
*POV Alex*
Pagi ini aku terbangun dari lelapnya tidurku semalam, ternyata hanya selimut putih tebal yang menutupi tubuhku dan Siera setelah bertempur semalaman kami langsung terlelap belum sempat berpakaian kembali.
Ku lihat Siera yang masih terlelap dengan tubuh mungilnya dan perut yang sudah sedikit membuncit dan tidur telanjang tanpa penutup.
Membuat aku menatapnya dengan menahan ludah karena kembali hasrat dalam diriku terpancing kembali ingin mengulangi permainan seperti semalam.
Namun aku mengingat pesan yang ibu dokter cantik kemarin agar aku menjaga kandungan istriku dengan mengurangi frekuensi hubungan badan dengan Siera.
Tidak bisa aku memungkiri melihatnya seperti sekarang ini sudah membuat si otong kembali tegak lurus kembali.
Aku menarik selimut menutupi tubuh mungil Siera dan aku memeluknya dengan melingkarkan tanganku di pinggang rampingnya.
Karena gerakanku membuat Siera terbangun dan menyadari kalau ia sekarang dalam keadaan tanpa sehelai benang.
"Kamu sudah bangun sayang?" tanyaku.
"Kenapa kamu tidak membangunkan aku lebih dulu, kenapa kamu belum bersiap ke kantor?" tanya Siera.
"Kamu lupa kalau hari ini libur?" jawabku.
"Maaf ... aku lupa, kelamaan aku terkurung di rumah membuat aku melupakan hari," jawab Siera sambil terkekeh.
"Hari ini bagaimana jika aku mengurung kamu kembali di kamar?" tanyaku sambil memeluk Siera lebih erat.
"Cukup sayang, semalam kamu sudah membuat aku babak belur tidak berdaya. Sekarang aku akan bangun mandi dan membuat sarapan untuk kita berdua," jawab Siera sambil melepaskan diri dan bangun untuk mandi.
Aku membuntuti dia ke kamar mandi dan otomatis membuat Siera berbalik arah dan bertanya " Kenapa kamu membuntutiku lagi?"
"Memandikan kamu," jawabku singkat.
"Tidak perlu, aku tau itu hanya akal-akalan kamu saja, pasti di dalam nanti kamu mengajak aku bermain games kembali," balas Seira seperti ia mengerti jalan pikiranku saja dan aku hanya tertawa mendengarnya.
__ADS_1
"Aku tetap akan memandikanmu dan tolong jangan melarang aku untuk melakukan hal itu," sahutku sambil memainkan bola mataku menggoda Siera.
Istriku sepertinya sudah sangat memahami aku yang tidak pernah cukup satu kali jika meminta berhubungan badan.
Akhirnya ia mengalah dan membiarkan aku masuk kamar mandi berdua dengannya dan membiarkan aku memandikan dirinya.
Sudah pasti kesempatan seperti ini tidak akan aku lewatkan begitu saja langsung aku pakai untuk menggoda Siera sampai ia kembali melayani napsuku yang dari tadi tertahan.
Satu jam kami berdua tertahan di kamar mandi, sampai perut Siera udah memberi aba-aba untuk di isi.
Aku harus rela menyudahi semua permainan mandi dan memandikan antara aku dan Siera.
Setelah rapi mengganti pakaian baru aku dan Siera turun ke bawah, untung saja bi Surti cepat tanggap sudah menyediakan sarapan untuk kami berdua.
Siera menghabiskan susu khusus ibu hamil yang sudah ia seduh dengan air hangat.
Sedangkan aku masih sibuk dengan minum secangkir kopi hangat dengan beberapa potong roti yang ada di atas meja.
"Boleh dengan senang hati, kamu paling mengerti kalau aku sudah mengalami tanda-tanda penuaan," balas Siera sambil tertawa.
Akhirnya aku dan Siera sepakat untuk jalan menghabiskan waktu libur kami hari ini berdua.
Kami berdua pun bersiap untuk berangkat ke mall berdua, kebetulan ada beberapa kebutuhan yang harus Siera belikan.
Kami berdua berangkat ke sebuah mall yang cukup besar di kota ini, sampai di sana aku dan Seira segera melangkahkan kaki kami memasuki bagian dalam mall.
Istriku asik melihat barang yang ada di beberapa store, ia ingin membeli beberapa pakaian yang bisa di gunakan untuk membungkus tubuhnya yang semakin berisi karena efek kehamilan.
Setelah membeli segala kebutuhannya Siera mengajak aku untuk menemaninya untuk makan.
Selama hamil ternyata Siera cepat sekali merasa lapar dan kami segera berjalan menuju resto yang ada di lantai atas mall.
Aku membantu Siera membawa belanjaannya dan kami terus berjalan menuju lift yang akan mengantar kami menuju lantai atas.
__ADS_1
Sampai di lantai atas sudah nampak berjejeran resto yang menjual aneka makanan dari makanan Nusantara sampai dengan makanan luar semua tersedia di sini.
Aku dan Siera berjalan untuk memilih makanan apa yang akan di pilih istriku untuk menjadi menu santap siangnya saat ini.
Tiba-tiba mata Seira menangkap kehadiran seseorang yang tidak asing bagi kami sedang makan siang bersama.
Mereka asik ngobrol di balik kaca resto yang menjadi pembatas kami dan mereka saat ini, karena asiknya mengobrol sampai mereka tidak memperhatikan keberadaan kami.
Siera menarik tanganku untuk menjauh, ia tidak membiarkan Monika dan Devi melihat keberadaan kami.
Ada hubungan apa kedua perempuan tersebut? Apakah mereka berdua sedang merencanakan sesuatu yang jahat terhadap perusahaanku selama ini?
Ternyata Devi dan Monika adalah dua orang yang sudah saling mengenal, semua bukti di perusahaanku saat ini mengarah pada Devi yang menjadi pelaku utamanya.
Apakah perempuan itu melakukan aksinya di bawah pengaruh Monika?
Semua semakin menjadi teka-teki, dua orang perempuan misterius yang pernah aku kenal.
Siera mengajakku menghindar dan keluar dari mall, memilih tempat lain untuk kami makan saat ini.
Aku harus meminta Yudha segera mengusut hubungan antara Devi dan Monika.
Otakku sudah penuh dengan pertanyaan tentang hubungan Monika dan Devi saat ini?
Akhirnya aku dan Siera keluar dari tempat ini dan memilih tempat makan yang lain, lebih tenang untuk kami menghabiskan waktu berdua saat ini.
Aku tidak ingin Siera berpikir terlalu berat untuk masalahku dan aku ingin menyelesaikannya sendiri.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Jangan lupa buat bantu kasih like, vote dan komen ya
Selamat membaca.
__ADS_1