beri. kau baru mengerjakan 3 soal dan yang benar hanya satu. Kya!! Mengapa otakmu lamban sekali eoh?"
"Mana aku tahu. Memangnya saat pembagian otak aku ikut mengantri"
"Kemari kau"
"Tidak mau"
"Kemari aku katakan"
"Tidak, memangnya kau mau apa?" Terlihat kina enggan untuk mendekat kyuhyun karena merasa akan ada sesuatu yang terjadi bila mendekat. Dengan kesal kyuhyun menarik kina dan sampai wajah mereka berdua begitu dekat. Hembusan nafas mereka teresa di permukaan kulit wajah.
"Omo! Kenapa jantungku berdebar kembali" ucap kina dalam hati.
"Kenapa jantungku berdetak lebih cepat lagi dan... dan kenapa matanya begitu cantik"ucap kyuhyun dalam hati. Terdengar bunyi pintu kamar kyuhyun terbuka dan membuat mereka berdua tersadar dari detakkan jantung yang begitu hebat dan saat menoleh ternyata ahra.
"Wah,,, kenapa dengan wajah kalian. Apa aku mengganggu?" tanya ahra.
"A...aniyo eonni. Yang kau bawa itu apa?" ucap kina dengan sedikit gugup.
"Ini makanan untuk kalian. Ya sudah kalau begitu kalian lanjutkan saja belajarnya"ucap ahra sembari pergi meninggalkan mereka berdua. Di balik pintu kamar kyuhyun, ternyata sudah ada nyonya kim dan nyonya park.
"Eotte?? Apa kina mau belajar " Tanya nyonya song
"Mereka sedang belajar eomoni" ucap ahra senang.
"Semoga setelah ini mereka berdua semakin akrab" ucap nyonya cho sembari tersenyum.
"Lebih baik sekarang kita pergi dari sini. Sebelum mereka keluar" lalu ahra menggandeng tangan nyonya cho dan nyonya song
__ADS_1
********