
Setelah changwook selesai dari toilet. Tidak sengaja mendengar seseorang sedang menangis.
"Apa itu hantu"lalu changwook mencari tahu suara itu berasal dari mana dan saat melangkah pelan. Lalu sedikit mengintip di balik tembok, betapa terkejutnya melihat Yoona yang sedang menangis.
"Yoona! Kau kenapa??"changwook begitu cemas melihat keadaan Yoona. Melihat changwook ada di depan matanya membuat Yoona memeluknya dan menangis dengan air mata yang deras.
"Hiks.... Hiks.....hiks..."lalu changwook mengusap punggung Yoona agar lebih tenang.
"Kau mau ikut dengan ku ketempat yang lebih leluasa untuk mu menangis?"ucap Changwook dan Yoona hanya menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah, aku antar kau ke mobil"mendengar itu Yoona melepaskan pelukannya dari changwook dan Suasana sedikit canggung.
Mianhae, memeluk mu secara tiba - tiba" ucap Yoona.
"Gwenchana dan aku tidak suka melihat seorang yeoja menangis"changwook mengusap air mata yoona dan membuat Yoona terkejut di tambah dengan senyuman manis dari changwook.
"Ayok, kita ke mobil"ucap Changwook.
"Ne"jawab Yoona.
Mereka berdua menuju mobil dan tidak mungkin untuk Yoona pergi ke atas untuk berpamitan. Setelah mengantar Yoona masuk kedalam mobil, changwook langsung membayar uang makan.
"Teman mu kenapa?"tanya Eunhee.
"Tiba - tiba kepalanya pusing"jawab changwook.
"Apa mungkin teman mu telat makan?"
"Bisa jadi nuna. Ya sudah aku ke atas dulu untuk memberi tahu yang lain"
"Ya sudah kalau begitu"
Changwook melangkahkan kakinya menuju ke atas.
"Kau lama sekali ke toilet"kata Sina.
"Apa sampai begitunya, kau merindukanku terus. Aku pergi ke toilet dan datang kau selalu bertanya"jawab changwook sembari tersenyum.
"Sepertinya aku selalu salah berbicara dengan mu"terlihat wajah Sina sangat datar mengatakan hal itu.
"Ah iya, aku mau antar Yoona ke rumahnya. Tadi saat aku keluar dari toilet hampir jatuh karena pusing"ucapan changwook membuat yang lainnya terkejut.
"Lalu sekarang dimana??"tanya Kyuhyun.
"Ada di mobilku. Ya sudah aku pulang terlebih dahulu"pamit changwook.
"Hati hati dijalan"kata kina.
"Ne"jawab changwook sembari mengacak rambut kina.
"Yak! Rambut ku jadi berantakan"kesal kina.
"Baby Cho, temani aku pergi"
"Aku tidak mau!! Apa kau sudah lupa?? Apa yang kau lakukan kepada seulgi waktu itu"hal itu membuat Sina terkejut. Lalu matanya melirik kina dan memberikan isyarat dan kina pun menjawab dengan isyarat. Terlihat Sina membulatkan matanya. Sementara Changmin kebingungan melihat kina dan Sina.
"Sungguh, bukan aku yang melakukannya"bohong Seohyun.
"Terserah apa yang kau katakan. Aku sama sekali tidak percaya. Lebih baik aku yang pergi atau kau yang pergi dari sini"
"Jangan seperti ini. Sungguh aku benar benar tidak melakukannya baby Cho"
Tanpa basa basi Kyuhyun berdiri dan langsung menarik kina pergi dan itu membuat semuanya terkejut.
"Yak, kenapa kau membawa ku?"
"Belajar matematika di rumah ku"
Seketika kina mampu terdiam melihat mata Kyuhyun yang begitu tajam setelah mengatakan itu. Sementara Seohyun menatap kesal Kyuhyun dan kina.
"Kita juga lebih baik pergi dari pada disini, changmin" kata Sina sembari berjalan tanpa melirik Seohyun dan Changmin mengikuti Sina pergi.
****
Di mobil Yoona berusaha untuk tidak menangis namun air matanya terus saja mengalir. Keinginannya untuk melihat orang tuanya bersama sama kembali harus pupus sudah. Terdengar suara pintu mobil terbuka dan Yona langsung saja menghapus air matanya. Saat menoleh changwook hanya tersenyum tipis melihat Yoona seperti itu. Sebelum sampai tujuan changwook tidak ingin bertanya sesuatu.
"Kau sudah siap?"tanya changwook.
"Ne"jawab yoona.
Lalu mereka berdua pergi ketempat tujuan yang dikatakan changwook. Selama perjalanan mereka hanya terdiam menikmati perjalanan. Terkadang sesekali changwook memperhatikan Yoona. Saat akan sampai tujuan ternyata changwook mengajaknya ke sebuah pantai dekat hotel. Namun anehnya tidak ada orang disana.
"Kau membawa ku kemari??"
"Ne, wae? Apa kau tidak suka?"
"Tidak seperti itu. Hanya saja kenapa disini tidak ada orang sama sekali"
"Sudah jangan pedulikan ada orang atau tidak. Yang terpenting kau bisa menikmati pantai"
Tanpa rasa curiga Yoona dan changwook keluar dari mobil dan berjalan di sekitar pantai.
"Apa kau ingin naik kapal itu"Terlihat Yoona sedikit berpikir dan menatap changwook.
"Sudah jangan banyak berpikir"changwook langsung menarik Yoona dan di ajaknya ke kapal yang sudah ada di pantai.
"Kenapa kau asal naik kapal milik orang lain? Nanti jika ketahuan pemiliknya bagaimana??"wajah Yoona yang sedikit panik membuat changwook tertawa.
"Kau malah tertawa. Sudah, lebih baik turun saja dari sini sebelum ada orang yang memarahi kita"saat akan Yoona turun, changwook langsung menahannya.
"Tidak akan ada yang marah karena ini milik keluarga ku"ucapan changwook membuat Yoona terkejut
"Ye??? Mi.. milik keluarga mu?"Yoona tidak berpikir bahwa changwook memiliki kapal semewah ini.
"Ne, eomma memberikannya sebagai hadiah ulang tahun" mendengar hal yang membuatnya terkejut. Yoona langsung berpegangan kepada pinggiran kapal. Changwook yang melihat itu langsung membantunya.
"Apa ucapan ku mengejutkan mu?"tanya Changwook.
"Ne, aku tidak menyangka kau sekaya itu"celutukan Yoona membuat changwook tersenyum.
"Aku merasa tidak kaya"ucap Changwook.
"Kau selalu merendah"kata Yoona.
Sementara di tempat parkir sekolah kina sudah kesal karena akan mengalami penderitaan otak. Bagaimana tidak, setelah ototnya bekerja dan nanti otaknya giliran bekerja.
"Apa lesnya tidak bisa di tunda nanti saja"rengekan kina membuat Kyuhyun tidak peduli
"Tidak bisa. Sekarang kita pulang ke rumah"kata kyuhyun.
"Sekali ini saja"pinta kina.
"Tidak"kata Kyuhyun.
"Aku mohon kepada mu. Kali ini saja, oppa"seketika Kyuhyun terkejut dengan ucapan kina yang memanggilnya dengan sebutan oppa dan itu berhasil membuat jantung Kyuhyun berdetak.
__ADS_1
"O.. oppa??"seru Kyuhyun.
"Oppa.., na-ya mohon kabulkan permintaan ku eummm... Eummm"ucap kina sembari mengeluarkan aegyonya dan itu membuat Kyuhyun gemas. Rasanya ingin mencubit pipi kina.
"Ya Tuhan, kenapa dia harus seperti ini. Pokus Kyuhyun pokus jangan sampai luluh dengan wajah seperti itu" kata Kyuhyun dalam hati.
"Aku bilang tidak ya tidak"lalu Kyuhyun pergi menuju mobil sebelum hatinya goyah. Kina yang melihat itu kesal karena usahanya gagal.
"Dasar menyebalkan. Changwook aku begitukan langsung luluh. Apa dia tidak menyukai yeoja?"kata kina sembari berjalan menghentakkan kaki. Tanpa disadari ada sepasang mata melihat itu membuat mereka terkejut. Saat dekat mobil Terdengar ponsel milik Kyuhyun berdering dan saat melihat ternyata pesan dari Ahra.
"Kau tidak lupakan Membawa Soo iga"
Seketika Kyuhyun terkejut dengan pesan itu.
"Kenapa aku bisa lupa" lalu Kyuhyun membalas pesan nunanya.
"Aku tidak lupa"
Lalu Kyuhyun memasukan ponselnya kedalam sakunya. Setelah itu masuk kedalam mobil dan di ikuti oleh kina yang kesal.
"Sebelum pulang beli sup iga dulu" dengan acuh kina tidak menjawab. Kyuhyun yang melihat itu hanya menghembuskan nafasnya. Tanpa basa basi Kyuhyun menjalankan mobilnya dan setelah sampai Kyuhyun langsung masuk kedalam. Kina yang melihat itu menata kesal Kyuhyun.
"Menyebalkan sekali" kata kina.
"Kyuhyun oppa memang seperti itu eonni"seketika kina terkejut dengan kedatangan soomi.
"Aigo, kau mengejutkan lagi"
"Hehehe mianhaeyo. Sepertinya eonni sangat kesal sekali dengan Kyuhyun oppa"
"Bagaimana tidak, aku habis selesai latihan. Masih saja les matematika" kesal kina.
"Mungkin oppa ingin melihat eonni bisa belajar matematika"kata soomi.
"Aku tahu, tapi tidak bisakah lesnya nanti. jika bukan di waktu latihan seperti ini. Badan ku sudah lelah di tambah harus berpikir"melihat kina mengeluh membuat soomi tersenyum.
"Aku mempunyai ide, agar eonni tidak les matematika"
"Kau punya ide apa??"
Lalu soomi membisikan sesuatu di telinga kina dan berhasil membuatnya tersenyum lebar.
"Kau benar juga, ide yang sangat bagus hahaha"kata kina. Tidak lama Kyuhyun keluar dan kina tetap memilih diam dan soomi pergi entah kemana. Selama perjalanan menuju rumah mereka berdua terdiam. Kyuhyun sepintas melirik kina yang terus sana menatap pemandangan di samping jendela mobil.
*******
Sementara di perjalanan Sina dan Changmin hanya mampu tersenyum dan tidak habis pikir dengan tingkah kina terhadap kyuhyun.
"Apa kina aslinya seperti itu?"tanya Changmin.
"Ya begitulah, jika kina membujuk seseorang selalu seperti anak kecil. Tapi bagaimana Kyuhyun tidak terpengaruh, wah hebat sekali. aku harus belajar dari Kyuhyun. Aku dan changwook selalu terperdaya olehnya" ujar Sina.
"Hahahaha kau ada ada saja"
"Jika tidak percaya kau coba saja. Aku yakin kau tidak akan bisa menolak"
"Ne, lain kali aku coba. Ah iya, apa hari ini kau ada rencana lain??"
"Sepertinya tidak, wae?"
"Aku ingin mengajak mu pergi main"
"Main ke mana?"
"Aku dengar ada pasar malam dekat jalan sini. Apa kau mau kesana?"
"Hahahahahhaa... Memangnya pasar malam harus mulai dari malam hari?"ucapan Changmin membuat Sina menahan malu. Karena Sina belum pernah melihat pasar malam.
"Begitu ya hehehe. Sebelumnya aku belum pernah pergi kesana"kata Sina.
"Ya sudah kita kesana. Ada film yang ingin aku tonton"ujar Changmin.
"Film apa?"tanya Sina.
"Starwars"
"Wah kebetulan aku juga ingin nonton. Aku pikir kau ingin menonton horor lagi"tiba tiba Sina teringat akan kejadian itu.
"Kau tahu sendiri aku film horor sangat membuat aku tidak nyaman"kata changwook.
"Dan saat pulang kau pingsan hahahahaha"ledek Sina dengan senangnya.
"Aigoo... Apa kau meledekku eoh?"kata Changmin.
"Ani, itu kenyataan hahahahaha"ujar Sina.
"Terserah kau saja"ucap Changmin sembari tersenyum.
"Hahahahhaa kau ini. Lain kali jika ingin pingsan jangan sekarang tapi nanti saja. Aku tidak sanggup untuk menggendong mu"
Sepanjang perjalanan mereka di penuhi dengan perbincangan dan canda tawa. Sampai tidak terasa sudah sampai di bioskop.
Lalu mereka berdua keluar dari mobil dan langsung masuk kedalam.
"Kau tunggu disini. Aku pesan tiketnya dulu"
"Baiklah kalau begitu"
Saat sedang menunggu, Sina langsung membuka ponsel dan melihat sosial media. Matanya terkejut saat melihat akun yang di kenalnya
"Oppa"lirih Sina menatap foto wajah namja itu. Changmin yang melihat Sina terdiam dengan ponselnya langsung menegurnya.
"Sina kau kenapa?"tanya Changmin
"Ne? Na gwenchana"jawab Sina sembari tersenyum.
"Apa ini minum untuk ku?"
"Ne, untukmu"
"Gomawo, apa filmnya akan di mulai??"
"Ne, sebentar lagi. Lebih baik kita kesana untuk menunggu.
"Baiklah kalau begitu" lalu mereka berdua pergi menuju depan pintu bioskop. Sementara di bar terlihat jaewook terburu buru keluar dari mobil untuk menjemput minyoung pulang. Saat mata kang joon melihat jaewook perasaan takut mulai terasa.
"Mianhae Hyung, aku tidak.. bermaksud un... "belum selesai bicara jaewook sudah memotong pembicaraan kang joon terlebih dahulu.
"Gwenchana. Aku bawa minyoung pulang. Tapi lain kali aku tidak akan membiarkan minyoung mabuk seperti ini lagi"ujar jaewook.
"Ne, Hyung. Hati hati di jalan"kata kang joon.
"Ne, jika kau pulang jangan menyetir sendiri"
"Ne Hyung"
__ADS_1
Lalu jaewook keluar dari bar sembari menggendong minyoung yang sudah terlelap tidur. Setelah kepergian jaewook membuat kang Joon teringat akan jihee.
"Apa dia sudah sampai rumah" kang Joon langsung merogoh ponselnya yang berada di saku jaket. Melihat layar ponsel tidak ada pesan atau telpon dari jihee.
"Lebih baik aku telpon saja untuk memastikannya" kata kang joon.
Sambungan ponsel sudah tersambung namun tidak ada jawaban apapun dari jihee dan membuat kang Joon cemas.
"Jihee apa kau sudah sampai rumah?"
Sudah beberapa menit menunggu tidak ada jawab apapun dari jihee. Lalu kang Joon berinisiatif untuk menghubungi seulgi dan sama saja tidak dijawab.
"Aishh... Kenapa tidak ada satupun yang menjawab"kesal kang Joon.
Sedangkan di pantai Yoona sedang menikmati indahnya pantai di sore hari dan tiba tiba air matanya terjatuh, teringat akan kenangannya saat keluarganya masih untuh. Changwook yang melihat itu langsung datang menghampiri Yoona.
"Apa yang sedang kau...."belum selesai bicara changwook melihat Yoona menangis.
"Are you ok"tanya changwook.
"Ne, ok"jawab Yoona sembari kembali menangis.
"Aku tidak tahu apa yang membuat kau menangis. Tetapi, yang bisa aku katakan. Jika ada yang membuat mu menangis, percayalah. Tuhan akan mengukir senyuman mu suatu saat nanti. Aku tahu kau wanita yang kuat. Setiap permasalah pasti ada cerita bahagia"ucapan changwook membuat Yoona berpikir.
"Aku harap bahagia. Namun kenyataannya tidak begitu. Hemm... Apa aku salah, sedikit egois untuk aku bahagia walau hanya sebentar???"
"Apa maksudmu??"
"Eomma ku akan menikah lagi dengan pilihannya dan akan tinggal tetap di Amerika dan Minggu depan eomma ku pergi. Aku belum bisa terima itu semua. Karena aku masih ingin melihat appa dan Eomma hidup bersama. Sungguh aku sangat rindu momen di mana kita berempat hidup bahagia" mendengar ucapan Yoona membuat changwook terkejut.
"Tidak salah. hanya saja situasi seperti itu hanya orang tua yang mengerti dengan perasaannya masing-masing dan tahu apa yang terbaik untuk di lakukan. Jika orang tua mu terus bersama mungkin, akan menjadi beban untuk mu setiap kali bertengkar. Pasti hal itu membuat batin mu tersiksa, hal itu yang tidak ingin orang tua mu lihat. Aku tidak membela orang tua mu, tetap saja perceraian adalah hal yang salah. Namun tidak ada pilihan lain. Apapun itu mereka tetap orang tua mu" penjelasan changwook membuat Yoona berpikir. Apa yang dikatakannya memang benar.
"Saran ku, kau temui Eomma mu dan jangan buatnya bersedih. Jangan seperti ku, aku sangat menyesal saat itu. Tidak memenuhi keinginan appa"ucapan changwook membuat Yoona merasa hatinya sakit.
"Ne, akan aku pikirkan"kata Yoona.
****
Rumah keluar Cho
Sesampainya di rumah kina langsung keluar meninggalkan Kyuhyun begitu karena merasa kesal.
"Wajah mu kenapa begitu?"tanya Kyuhyun
"Memangnya harus seperti apa? Senyum seperti ini eoh" lalu kina menunjukkan senyumannya namun seketika milik wajahnya berubah jadi kesal.
Saat mereka berdua masuk betapa terkejutnya mereka berdua.
"Kyuhyun" panggil Siwon. Namun matanya melihat kina berada disini membuatnya terkejut.
"Hyung"
"Kina...."
"Oppaaaaa"
Lalu kina berlari memeluk Siwon untuk melepas rindu.
"Oppa kapan kau datang" tanya kina. Semua yang ada disana terkejut melihat itu.
"Seminggu yang lalu"jawab Siwon.
"Kalian saling kenal?"tanya Ahra.
"Ne eonni karena Siwon oppa teman oppa saat wajib militer"kata kina.
"Dunia begitu sempit ya"ujar Siwon.
"Kau benar oppa"seru kina sembari tersenyum.
"Sudah lama Hyung tidak bertemu" kata Kyuhyun sembari memeluk Siwon.
"Ne, kau benar. Kau semakin tumbuh tinggi saja. Terakhir aku melihat mu masih sebahu ku"
"Itukan dulu Hyung. Ah iya nuna ini sup iganya" lalu Kyuhyun memberikan sup itu.
"Gomawo. aku masukan kedalam mangkuk dulu. Appaaa..... Eomma..... Sup iganya sudah datang" teriak ahra.
"Kina bagaimana kau ada disini? Appa dan Eomma apa keadaannya sehat?"
"Aku disini karena rumah ku kebakaran oppa dan aku harus les matematika bersama juga bersamanya. Appa dan Eomma sangat sehat"
"Mwo?? Kebakaran bagaimana bisa?"
"Entahlah oppa sampai sekarang belum beres"
"Begitu rupanya. Aku turut prihatin"
"Ya sudah oppa aku ganti baju dulu dan ingin mandi"
"Apa kau habis latihan bulu tangkis?"
"Ne oppa. Nanti kau harus lihat pertandingan ku"
"Tenang saja oppa akan datang"
"Kenapa kalian asik sekali mengobrol. Aku di abaikan"ucapan Kyuhyun membuat Siwon tersenyum dan kina menatap kesal.
"Biarkan saja. Memangnya masalah?"
"Masalah. Karena aku merasa tidak di ajak bicara"
"Lagi pula siapa yang ingin mengajak mu bicara?"
"Aku juga tidak ingin di ajak bicara oleh mu"
Mendengar perdebatan Meraka membuat Siwon mulai pusing dan dengan pelahan mundur untuk pergi dan memilih menghampiri Ahra.
"Ahra..."
"Ada apa? Kenapa wajah mu terlihat seperti terkejut"
"Apa Kyuhyun dan kina sering bertengkar?"
"Kenapa memangnya? Apa mereka berdua muali lagi"
"Apa maksud mu lagi?"
"Kyuhyun dan kina memang seperti itu seperti tom and Jerry. Jadi kau jangan aneh melihat pertengkaran mereka dan lebih baik tinggalkan saja. Aku juga terkadang pusing melihat mereka"ucapan Ahra.
"Pantas saja perdebatan mereka sudah seperti profesional hahahaha"ujar Siwon.
"Hahahahaha mana ada seperti itu"kata ahra
****
__ADS_1
Maaf baru updat lagi hehehehe.... 😁😁😁