
Butik
"Kenapa diam? Jadi benar tebakanku, kina tinggal di rumah mu"kata sina.
"Kina hanya menginap"ucap Kyuhyun.
"Benarkah??" Lalu mata Sina menatap kina yang terlihat seperti gelisah.
"Kau kenapa menatapku seperti itu??"kata kina.
"Sudah terlihat jelas dimata mu"ujar Sina
"Terlihat jelas apa?" Mendengar jawaban kina membuat Sina menghembuskan nafasnya.
"Sudahlah, anggap saja aku percaya dengan ucapan Kyuhyun"kata Sina.
"Apa maksudnya??"tanya Kyuhyun.
"Kina itu tidak pandai berbohong. Matanya terlihat gelisah"ucap Sina dan langsung saja Kyuhyun menatap kina dan benar saja.
"Apa changwook tau??"kata Sina.
"Ti... Tidak tahu"jawab kina cengengesan.
"Kenpa kau tidak memberi tahunya?"
"Karena aku pikir aku hanya tinggal sementara jadi tidak perlu tahu dan aku tidak mau ini menjadi masalah disekolah" alasan kina masih bisa di terima oleh sina.
"Masalah apa??"tanya Sina. Lalu mata kina melirik Kyuhyun.
"Kenapa menatapku seperti itu? Apa aku tampan eoh"kata Kyuhyun.
"Mwo?? Tampan. Hahahaha yang bener saja. Aku menatapmu karena kau alasannya"
"Kenapa aku???"
"Kau tahukan, di sekolah semua yeoja mengejar mu kecuali aku dan aku juga tidak ingin terlibat dengan fans wanita mu itu yang sebenernya tidak penting. Apa kau tidak ingat? ada seorang yeoja yang kau tolong dan dia menjadi Bullying fansmu dan sampai akhirnya pindah sekolah karena tidak kuat dengan perlakuan mereka" seketika ucapan kina membuat Kyuhyun dan Sina terdiam. Tidak biasanya kina berbicara panjang lebar seperti itu.
"Mwo??? Sampai pindah sekolah" seketika semua terkejut karena mendengar suara Ahra.
"Nuna...."
"Eonni..."
"Nuna, sejak kapan kau datang??"
"Sejak kalian tidur"jawab ahra.
"Kenapa tidak membangunkan kami eonni"kata kina.
"Bagaimana mau membangunkan . Kalian tidur sangat pulas sekali"ujar ahra sembari tersenyum penuh arti.
********
Toko peralatan sekolah dan hiasan
Changwook sedang berjalan mengelilingi toko mencari buku tulis dan pulpen yang sudah habis.
"Lebih baik aku beli bukunya 3 saja dan pulpen harus 1 lusin sepertinya. Pulpenku selalu hilang entah kemana"kata changwook. Lalu matanya tertuju kepada lampu tidur.

"Pas sekali warna biru"ucap changwook sembari tersenyum. Saat akan membayar changwook melihat Yoona yang berada di kasir. Langsung saja menghampirinya.
"Yoonaaa"panggil changwook.
"Changwook, kau disini juga"kata Yoona.
"Kebetulan aku membeli ini" jawab changwook sembari menunjukan apa saja yang di belinya.
"Sama aku juga membeli itu. Lalu lampu tidur kau beli untuk siapa?"tanya Yoona.
"Oh ini. Untuk kina"
"Oh untuk kina. Aku pikir kau membeli untuk dirimu sendiri"
"Ani, aku membelinya agar kina tidak takut gelap"
"Apa kina takut gelap??"
"Ne, sangat takut, malah takut sekali"melihat wajah Changwook yang begitu mencemaskan kina membuat Yoona terdiam.
Terdengar suara ponsel milik Yoona berdering dan saat akan mengambil Yoona kebingungan untuk mengambil ponsel di dalam tasnya. Changwook yang melihat itu langsung inisiatif mengambil barang yang di beli Yoona dan di masukan kedalam keranjang dan itu membuatnya terkejut.
"Kau ambil ponsel mu. Biar barangmu masukan kedalam keranjang ku"kata changwook.
"Gomawo"jawab Yoona sembari tersenyum. Saat melihat ponsel ternyata jaehyun.
"Ne, oppa"
"Kau ada dimana?"
"Aku sedang di membeli beberapa peralatan untuk sekolah"
"ya sudah ka;sau begitu oppa tunggu"
"ne, oppa"lalu yoona mematikan ponselnya dan memasukammya lagi kedalam tas.
"apa itu tadi hyung???"tanya changwook
"Ne, oppa memintaku untuk menjaga toko karena ada urudan kebetulan karyawannya tidak masuk karena sakit" penjelasan yoona membuat cangwook menganggukan kepalanya.
"Yasudah, aku antar kau ke toko"kata changwook.
"tidak usah, nanti yang ada merepotkanmu"ucap yoona
"aku merasa tidak direpotkan dan kau tahu kan aku tidak suka dengan penolakan"kata changwook sembari tersenyum. Saat tepat didepan kasir karyawan itu lagsung menyapa dan bertanya kepada mereka berdua.
"Selamat siang, apa kalian sepasang kekasih? kalian sangat serasi sekali"mendengar ucapan karyawan itu membuat mereka berdua saling memandang dan seketika tersenyum bersama.
"benarkah kami seperti pasangan kekasih"ucap changwook tersenyum dan karyawan itu juga ikut tersenyum.
"karena aku melihat kalian begitu tampan dan cantik sekali"ujar karyawan itu.
"kamsahamnida atas pujiannya"ucap mereka bersamaan dan itu membuat karyawan itu menggoda mereka berdua.
"aigoooo... sampai bersamaan seperti itu menjawab hahaha. apa belanjaannya disatukan atau dipisah??"
"disatuykan saja. biar aku sekalian saja yang bayar"kata changwook.
"tapi..." belum selesai bicar changwook lagsung menatap yonna dan itu membuatnya terdiam.
"aku tidak suka penolakan"kata changwook.
"baiklah.... gomawo sudah membayarkan aku" jawab yoona. setelah itu mereka keluar dan ketempat parkiran.
"Kau menggunakan motor??"
"Apa kau tidak suka naik motor?"
"Ani, hanya aku baru pertama kali naik motor"
"Wah, benarkah??"
__ADS_1
"Eummm tentu saja"
"Aku merasa menjadi orang yang spesial hahahaha"
"Kau pikir makanan spesial"
"Ya sudah kau pakai helem dan kita berangkat"
"Baiklah"lalu Yoona memakai helm dan menaiki motor changwook. Namun motor belum di nyalakan oleh changwook dan itu membuat Yoona bertanya.
"Kenapa belum dinyalakan"tanya Yoona.
"Kau pegang pinggang atau bajuku saja. Aku bukan mengambil kesempitan dam kesampatan"
"Maksudmu mengambil kesempatan dalam kesempitan eoh"
"Iya itu pokonya hahahahaha"
"Kau ini ada - ada saja"
"Aku memang selalu ada hahahahaha"
Sementara di butik Kyuhyun,kina, Ahra, dan Euntak sedang membahas pemotretan. Sedangkan Sina yang tidak tau hanya mendengarkan apa yang sedang dijelaskan oleh mereka.
"Eonni, untuk pemotretan akan dilakukan dimana?"tanya kina.
"Itu yang sedang aku pikirkan" kata ahra.
"Bagaimana kita foto di Nami saja" ucap euntak
"Ide yang bagus. Tapi untuk make up bagaimana? Temanku tidak bisa karena sudah ada acara" mendengar apa yang dikatakan Ahra membuat Sina angkat bicara dengan penuh percaya diri.
"Aku saja eonni. Aku bisa make up dan aku juga mendapatkan sertifikat dari ini ku Choi eunhee" seketika Ahra terkejut dengan ucapan Sina.
"Choi Eunhee?? Kau keponakannya?"ucap Ahra.
"Ne, eonni. Apa kau mengenal imo ku??"
"Tentu saja itu. Dia sahabatku, apa dia masih di Jepang?"
"Seharusnya kau memanggil nuna ku ini imo, jangan eonni" ucapan Kyuhyun membuat Ahra memukul kepalanya.
"Ahhh... Sakittt"ringis Kyuhyun.
"Rasakan"kata ahra. Pertengkaran Kaka beradik ini membuat mereka bertiga tersenyum.
"Salahmu sendiri mengatakan itu kepada eonni"kata kina.
"Aku mengatakan yang sebenarnya"ucap Kyuhyun dengan mengusap kepalanya.
"Ne, eonni. Ini ku masih di Jepang"kata Sina.
"Pantas saja kau sangat mirip dengan Eunhee" ucap Ahra.
Terdengar suara ponsel milik kina berdering dan saat melihat ponselnya ternyata eommanya menghubunginya.
"Ne. eomma ada apa?"
"kau ada dimana? apa bisa bantu di kedai? appa dan eomma mau ketempat kim ahjussi untuk mengambil biji kopi"
"aku sedang berada di butik ahra eonni eomma. baiklah setelah dari sini aku kesana eomma"
"ya sudah kalau begitu. appa dan eomma pergi dulu ya"
"Ne, eomma hati - hati dijalan" lalu ponsel dimatikan oleh kina.
"eonni, apa ada yang dibahas lagi? kalau tidak aku izin ke kedai karena eomma minta membantuku"kata kina.
"Baiklah kalau begitu eonni"jawab kina.
"Aku ikut ke kedai"ucap Sina.
"Aku juga ikut"seketika Kyuhyun merasa diperhatikan oleh semuanya.
"Kenapa menatapku seperti itu? Apa ada yang salah dengan ucapan ku?"tanya Kyuhyun.
"Tidak ada. Ya sudah kita pergi"kata kina.
"Kasian hati- hati di jalan"kata euntak.
"Ne, eonni"jawab kina dan sina bersamaan. Lalu mereka keluar dari ruangan.
"Bagaimana kita hubungi changwook untuk ikut gabung?"ucap sina.
"Ah, bener juga. Tadi saat akan kemari dia marah merasa tidak diajak tapi aku katakan kepadanya, ini urusan wanita jadi tidak boleh ikut"ujar Yoona.
"Kenapa harus menghubunginya"gumam Kyuhyun. Sina yang mendengar gumaman Kyuhyun langsung bertanya.
"Kau bergumanan apa?"tanya Sina.
"Memangnya aku bergumam apa?"bohong Kyuhyun sembari menatap Sina.
"Aku yakin tadi kau mengatakan sesuatu"
"Hanya perasaanmu saja"
******
Toko JY
Saat sampai Yoona langsung turun dan memberikan helem kepada changmin sembari tersenyum tanpa disadari jaehyun dari dalam memperhatikan mereka berdua. lalu keluar menghampiri mereka berdua.
"Gomawo, sudah mengantarkan aku dan sudah membelanjakan aku ini" kata yoona.
"Ne, sama sama" kata changwook.
"Yoona" Terdengar suara jaehyun memanggil naman yoona. Lalu mereka berdua menoleh mendengar itu.
"Oppa"seru yoona.
"Hyung, selamat siang"kata changwook.
"Kenapa kau bisa mengantar adikku?"tanya jaehyun.
"Kebetulan aku bertemu dengannya di toko. Ya sudah sekalian aku antar saja Hyung"
"Aku pikir kalian berkencan"
"Yak! Oppa jangan bicara yang tidak tidak"
"Oppa hanya bertanya saja. Apa itu salah?"
"Pertanyaanmu itu yang salah. Sudah sana kau pergi, nanti yang ada kau makin bicara yang aneh"
"Kau lihatkan, adikku ini sangat galak sekali. Apa kau mau jika nanti mempunyai wanita seperti ini?"
"Jangan dengarkan ucapannya. Sudah sana pergi"lalu Yoona mendorong jaehyun untuk cepat pergi. Sementara changwook yang melihat perdebatan kakak dan adik hanya tersenyum.
"Andai aku mempunyai kakak atau adik"ucap Changwook dalam hati.
"Tunggu sebentar oppa ingin meminta tolong kepada changwook"
"Meminta tolong apa? Pasti kau meminta yang aneh - aneh. Jika seperti itu lebih baik tidak usah"kata Yoona.
__ADS_1
"Memangnya Hyung meminta tolong apa? Siapa tau aku bisa bantu"kata changwook.
"Kau dengar changwook saja tidak keberatan"ujar jaehyun.
"Kau bisa menemani adikku tidak? Aku kawatir meninggalkannya sendirian. Karena akhir - akhir ini aku dengar ada perampokan. Aku takut terjadi sesuatu dengan adikku. Kebetulan karyawan ku sedang sakit jadi tidak ada yang bisa menemaninya"kata jaehyun panjang lebar.
"Sudahlah oppa. Kau tidak perlu cemas. Lagi pula kalau ada yang mencurigakan aku telpon polisi"kata Yoona.
"Bukannya begitu. Setidaknya ada yang menemanimu jika Seungri tidak sakit oppa tidak akan meminta changwook menemanimu"kata jaehyun.
"Baiklah Hyung kalau begitu. Kebetulan aku juga tidak ada kegiatan lagi"ucap Changwook.
"Dengar, changwook saja tidak menolak. Ya sudah oppa pergi dulu eoh"lalu jaehyun mencium kening Yoona.
"Kau hati - hati di jalan"ujar Yoona.
"Ne, Chagi"jaehyun langsung pergi menuju mobil.
"Kajja, kita masuk"ajak Yoona.
"Ne, baiklah" ucap Changwook.
Lalu saat akan masuk terdengar ponsel milik changwook berdering dan saat melihat ternyata kina menghubunginya.
"Kau ada dimana?"mendengar suara ternyata Sina.
"Apa penting aku dimana. Kalian saja tidak mengajaku"kesal changwook yang dibuat buat.
"Aigo... Jangan seperti anak kecil. Aku dan kina ingin membalas kesalahan kita"kata Sina.
"Hari ini aku tidak bisa karena menemani temanku dulu"kata changwook.
"Menemani temanmu??"mendengar ucapan Sina membuay kina menarik ponselnya.
"Siapa teman mu" tanya kina. Halitu membuat changwook sedikit terkejut.
"Aku menemani Yoona di toko karena kebetulan karyawannya sakit dan hyungnya pergi karena urusan"jawab changwook.
"Ya sudah kalau begitu. Tadinya aku ingin ajak kau ke kedai" kata kina.
"Mianhae"permintaan maaf keluar dari mulutnya.
"Gwenchana. Sampai bertemu nanti"kata kina
"Ne, sampai nanti"lalu changwook mematikan teleponnya bersama kina.
"Apa tadi itu kina yang memghubungimu??"
"Ne, tadi kina menghubungi ku untuk menebus kesalahan"
"Kesalahan?? Memangnya kina salah apa kepadamu"
"Karena hal kecil"
"Mana mungkin hal kecil jika sampai Menebus kesalahan"
"Kau benar juga hahahaha"
"Aigoo.....kau ini"
Sementara di tempat bermain jihyun masih bersemangat bermain dan Jimin sudah cerewet menanyakan apakah jihyun sudah selesai bermain.
"Jihyun apa kau belum lelah"tanya Jimin.
"Belum oppa. Satu permainan lagi"kata jihyun.
"Kau kan belum makan chagiya"terlihat Jimin begitu mencemaskan adiknya
"Aku janji satu kali lagi"kata Jimin.
"Sudah, beri jihyun bermain untuk sekali lagi saja eoh"mendengar ucapan seulgi membuat jihyun merasa dapat dukungan
"Kau dengarkan oppa. Apa kata seulgi eonni" kata jihyun. Jimin yang kalah akhirnya memilih untuk mengalah.
"Baiklah.. untuk kali ini saja"ucapan Jimin membuat jihyun dan seulgi senang. Setelah itu jihyun kembali bermain.
"Aigo...kenapa aku kalah dengan dua orang yeoja"
"Memang harusnya seorang namja mengalah dengan seorang yeoja hahahaha"
"Tsk.... Dasar kau ini"
"Memang benarkan apa yang aku katakan hahahaha"
"Ne... Ne... Kau benar"
Mendengar ucapa Jimin membuat seulgi sembari tertawa. Namun Jimin yang melihat itu merasakan kenyamanan dihatinya itu terpancar dari sorot matanya. Merasa di tatap aneh seulgi merasa canggung.
"Kenapa kau melihat ku seperti itu?"
"Apa tidak boleh ??"
"Bu... Bukannya tidak boleh. Hanya saja aku merasa canggung kau menatapku seperti itu"mendengar jawab seulgi membuat Jimin tersenyum.
"Kenapa kau tersenyum. Memangnya ada yang lucu?"
"Eobseo, apa tidak boleh aku tersenyum?"
"Ishhh menyebalkan"
"Aku tidak menyebalkan tetapi tampan hahahahaha"
"Percaya diri sekali kau"jawab seulgi sembari tersenyum.
"Kau tidak percaya aku tampan"kata Jimin.
"Aku tidak percaya dengan mu tapi aku percaya kepada Tuhan"ujar seulgi sembari tersenyum.
"Akupun juga begitu"kata Jimin. Lalu terdengar suara Jihyun memanggi Jimin.
"Oppaaa"lalu jihyun datang mendekati Jimin.
"Kau sudah bermainnya??"
"Ne oppa dan sekarang perutku lapar sekali"
"Baiklah saatnya kita makan, my princess"
"Kajja, eonni kau ikut juga makan"
"Baiklah jihyun"
Lalu mereka mencari tempat makan di dalam mall dan saat sudah menemukan mereka masuk kedalam.
"Selamat datang. Mohon maaf untuk berapa orang?"
"Untuk 3 orang"
"Baiklah, saya antar ketempat duduk"
*****
Maaf ya ceritanya kalau kurang menarik dan masih receh
__ADS_1