
*POV Alex*
Kepalaku terasa berat dan sedikit pusing mungkin karena kurang tidur dan pikiranku yang sedang kacau membuat aku jadi agak kurang fokus bekerja.
Untung saja ada Yudha yang membantu aku untuk mengusut kasus ini.
Setelah bekerja dan berpikir keras untuk mengusut kasus ini akhirnya ada sedikit titik terang tentang masalah ini.
Orang yang ada di bagian keuangan yang banyak mengetahui seluk beluk perusahaan adalah Devi.
Aku hampir tidak mempercayai seorang Devi bisa melakukan kejahatan seperti, mengeluarkan uang perusahaan secara diam-diam.
Apakah wanita itu akan melakukan hal yang keji seperti ini?
Setelah bekerja cukup lama di perusahaanku, aku tidak abis pikir kenapa Devi bisa melakukan semua ini.
Sedangkan Yudha sedang mengumpulkan bukti yang kuat untuk menjerat Devi kejalur hukum.
Ketika aku dan Yudha sedang berdiskusi tentang hal ini tiba-tiba saja teleponku berbunyi ada sebuah pesan masuk dan aku segera membacanya.
"Apakah kamu belum puas bermain denganku? Kita lihat siapa yang akan menang dalam permainan ini, aku masih banyak kejutan untukmu." Sebuah pesan yang aku tidak tau siapa pengirimnya.
Mataku sampai membulat membaca pesan tersebut, perasaanku mengatakan selama ini aku tidak pernah bermain dengan siapa pun dan aku tidak pernah punya musuh.
Yudha yang melihat aku sedikit bengong setelah pesan itu, dia akhirnya berani bertanya.
"Pak Alex kenapa bengong? Ada sesuatu yang mengganggu pikiran bapak?" tanya Yudha padaku.
__ADS_1
Aku diam sambil menyerahkan teleponku kepada Yudha, setelah membaca pesan tersebut bisa di simpulkan ini semua yang terjadi saat ini ada hubungannya dengan si pengirim pesan.
Yudha menggelengkan kepalanya sambil menepuk pundakku sambil berkata "sabar pak, kita cari bukti secepatnya dan bapak harus semangat."
"Terima kasih Yudha kamu sudah bekerja dengan sangat baik," balasku.
Akhirnya aku mulai semangat kembali untuk mencari bukti sebanyak-banyaknya untuk menjerat Devi supaya ia tidak bisa berkelit lagi.
Tiba-tiba teleponku berbunyi kembali, aku mengira dari orang yang sama yang mengirimkan pesan untukku, ternyata pesan dari Siera yang mengingatkan aku untuk makan siang dan istirahat.
Apakah ia mulai curiga kalau aku sedang menghadapi masalah di kantor?
Entahlah, aku masih berharap Siera belum mengetahuinya.
Aku tidak ingin ia berpikir terlalu banyak untukku, nanti mengganggu kehamilannya saat ini.
Jaga baik-baik Alex junior yang ada di dalam kandungan kamu, aku merindukan kalian." satu pesan aku kirimkan untuk membalas pesan Siera.
Aku merasa semangat kembali untuk lanjut bekerja, setiap mendapat perhatian dari Seira seperti ada energi yang terisi.
"Semangat pak, sedikit lagi selesai kita bisa melaporkan masalah ini," ucap Yudha yang tangannya dari tadi terus mengotak ngatik bukti yang bisa memberatkan Devi.
"Yudha pesenin makanan dulu untuk kita, istriku dari tadi sudah mengingatkan untuk makan terus," ucapku sambil terkekeh.
"Siap pak, saya akan memesan makanan untuk kita. Sepertinya istri bapak sangat perhatian dan sayang banget sama bapak, cantik lagi, beruntung sekali bapak bisa menikahinya," balas Yudha.
"Tepat katamu Siera orangnya memang sangat perhatian, mungkin aku lelaki beruntung bisa mendapatkan dia," sahutku.
__ADS_1
"Saya ingin mendapatkan istri yang baik seperti istri pak Alex," kata Yudha.
"Semoga kamu menemukan jodoh yang baik Yudha, karena dalam keluarga kita menemukan surga, dalam keluarga pula kita menemukan neraka.
Jika kamu menemukan istri yang baik makanya kamu akan melihat surga dalam keluarga, jika kamu menemukan istri yang tidak baik maka kamu akan melihat neraka dalam keluargamu tidak akan ada kerukunan dan kedamaian.
Menikah adalah ibadah seumur hidup kita," sahutku.
"Terima kasih atas nasehatnya pak, saya bersyukur bisa bertemu orang seperti bapak.
Saya pesan makan dulu buat kita pak," balas Yudha.
Akhirnya Yudha pun memesan makanan untuk kami berdua dengan menggunakan aplikasi online.
Sementara menunggu makanan datang kami berdua masih sibuk membereskan berkas-berkas yang di butuhkan.
Ternyata ketika masalah datang support dari orang terdekat itu sangat besar manfaatnya untuk membuat kita tetap semangat.
Setelah makanan datang aku dan Yudha makan siang bersama, aku tidak ingin mengabaikan pesan istriku.
Baru setelah itu kami berdua baru lanjut untuk bekerja kembali.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Jangan lupa buat kasih jejak dengan cara like, komen dan vote.
Selamat membaca.
__ADS_1