Marriage For A Reason

Marriage For A Reason
Bab 29


__ADS_3

Hari yang sangat menegangkan bagiku di mana hari ini aku harus mengikuti sidang akhir skripsi.


Setelah berpakaian rapi aku siap ke kampus, Alex dari tadi terus memberi semangat untukku.


Sepertinya Alex mengerti kalau aku sedang grogi, takut, jujur jantungku berdegup kencang sekali karena aku takut gagal.


Tapi Alex selalu meyakinkan aku pasti aku lulus dengan nilai terbaik, karena aku sudah berusaha sebaik mungkin.


Seperti biasa Alex mengantarku sampai di depan kampus yang membedakan hari ini dari hari kemarin adalah setelah sampai di depan kampus Alex memelukku lebih lama berusaha meyakinkan aku semua akan baik-baik saja dan beberapa kali ia mencium pucuk kepalaku, terakhir ciuman di bibirku.


"Good luck Siera, yakin saja kamu akan lulus dengan nilai yang terbaik," ucap Alex sebelum aku beranjak turun dari mobil.


"Do'aku menyertaimu sayang," lanjut Alex.


"Terima kasih sayang, do'aku pun menyertaimu," sahutku sambil beranjak turun dari mobil Alex.


Aku melambaikan tanganku dan Alex segera melajukan mobilnya meninggalkan aku.


Segera aku langkahkan kakiku menuju ke dalam kampus untuk menunggu jadwal sidang.


Jantungku semakin kencang berdetak tapi aku berusaha meyakinkan diri sendiri aku pasti bisa.


Ku teguk air mineral yang sudah ada di tanganku untuk mengusir sedikit kegugupanku saat ini.


Setelah menunggu sebentar sekarang giliran aku yang masuk untuk mengikuti sidang skripsi menghadap panelis di dampingi dosen pembimbing.


Ujung jariku semua dingin semua karena rasa takut dan tubuhku terasa semua bergetar karena aku takut gagal.


Setelah aku menjawab semua pertanyaan dari panelis seputar materi skripsi yang aku buat rasanya lega karena tidak ada pertanyaan yang tidak bisa aku jawab.


Aku keluar dari ruang sidang dengan perasaan senang walaupun aku belum mengetahui hasil akhirnya namun aku optimis nilainya pasti bagus, karena aku menguasai semua pertanyaan dari para panelis tadi.


Jennie sahabat setiaku sudah menunggu di depan, seperti ingin mendengar pernyataan dariku apakah aku bisa menjawab semua pertanyaan tadi.

__ADS_1


"Aman Jennie," kataku sambil tertawa.


"Kamu yang sidang aku yang tegang Siera," ucap Jennie.


"Aku juga awalnya tegang, ternyata setelah selesai biasa aja Jen," balasku sambil terkekeh.


"Kita kemana sekarang, untuk merayakan hari kemerdekaan, kamu sudah bebas hari ini Siera?" tanya Jennie.


"Maaf Jennie aku tidak akan bisa kemana-mana sebentar lagi suamiku pasti datang menjemputku," jawabku.


"Sekarang kamu udah gak bisa di ajak pergi kemana-mana lagi," cebik Jennie.


"Maaf Jennie, statusku menjadi istri orang memang sudah merampas kebebasanku," sahutku.


"Kamu jadi gak asik Siera," ledek Jennie padaku.


"Maaf ... maafkan aku ya sayang," sahutku sambil memeluk Jennie.


"Kenapa ? Bodyguard ganteng sudah datang untuk menjemputmu?" ledek Jennie sambil tertawa.


"Iya benar Jen, suamiku sudah di depan sedang menunggu," jawabku.


"Sudah sana pergi, nanti kalian berantem lagi gara-gara lama ngobrol dengan aku," ucap Jennie sambil memamerkan muka sebalnya.


"Aku jalan duluan ya Jen, besok kita sambung lagi ceritanya," aku pamit sambil berlalu pergi.


Segera aku ayunkan langkahku menuju gerbang kampus karena di sana mobil Alex sudah menungguku.


"Bagaimana hasilnya sayang?" pertanyaan pertama Alex ketika aku masuk ke dalam mobil.


"Hasilnya belum tau dong sayang, tapi aku optimis bagus karena dari semua pertanyaan tadi aku bisa menjawabnya dengan baik," jawabku.


"Aku senang mendengarnya, dan kita akan segera berangkat untuk liburan besok.

__ADS_1


Aku sudah menyiapkan segalanya untuk kita merayakan ini semua," ucap Alex.


"Pergi liburan besok? Kenapa terkesan dadakan sayang?" tanyaku.


"Aku sudah menyiapkan ini semua sebagai hadiah untukmu sayang," jawab Alex.


"Serius??" tanyaku tidak percaya.


"Heem" Alex mengangguk.


"Uwu ... aku jadi tersanjung dan terharu sayang, ternyata kamu sweet banget sih," kataku dengan muka senang.


"Aku juga pengen lihat istriku bersikap sweet sama aku sekali-kali dong," ledek Alex sambil mengedipkan matanya.


"Aku tidak pandai sayang merayu karena aku bukan perayu sepertimu," balasku.


"Aku hanya merayu istri aku sendiri sayang, kamu mau aku ajari cara merayu yang baik?" tanya Alex dengan muka genitnya.


"Tidak perlu, aku hanya ingin menjadi diri aku sendiri," sahutku.


"Aku suka dengan sikap kamu yang apa adanya itu membuat aku semakin hari semakin tidak bisa jauh darimu," ucap Alex sambil mencubit daguku.


"Kita pulang ke mansion sekarang untuk berkemas keperluan kita besok.


Kita akan berangkat pagi-pagi sekali, maaf aku tidak bisa mengajak kamu keluar negeri karena keadaan kamu yang sedang hamil," lanjut Alex.


Akhirnya kami kembali ke mansion untuk berkemas-kemas untuk keberangkatan kami esok pagi.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa buat like, komen, dan tekan tombol ❤️ jadikan favorit ya


Terima kasih yang udah kasih vote yang belum di tunggu ya ... hehehe.

__ADS_1


__ADS_2