Marriage For A Reason

Marriage For A Reason
Bab 34


__ADS_3

Setelah beberapa hari kami menikmati liburan bersama, aku dan Alex benar-benar menciptakan perfect honeymoon buat kami berdua.


Saatnya kami harus kembali lagi dan Alex sudah harus bekerja kembali.


Kami berdua bersiap-siap untuk segera ke bandara dan kembali ke mansion.


Rasanya aku tidak ingin cepat-cepat melewati kemesraan seperti ini, aku ingin terus merasakan kemesraan bersama Alex.


Tetapi kami berdua punya kesibukan yang harus kami jalani setelah kembali nanti.


"Sayang kita harus kembali hari ini tapi aku berjanji akan mengajak kamu liburan lagi," kata Alex.


"Okey ... aku menunggu liburan selanjutnya," jawabku sambil tertawa.


"Tapi janji sayang, kemesraan seperti ini harus terus berlanjut dan terpelihara di dalam rumah tangga kita," ucap Alex sambil mencium keningku.


Setelah membereskan semua barang-barang bawaan dan siap meninggalkan cottage, kami sudah di jemput untuk di bawa menuju bandara.


*****


Akhirnya kami berdua bisa menginjakkan kembali kaki kami ke mansion Alex, aku langsung masuk melangkah menuju kamar kami.


Sementara Alex masih mengurus barang-barang kami di bantu bi Surti dan beberapa maid yang lain.


Aku segera naik ke kamar dan aku membutuhkan istirahat karena badanku seperti remuk sehabis menempuh perjalanan yang cukup jauh.


Sampai di kamar aku langsung merebahkan tubuhku di atas kasur, sampai Alex masuk dan keheranan melihat keadaanku yang tidak seperti biasanya.


"Kamu kenapa sayang? Muka kamu sedikit pucat?" tanya Alex.


"Badanku rasa seperti remuk, mungkin aku membutuhkan waktu sebentar untuk istirahat kita habis kembali dari perjalanan jauh," jawabku.

__ADS_1


"Kamu istirahat aja dulu, nanti sore kita ke dokter untuk memeriksa keadaanmu dan sekalian memeriksa kandungan kamu.


Sekarang biar aku yang mengurus semuanya, kamu tidur aja dulu," kata Alex.


"Makasih sayang, maaf kalau aku merepotkanmu," sahutku.


"Tanggung jawab aku sebagai suami untuk menjagamu sayang," balas Alex sambil memelukku.


Sementara aku beristirahat, Alex sibuk menghubungi temannya mencari rekomendasi dokter kandungan yang bagus untukku.


Kali ini benar-benar badanku rasanya sulit untuk di gerakkan, aku merasa tidak bertenaga dan lemas.


Mukaku semakin pucat dan membuat Alex semakin kuatir dan ketakutan melihat keadaanku saat ini.


Akhirnya ia memutuskan untuk melarikan aku ke rumah sakit guna mendapatkan pemeriksaan medis.


Mobil Alex melaju agak sedikit cepat, dari mimik mukanya aku tau Alex sedikit kuatir, namun aku berusaha meyakinkan dia bahwa aku baik-baik saja hanya sedikit kelelahan.


Aku langsung di bawa ke dokter kandungan untuk memastikan apakah kandunganku baik-baik saja.


Ternyata Alex memilih dokter Aisyah sebagai dokter kandungan yang akan memeriksa aku sekarang dan sampai aku melahirkan nanti.


Seorang wanita yang berprofesi sebagai dokter kandungan, gaya bicaranya sangat sopan dan ramah, memakai jilbab rapi dan selalu tersenyum menyambut semua pasien.


Aku sudah naik di atas ranjang yang ada di ruangan praktek dokter Aisyah dan seorang perawat membantu mengoleskan jel di atas permukaan perutku, membuat aku sedikit nervous karena ini pengalaman pertamaku untuk memeriksa kandungan seperti ini.


Dokter Aisyah mendekatiku sambil memegang alat USG dan Alex fokus memperhatikan layar seukuran televisi yang menampilkan hasil USG.


Setelah dokter Aisyah memutar-mutar alat USG di atas permukaan perutku, tangannya berhenti dan memperlihatkan sebuah titik yang masih belum terlihat jelas bentuknya.


"Ayah dan bunda itu janinnya, sekarang dalam kondisi sehat tetapi harus tetap di jaga.

__ADS_1


Jangan membuat sang ibu terlalu lelah, kurangi aktivitas suami istri, kalau pun boleh di lakukan harus dengan hati-hati," penjelasan dari dokter Aisyah.


Mendengar penjelasan dari sang dokter auto membuat mata kami membelalak, karena dari kemarin aku dan Alex melakukannya berkali-kali.


Lalu dokter Aisyah memperdengarkan detak jantung sang bayi dengan memperbesar bunyi volumenya, hingga terdengar dengan jelas bunyi " dug ... dug ... dug " membuat aku dan Alex terharu sampai meneteskan air mata.


Karya Tuhan yang sungguh indah buat kami berdua bisa di percayakan menjadi orang tua walaupun usiaku masih sangat muda.


"Semua sehat ya bunda, nanti saya akan memberikan resep vitamin dan obat penguat.


Ingat jangan terlalu lelah untuk saat ini dan istirahat yang cukup," terang dokter Aisyah.


Hati kami berdua lega setelah mendapat penjelasan dari dokter Aisyah dan Alex masih bertanya beberapa pertanyaan.


Maklum kami berdua masih sama-sama masih belum berpengalaman dalam hal ini, dengan sabar sang dokter menjelaskannya sebelum kami izin untuk kembali pulang.


Sebelum melangkahkan kaki meninggalkan rumah sakit, aku dan Alex menebus resep obat di apotik yang masih berada di dalam rumah sakit tersebut.


Baru kami pulang dengan perasaan lega dan tentunya bahagia ini pengalaman pertama kali memeriksa kandunganku.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa tinggalkan jejak dong dengan cara like, komen, tekan tombol ❤️ buat menjadikan novel ini favorit untuk info terbaru.


Bantu vote juga ya dan kalau kamu suka boleh bantu share dong supaya yang lain juga ikut membaca...makasih buat dukungannya.


Sambil menunggu up cerita ini lagi kalian bisa baca cerita aku yang lain ... happy reading 🤗



__ADS_1


__ADS_2