
Aku mencoba mendengarkan suara hati Siera dan menebak pikiran istriku.
"Aku ingin membalas semua kejahatan om Andri dan biarkan dia membusuk di penjara," ucap Siera.
"Baiklah jika itu mau kamu, aku akan mengurus segala sesuatunya. Sekalipun ia sudah menyesal apa kamu masih tega melakukan itu?" tanyaku.
"Semua orang yang melakukan kesalahan ia wajib di hukum, supaya ada pelajaran hidup yang bisa di petik dan belajar bertanggung jawab untuk setiap perbuatan yang kita lakukan," jawab Seira.
"Apakah kamu akan mencabut status hukum Monika?" Siera bertanya balik padaku.
"Tidak, aku tetap akan memberikan wanita itu pelajaran supaya ia sadar akan perbuatannya dan tidak menggangu hidup kita lagi. Aku hanya ingin hidup bahagia bersama kamu sayang," jawabku.
"Lakukan semua yang kamu pandang baik dan aku percayakan semua kepadamu. Ingat aku istrimu jika ada sesuatu cobalah membagikannya denganku dan jangan kamu sembunyikan dan kalau terjadi lagi aku akan marah besar," ucap Siera.
"Aku minta maaf kalau itu kamu anggap aku salah, mulai hari ini apapun itu aku akan mendiskusikan denganmu." Sahutku dengan penuh penyesalan.
Setelah sampai di mansion aku menelepon Yudha untuk mengurus segala bukti yang sudah kami pegang mengenai kasus om Andri dan menyerahkannya kepada pihak kepolisian untuk di lakukan tindakan hukum.
Dua bulan kemudian semua kasus hukum yang menjerat Monika, Devi dan om Andri sudah selesai di sidangkan di pengadilan.
Monika dan Devi sama-sama di Ganjar dengan lima tahun kurungan penjara sedang om Andri sendiri harus meringkus selama sepuluh tahun penjara karena terbukti melakukan pembunuhan berencana dan mengakibatkan dua nyawa melayang.
Setelah proses hukum ketiga orang tersebut selesai di putuskan, beberapa aset hasil kejahatan Monika dan Devi di sita di kembalikan kepadaku.
Termasuk perusahaan mertuaku yang seharusnya menjadi milik Siera juga sudah di pindahkan kepemilikannya kepada istriku kembali.
Aku hanya melihat satu hal dari masalah yang kami hadapi, Tuhan tidak pernah tidur untuk menjaga dan membela kita.
Tuhan tidak pernah memberi cobaan kepada hambanya melebihi batas kekuatan kita, aku bertemu Siera di awali dengan kisah sedih hidupnya dan kami pernah melakukan satu kesalahan bersama.
Seiring waktu semuanya indah pada waktunya, semua kebusukan akan terungkap dengan sendirinya, kejahatan akan mendapat hukuman yang setimpal.
Monika dan Devi dua wanita yang buta karena harta dan buta karena cinta mendapatkan hukuman yang setimpal, demikian juga om Andri lelaki bodoh yang demi cinta bisa melakukan hal yang sangat bodoh dan sekarang harus hidup di penjara.
__ADS_1
*****
Usia kehamilan Siera sudah menginjak bulan kesembilan, dengan bobot tubuh yang sudah naik hampir dua belas kilogram selama hamil Siera terlihat sedikit gendut.
Tapi jangan sampai kata gendut keluar dari mulut kita seorang laki-laki maka mereka kaum wanita akan ngambek berhari-hari karena tidak menerima predikat gendut.
Aku sering mengatakan kamu lebih sexy sekarang supaya Seira senang dan bahagia.
Hari ini Siera sudah merasakan perutnya mules dari pagi, tetapi menurut dokter Aisyah itu biasa di alami wanita yang hamil tua pada umumnya, kontraksi palsu.
Tetapi semakin lama mules itu semakin sering datangnya dan sebentar-sebentar aku melihat Siera harus meringis.
Aku mengelus perutnya sambil mengajak anakku yang di dalam sana untuk bicara.
"Boy jangan nakal dong, jangan membuat mama sakit dan menderita. Boy harus jadi anak yang baik." Kataku sambil mengelus-elus perut Siera.
Tapi aku melihat Siera seperti merintih kesakitan, akhirnya aku memutuskan membawanya ke rumah sakit saat ini juga.
Kami bukan seperti pasangan yang lain ketika melahirkan di temani orang tua, aku dan Siera sama-sama yatim piatu, semua harus kami pikul berdua.
Dengan kecepatan tinggi aku mengendarai mobilku memasuki halaman rumah sakit dan membawa istriku melalui pintu UGD supaya bisa di tangani secepatnya.
Siera langsung mendapat penanganan dari dokter kandungan ternyata bayi di rahim istriku posisinya sunsang dan air ketuban di rahim Siera tinggal sedikit.
Karena pengetahuan kami minim ternyata istriku mengalami kebocoran air ketuban yang tidak ia sadari sehingga harus di lakukan operasi dengan segera.
Aku menandatangani berkas persetujuan dari pihak keluarga untuk melakukan operasi, apa saja akan aku lakukan semi keselamatan istri dan anakku.
Setelah semua selesai Seira sudah di bawa ke ruang isolasi dan segera akan di lakukan tindak operasi dan aku menunggu di ruang tunggu dengan perasaan yang campur aduk.
Pengalaman pertamaku untuk menjadi seorang ayah perasaan tak menentu antara cemas dan bahagia.
Kurang dari satu jam kemudian aku sudah di panggil masuk kedalam, seorang bayi sudah ada di depanku.
__ADS_1
Tak terasa air mata mengalir sudut mataku, seorang bayi laki-laki yang sangat mirip denganku telah lahir, bahagia tidak terhingga akhirnya aku bisa menjadi seorang ayah.
Kupeluk bayi mungil itu dan aku berdoa mengucap syukur karena segala kebaikan Tuhan ia bisa hadir di tengah-tengah keluargaku.
Aku memandang sekeliling ruangan aku tidak melihat kehadiran Siera, seperti mengerti pikiranku suster di sampingku langsung berkata "tenang istri bapak baik-baik saja dan sedang masuk ruang isolasi menunggu kesadarannya pulih akibat obat bius."
Hatiku merasa haru dan senang ternyata Siera dalam keadaan sehat, mungkin ini adalah hari paling membahagiakan hidupku di mana aku bisa melihat orang yang aku cintai yaitu Seira dan anak kami dalam keadaan sehat.
Sekalipun aku dan Siera menikah di awali oleh satu alasan dan kesalahan yang kami perbuat tetapi kami tidak menjadikan itu alasan untuk kami tidak bahagia.
Kami hanya ingin bahagia dengan tidak melihat masa lalu dan kekurangan dalam diri kami masing-masing, kami hanya ingin saling menjaga dan mencintai sampai maut memisahkan.
Aku menerima masa lalu Siera seperti dia menerima aku dengan segala masa laluku yang tidak sempurna. Kami hanya ingin menjadi pasangan yang saling melengkapi dan menyayangi.
Semoga bahagia kami menjadi bahagia para reader semua.
Tidak lama Siera sudah sadar, ia membuka matanya dan aku ingin ia melihat aku orang pertama yang ada dalam pandangannya.
"Anak kita?" tanya Siera.
"Dia ada di ruang bayi, seorang bayi laki-laki yang sangat tampan seperti ayahnya yang suka narsis," jawabku terkekeh.
"Terima kasih istriku wanita terhebat yang pernah aku lihat, selamat kamu sudah menjadi seorang ibu untuk "Jovander Pullman" anak kita." Lanjutku sambil mengecup keningnya.
The End
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Terima kasih sudah membaca kisah ini dari awal sampai tamat, kalau tidak sesuai keinginan kalian aku minta maaf atas segala kekurangan dalam cerita dan penulisannya.
Sampai jumpa di karyaku yang lain.
Jangan lupa untuk memberi like, komen dan vote ... terima kasih.
__ADS_1