Marriage For A Reason

Marriage For A Reason
Bab 28


__ADS_3

Hari ini Alex sedang tidak ada di rumah, ia pergi keluar kota untuk meninjau kantor cabangnya yang ada di sana.


Aku pagi ini harus ke kampus untuk memastikan sidang skripsi yang akan di adakan minggu depan, aku harus mempersiapkan diri dengan baik supaya aku mendapat nilai yang bagus.


Pagi ini aku sudah bersiap dan Alex sudah memberi perintah untuk sopir mengantar aku ke kampus.


Pas aku keluar dari kamar dan turun ke bawah menuju dapur untuk sarapan dan meminum susu hamil, tiba-tiba aku mendengar suara keributan dari luar.


Aku mencoba mencari tau ada apa yang terjadi, ternyata Monika datang pagi ini ke mansion dan memaksa untuk masuk.


Sedangkan penjaga gerbang yang bertugas mencoba menghalangi karena sudah mendapat perintah dari Alex untuk tidak memperbolehkan wanita itu untuk masuk ke dalam.


Tapi Monika malah berteriak-teriak memaki petugas yang berjaga di depan.


Aku bingung melihat aksi nekad wanita itu dan apa maunya sampai ia berani datang pagi-pagi begini, apa sih maunya Monika membuat aku jadi penasaran.


Akhirnya aku meminta petugas yang berjaga untuk membiarkan ia masuk dan aku ingin tau apa sebenarnya yang Monika inginkan.


Setelah gerbang di buka Monika melajukan mobilnya masuk ke dalam dan turun langsung menemui aku.


"Selamat pagi nyonya Alex Pullman," katanya dengan nada sinis.


"Katakan apa tujuanmu pagi-pagi datang ke sini dan membuat keributan di kediaman orang lain," kataku.


"Aku hanya ingin bertemu denganmu perempuan kampung yang tidak tau malu, aku hanya ingin mengatakan kamu tidak pantas menjadi istri Alex," kata Monika.


"Oh ya ... terus kamu ingin merebut Alex dariku?" jawabku setengah meledek.


"Suatu hari kamu akan melihat Alex kembali menjadi milikku, karena hanya aku yang pantas untuk mendampinginya," sahut Monika.

__ADS_1


"Hanya itu tujuanmu datang ke sini pagi ini? Terima kasih udah mengingatkan aku dan aku pasti akan semakin menjaga suamiku dengan lebih baik lagi, aku tidak akan melepaskan Alex untuk wanita sepertimu.


Pergilah sebelum kamu di seret keluar dari sini dan sebelum kamu di masukin ke rumah sakit jiwa karena impianmu yang terlalu berlebihan itu," balasku tidak mau kalah pedasnya.


"Kamu mengusirku?" tanya Monika.


"Kamu tuli atau pura-pura tidak mendengar, aku meminta kamu pergi dari sini dengan baik-baik, sebelum aku mengusirmu dengan kasar nona Monika yang terhormat," sahutku.


"Jangan takut aku akan pergi dari sini dan suatu saat kamu yang akan terusir dari sini," ancam Monika sambil berlalu pergi.


Akhirnya Monika si wanita jahat itu segera meninggalkan mansion kami dan aku semakin tidak mengerti kenapa sampai begitu nekadnya wanita itu mengejar suamiku.


Mendengar perkataan Monika, sedikit perasaanku menjadi terintimidasi sendiri, benarkah suatu hari aku akan terusir dari tempat ini?


Semakin intimidasi itu datang dari pikiranku semakin kuat hatiku berkata tidak mungkin hal itu terjadi.


Aku hanya berdoa supaya sesuatu yang jahat tidak terjadi di hidupku dan kami selalu di lindungi oleh Allah.


Tetapi aku berusaha untuk berangkat karena aku harus datang dan mencari informasi tentang sidang akhir skripsiku.


Dengan di antar oleh sopir akhirnya aku berangkat juga ke kampus, di tengah perjalanan ternyata Alex melakukan video call denganku.


"Halo sayang, kamu udah berangkat ke kampus?" tanya Alex.


"Masih dalam perjalanan, kamu sudah bangun?" tanyaku.


"Aku udah harus berangkat ke kantor cabang, perbedaan waktu satu jam antara waktu di sana sama di sini," jawab Alex.


"Bagaimana tidurmu semalam? Apakah kamu bisa tidur nyenyak tanpa aku?" tanya Alex sambil terkekeh.

__ADS_1


"Aku tidak ada masalah dengan tidurku tapi aku bermasalah dengan mantan pacarmu," aku meledek balik.


"Mantan pacarku?? Monika? Ada apa dengan dia?" tanya Alex dengan muka penuh tanya.


"Dia datang ke mansion tadi pagi," jawabku.


"Untuk apa dia datang ke mansion? Bukankah aku sudah memberi instruksi untuk melarang wanita itu masuk?" tanya Alex semakin kuatir.


"Aku yang memintanya masuk daripada melihat wanita berteriak tidak jelas dan mengamuk di depan gerbang," sahutku.


"Untuk apa kedatangannya?" tanya Alex lagi.


"Kamu kuatir sekali sayang, tenang aku baik-baik saja.


Dia datang untuk mengancam aku dan mengatai aku tidak layak menjadi istrimu," jawabku sambil tertawa.


"Kenapa kamu tertawa sayang?" tanya Alex yang sedang kuatir.


"Kamu mau suruh aku menangis sayang? Nanti tidak ada orang yang memelukku dan menenangkan tangisku," ledekku sambil terkekeh.


"Hehehe ... istriku semakin nakal dan pandai menggoda, nanti aku kembali siap-siap aku akan memberi hukuman kepadamu dengan mengurung kamu di kamar tidak boleh keluar," balas Alex sambil tertawa.


Aku mendengar ucapan Alex jadi tertawa lelaki genit yang selalu menggoda dan selalu membuat aku tersenyum.


"Aku sudah mau sampai di kampus, nanti kita sambung lagi ya ... bye" kataku mengakhiri video call dari Alex.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa di bantu buat kasih like, komen, vote dan pencet tombol ❤️ favoritnya untuk mendapat info terbaru.

__ADS_1


Kita saling bekerja sama untuk membuat penulisnya semangat...makasih ya.


__ADS_2