Marriage For A Reason

Marriage For A Reason
Bab 17


__ADS_3

Pagi ini aku dan Alex sama-sama di sibukkan dengan aktivitas kami masing-masing, aku harus ke kampus dan Alex harus berangkat ke kantor.


Pagi-pagi aku sudah bangun untuk membuatkan sarapan untuk aku dan Alex, di bantu bi Surti di dapur.


Setelah selesai aku kembali ke atas dan masuk ke dalam kamar kami, di sana Alex masih tertidur.


Sengaja aku belum membangunkannya, aku langsung masuk ke kamar mandi untuk segera bersiap-siap untuk ke kampus.


Setelah aku selesai mandi baru aku membangun Alex untuk mandi, supaya ia tidak terlambat untuk datang ke kantor.


"Sayang ayo bangun udah siang," ucapku sambil menggoyangkan tubuh Alex.


Tampaknya Alex masih malas dan ngantuk, mungkin ia masih lelah setelah tadi malam harus menghabiskan beberapa ronde di atas kasur.


"Kamu mau kemana sayang sudah siap sepagi ini?" tanya Alex.


"Aku harus ke kampus ada jadwal konsultasi ke dosen pembimbing mengenai skripsi aku," jawabku.


"Ya sudah aku siap-siap dulu, nanti aku antar kamu," sahut Alex.


"Aku bisa naik taksi aja, nanti setelah dari pulang dari kampus aku akan ke apartemen mengambil mobilku," balasku.


"Sayang dengarkan aku, nanti kamu ke kampus aku akan mengantarmu, mengenai mobilmu aku akan meminta orang suruhanku untuk mengantarkannya kesini dan kamu tidak perlu ke apartemen.


Nanti setelah kamu selesai kuliah aku akan menyuruh sopirku untuk menjemputmu kembali," kata Alex.


"Kenapa harus begitu sayang? Aku sudah terbiasa untuk melakukannya sendiri," sahutku.


"Ingat kamu itu sekarang istri aku sayang, jangan pernah melakukan apa pun sendiri.


kamu tunggu di sini aku akan bersiap secepatnya," ucap Alex sambil berlalu menuju kamar mandi.


Aku pun bersiap untuk mengganti pakaianku, memoles sedikit pelembab dan bedak tipis di wajahku, memberi sedikit pewarna bibir supaya tidak terlihat pucat.


Hari ini sengaja aku memakai celana panjang dan baju kemeja sebagai atasannya.


Menggunakan sepatu flatshoes dan menenteng sebuah tas selempang sekarang aku sudah siap untuk berangkat ke kampus.


Alex sudah keluar dari kamar mandi dan semua baju kerjanya sudah aku siapkan di atas kasur.


Segera ia memakainya dan aku membantu suamiku untuk memasang dasi untuknya.


Alex mengambil tas kerjanya dan kami siap untuk turun sarapan lalu berangkat bersama.


Tiba-tiba Alex menarik tanganku dan mengambil sesuatu dari dompetnya lalu memberikannya kepadaku.


Aku kaget melihat sebuah kartu debit platinum yang sudah di letakkan di atas telapak tanganku.


"Pegang dan pakai ini untuk membeli semua keperluan kamu sayang," ucap Alex tiba-tiba.

__ADS_1


"Untuk apa? Aku masih punya persediaan uang yang kamu berikan waktu itu dan lebih dari cukup untuk aku membelikan keperluanku," balasku.


"Kamu istri aku Siera, ini sudah menjadi kewajibanku untuk memberikan nafkah untukmu," kata Alex.


Dan aku menerima pemberian suamiku itu dan aku tidak ingin menolak dan menjadi perdebatan, sekalipun sebenarnya apa yang Alex berikan kepadaku lebih dari cukup.


Kami turun ke bawah untuk sarapan, aku sudah membuatkan sandwich untuk kami berdua.


Aku berjalan ke dapur untuk membuatkan dua gelas susu panas untuk aku dan Alex.


Alex menggigit sandwich yang aku buatkan dan aku takut kalau rasanya gak enak, aku memandang wajah Alex dan menunggu ia mengeluarkan kata-kata pujian atau kritikan tentang sandwich buatanku.


"Kenapa kamu memandangku seperti itu sayang?" tanya Alex.


"Aku menunggu pendapatmu tentang sandwich buatanku, aku takut rasanya gak enak," kataku.


"Aku kira kamu terpesona dengan ketampananku saat ini ternyata aku salah," sahut Alex sambil tertawa.


"Sandwich buatan kamu enak banget sayang, terima kasih sudah menyiapkan sarapan pagi ini.


I love you so much honey, do you love me?," lanjut Alex sambil mencium keningku.


Aku hanya tersenyum dan setiap kali di tanya seperti itu aku sulit untuk menjawab, aku terlalu malu untuk mengungkapkan perasaanku.


"Kenapa kamu diam sayang? Apakah kamu tidak mencintaiku sama sekali?" tanya Alex lagi sambil menatap wajahku.


Aku mencintaimu sayang," jawabku sambil malu-malu.


Alex hanya tertawa mungkin melihat sikapku yang seperti ini.


"Ayo kita berangkat," ajak Alex sambil menggandeng tanganku dan kami berangkat bersama.


Alex mengantarku sampai di depan kampus, sebelum turun aku memberi salam kepada suamiku dan ia membalas mencium keningku.


"Aku turun dulu dan kamu hati-hati sayang" kataku.


"Kamu juga hati-hati, ingat di perut kamu ada Alex junior di sana," ucap Alex.


"Iya sayang, aku tau," jawabku.


"Berikan aku kiss sebelum kamu turun sebagai ganti upah aku sudah mengantarmu," pinta Alex.


Aku langsung mencondongkan mukaku mendekati Alex dan memberikan bibirku untuk ia nikmati.


Alex mengecup dan sedikit menghisap bibirku tetapi kami sadar di sini tempat umum dan dengan cepat Alex mengakhiri ciuman kami.


Dan aku segera turun dari mobil Alex sambil tersenyum dan melambaikan tanganku.


Dan mobil Alex segera berlalu dan pergi meninggalkan aku.

__ADS_1


Aku segera melangkah memasuki gerbang kampus, tiba-tiba aku kaget tangan di tarik oleh seseorang.


"Lepaskan, jangan sentuh aku ! Aku sudah tidak ada urusan apa pun dengan kamu," kataku sambil menarik tanganku.


"Siera, tolong berhenti dan dengarkan penjelasan aku dulu," pinta lelaki itu.


Ternyata si Jack sudah menunggu aku di gerbang kampus dan melihat semua yang aku dan Alex lakukan di mobil tadi.


Tetapi lelaki itu sengaja menunggu mobil Alex berlalu pergi baru ia menemui aku.


"Tolong lepaskan Jack, aku sudah tidak mau berurusan denganmu, kisah kita sudah selesai.


Aku sudah punya kehidupanku sendiri dan kamu sudah memilih jalanmu sendiri," kataku.


"Kamu harus dengarkan aku Siera, dan kamu tidak pernah memberikan aku kesempatan untuk memilih," sahut Jack.


Jack malah menarik aku untuk bicara berdua di tempat yang agak sepi.


Aku berusaha untuk melawan tetapi tenagaku tidak sekuat tenaga Jack.


Akhirnya aku dan Jack berbicara berdua.


"Katakan dengan cepat apa yang mau kamu katakan Jack, aku tidak punya banyak waktu untuk mendengarkan omong kosong dari mulutmu," kataku.


"Siera aku minta maaf atas perbuatan aku terhadap kamu, tapi aku tidak menyangka kamu bakal melakukan ini semua dalam waktu singkat.


Kamu menikah dengan orang lain dan tanpa memberi aku kesempatan untuk berubah," ucap Jack.


"Jack lupakan itu semua, sekarang aku sudah punya masa depan yaitu suamiku.


Tolong jangan temui aku lagi dan hubungi aku lagi," balasku.


"Tapi aku tidak bisa melupakan kamu Siera, aku ingin kita kembali lagi," kata Jack.


"Maaf Jack, aku tidak bisa dan hatiku dan tubuhku sudah milik suamiku.


Jangan membuat masalah baru dalam hidupku Jack dan sekarang aku permisi," sahutku sambil berjalan cepat dan meninggalkan Jack.


Bersambung...


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa buat kasih like, komen, dan tekan tombol ❤️ jadikan favorit supaya bisa dapat info terbaru dari novel ini.


Jangan lupa kasih vote juga ya.


Makasih...bagi kamu yang mau baca novel tamat bisa kepoin novel aku yang ini.


__ADS_1


__ADS_2