
Sekolah.
Seulgi dan Jimin telah selesai latin dance yang akan di lombakan. terdengar tepuk tangan dari murid yang lainnya.
"Aku tidak salah untuk memilih kalian berdua. Kalian sangat luar biasa sekali"ucap pelatih lee.
"Gomawo"jawab mereka berdua bersamaan.
"Yang lainnya contoh. Usaha seulgi dan Jimin eoh"ucap pelatih.
"Ne, pelatih"ucap semuanya.
"Ya sudah kalau begitu. Latihan hari ini selesai. Sampai jumpa nanti"lalu pelatih keluar dari kelas.
"Hahh lelah sekali" setelah mengatakan itu seulgi langsung duduk karena merasa lelah.
"Apa setelah ini kau ingin makan?"tanya Jimin.
"Tentu saja aku lapar sekali"jawab seulgi.
Saat sedang berbicara dengan seulgi . Terdengar suara murid lain datang menghampiri jimin.
"Annyeonghaseyo Sunbaenim"sapa murid yeoja.
"Ne, anyeong"jawab Jimin sembari tersenyum dan membuat mereka semakin menyukai Jimin.
"Aku membawa kue untuk Sunbae"ucap murid itu dan dengan senang hati Jimin menerimanya.
"Gomawo. Apa kau yang membuatnya sendiri"jawab Jimin sembari tersenyum. Setelah itu murid tersebut merasa senang.
"Ne, sunbaenim. Semoga kuenya enak, kalau begitu aku permisi dulu"ujar murid tersebut dengan perasaan senangnya.
"Aigooo….. ternyata kau sudah punya fans eoh" ucap seulgi kepada jimin.
"Mungkin karena aku tampan jadi aku punya fans hahahaha" ucapan jimin membuat seulgi tertawa.
"Ya sudah kalau begitu kita pergi makan. Perut ku sangat lapar sekali"
"Baiklah. Kita makan dekat sekolah saja"
Lalu mereka berdua berjalan menuju tempat yang akan di datangi. Saat dekat lapangan sekolah terlihat ada Yangg sedang berlatih sepak bola. Tanpa sengaja bola itu ditendang jauh kearah seulgi berada dan itu membuat jimi dengan cepat menarik seulgi dalam pelukannya dan itu membuatnya terkejut.
Duggggg...
Bola yang di tendang itu menghantam punggung jimin sangat keras sekali dan semua mata tertuju kepada jimin dan seulgi. Lalu jimin melepaskan pelukannya dann langsung bertanya kepada seulgi apa keadaannya baik –baik saja
"Gwenchana?" tanya jimin.
"Ne, gwenchana" jawab seulgi gugup. Terdengar suara namja yang datang menghampiri untuk mengambil bola dan meminta maaf.
"Maaf, aku tidak sengaja menendang bola terlalu keras"ucap murid namja itu kepada jimin.
"Gwenchana"ujar jimin.
"Ya!! Eun soo. lain kali menendang bola yang benar" terlihat seulgi marah kepada temannya itu. bisa dikatakan dia adalah murid yang susah diatur dikelas dan mengapa seulgi begitu kesal.
"Sudah kau tidak perlu marah. Eun soo tidak sengaja melakukannya"kata jimin.
"kau dengar sendri? Jimin saja mengatakan tidak apa – apa"ujar eun soo.
"aigoooo" seru seulgi.
"jika punggung mu sakit.segera hubungi aku eoh"ujar eun soo.
"Ne, nanti akan aku hubungi"kata jimin
"Ya, sudah kalau begitu aku kembali latihan" lalu eun soo pergi meninggalkan seulgi dan jimin.
"Sudah jangan menatap eun soo seperti itu"
"Tapikan dia…."
"sudah jangan di pikirkan, Aku baik baik saja" jimin langsung menarik seulgi untuk mengikutinya pergi dari lapangan.
"Kau tahukan eun soo anak yang sulit sekali di atur dan selalu melakukan segala hal dengan sesuka hatinya"terlihat seulgi masih sangat kesal.
"Tapi dia bertanggung jawab. Jangan hanya melihat seseorang apa yang nampak di hadapan kita. Tapi kenali seseorang itu ke ih dekat lagi dan setelah itu, baru kita bisa menilai dia orang seperti apa"entah kenapa ucapan Jimin membuat seulgi terdiam dan tidak bisa berbicara lagi.
*****
Kedai song.
"Ini makanan untuk kalian"gomawo eomma kata Siwon.
"Ne, Chagi"ucap nyonya song. lalu matanya mencari kina.
"Ya sudah kalian makan dulu eoh. Aku mau mencari kina Dulu" ujar nyonya song
"Bukankah kina tadi sedang membuat kopi, ahjuma"kata Kyuhyun.
"Tadi ahjuma lihat tidak ada"ujar nyonya song. Sementara yang di cari sedang asik bermain baduk.
"Hahhh!! Kenapa aku kalah lagi"ujar hantu yeoja itu.
"Eonni Harus lebih belajar lagi"ujar kina sembari tersenyum.
"Padahal dulu aku juara baduk tapi aku selalu dikalahkan oleh mu dan kau yang pertama.
"Mungkin dulu yang bermain dengan eonni orangnya tidak sehebat aku hahahaha"
"Dasar kau terlalu percaya diri"
"Memang kenyataannya seperti itu"
"Terserah kau saja" melihat hantu itu marah membuat kina tersenyum.
"Ah iya, aku lihat kau membawa teman teman mu lagi?"
"Ne, eonni. Memangnya kenapa?"
"Hanya bertanya saja. Aku dengar dari hantu yang lain kau tinggal di rumah teman mu itu ya?"
"Iya eonni. Sebenernya aku juga ingin cepet cepat tinggal di rumah ku. Aku merasa tidak enak jika terus merepotkan orang lain"
"Merepotkan orang lain. Apa karena namja itu eoh? Aku lihat dia namja yang baik"
"Mwo? Baik. Yang benar saja eonni. Aku selalu bertengkar dengannya hampir setiap hari"terlihat wajah kina begitu kesal saat menceritakan Kyuhyun.
"Selalu bertengkar bukan berarti dia tidak baik. Jangan terlalu benci namja itu eoh nanti itu menjadi cinta"ujar hantu yeoja itu.
"Mana ada eonni seperti itu"kata kina.
"Tentu saja ada dan jangan sampai kau terlambat menyadarinya"mendengar itu membuat kina terdiam dan berpikir.
"Apa maksud eonni?"tanya kina.
"Nanti kau juga akan merasakannya jika perasaan itu ada. Lebih baik kau masuk kedalam, eomma mu sedari tadi mencari mu"ujar hantu itu sembari menatap kearah eomma Kina.
"Kina... Kinaaaa.. kinaaa... "terdengar suara nyonya song memanggil anaknya.
"Baiklah eonni. Sampai jumpa nanti" kata kina.
"Ne" setelah itu kina keluar dari belakang tembok kedai dan langsung menghampiri eommanya.
"Eomma"
"Kau dari mana??"
__ADS_1
"Aku...."
"Sudah - sudah, lebih baik kau makan eoh"
"Ne, eomma"
Lalu kina bersama eommanya masuk kedalam untuk makan. Setelah itu kina langsung bergabung dengan yang lainnya.
"Kau habis dari mana?"tanya Siwon.
"Habis main oppa hehehe"jawab kina.
"Main dengan siapa?"tanya Ahra.
"Dengan.... Eummm eonni yang aku kenal"ujar kina sembari mengambil makanan di meja. Sedangkan Kyuhyun hanya memperhatikan kina.
"Hyung, ada yang ingin aku bicarakan"ucap Kyuhyun.
"Kau ingin berbicara apa?"tanya Siwon.
"Bisakah kau merahasiakan kina tinggal di rumah ku kepada orang lain?" Seketika hal itu membuat Siwon terkejut dan tersedak. Dengan cepat ahra memberikan air kepada Siwon.
"Memangnya kenapa? Apa ada masalah jika orang lain tahu?"
"Ne, Hyung. Aku kan sangat populer dan tampan dikalangan sekolah. aku tidak mau terjadi kerusuhan disekolah" kina yang mendengar itu hanya mampu menatap malas.
"Percaya diri sekali kau sangat populer. Mata yeoja di sekolah mungkin sedang sakit melihat kau tampan"
"Memang kenyataannya begitu. Mata kau saja yang rusak tidak bisa melihat wajah tampan"
"Menurut ku namja yang tampan itu changwook. Tidak hanya tampan tapi Changwook sangat sexy sekali"
"Aku setuju. Dibanding kan adikku, aku lebih memilih changwook"ucap ahra.
"Wah, tidak menyangka eonni memilih changwook"
"Tentu saja, jika aku seru.uran dengan mu aku ingin changwook menjadi kekasih ku"
"Yak! Nuna... Kenapa kau tidak memihak kepada ku eoh. Malah memilih changwook"wajah Kyuhyun sangat kesal sekali setelah di bandingkan dan hal itu membuat Ahra menahan senyuman. Sedangkan Siwon menggelengkan kepalanya.
****
Rumah keluarga IM
Kamar Yoona
Di balkon
"Hacimmmm"terdengar changwook bersin.
"Kau kenapa? Apa kau sakit?"tanya Yoona.
"Ah, tidak. Sepertinya ada yang sedang membicarakan ku hehehe"ucapan changwook membuat Yoona tersenyum.
"Mana ada seperti itu"
"Ini aku buktinya hahahhaa"
"Kamu Ini ada - ada saja. Ah iya, apa kau baru pertma kali masuk ke kamar wanita?"
"Tidak juga, aku pernah ke kamar kina dan Sina. Pada saat itu kami sedang mengerjakan. Wae?"jawab changwook.
"Pantas saja kau merasa tidak canggung masuk kedalam wanita"kata Yoona sembari tersenyum.
"Apa begitu terlihat? Padahal aku sembunyikan rapat - rapat hahaha"
"Kau ini selalu saja ada jawaban"
"Itulah aku. Sudah jangan banyak bicara kau makan eoh. Apa perlu aku suapi kau makan
"Memangnya aku anak kecil, yang harus disuapi eh?"
"Sudah aku makan. Kau puas"?ucap Yoona.
"Belum. Karena kau belum menghabiskannya"
"Ne, akan aku habiskan"
Mendengar hal itu changwook hanya tersenyum. Lalu mata changwook menatap sekeliling dan membuatnya sangat nyaman.
"Apa kau suka dengan balkon ini?"tanya changwook.
"Ne, karena bisa melihat pemandangan. Ya walau hanya rumah yang bisa aku lihat tapi itu tidak masalah"
"Apa kau suka naik gunung?"
"Ne, sangat suka. Oppa suka mengajak ku pergi"
"Benarkah? Ya sudah nanti kita naik gunung eoh"
"Kapan kesananya?"
"Bagaimana kalau libur sekolah saja"
"Baiklah. Aku baru tahu kau suka naik gunung"ujar Yoona.
"Begitulah. Aku menyukai naik gunung saat aku di ajak oleh Kina bersama appanya. Itu pengalaman yang tak terlupakan. Bagaimana rasanya naik gunung bersama seorang appa. Walau bukan appa kandung ku, itulah salah satu hal yang ingin aku lakukan. Banyak hal lain yang aku lakukan bersama appanya kina dan entah secara kebetulan atau bagaimana setiap aku berdoa ingin melakukan hal lain dan secara kebetulan hal itu terjadi. Tanpa aku beri tahu apa keinginan ku. Mungkin Tuhan mendengarkan doa ku. Terkadang aku juga iri dengan anak lain yang masih memiliki appa dan masih bisa bertemu dengan oramg tuanya"mendengar cerita Changwook membuat Yoona terdiam dan entah sejak kapan air mata Yoona mengalir begitu saja. Mendengar tangisan Yoona membuat changwook panik
"Yak, mengapa kau menagis eoh"ucap changwook. Bukannya menjawab, Yoona semakin menagis.
"Sudah... Sudah.... Jangan menangis. Kau tahukan aku tidak suka melihat orang menangis"ujar Changwook sembari menarik Yoona dalam pelukannya.
"Milan, sudah membuat mu bersedih eoh"kata changwook.
****
Kantor SKJ.
Kang Joon sedang mengadakan rapat dengan karyawan untuk meluncurkan produk terbaru yang akan dipasarkan. Setelah selesai rapat kang Joo. Langsung kembali ke ruang kerjanya sembari membaringkan badannya di kursi.
"Hari ini sangat melelahkan" ujar kang Joon. Lalu pikirannya melayang layang memikirkan jihee.
"Ah, iya. Apa jihee sudah sampai rumah"kang Joon langsung merogoh ponselnya yang berada di jasnya. Tanpa basa basi kang Joon menghubungi jihee.
Tut.... Tut.... Tut.....
Namun panggilan lama sekali di angkat oleh jihee. Sampai pada akhirnya, jihee menjawab panggilan itu dengan suara sedikit serak.
"Yoboseyo"ucap jihee.
"Apa kau sedang tidur?"tanya kang joon.
"Ne, aku sedang tidur"ucap jihee.
"Mianhae, sudah mengganggu mu tidur"
"Gwenchana, ada apa kau menghubungi ku. Myung Soo"
Seketika kang Joon terkejut karena jihee salah menyebut nama.
"Aku kang Joon bukan Myung Soo"mendengar hal itu membuat jihee membulatkan matanya dan melihat layar ponselnya.
"Ah, mianhae. Aku pikir Myung Soo"ucap jihee.
"Gwenchana, apa kau sedang kelelahan hari ini?"
"Tidak, aku hanya kurang tidur saja. Apa kau masih di kantor?"
__ADS_1
"Ne, masih. Begitu banyak sekali pekerjaan yang harus aku selesaikan dan sepertinya aku juga akan lembur"
"Menjadi pemilik perusahan pasti sangat sibuk sekali"
"Begitulah, banyak yang harus kerjakan dan aku lakukan demi kemajuan perusahaan"
"Kau benar juga"
"Ah, iya untuk hasil foto waktu itu. Apa aku kirimkan sekarang?"
"Apa kau sudah menyelesaikannya?"
"Sudah, nanti aku kirim kepada mu"
"Cepat sekali kau mengerjakan"
"Aku tipe orang yang tidak suka mengecewakan orang lain dalam hal pekerjaan"
"Wah bagus sekali itu. Bagaimana kalau kita bertemu saja nanti malam saja"
"Bukan kah kau akan lembur?"
"Kau datang ke kantor ku saja. Nanti aku kirimkan alamatnya kepada mu"
"Baiklah kalau begitu"
"Sampai jumpa nanti"
"Ne, Samapai jumpa nanti"
Lalu ponsel di matikan oleh mereka berdua.
Tokk... tokk... Terdengar ketukan dibalik pintu dan saat melihat siapa yang masuk ternyata minyoung.
"Sajangnim, aku ingin minta tanda tangan"ucap minyoung
"Mana berkasnya"jawab kang Joon sembari tersenyum.
Melihat ekspresi kang Joon yamg senang secara tiba tiba. Membuat minyoung pemasaran.
"Apa ada sesuatu yang membuat mu senang?"
"Apa begitu terlihat"lalu kang Joon memberikan berkas itu kepada minyoung.
"Ne, sangat terlihat. Apa karena yeoja itu"jawab minyoung.
"Siapa maksudmu?"ucap kang Joon.
"Kang Sora hahahaha"goda minyoung
"Yak! Apa maksud mu menyebut wanita bar bar itu"terlihat wajah kang Joon sangat kesal dan minyoung hanya tertawa melihat itu.
*****
Rumah keluarga Cho.
Terlihat Seohyun datang ke rumah Kyuhyun dan pandangannya tidak sengaja melihat tas yang dikenalinya itu di jemur.
"Sepertinya aku kenapa tas itu"saat akan mendekat. Suara nyonya Cho membuat Seohyun berhenti dan langsung datang menghampiri.
"Seohyun, kau disini?"
"Ne, ahjuma"
"Kau sedang melihat apa?"tanya nyonya Cho.
"Aniyo, bukan apa apa. Ah iya ahjuma, apa Kyuhyun sudah memberikan undangan kepada mu?"ucapan Seohyun membuat mengerutkan jidat.
"Surat undangan apa?"
"Aku sudah duga kyuhyun tidak memberikannya kepada ahjuma"
"Memangnya surat undangan apa?"tanya nyonya Cho.
"Surat undangan ulang tahun pernikahan appa dan Eomma"jawab Seohyun sembari tersenyum.
"Aigo... Maafkan Kyuhyun eoh. Mungkin Kyuhyun lupa tidak memberikannya "ucap nyonya Cho.
"Ne, gwenchanayo. Aku hanya inisiatif saja. Apa Kyuhyun ada?"
"Kyuhyun belum pulang. Apa kau ingin masuk kedalam atau pulang? Karena ahjuma sedang membuat kue"
"Apa aku boleh membantu ahjuma?"
"Baiklah, jika itu tidak merepotkan mu"
"Tentu saja tidak"
Saat masuk kedalam dapur terlihat jihee sedang Mengambil makan.
"Ahjuma can...." Seketika ucapannya terhenti saat ada Seohyun disini.
"Nona seohyun ada disini"ujar jihee.
"Ne"jawab Seohyun singkat.
"Jika Kyuhyun tahu ada disini aku yakin langsung pergi. Sepertinya game boy tidak ada di rumah"ucap jihee dalam hati.
"Kau baru makan jihee?"tanya nyonya Cho.
"Ne, ahjuma cantik. Tadi aku ketiduran jadi baru sempat sekarang"jawab jihee.
"Ya sudah kalau begitu aku permisi mau makan dulu ahjuma cantik"lalu jihee segera pergi dan menghubungi kyuhyun.
"Ahjuma membuat kue apa?"tanya Seohyun.
"Cookies biasa saja. Apa kau bisa tolong masukan cookies itu kedalam toples?"
"Ne, ahjuma dengan senang hati"
Lalu seohyun mulai menyusun kue tersebut.
"Apa ahjuma suka dengan cookies?"tanya Seohyun.
"Tentu saja sangat suka sekali. Dulu, ahjuma sangat sering sekali makan cookies. Sampai sampai eomma marah kepada ku karena gigi ku habis gara gara makan cookie"mendengar cerita nyonya Cho membuat Seohyun tersenyum.
Sementara jihee didalam kamar merasa kesal karena Kyuhyun sulit untuk di hubungi.
"Aigo... Kenapa tidak aktif. Lebih baik aku hubungi Ahra saja"
Tutt.... Tuttt....
"Ada apa jihee?"ucap Ahra.
"Apa kau tahu game boy kemana?"tanya jihee.
"Ada bersama ku. Memangnya kenapa?"
"Syukurlah. Karena disini ada Seohyun. Aku menghubungi Kyuhyun tidak aktif"
"Ya sudah kalau begitu. Aku beri tahu Kyuhyun"
"Ya sudah kalau begitu" lalu sambungan telpon dimatikan oleh jihee.
Saat sedang makan, ponsel jihee keluar notifikasi di layarnya dan saat membuka ternyata myung soo meng-upload kebersamaan dengan Sora dan itu membuat jihee merasa tidak senang.
"Sebenarnya aku kenapa hahh. Bukan kah aku tertarik dengan kang Joon? Sebenarnya ada apa dengan perasaan ku ini"kesal jihee.
__ADS_1
*****
Maaf makin gak jelas aja hehehe