Love Is..

Love Is..
love is part 8


__ADS_3

Di kediaman keluarga shim


Terlihat cahangmin sudah merasa baik dari semalam itu terlihat dari badannya yang begitu segar hari ini dan terlihat senyum merekah di bibirnya. Entah sudah berapa kali changmin tersenyum seperti itu. Sampai - sampai kim ahjumma melihat tuannya merasa aneh dan dengan sigap menghampiri changmin yang sedang berdiam diri dihalaman depan rumah.


"Apa olahraga hari ini begitu menyenangkan? Sampai tersenyum sendiri seperti itu Tuan muda?" seketika changmin terkejut karena sudah ada kim ahjuma disampingnya.


"Ahjuma mengejutkanku. Apa maksud ahjuma aku tersenyum sendiri" bantah changmin.


"Aku merasa tuan muda sangat berbeda sekali saat kejadian semalam"


"Itu hanya perasaan ahjumma saja. Apa masakan ahjuma sudah siap untukku? "


"Ne, tentu saja tuan muda"


Saat chamgnin masuk kedalam diluar pagar terlihat sina sudah ada didepan gerbang sembari berjalan menghampiri dan itu membuat changmin tersenyum. Kim ahjuma yang melihat itu menggelengkan kepala sembari tersenyum.


"Annyeonghaseyo changmin dan kim ahjuma" sapa sina sembari tersenyum.


"Apa yang membuat mu datang kemari?" tanya changmin.


"Semalam sepertinya gelangku terjatuh dikamarmu" ucap sina sembari tersenyum kaku. Kim ahjumma teringat akan sesuatu dan mengeluarkan benda didalam saku bajunya.


"Ah, apa yang nona maksud adalah gelang ini" lalu kim ahjuna menyerahkan gelang itu ke pada sina.


"Ah, majayo kim ahjumma. Memang ini yang aku cari saat dirumh, kamsahamnida sudah menemukannya ahjumma"terpancar raut kebahagiaan diwajah sina dan itu membuat changmin penasaran.


"Apa gelang itu sangat penting untukmu?" tanya changmin.


"Ne, sangat berarti dalam hidupku" jawab sina.


"Kebetulan kau ada disini. Bagaimana kalau kita makan bersama? "


"Mianhe, karena aku harus pergi kepanti asuhan milik cho family. Untuk menemui kina dan memberi kejutan untuk sahabatku"


"Bagaimana kalau aku antar kau kesana? Aku tahu tempatnya"


"Tidak perlu. Nanti jadi merepotkanmu changmin"


"Aku merasa tidak direpotkan karena aku yang mau. Anggap saja ini sebagai ucapan rasa terimakasihku semalam dan aku tidak suka penolakan" akhirnya sina memilih utuk mengalah. Sebenarnya sina merasa canggung, entah apa yang membuatnya merasa seperti itu jika berada didekat changmin.


"Baiklah"jawab sina sembari tersenyum.


"Ya sudah kau tunggu didalam. Aku ingin mengganti bajuku dulu" langsung saja changmin meninggalkan sina untuk berganti pakaian.


"Ayo nona masuk kedalam"ucap kim ahjuma dengan senyuman hangatnya.


"Ne, ahjuma" jawab kina sembari tersenyum canggung.


"Sebelum pergi lebih baik nona makan dulu" kata kim ahjuma


"Tapi aku... " sebelum selesai bicara kim ahjuma sudah menuntun sina kemeja makan.


"Silahkan nona duduk " lalu kim ahjuma kedapur untuk mempersiapkan Makan mereka berdua.


"Apa semua orang kaya Selalu memaksa"lirik sina. Tidak lama, chamgmin sudah turun dari kamarnya dan sina yang melihat itu terdiam tidak berkedip. Seketika sina terkejut akan ponselnya yang bergetar dan membuat sina tesadar. Ternyata ada pesan yang dikirim oleh kina.


Kina


"Apa kau sudah pergi menujupanti asuhan?" isi pesan kina dan dengan cepat sina membalasnya.


"Sebentar lagi aku pergi. Kau tunggu saja disana eoh" balasan sina.


Lau pandangan sina menuju makanan yang sudah di hidangi oleh kim ahjuma dan membuat sina terkejut karena makanan yang sudah siapkan begitu mewah. Changmin yang melihat itu hanya tersenyum sembari menggelengkan kepala.


"Kenapa kau begitu terkejut? "Tanya changmin.


"Ne? " terlihat sina seperti orang kebingungan.


"Cepat habiskan makanan mu" ucap changmin sembari tersenyum.


"Ne, changmin" jawab sina.


Kim ahjuma sedari memperhatikan changmin dan sina membuatnya tersenyum karena baru kali ini melihat tuannya seperti itu.


Sementara di panti asuhan milik keluarga cho sudah ada kina dan changwook sudah ada disana sembari membawa beberapa barang yang sudah ada dibawanya.


"Kau membeli banyak mainan changi? " tanya kina sembari membulatkan matanya.


"Ne, begitulah. Aku harap anak panti menyukainya. Makannya aku menggunakan papan roda ini membawanya" jawab changwook sembari tersenyum.


Saat akan masuk kina dan changwok disambut oleh minjoon dan naya yang berlari datang menghampiri dengam senyuman merekah.


"Bogoshipo eonni" ucap naya sembari memeluk kina erat. Begitu juga dengan minjoon. Lalu pandangan minjoon melihat changwook yang sedari berdiri disamping kina.


"Apa kau teman kina nuna? " tanya minjoon.


"Ah, ne. Perkenalkan namaku ji changwook. Pasti kau minjoon? " ucap changwook.


"Ne, namaku minjoon. Apa aku boleh memanggil mu hyung?" ucap minjoon


"Tentu saja dengan senang hati"jawab changwook sembari tesenyum.


"Teman eonni begitu tampan sekali eoh? " puji naya yang membuat kina dan changwook tersenyum.


"Nuna, kyuhyun oppa tidak ikut kemari?" tanya naya. Membuat changwook mengerutkan keningnya dan kina terlihat sedang berpikir alasan apa yang pantas untuk dijelaskan kepda changwook.


"Kyuhyun?" seru changwook.


"Ne, saat aku mengantar minjoon dan naya kebetulan ada kyuhyun. Ya sudah kalau begitu kita kedalam saja. Apa lee ahjuma ada didalam? " ucap kina sembari tersenyum kikuk.


"Tidak ada eonni. Kebetulan eomma sedang pergi untuk menemui cho ahjussi. Tapi sebagai gantinya dalpo oppa ada disini" Lalu kina mulai menggandeng tangan naya.


"Ya sudah kalau begitu kita bertemu dalpo oppa" ajak kina.


"Ne, dalpo oppa sudah ada ditaman eonni"

__ADS_1


"Baiklah"


Sementara changwook sibuk dengan pemikirannya sendiri. Sampai minjoon menggenggam tangan cangwwok dan membuatnya sadar.


"Apa yang sedang hyung pikirkan" tanya minjoon.


"Tidak ada. Kajja, kita kedalam" ucap changwook


"Hyung, apa kau kekasih kina nuna? " seketika changwook menolehkan kepalanya kepada minjoon sembari tersenyum.


"Ani, aku hanya sahabatnya saja. Wae? Apa aku pantas menjadi kekasihnya eoh? " canda changwook.


"Emmmm menurutku tidak hyung" jawaban minjoon membuat changwook mengerutkan dahinya.


"Lalu siapa yang pantas?"tanya changwook.


"Aku yang pantas hyung" mendengar ucapan polos minjoon membuat changwook tertawa sembari menggelengkan kepala


"Benarkah? Apa menurutmu kina nuna cantik?" tanya changwook.


"Tidak hanya cantik hyung. Kina nuna begitu manis dan sangat baik hati kepadaku dan naya" jawab minjoon begitu antusias.


"Yang kau katakan itu benar" kata changwook sembari mengelus kepala minjoon.


Di Taman sudah ada dalpo sedang memperhatikan anak anak bermain terlihat senyuman merekah dari bibirnya. Lalu pandangannya tertuju kepada seseorang yang dikenalinya.


"O, kau temannya kyuhyun? " ucap dalpo.


"Bisa dikatakan seperti itu. Mianhae aku belum sempat memperkenalkan diriku. Namaku song kina dan ini sahabatku shim changmin"


"Ne, gwenchana. Namaku choi dalpo sekertaris cho ahjussi. senang bertemu dengan kalian" lalu pandanganberikan tertuju apa yang di bawa oleh kina dan changwook.


"Apa yang kalian bawa? "Tanya dalpo.


"Hadiah kecil untuk anak anak disini. Kebetulan hari ini hari persahabatan kami berdua dan pada tahun ini kami memilih untuk kepanti asuhan sebagai tujuan kami" jawab changwook sembari tersenyum. Dalpo yang mendengar itu merasa senang.


"Kamsahamnida, atas hadiah yang kecil yang sudah kalian berikan. Aku yakin anak anak sangat mmenyukainya" ujar dalpo.


"Anak - anak, kemari" panggi dalpo. Merekapun berlarian menghampiri.


"Ada apa oppa memanggil kami"


"Ini ada hadiah untuk kalian. Dari teman oppa"


"Wah, kamsahamnida. Hyung dan nuna" ucap salah satu anak panti.


"Ne, cheonmaneyo" ucap kina.


Lalu anak anak mengambil mainan yang sudah dibawa oleh kina dan changwook. Terlihat dari wajah anak anak begitu


"Untuk minjoon dan naya. Aku dan changwook membawakan hadiah spesial untuk kalian" lalu kina dan changwook memberikan hadiah kepada mereka berdua. Terpancar senyuman keduanya begitu senang.


"Kamsahamnida, eonni dan oppa" ucap naya.


Sementara didalam perjalanan changmin bersama sina mereka berdua hanya terdiam Dan sampai pads akhirnya changmin memituskan until memulai pembicaraan.


"Memangnya kau ingin bertanya apa?" kata sina.


"Memangnya selain kina, siapa lagi sahabatmu? Seorang yeoja atau namja? "


"Seorang namja. Aku rasa kau mengenalnya tanpa ku sebut namanya" seketika changmin langsung berpikir dan tidak berapa lama sudah mendapatkan jawabannya.


"Apa orang itu changwook?"


"Wah tebakanmu benar sekali, changmin"


"Apa aku akan mendapatkan hadiah?"


"Mmmmm... Aku rasa tidak" ucap sina sembari tersenyum dan changminpun ikut tersenyum.


"Ah, aku merasa jawabanku sia - sia" canda changmin sembari tersenyum.


"Apa kau tahu changmin, kau dengan changwook itu seperti saudara kembar?" ucap sina.


"Benarkah aku mirip dengannya? "


"Ne, kalian mirip. Apa kau ingat? Saat aku tidak sengaja menabrakmu"


"Ne, aku ingat"


"Awalnya aku berpikir kau adalah changwook, ketika pertama kali kita bertemu. Saat itu aku senang sekali dan aku ingin tahu keberadaan kina. karena saat itu kami putus hubungan akibat ponselku hilang. Lebih parahnya lagi mereka berdua tidak memiliki akun sosial pada saat itu. Jadi aku susah mencari kabar mereka berdua. Bisa aku katakan mereka tidak begitu peduli dengan sosial media. Menurut mereka berdua sosial media hanya membuang waktu saja dan hanya menonton televisi saja itu sudah cukup untuk mengetahui apa yang sedang terjadi" entah mengapa mendengar sina bercerita membuat changmin senang dan pada akhirny sina mulai tersadar karena banyak bicara.


"Ah... Mianhae. Sepertinya aku terlalu banyak bicara. Kau pasti merasa tidak nyaman mendengar ucapanku" ujar sina sembari merasa tidak enak hati kepada changmin.


"Gwenchana, aku adalah pendengar yang baik jadi kau tidak perlu sungkan berbicara banyak"


"Bukankah seorang namja tidak begitu suka dekat dengan wanita yang banyak bicara sepertiku?"


"Tidak semuanya seperti itu. Aku suka dengan wanita yang banyak bicara dan di tambah saat berbicara mengeluarkan espresi yang begitu menggemaskan"


Seketika sina terdiam mendengar ucapan changmin dan jantungnya berdetak lebih cepat.


Dipanti asuhan sudah datang kyuhyun, ahra, seohyun, dan seulgi. Sementara itu kyuhyun terlebih dahulu turun, lalu mengambil barang yang ada didalam mobil. Tanpa basa basi langsung Pergi meninggalkan mereka. Melihat tingkah adiknya Membuat ahra menggelengkan kepalanya.


"Apa kyu hyun oppa dalm suasana yang buruk eonni? " tanya seulgi.


"Entahlah, kajja lebih baik kita masuk kedalam" ajak ahra sembari tersenyum.


"Aku yakin suasana hati kyuhyun seperti itu karena kau" ucap seohyun sembari melewati seulgi. Hal itu membuat seulgi menahan emosinya sembari mengepalkan tangannya.


"Lihat saja nanti. Siapa sebenarnya membuat hati kyuhyun oppa merasa buruk" lirih seulgi sembari berjalan mengikuti ahra.


******


Taman panti asuhan

__ADS_1


Terlihat kina, changwook dan dalpo sedang menghibur anak - anak. Bisa dilihat mereka sangat bahagia sekali. Namun pandangan kina tertuju kepada seorang yeoja yang hanya menunduk dari tadi. Kina tahu bahwa anak itu bukan manusia, melainkan hantu.


"Apa yang kau lihat"tanya changwook.


"Ada anak kecil disana" ucap kina.


"Lebih baik sekarang fokus menghibur saja"


"Ne, baiklah" lalu kina fokuskan kembali kepada anak-anak sembari tersenyum. Mata kina kembali melirik ketempat anak kecil yang tadi namun. ekspresi wajah anak itu tersenyum ketika melihat apa yang sedang dipandangnya. Kina mengikuti arah mata anak itu dan betapa terkejutnya ternyata mereka orang yang dikenali oleh kina. Siapa lagi kalau bukan kyuhyun, ahra, seohyun dan seulgi. Merekapun menghampiri kina, changwok, dalpo dan anak panti.


"Wah, sepertinya sedang asik bermain ya" ucap ahra. Seketika anak panti berdiri dan memeluknya.


"Eonni... Nunaaaa.... Bogosipeo"


"Nado bogosipeo. Sepertinya kalian kedatangan tamu hari ini eoh? "


"Ne, nuna dan tidak hanya itu kamipun mendapatkan hadiah"


"Wah, benarkah? Apa kalian sudah mengucapkan terimakasih? "


"Sudah eonni"


"Kyuhyun oppa" teriak naya. Terlihat naya berlari kearah kyuhyun dan melihat itu kyuhyun langsung berjongkok. Benar saja naya langsung memeluk kyuhyun. Disusul oleh minjoon yang berlari menghampiri. Kina, changwook, seohyun dan seulgi terdiam melihat sikap kyuhyun yang sangat berbeda sekali hari ini dan sedangkan ahra dan dalpo hanya tersenyum.


"Aigo.... Bogisipeo dengan kalian berdua. Apa kalian senang tinggal disini? "


"Tentu saja kami sangan senang hyung. Disini banyak teman dan kami berdua tudak merasa kesepian"


"Apa kalian yang bernama minjoon dan naya?" tanya ahra.


"Ne, benar" jawab mereka bedua.


"Wah, kalian kompak sekali menjawab. Nama ku cho ahra. Kakak dari cho kyuhyun, senang bertemu dengan kalian.


"Ne, nuna. Aku juga senang bertemu denganmu"


"Lebih baik sekarang lanjutkan acara kalian. Aku ingin melihatnya"


Merekapun mulai lagi melanjutkan untuk menghibur anak panti. Tiba - tiba terdengar ponsel kina berdering dan membuat semuanya terdiam.


"Kau sudah samapai?"


"Ne, aku ada didepan"


"Ya sudah kau tunggu disana. Aku akan datang"


Lalu ponsel dimatikan oleh kina.


"Apakah kau bisa menutup matamu"tanya kina kepada changwook.


"Wae? "


"Aku memiliki kejutan untukmu"


"Kejutan?"


"Ne, aku harap kau jangan terkejut"


Langsung saja kina mengabil penutup mata yang sudah disiapkannya.


"Apa selama aku memberikan kejutan untuk changwook apa kalian bisa membantuku untuk bernyanyi sampai aku datang? "


"Ne nuna... Eonnii" ucap anak - anak.


"Kamsahamnida"


Lalu kina berlari menuju parkiran mobil panti asuhan dan sudah ada sina dan changmin. Dalam benak kina mengapa mereka datang bersama. Namun hal itu bisa kina tanyakan nanti. Yang terpenting untuk changwook terlebih dahulu.


"Kau membawa kue?"


"Tentu saja"


"Ayo masuk changwook sudah menunggu"


Lalu mereka masuk kedalam dan benar saja anak anak masih bernyayi selama kina pergi. Saat kina datang mereka masih bernyayi. Kyuhyun merasa terkejut karena ada changmin bersama sina disini. Changmin yang melihat ada kyuhyun, ahra, seohyun dan seulgi langsung datang menghampiri.


"Kalian semua ada disini"ucap chngmin.


"Begitulah"jawab ara sembari tersenyum.


Seohyun yang meras tidak asing dengan wanita yang ada di pandangannya. Berusaha mengingat yeoja yang ada di hadapannya.


"Bukankah dia wanita gila yang pernah meyiramku saat sekolah menengah pertama. Tunggu saja pembalasanku" gumam seohyun sembari mengepalkan tangannya.


"Kamsahamnida anak - anak kalian sudah membantuku dan saatnya hadiah untuk changwook"


"Memangnya kau memberikanku kejutan apa? "


"Nanti juga kau tahu. Saatnya membuka penutup kepala tapi kau harus masih tutup mata. Sampai hitungan ketiga kau baru buka eo?"


"Arraaa"


"Hana... Dullll... Set..."


Saat changwook membuka matanya terlihat sebuah kue dihadapan matanya dan perlahan melihat siapa yang memegangnya ternyata sosok yang dikenalnya.


"Sina.....apa benar ini kau?" terkejutan dari wajah changwook begitu sangat terlihat.


"Ne, tentu saja. Apa kau tidak ingin memelukku" setelah mengatakan itu changwook langsung memeluk sina.


"Bogoshipo, naya"


"Na do bogoshipo jichang"


Sementara kina sedari tadi hanya terdiam terlihat seorang yeoja sedang duduk memandang ke arahnya. Namun setelah sadar ternyata pandangan itu tidak tertuju kepadanya. Melainkan kepada ahra dan Kyuhyun.

__ADS_1


****


Maaf kalau ceritanya kurang menarik 😂😂


__ADS_2