Marriage For A Reason

Marriage For A Reason
Bab 27


__ADS_3

Aku melihat muka Alex yang menahan geram mendengar pertanyaan Monika yang ingin tau masalah pribadi kami.


"Apa kamu tuli ?? sampai tidak bisa mendengarkan aku, Siera adalah istriku dan kapan kami menikah tidak ada keharusan aku harus memberitahukanmu karena kamu bukan siapa-siapa bagiku," jawab Alex dengan suara garang.


"Lex, bagaimana kamu bisa menikah dengan gadis kecil seperti dia dan aku tau dia bukan wanita selera kamu sayang," kata Monika.


"What?? Sayang??" tanyaku dalam hati.


Tetapi aku mending memilih diam, biarkan dua orang ini menyelesaikan masalah mereka sendiri.


Tangan Alex masih terus memeluk bahuku bahkan pelukannya lebih kencang dari sebelumnya karena mungkin menahan rasa geramnya.


"Pertanyaan kamu lucu Monika, aku mau menikah dengan siapa itu adalah hak aku lagian yang kamu anggap wanita seleraku itu seperti apa? Seperti kamu?? Maaf Monika dulu mungkin aku buta dan salah menilai dirimu.


Hari ini aku mau mengatakan kalau Siera wanita terbaik untukku, dan asal kamu tau aku menyesal pernah mengenal kamu dalam kehidupanku," sahut Alex.


Monika bukannya menjauh dari alex malah mendekat sambil meletakkan tangannya di muka suamiku membelai muka Alex.


"Oh ya ... aku akan membuat kamu suatu hari bertekuk lutut mencintaiku.


Ingat betapa dulu kamu mencintaiku dan aku rasa kau tidak bisa mendustai hatimu sendiri kalau sekarang kamu masih mencintaiku," balas Monika dengan pedenya.


Alex berusaha menepis tangan Monika dan membawaku sedikit menjauh.


Aku yang mendengar perkataan Monika hanya mengangkat bahu dan sedikit merinding perkataan yang sedikit berani dan tidak tau malu


Aku menatap Alex seakan memberikan kode untuk ia meneruskan pembicaraan dengan Monika.


Tetapi aku tidak berani ikut bicara aku membiarkan Alex menyelesaikan masalahnya sendiri, aku yakin dia mampu untuk membereskannya.


"Ciiih ... Kamu sedang bermimpi Monika, hati-hati kamu gila karena mimpi yang tidak menjadi kenyataan," balas Alex.


Setelah itu Alex menarik tanganku untuk meninggalkan wanita yang tidak tau malu itu.


"Aku akan membuktikan omonganku Alex, tunggu tanggal mainnya," kata terakhir dari mulut seorang Monika sebelum kami meninggalkannya.

__ADS_1


Kami berdua segera menuju kasir untuk membayar semua belanjaan yang sudah aku pilih.


Alex mengeluarkan kartu dari dompetnya dan membayar semua belanjaanku.


"Maaf sayang sudah membuat kamu tidak nyaman hari ini," ucap Alex.


"Tidak apa-apa, tenang aja," sahutku sambil menepuk lembut wajah Alex.


"Aku suka kamu bersikap seperti itu sayang, senyuman kamu semangat buat aku," kata Alex sambil tersenyum.


"Kamu tau alasan aku sedikit mengekang kebebasan kamu akhir-akhir ini? Sebenarnya aku hanya ingin melindungi kamu dan memberimu rasa aman sayang.


Aku mengerti tidak mudah menjadi istri seorang pebisnis seperti aku, bahaya sering kali mengintai Siera," lanjut Alex.


Sontak mataku membulat sempurna mendengarkan ucapan terakhir suamiku.


"Bahaya ??" tanyaku dalam hati.


"Maksudnya sayang? Perkataanmu sedikit membingungkan dan menakutkan untukku?" tanyaku.


"Kamu sungguh membuat aku takut sayang," sahutku.


"Kamu tidak perlu merasakan takut aku pasti akan selalu melindungi kamu," balas Alex sambil mengacak-acak rambutku.


"Terima kasih sayang, aku percaya padamu," kataku sambil memeluk Alex.


"Kalau kamu bersikap manis seperti ini, aku akan membuatmu takut setiap hari supaya kamu selalu memelukku," ledeknya sambil tertawa.


Aku baru tersadar ternyata aku sudah reflek memeluk suamiku dan segera aku melepaskan pelukanku dengan muka malu-malu.


Alex hanya memandangku dan kembali ia memelukku sambil tertawa dan kami segera kembali ke mansion karena hari juga sudah cukup malam.


*POV Alex*


Kadang aku merasa sebagai suami aku agak mengekang sedikit kebebasan Siera istriku.

__ADS_1


Tetapi semua aku lakukan untuk menjaga dirinya dan keselamatannya.


Aku takut ada yang akan mencelakai dia dan sesuatu yang buruk terjadi padanya.


Aku berusaha untuk menjaga dan melindungi istriku, karena Siera tidak paham jahat dan kejamnya dunia bisnis seperti yang aku dan orang tuanya kerjakan.


Bisa saja pesaing bisnis menghalalkan berbagai cara untuk menjatuhkan bisnis yang sedang kami bangun, tetapi aku menganggap istriku belum mengetahui hal ini dan terlalu kecil ia untuk mengerti hal ini.


Monika adalah wanita ambisius yang bisa menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan yang ia inginkan.


Aku harus bisa melindungi Siera dari wanita yang berbahaya itu, aku tidak ingin Monika mendekatinya dan melukai perasaannya.


Aku bersyukur tidak jadi menikah dengan wanita itu yang hanya ingin menguras harta bukan karena cinta.


Sekarang ia melihat bisnis yang aku kembangkan sedang berkembang dengan pesat itulah alasan kenapa wanita jahanam itu kembali mendekati dan datang padaku.


Aku harus segera membereskan Monika supaya ia tidak datang kembali dan mengganggu rumah tanggaku.


Aku sudah mendapatkan info dan barang bukti untuk mengungkapkan kematian orang tua Seira, yang selama ini istriku hanya tau orang tuanya meninggal sebab kecelakaan.


Aku akan mengungkapkan kasus ini dan membawa masalah ini nanti ke jalur hukum dan mengembalikan semuanya kepada Siera setelah ia selesai wisuda nanti.


Aku tidak ingin mengganggu konsentrasi Siera saat ini karena ia sedang berjuang keras untuk menghadapi sidang skripsinya yang tinggal sebentar lagi.


Sikap manis Siera yang suka malu-malu, pendiam membuat aku semakin hari semakin merindukannya.


Rasanya aku ingin selalu bersama dengannya ketika kami berpisah walau hanya sebentar.


Aku ingin sekali mengajak Siera istriku untuk berlibur, tetapi aku harus mengatur semuanya sudah tidak bentrok dengan jadwal kuliah dan mungkin kami tidak bisa pergi terlalu jauh karena ia sedang hamil sekarang.


Aku akan mencari tempat yang romantis untuk kami bisa menikmati waktu berdua.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa buat like, komen, tekan tombol ❤️ jadikan favorit untuk mendapatkan info terbaru, selamat membaca.

__ADS_1


Jangan lupa juga buat kasih vote kalian ya.


__ADS_2