
Alex mendekatiku semakin membuat aku salah tingkah, sungguh membuat mataku tidak berani menatap matanya.
"Kenapa kau belum menjawab pertanyaanku Siera?" tanya Alex.
Kini tubuhku sudah menempel dengan tembok dan Alex terus mendekat, tidak berani ku tatap wajah tampannya.
Aku takut semakin tergoda dan jatuh cinta kepadanya.
"Kenapa kau hanya tertunduk dan tanpa berani menatap Siera?" ucap Alex sambil mengangkat daguku.
Alex mengangkat daguku dan meminta aku menatap wajahnya, tetapi aku berusaha memejamkan mataku sekuat-kuatnya.
"Buka matamu Siera dan tatap aku ! Apa kau pikir aku akan menerkam dan memakan kamu?" ucap Alex sambil terkekeh.
Perlahan aku membuka mataku dan ternyata oh... Tuhan, wajah tampan itu sudah berada tepat di depan wajahku.
Membuat mataku terbuka sempurna memandang mahluk ciptaan Tuhan yang sempurna sudah berdiri di depanku.
"Maaf ... jangan terlalu mendekat, tadi sudah aku katakan kalau aku tidak merindukanmu," ucapku.
"Benarkah? Semua ucapanmu itu datang dari hatimu?" tanya Alex.
Aku mengangguk pelan supaya Alex berhenti bertanya kepadaku.
"Matamu berkata lain Siera," kata Alex sambil tertawa.
"Besok kita kembali ke kota," kataku mengalihkan pembicaraan.
"Okey ... itu yang aku tunggu kita besok kembali ke kota," sahut Alex.
"Iya," jawabku sambil perlahan menjauh dari Alex.
"Siera nanti malam temani aku ke taman ya, kita bisa ngobrol di sana.
Kamu tidak keberatan kan?" pinta Alex.
"Iya, aku akan menemanimu," sahutku.
"Terima kasih Siera, kau memang gadis yang manis," balas Alex.
Entah kenapa Alex senang sekali memuji dan mengeluarkan kata-kata manis, apakah memang ia seorang playboy?
Aku mulai gak tahan mendengar pujian darinya membuat jantungku seperti berlompatan di dalam dadaku.
"Jika tidak ada yang dibicarakan lagi aku permisi masuk kamar dulu," ucapku.
"Okey baby ... sampai bertemu nanti malam" balas Alex.
__ADS_1
Aku pun berlalu pergi masuk ke kamarku dan setelah berada di dalam kamar ku pegang dadaku yang berdetak kencang.
Untung saja aku aku berhasil masuk kamar sebelum Alex melihat tingkah anehku saat ini.
Sesampai di dalam kamar aku mengambil teleponku yang dari tadi sengaja aku simpan di kamar.
Ku tatap layar teleponku di sana banyak sekali panggilan tidak terjawab dari si brengs*k Jack.
Lagi-lagi lelaki itu membuat suasana hatiku yang sempat berbunga-bunga karena rayuan Alex berubah menjadi kesal.
Kenapa Jack selalu saja mengganggu hidupku dan merusak suasana hati.
Puluhan pesan masuk dari Jack yang masih penasaran dengan keberadaan aku saat ini dan beberapa kata maaf dan penyesalan darinya.
Membaca pesan masuk dari Jack membuat aku tertawa sinis, semudah itukah ia meminta maaf dan menyesal setelah ia menoreh luka di hatiku.
Aku membuka pesan yang lain di teleponku ternyata ada beberapa teman kampus yang menanyakan keadaanku karena aku sudah beberapa hari tidak kuliah.
Jennie memberi kabar kepadaku ternyata Jack sempat menanyakan kabarku dan mengorek informasi dari Jennie tentang aku saat ini.
Ku taruh telepon di dadaku, sambil aku merenung betapa sialnya aku mengenal lelaki seperti Jack.
Bodohnya aku termakan rayuan dan janji manis darinya, karena itu aku tidak akan membiarkan diriku tertipu untuk kesekian kalinya.
Aku tidak membiarkan Alex sekalipun dengan muda menaklukan hatiku saat ini.
Pengalaman adalah guru yang paling baik.
Lama sudah aku memikirkan Jack tanpa aku sadar Alex membuka pintu kamarku yang memang tidak aku kunci.
"Ayo kita duduk di taman Siera," ajak Alex.
Aku pun bangkit dari tempat tidur dengan cepat lalu mengambil syal dan topi kupluk.
Aku melangkah bersama Alex menuju taman di samping villa tempat kemarin kami menghabiskan malam.
Alex kembali mengambil tanganku dan menggandengnya sampai kami tiba di taman.
Taman ini memang tidak membosankan, terlihat sangat indah di malam hari.
"Siera, akhir-akhir ini aku sudah jarang menginjakan kakiku di villa ini.
Sekarang karena kita ada di sini aku pingin mengabadikannya dengan berfoto bersamamu," ucap Alex sambil mengeluarkan telepon dari saku celananya.
"Sudah berapa wanita yang kamu bawa kesini untuk kamu abadikan lewat foto bersama," sahutku.
"Kata-katamu seperti pisau Siera tajam dan bisa melukai," balas Alex.
__ADS_1
"Aku hanya ingin tau kejujuran darimu," Jawabku.
"Apa kau punya masa lalu dengan seseorang sebelumnya?" tanya Alex.
Aku mengangguk karena aku tidak akan menyembunyikan apa pun darinya.
"Apakah kamu mau hidup bersama dengan orang dari masa lalumu?" tanya Alex lagi.
"Tidak, demi Tuhan aku tidak akan mau lagi hidup dengannya," jawabku.
"Demikian aku Siera, dengan umurku yang sudah kepala tiga bohong kalau aku katakan aku tidak punya orang lain dalam masa laluku," balas Alex Lagi.
"Ada seseorang yang pernah mengisi hidupku ia adalah Monika yang sudah menghilang dan aku tidak tau keberadaannya sampai saat ini.
Tetapi ia adalah bagian masa lalu dan walaupun ia kembali tidak mungkin aku akan hidup bersamanya yang sudah memberi luka di hidupku," kata Alex
"Siapa orang yang ada di masa lalu kamu dan apakah ketika ia memintamu kembali kamu masih ingin bersamanya?" tanya Alex.
"Jangankan untuk hidup bersamanya menyebut namanya saja aku tidak sudi" jawabku.
"Karena itu tidak perlu mengingat masa lalu mari kita berdua menatap masa depan demi anak kita yang ada di rahim kamu," ucap Alex.
"Tuhan sudah memberikan dia hadir di tengah kita berarti Tuhan punya rencana yang indah untuk kamu dan aku" lanjut Alex.
Mendengar perkataan Alex aku seperti mendapat sebuah bimbingan spritual, lelaki ini tidak hanya umurnya yang jauh dewasa dari pada aku tetapi ternyata pemikirannya juga sangat dewasa.
Bisakah Alex menjadi imam yang baik buat aku dan anakku nantinya?
Aku terdiam mencerna kata demi kata yang Alex ucapkan ia tidak hanya bisa membuat aku tergoda tetapi juga membuat aku terpesona karena kedewasaannya.
"Aku sudah mengurus persiapan pernikahan kita dan aku menyewa jasa Wedding Organizer supaya kita tidak repot mengurusnya.
Tapi sebelumnya aku ada satu pertanyaan untukmu," Kata Alex.
"Pertanyaan apa?" tanyaku.
Alek langsung berlutut di depanku dengan mengeluarkan sebuah kotak kecil dan membuka isinya ternyata sebuah cincin yang indah.
"Will You marry me?" ucap Alex.
Bersambung...
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Tolong bantu like, vote dan tekan tombol ❤️ sebagai favorit untuk mendapatkan info terbaru dari novel ini.
Dukung terus penulisnya ya dan terima kasih buat kalian semua.
__ADS_1