Love Is..

Love Is..
love is part 24


__ADS_3

Semenjak jihee pergi bersama dengan myung soo membuat kang Joon dibakar api cemburu. Tanpa disadari olehnya minyong menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.


"Matamu lama lama keluar nanti. Apa kau cemburu eoh??"


"Ani" langsung saja kang Joon meninggalkan minyoung dan memilih untuk pergi. Melihat bosnya seperti itu membuat minyoung tidak tahan untuk tertawa.


Sementara kina belum selesai mengerjakan soal malah tertidur lelap. Merasa tidak mendengar sesuatu membuat Kyuhyun menghentikan permainan gamesnya dan melihat kina.


"Pantas saja tidak mendengar apapun. Ternyata terlelap tidur" kata Kyuhyun. Dengan perlahan Kyuhyun mengangkat kina untuk tidur di sofa tempat duduk dan membaringkannya disana. Setelah itu memeriksa pekerjaan kina yang ternyata baru sebagian yg di kerjakannya.


"Ternyata bisa juga si pendek ini mengerjakan soal" kata Kyuhyun. Sementara kina sedang masuk dalam mimpinya dan disana sudah ada soomi yang sedang menunggunya. Dengan lantang soomi memanggil kina sembari melambaikan tangannya karena senang. Kina melihat itu ikut tersenyum dan datang menghampiri.


"Eonniii" lalu soomi memeluk kina.


"Kau kemana saja??" Tanya kina.


"Aku pergi kerumah eomma" bohong soomi.


"Benarkah??"


"Tentu saja eonni"


Setelah memeriksa tugas yang diberikan, Kyuhyun sedari tadi memandang kina yang sedang tertidur lelap.


"Kenapa dia tertidur kelihatan begitu manis. Tapi sudah bangun begitu menyebalkan sekali" ucap Kyuhyun . Namun yang membuatnya heran adalah dalam keadaan tertidur kina tersenyum begitu cantik.


"Kenapa dia tersenyum seperti itu. Apa dia bermimpi bertemu dengan oppanya"pikir Kyuhyun. Saat Kyuhyun akan keluar tangan kina menggenggam tangan Kyuhyun dan sehingga membuatnya terjatuh tepat disamping kina. dengan wajah yang begitu dekat. terdengar suara detak jantung Kyuhyun yang begitu kencang.


"Ya Tuhan, jantungku kenapa ini"kata Kyuhyun sembari memandang wajah kina yang terlelap tidur dan dengan pikiran yang sulit diartikan. Yang sampai pada akhirnya Kyuhyun mencium kening kina begitu penuh sayang. Setelah melakukan itu mata kina sedikit terbuka dengan pandangan yang samar dan kembali memlih untuk tidur kembali karena rasa mengantuk yang lebih menguasai matanya.


Sedangkan Ahra dan Euntak dalam perjalanan pulang setelah menemukan tempat untuk berfoto. Lalu salah satu karyawan menghampiri Ahra.


"Eonni, tuan muda sudah datang bersama temennya"


"Benarkah? Ya sudah aku masuk kedalam"


Saat Ahra masuk kedalam ternyata Kyuhyun dan kina tertidur dengan tangan saling menggenggam.


"Aigooo... Momen yang bagus sekali ini" lalu Ahra mengambil ponselnya dan memfoto mereka berdua.


"Apa yang sedang kau lakukan"tanya euntak.


"Mengabadikan kebahagian yang langka hahahaha" jawab ahra.


"Maksudnya??" Tanya euntak.


"Nanti kau juga akan tahu hahahaha"kata ahra.


"Kau ini selalu bermain tebak tebakan" ujar euntak.


Sedangkan di toko ice krim jihee dan Myung Soo menyantap ice yang di sukainya


"Wah... Ice krim strawberry memang yang paling enak"kata jihee.


"Kau ini makan seperti anak kecil saja" lalu Myung Soo membersihan mulit jihee dari ice krim.


"Ah iya, apa namja tadi yang meminta jasamu?"tanya Myung Soo.


"Ne, apa kau ingat insiden di kamar mandi waktu saat kita makan bersama"


"Ne, aku ingat. Wae?"


"Dia orangnya. Aku juga tidak menyangka akan bertemu dengannya"


"Bagaimana kalian bisa bertemu?"


"Saat itu aku mengantar Ahra dan seulgi temannya Kyuhyun ke sungai Han. Saat itu aku tidak sengaja bertemu dan ternyata dia adalah saudara seulgi"


"Jeongmal??"


"Tentu saja. Awalnya aku juga terkejut dan ternyata dunia begitu sempit. Ah iya bagaimana dengan tugas yang di berikan mr.lee apa sudah di selesaikan??"


"Kau tenang saja, sudah aku selesaikan . Tugas apapun jika aku yang melakukannya semua tugas akan tepat waktu hahahaha"


"Sombongnya dirimu"ucap jihee sembari tersenyum meledek.


"Aku tidak sombong. Memang kenyataan hahahahha" dengan bangganya myun Soo mengatakan itu.


"Apa kau akan ikut acara ke pantai yang diadakan teman sekelas?"tanya Myung Soo.


"Entahlah, aku lebih memilih untuk bekerja membatu eomma" jawab jihee.


"Sesekali kau fresh kan pikiran eoh, aku yakin ahjumma akan mengizinkan kau untuk ikut" kata Myung Soo.


"Lihat saja nanti"jawab jihee.


Tanpa mereka sadari kang Joon memperhatikan mereka berdua dan sampai pada akhirnya kesal sendiri karena jihee begitu terlihat bahagia dan senang dengan Myung Soo.


"Aku harus cari tahu siapa namja itu dan apa latar belakangnya" ucap kang Joon. Namun saat kesal, kang Joon tidak sadar sedari tadi pelayan berbicara. Sampai pada akhirnya pelayan itu menepuk pundak kang Joon dan itu membuatnya terkejut.


"Astaga. Ah jeosonghamnida" kata kang Joon.


"Tuan ingin memesan apa?"tanya pelayan itu.


"Aku ingin ice krim vanila saja dengan taburan toping yang ini" ucap kang Joon sembari menunjuk dan kembali menutup wajahnya dengan buku menu. Pelayan yang melihat itu menatap bingung.


*****


Sekolah


Terlihat seulgi sedikit terdiam saat sedang menunggu Changmin datang. Karena saat akan pulang changmin di panggil oleh seonsaengnim dan Changmin menyuruhnya menunggu di parkiran sekolah. Terlihat Jimin melihat seulgi sedang disana dan langsung datang menghampiri.


"Seulgi"


"Jimin"

__ADS_1


"Kau tidak pulang?"


"Aku sedang menunggu Changmin oppa. Apa kau sudah mau pulang?"


"Ne, karena aku sudah ada janji dengan seorang gadis"entah kenapa mendengar jawab Jimin membuat seulgi tidak suka.


"Seorang gadis? Apa kau sudah memiliki kekasih?" Saat Jimin akan menjawab. tiba tiba ponselnya berdering dan Jimin mulai mengangkatnya.


"Oppa kau dimana?"


"Oppa masih ada disekolah sebentar lagi oppa akan datang dan kau tunggu eoh"


"Apa oppa akan mengajak eonni yang ada di sebelahmu"seketika Jimin terkejut dan saat melihat ternyata benar adiknya sudah ada di sekolahnya.


"Jihyun, kenapa kau kemari?"kata Jimin.


"Aku menunggumu lama jadi aku kemari saja" jawab jihyun.


"Ah, iya. Perkenalkan ini gadisku jihyun. Ayo jihyun beri salam kepada eonni"ucapan Jimin membuat seulgi terkejut.


"Annyeonghaseyo eonni. Aku jihyun adiknya Jimin oppa"jawab jihyun dengan senyuman.


"Ne? Aku kang seulgi. Senang bertemu denganmu adik kecil" Terlihat seulgi yang begitu bingung.


"Oppa, kina eonni mana?"tanya jihyun.


"Oppa rasa kina nuna sudah pulang jihyun-a"jawab jimin


"Yah.... Aku kan kesini ingin bertemu dengan eonni" wajah jihyun mulai terlihat sedih.


"Bagaimana kalau nanti kita main bersama eonni nanti?"kata Jimin.


"Aku inginnya sekarang oppa"jihyun mulai merengek dan itu akan membuat Jimin kebingungan. Lalu pandangan Jimin tertuju pada seulgi. Sembari memberikan isyarat permohonan.


"Tapi kina nuna tidak ada disini Jimin sayang. Bagaimana sebagai gantinya seulgi eonni saja??" Bujuk Jimin sembari tersenyum.


"Apa eonni mau oppa??"tanya jihyun.


"Kau maukan??"mohon Jimin. Melihat Jimin yang memohon seperti itu membuat seulgi tidak tega menolaknya.


"Baiklah kalau begitu. Tapi aku tunggu Changmin oppa datang" jawaban seulgi membuat mereka senang. Tidak lama Changmin sudah terlihat dan memanggil seulgi.


"Seulgi...." Lalu Changmin datang menghampiri.


"Mianhae sudah membuat kau menunggu lama. Kajja aku antar pulang" kata Changmin.


"Gwencha oppa. Lagi pula aku mau pergi bersama Jimin karena adiknya meminta aku menemaninya" lalu pandangan Changmin tertuju pada Jimin dan adiknya.


"Jihyun beri salam pada sunbaenim oppa"kata Jimin.


"Annyeonghaseyo sunbaemim"ucapan jihyun membuat mereka bertiga tersenyum.


"Aigoo... Kau tidak memanggilku sunbaenim, adik kecil. Panggil saja aku oppa eoh" ucap Changmin sembari mengusap rambut jihyun.


"Ya sudah. Kalau begitu oppa harus pulang dan pergi kesuatu tempat dan kau Jimin aku titip adikku ini eoh" kata Changmin.


"Selamat datang... Apa ada yang bisa kami bantu?"tanya pegawai itu.


"Ne, aku ingin lihat lihat baju dulu yang sedang musim"


"Baiklah akan saya antar nona"


"Ne, kamsahamnida" lalu Sina mengikuti pegawai itu sembari menghubungi kina. Namun lama sekali untuk di angkat dan sampai pada akhirnya terangkat.


"Yak! Kau dimana? Aku sudah sampai di butik yang kau katakan dan aku sudah ada didalam"


"Jeosonghamnida, kina sedang tertidur di ruang kerjaku, kau bisa datang kemari nanti kau bertanya saja kepada pegawaiku"


"Mwo tertidur?? Baiklah, kamsahamnida"


Lalu Sina mematikan panggilannya dan langsung saja bertanya kepada pegawai itu yang berada disampingnya.


"Bolehkah aku bertanya?"tanya kina.


"Ne, tentu saja"jawab pegawai itu.


"Ruangan pemilik butik ini ada di mana? Aku ingin bertemu"kata Sina.


"Mari saya antar" lalu pegawai itu mengantar Sina sampai depan pintu dan pelayan itu langsung mengetuk ruangan Ahra.


"Masuk"ucap Ahra. Saat akan masuk kedalam, Sina tidak lupa mengucapkan kepada pegawai itu.


"Apa kau temannya kina?"tanya Ahra.


"Ne, benar aku temannya kina" jawab Sina.


"Kina masih terlelap tidur bersama Kyuhyun" Sina yang mendengar ucapan Ahra terlihat terkejut.


"Mwo??? Bersama Kyuhyun. Apa mereka....."mengetahui pemikiran Sina membuat Ahra dan Euntak tersenyum.


"Hahahahha bukan begitu maksudnya. Lebih baik kau lihat saja dan kalau bisa bangunkan mereka"kata ahra.


"Baiklah kalau begitu. Lalu sekarang mereka ada di mana?"


"Ada di belakang ruang kerja ku kau kesana saja"


"Baiklah, aku kan membangunkan mereka. Kamsahamnida sudah di beri izin"lalu Sina berjalan dan langsung menemukan sosok mereka berdua.


"Aigo... Kenapa mereka terlihat begitu lucu sekali tidur sembari berpegangan tangan" yang tadinya Sina merasa berapi api kini Lulu melihat neraka berdua.


"Ishhh pabo... Pabo.... Pabo... Niatkukan ingin membangunkan mereka" lalu Sina mulai memperbaiki sikapnya.


"Tapi sebelum itu aku ingin foto mereka dulu" merasa sudah cukup puas, Sina mulai memasukan ponselnya dan mulai mengatur nafas untuk membangunkan mereka.


"BBBBAAAAANNNGGGUUUUUNNNN!!!"teriakan Sina membuat mereka terkejut samapai terbangun dan sedangkan Ahra bersama euntak tersedak karena mendengar itu.

__ADS_1


"Aigo... kencang sekali"celetuk Ahra. sementara kyuhyun dan kina saling memandang karena terkejut tangan merak saling menggenggam di bandingkan ada Sina disini.


"Ka..kau sudah sampai?" Ucapan bodoh yang keluar langsung dari mulut kina.


"Menurutmu?"kesal Sina.


"Mianhae... Aku tertidur"jawab kina sembari tersenyum lebar. Lalu Sina duduk di depan mereka berdua sembari menatap penuh curiga. Saat Kyuhyun akan bangun tiba - tiba Sina berbicara.


"Kau mau kemana? Aku juga ingin bertanya sesuatu denganmu" ucapan sina dengan menatap tajam. Kina yang mendengar itu langsung merasa tegang.


"Aku rasa akan mati hari ini"ucap kina dalam hati.


"Berbicara denganku?"seru Kyuhyun.


"Ne, cepat kau duduk"kata Sina. Mau tidak mau Kyuhyun menurutinya. Tanpa mereka sadari Ahra dan Euntak mengintip dari belakang.


"Aku rasa anak jaman sekarang galak sekali"kata ahra.


"Ne, kau benar"jawab euntak.


Kina yang merasa terintimidasi oleh tatapan Sina hanya dapat diam seribu bahasa.


"Apa benar kina tinggal dirumah mu??" Bagaikan petir disiang hari Kyuhyun dan kina terkejut dengan pertanyaan Sina.


"Aku tidak...."belum selesai bicara Sina sudah memotong ucapan kina.


"Aku tidak bertanya kepadamu tapi Kyuhyun"kata Sina. Kyuhyun yang mendengar itu langsung melirik kina dan tidak tahu harus menjawab apa.


******


Tempat bermain


"Oppa aku ingin bermain itu" kata jihyun.


"Kau ingin menari??"tanya Jimin.


"Tentu saja. Biar aku saja yang mengantri untuk mengisi"jawab jihyun penuh semangat.


"Baiklah kalau begitu. Ini kartu dan uangnya" ucap Jimin.


"Adikmu suka menari??"


"Ne, sangat suka sekali. Bahkan jihyun lebih pintar menari dari pada aku"


"Wah benarkah... Berarti kau harus lebih banyak berlatih dengan jihyun"


"Ne, kau benar hahahaha"


Walau percakapan ringan membuat mereka semakin dekat saja. Tanpa mereka sadari jihyun memperhatikan oppanya yang begitu bahagia. Lalu dengan polosnya jihyun berlari sembari berterik memanggil oppanya.


"Oppaaaa"teriak jihyun.


"Aigo... Kencang sekali eoh"ucap Jimin.


"Biarkan saja kajja kita menari. Eonni apa kau ingin ikut juga?"kata jihyun.


"Kau mengajak orang yang tepat. Seulgi eonni hebat sekali menari"puji Jimin .


"Benarkah eonni??"tanya jihyun.


"Oppa mu berlebihan. Aku tidak sehat itu"jawab Selfi sembari tersenyum.


"Jika tidak percaya jihyun coba saja menari dengan eonni"kata Jimin.


"Baiklah, kajja eonni"lalu jihyun menarik tangan seulgi untuk mengikutinya dan di tempat dance kebetulan tidak ada orang disana. Jimin yang melihat itu tersenyum bahagia karena jihyun begitu mudah akrab dengan orang lain.


"Eonni.. bagaimana kita menari BTS saja"ucap jihyun penuh antusias.


"Baiklah... Kajja kita mulai"jawab seulgi yang begitu bersemangat juga. Saat mereka menari semua orang mulai memperhatikan mereka.bagaimana tidak, tarian yang dilakukan begitu bagus sekali.


Sedangkan sepanjang jalan kangjoon mengikuti kemanapun jihee pergi bersama Myung Soo.


"Soo, apa kau merasa ada yang mengikuti kita dari tadi??"tanya jihee.


"Ani, wae??"kata myung Soo.


"Aku hanya merasa ada yang mengikuti saja"kata jihee. Lalu mata Myung Soo mencari siapa yang mengikutinya.


"Sudah kau tidak perlu takut. Ada aku disini eoh, jika ada sesuatu yang terjadi aku akan menyelamatkan mu"ucap Myung Soo dengan percaya diri. Jihee yang mendengari itu tersenyum sembari memukul lengan myung Soo. Kang Joon yang melihat itu matanya mulai panas dan merasa sesak di dadanya.


"Beraninya dia membuat jihee tersenyum"kesal kang Joon kembali.


"Lihat saja. Aku juga akan membuatnya seperti itu saat bersamaku"kata kang Joon. Merasa di tarik pakaiannya. Kang Joon langsung menoleh dan ternyata anak kecil.


"Ada apa adik kecil??"tanya kang Joon.


"Ahjussi, kau menghancurkan botol minuman kaleng ku"ucapan anak itu membuat kang Joon dan terkejut.


"Mwo??"ucap kang Joon sembari memperhatikan tangannya dan benar saja minuman kaleng itu menjadi pengok.


"Ah.... Mianhae ahjussi tidak sengaja. Bagaimana sebagai gantinya ahjussi belikan yang baru"ucap kang Joon.


"Apa ahjussi kesal melihat itu"tunjuk anak kecil itu kepada jihee dan Myung Soo.


"Ani, ahjussi tidak merasa kesal"bohong kang Joon.


"Aigoo...kenapa orang dewasa suka sekali berbohong" kata anak kecil itu. Setelah mengatakan itu anak tersebut beranjak dari duduknya.


"Kau mau kemana??"tanya kang Joon.


"Aku mau pulang dan ahjussi tidak perlu mengganti minumanku"ucap anak itu.


"Wae??tidak mau di ganti"kata kang Joon.


"Karena ahjusii berbohong. Ya sudah kalau begitu aku pergi"kepergian anak itu membuat kang Joon melongo dan tidak habis pikir bagaimana anak itu bisa tahu kalau sedang berbohong...

__ADS_1


Maaf kalau makin kurang menarik ceritanya.... Jangan lupa kasih vote dan komentarnya ya...


Terimakasih^^


__ADS_2