Marriage For A Reason

Marriage For A Reason
Bab 38


__ADS_3

Seharian Alex masih sibuk dengan semua berkas yang menggunung di atas meja, sedangkan aku sibuk membaca novel yang aku bawa dari rumah.


"Asik banget bacanya sayang," ucap Alex sambil berjalan mendekatiku.


"Ceritanya lagi seru nih," sahutku.


"Kamu gak capek duduk di sofa seharian gini?" tanya Alex.


"Enggak, kalau sambil baca seperti ini aku betah seharian duduk yang penting ada bacaan yang menarik," jawabku.


"Sini aku peluk, lagi pengen peluk kamu," ucap Alex manja.


Lalu Alex datang mendekati dan memeluk aku sambil mengecup keningku.


"Kalau habis peluk kamu begini, berasa seperti energi aku terisi full kembali," kata Alex


"Emangnya semua pekerjaan kamu sudah selesai?" tanyaku pada Alex.


"Belum, kamu lihat itu berkas masih menumpuk.


Makanya aku perlu energi untuk menyelesaikan semuanya, kamu adalah energi bagiku," jawab Alex sambil tersenyum memandang wajahku.


"Ada yang bisa aku kerjakan? Aku mau bantuin kamu," kataku.


"Kamu cukup di sini dan aku bisa memandangmu, menatapmu, dan menjagamu dari dekat, sudah membuat aku bahagia.


Teruslah membaca novel kesukaanmu dan aku mau lanjut kerja," kata Alex sambil memelukku dan menciumku kembali.


"Terima kasih sayang," sahutku.


Baru saja Alex balik dan duduk di meja kerjanya tiba-tiba line telepon di meja Alex berdering.

__ADS_1


Aku kembali membaca novel kesukaanku lagi, mumpung belum tamat.


Aku pikir biasa kalau line telepon berbunyi namanya juga kantor pasti banyak telepon masuk, apalagi Alex seorang pimpinan perusahaan pasti banyak yang ingin berbicara langsung padanya.


Tapi wajah Alex berubah seketika setelah menerima telepon tersebut, seperti sedang menahan kekesalan.


"Sayang kamu tunggu di sini sebentar, aku ingin membereskan masalah di bawah.


Wanita iblis itu datang lagi dan aku tidak ingin ia naik kesini, aku sudah memerintahkan semua karyawan untuk melarangnya menemui aku, sekarang ia sedang mengamuk di bawah," ucap Alex sambil mengepalkan tangannya.


Aku merasa sedikit panik mendengar kata keributan, karena aku tidak terbiasa untuk hal seperti itu.


"Kamu duduk yang tenang, aku akan membereskan semuanya nanti bersama Yudha di bawah," lanjut Alex menenangkanku.


"Ingat jangan kemana-mana dan tetap disini, kamu mengerti," kata Alex.


Aku mengangguk walaupun dengan wajah penuh dengan kekuatiran.


Aku tidak terbiasa dengan hal seperti ini.


*POV Alex*


Baru saja aku merasa senang dan bahagia seharian bekerja bisa di tungguin istri tercinta.


Siera datang dengan membawa bolu buatannya dan seharian di kantor menunggui aku menyelesaikan pekerjaanku.


Tiba-tiba link telepon meja kerjaku berbunyi sebuah panggilan dari meja resepsionis dibawah, mengabarkan kedatangan Monika.


Aku memang sudah memberikan ultimatum kepada semua pegawai siapapun yang mengizinkan Monika masuk keruangan kerjaku akan aku pecat langsung tanpa ampun.


Monika datang dan semua pegawai berusaha mencegah ia naik ke ruangan kerjaku, membuat wanita gila itu mengamuk.

__ADS_1


Akhirnya aku dan Yudha terpaksa harus turun tangan menenangkan Monika supaya tidak membuat kekacauan.


Aku juga harus terpaksa menahan Siera di ruanganku supaya ia tidak ikut turun kebawah untuk menemui Monika.


Setelah aku dan Yudha sampai dibawah Monika sudah seperti orang kesurupan meronta-ronta dengan di tahan dua orang security.


"Lepaskan wanita itu, biarkan dia bicara dengan tenang !" aku memerintah security untuk melepas Monika.


Wanita itu berjalan menghampiriku dan aku mengerti dia pasti mempergunakan air mata buayanya untuk memperdaya aku.


Dia pikir aku masih Alex yang dulu gampang di bohongi oleh gayanya yang pura-pura lemah.


Aku memberi kode Yudha dengan mengangkat kepalaku untuk menahan Monika untuk tidak mendekatiku apalagi menyentuhku, lalu Yudha menahan Monika.


"Alex, kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini?" tanya Monika.


"Karena kamu pantas untuk di perlakukan seperti itu Monika, berapa kali aku memperingatkan kamu baik-baik, jangan lagi menemui aku dan mengejar aku seperti orang gila, tapi kamu tidak pernah mengerti.


Apa kamu memang sudah gila??" tanyaku dengan muka geram.


"Apa tidak ada sedikitpun cintamu yang tersisa untukku Lex? Jawab !! Setelah kita saling mencintai cukup lama apakah tidak ada tersisa sedikit saja cintamu untukku?" tanya Monika di iringi isak tangis.


"Sampai kamu tega memperlakukan aku seperti saat ini, kamu menganggap aku sebagai musuh bagimu.


Ingat sedikit saja kisah indah kita Lex, aku butuh support dari kamu dan saat ini aku sedang terpuruk, tidak bisakah kamu memperlakukanku dengan baik?" tanya Monika sambil menangis.


"Cukup Monika, tetap di tempatmu dan jangan mendekat kepadaku !! Jangan coba-coba menyentuh atau memeluk aku!! Silakan kamu duduk di kursi sana kita bicara dan aku ingatkan ini terakhir kali," ucapku lantang sambil menunjuk sofa tunggu di depan resepsionis.


Aku, Yudha dan Monika melangkah langsung menuju ke sofa di depan untuk duduk menyelesaikan masalah ini.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak dong dengan cara like, komen, tekan tombol ❤️ buat menjadikan novel ini favorit untuk info terbaru.


Bantu vote juga ya dan kalau kamu suka boleh bantu share dong supaya yang lain juga ikut membaca...makasih buat dukungannya.


__ADS_2