Marriage For A Reason

Marriage For A Reason
Bab 12


__ADS_3

Aku merendamkan tubuhku di dalam bathtub dengan air hangat yang membuat otot-ototku terasa lentur kembali setelah seharian aku merasakan kelelahan.


Ku pejamkan mataku, sudah lama hal seperti ini tidak aku lakukan.


Sekalipun di apartemen milik Alex yang aku tempati memiliki fasilitas yang tidak kalah seperti tempat ini, tetapi aku jarang sekali melakukan hal seperti ini.


Begitu lamanya aku berendam di dalam bathtub ternyata membuat aku hampir tertidur di dalamnya, untung saja ketukan pintu kamar mandi meyadarkanku.


Shiiiit ... ternyata laki-laki itu belum juga tertidur, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi setelah ini.


Kalau sampai Alex benar-benar menungguku seperti yang ia katakan tadi, sungguh aku belum sanggup untuk membayangkannya apa yang terjadi dan aku belum siap melakukannya.


"Honey...buka pintunya, kamu sedang mandi atau tidur di dalam sana?


Kamu dengar aku honey? Aku akan menghitung dari 1 sampai 10 jika tidak ada jawaban, aku akan mendobrak pintunya ... kamu mengerti," teriak Alex dari luar.


Dengan cepat aku bangun dari bathtub lalu aku mengambil baju handuk untuk menutupi tubuhku dan ku lilitkan handuk di kepalaku untuk menutupi rambutku yang basah.


Baru setelah itu aku menjawab teriakan Alex.


"Iya sebentar lagi aku keluar," teriakku dari dalam kamar mandi sebelum suamiku mendobrak pintunya.


Segera sesudah itu aku membuka pintu kamar mandi dengan cepat, dan Alex sudah berdiri tepat di depan pintu kamar mandi untuk menanti aku keluar.


Aku kaget ternyata lelaki itu sudah rapi dengan pakaian tidurnya, tidak seperti yang kuduga sebelumnya.


"Honey kamu sudah membuat aku menjadi kuatir, kenapa lama sekali kamu berada dalam kamar mandi?" tanya Alex.


"A...aku habis berendam air hangat" sahutku sambil tersenyum.


"Kamu ingin massage? Biar aku pesan supaya datang ke kamar kita," ucap Alex.


"Tidak, terima kasih" sahutku.


Aku berjalan menuju walk in closet untuk mengganti pakaianku dan Alex melangkah membuntuti dari belakang.


Setelah aku membuka isi lemari mencari-cari baju tidur untuk gunakan, tetapi aku tidak menemukan apa-apa di dalam lemari.


Hanya ada underwear yang berenda tipis dan beberapa lingerie yang berwarna cerah.


Aku ingat sebelumnya aku sudah membawa sebuah koper yang berisi semua perlengkapan yang aku butuhkan selama di sini.


"Kemana semua pakaianku yang ada di dalam koper honey?" tanyaku sambil menatap Alex.


Alex hanya menggeleng sambil tersenyum.


"Kamu sembunyikan semua pakaianku? Ayo ngaku pasti kamu pelakunya honey," aku bertanya curiga.

__ADS_1


Aku menduga pasti Alex pelaku tunggal, lelaki ini pasti dengan sengaja menyembunyikan koper milikku yang berisi baju ganti.


"Kamu gak boleh asal tuduh, koper milikmu masih berada di bagasi mobil aku tidak menyembunyikannya," Alex membela diri.


"Terus bagaimana nasibku malam ini? Haruskah aku memakai pakaian yang kurang bahan seperti ini?" tanyaku lemas.


Aku tau pasti kejahilan Alex yang dengan sengaja meninggalkan koper itu di bagasi mobil.


"Pakai saja yang ada di situ dulu, besok aku janji akan mengambil kopermu, sekarang sudah terlalu malam dan aku merasa capek untuk turun ke parkiran lagi," sahut Alex.


"Aku malu honey, tolong ambilkan koperku sekarang," aku memohon pada Alex.


"Kau terlihat dua kali lipat lebih cantik kalau memakai baju seperti itu, aku lelah Siera kalau harus turun lagi," bujuk Alex.


Mendengar jawaban suamiku aku tidak punya pilihan lain selain menggunakan lingerie dan underwear yang ada di sini.


Percuma aku memaksa Alex yang sudah mengatakan kalau ia lelah dan aku malas berdebat dengan Alex.


Ku ambil lingerie dan underwear yang ada dalam lemari, lalu aku mendorong tubuh lelaki itu keluar untuk tidak mendekatiku.


Aku malu menjadi pusat perhatiannya saat aku mengganti pakaianku.


Aku belum terbiasa dengan keadaan seperti saat ini, aku lupa kalau saat ini aku sudah berstatus seorang istri.


Alex yang aku dorong menjauh malah tertawa terpingkal-pingkal.


"Kamu lucu dan manis istri kecilku, kamu kelihatan menggemaskan honey," ucap Alex sambil tertawa.


Ternyata Alex adalah lelaki jahil dan iseng, awas saja nanti akan aku balas.


Setelah aku selesai mengenakan lingerie berwarna merah tua, membuat aku tidak berani beranjak dari tempat ini.


Malu sekali rasanya aku menggunakan baju transparan ini yang memperlihatkan dengan jelas setiap inci tubuhku.


"Honey lama sekali, kamu mau tidur di situ?" teriak Alex sambil terkekeh.


"Kamu tutup mata dulu baru aku mau keluar" teriakku tidak kalah kencang.


"Okey honey ... aku sudah tutup mata" sahut Alex.


Aku mengintip sebentar supaya lelaki itu tidak membohongiku, setelah aku pastikan ia sudah menutup mata dengan rapat baru aku keluar, aku berjalan pelan sambil berjinjit kaki pelan-pelan supaya Alex tidak mendengar.


Tetapi baru saja sampai di tengah Alex sudah membuka mata sambil tertawa terbahak-bahak melihat tingkahku yang lucu.


"Istri kecilku memang lucu dan menggemaskan, kenapa kamu malu aku melihatmu? kata Alex sambil tertawa.


"Tutup matamu honey, aku sungguh-sungguh malu" kataku.

__ADS_1


Dasar lelaki tua jahil itu bukan menutup mata malah memandangku sambil tertawa terpingkal-pingkal.


Dengan segera aku berlari ke atas tempat tidur dan menarik selimut untuk menutup tubuhku yang kelihatannya memalukan ini.


Bibirku sudah manyun sempurna melihat sikap Alex yang terus-menerus meledekku, aku pikir dia bukan seorang yang humoris ternyata aku salah Alex memiliki selera humor dan lumayan jahil juga.


"Kenapa kamu marah honey?" tanya Alex.


Mungkin melihat bibirku yang sudah mancung ke depan Alex sadar aku sedang ngambek.


"Heem ... aku akan membuat perhitungan denganmu," sahutku ketus.


"Kamu tambah naik level cantiknya kalau sedang marah seperti itu," godanya.


"Bodo ... kamu sudah berhasil membuat aku kesal malam ini Alex" kataku kesal.


"Apa yang membuat kamu harus merasa malu honey? Kamu ingat malam itu aku sudah melihat semuanya.


Sekarang kamu sudah sah menjadi milik aku, kamu sudah milik Alexander Pulman.


Sekarang tubuhmu sah menjadi milikku dan tubuhku sah menjadi milik kamu seorang," ucap Alex.


"Tapi aku belum siap honey" kataku lagi.


"Aku tidak akan memaksa kamu untuk melayaniku, aku hanya senang menggoda kamu saja, karena terlihat menggemaskan saat aku goda istri kecilku.


Mari kita tidur, aku tau kamu pasti lelah," balas Alex.


Aku malu sekali mendengar perkataan Alex dia sengaja menggodaku, supaya aku malu.


Aku letakkan bantal guling di tengah antara aku dan Alex.


"Ini buat apa lagi honey?" tanya Alex.


"Pembatas supaya tidurmu tidak menyeberang sampai kesini" kataku.


"Kau sungguh menguji kesabaranku honey, lihat saja apakah bantal ini bisa menghalangiku mendekati kamu?" ucap Alex diiringi gelak tawa.


Aku mendengus kesal dan langsung ku rebahkan tubuhku dengan posisi tidur membelakangi Alex.


Dan lelaki itu masih saja tertawa melihat tingkahku saat ini.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Dukung terus karya ini dengan cara like, komen dan tekan tombol ❤️ jadikan favorit untuk mendapatkan info terbaru.


Jangan lupa buat vote juga...makasih.

__ADS_1


Mampir juga di karyaku yang lain ya.



__ADS_2