Marriage For A Reason

Marriage For A Reason
Bab 6


__ADS_3

Aku mendengar ketukan pintu dan aku tersadar dari lamunanku, segera aku melangakah untuk membuka pintu kamarku.


Ternyata Alex sudah berada di depan pintu dengan memakai jaket mantel berwarna hitam dan sarung tangan karena di sini memang cuacanya sangat dingin.


"Siera...pakai jaketmu cuaca di sini cukup ekstrim nanti kamu kedinginan" kata Alex.


Aku mengangguk dan segera ku kenakan jaket yang ada di tanganku.


"Ayo kita keluar dan kamu harus makan karena dari pagi kamu belum makan apa-apa" ajak Alex.


"Aku belum lapar, kamu bisa makan duluan nanti aku menyusul kalau aku sudah merasa lapar" jawabku.


"Ayo Siera kita makan sama-sama, kamu dari pagi belum makan apa-apa" bujuk Alex padaku.


"Tapi aku belum lapar" ucapku.


"Siera aku tidak suka mendengar penolakan, aku ingin kamu menjadi penurut dan semua yang aku lakukan untuk kebaikanmu" ucap Alex tergambar di wajahnya ia tidak suka dengan penolakan dariku.


Entah kenapa setiap mendengar Alex bicara dengan penekanan, aku selalu tidak punya pilihan kecuali ikut apa maunya lelaki itu.


Kadang aku merasa dia seperti memaksa aku untuk mengikuti semua kemauannya.


"Heem" sambil menganggukkan kepala aku melangkah keluar kamar mengikuti Alex yang berjalan lebih dulu di depanku.


Sesampainya di dapur ku lihat sudah beraneka macam makanan terhidang di atas meja yang terbuat dari kayu jati itu.


Ternyata istrinya mang Ujang yang sudah memasak terlebih dahulu makanan untuk kami malam ini.


Alex sibuk menyiapkan piring dan mengambil makananku.


"Makanlah Siera, tidak baik perutmu kau biarkan kosong terlalu lama" kata Alex.


Aku memasukkan suapan pertama ke mulutku, ternyata masakan istri mang Ujang emang bisa katakan enak.


Selera makanku yang beberapa hari ini sempat menurun dan cenderung aku tidak memiliki napsu makan sekarang terpatahkan sudah.


Makanan yang disajikan di atas meja ini menggugah selera makanku kembali normal.


Dari suapan pertama aku kembali memasukkan suapan yang kedua dan seterusnya sampai tidak sadar nasi di dalam piring miliknya bersih tak bersisa.


Alex menatapku dengan tersenyum dan ku lihat ada kebahagiaan terpancar di wajahnya.


"Kamu lapar Siera? Mau tambah nasinya?" tawar Alex padaku.


Aku mengangguk sambil malu-malu tetapi aku memang menginginkannya.


"Sini piringmu biar aku tambah lagi nasinya" kata Alex sambil tersenyum puas.

__ADS_1


Dengan malu-malu aku berikan piringku ke tangan Alex dan ia kembali mengambil nasi dan menambahkan beberapa macam lauk pauk ke dalam piring milikku.


Aku pun kembali menyuapi suap demi suap ke dalam mulutku dan aku merasakan nikmat sekali masakan dari istri mang Ujang.


Alex hanya memandangiku dengan senyuman khas di bibirnya.


Tidak bisa ku pungkiri Alex memang tampan di usianya yang sudah memasuki kepala tiga ia masih nampak gagah.


Tapi aku gak boleh jatuh cinta karena aku merasa ia bukan orang yang pantas untukku, mungkin semua kebaikannya selama ini hanya rasa kasihan melihat semua terjadi dalam hidupku.


Setelah kami selesai makan, Alex mengajakku keluar menuju taman di samping villa.


Di sana banyak lampu-lampu taman beraneka warna yang menghiasi taman tersebut.


Aku dan Alex duduk di sebuah kursi taman sambil memandang keatas melihat bintang-bintang yang berkelap-kelip di angkasa.


Betapa bahagianya seandainya aku bisa menjadi salah satu bintang memberi cahaya di tengah kegelapan malam.


Berbanding terbalik dengan kehidupanku sekarang yang penuh dengan kegelapan, tidak ada lagi terang yang yang menyinarinya.


Aku dan Alex sama-sama terpaku, membisu tanpa suara kami hanyut dalam pikiran kami masing-masing.


Lama kami terdiam tanpa suara tiba-tiba aku dikejutkan seperti ada yang menggenggam tanganku, aku merasakan hangatnya tangan Alex.


Kini tangan Alex sudah berada di atas tanganku semakin lama ia menggenggam tanganku semakin keras.


"Siera...maafkan aku" ucap Alex memecahkan keheningan malam ini.


"Aku sudah merusak hidupmu, sehingga kau harus mengandung anakku" kata Alex penuh dengan penyesalan.


" Sudah lupakan semuanya, besok tolong antar aku untuk melakukan aborsi.


Setelah itu aku akan pergi dari kehidupanmu" Balasku.


"Apa?? Jangan mengambil jalan yang bodoh Siera!


Apa kamu sudah gila melakukan hal yang sebodoh itu! bentak Alex.


"Memang aku bodoh ! Aku sudah merusak hidupku hanya dengan kesalahan satu malam" sahutku dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Berhenti untuk bercanda Siera ! jangan kamu lakukan hal yang bodoh itu !" suara Alex semakin keras.


"Aku serius...aku sudah memikirkannya, mungkin ini jalan terbaik untuk kita.


Aku tidak ingin menjadi benalu dalam hidupmu" kataku di iringi Isak tangis.


"Siera aku mohon jangan lakukan itu, berhenti berpikir untuk melakukan semua itu.

__ADS_1


Itu perbuatan terkutuk Siera" ucap Alex sambil berlutut di depanku.


Aku melihat mata lelaki itu mengeluarkan cairan bening di pelupuk matanya.


"Aku tidak pantas untukmu dan aku tidak pantas untuk menjadi ibu dari anak ini.


Aku berjanji akan pergi dari hidupmu dan aku tidak akan menuntut apa pun darimu" kataku terasa sakit di dadaku.


Aku tidak punya pilihan yang lain saat ini dan mungkin jalan terbaik untuk aku dan Alex.


Aku berencana akan pergi jauh melupakan semua kenangan buruk yang pernah terjadi.


"Siera...dengarkan aku ! Aku bukan lelaki yang sempurna dan jauh dari kata baik.


Mungkin masa laluku suatu hari memberi luka dalam hidupku.


Aku pernah menjadi lelaki brengsek dengan mengencani banyak wanita tetapi itu semua masa lalu.


Dan aku tidak hidup untuk masa lalu, aku ingin hidup untuk masa depan.


Masa depanku itu sekarang kamu dan calon anak kita.


Tolong terima aku Siera sebagai suami kamu dan ayah bagi calon anak kita nanti.


Maafkan semua kekurangan aku dan terimalah segala kekuranganku itu sebagai kelebihan dalam diriku" kata Alex yang masih berlutut di depanku.


"Sudahlah lupakan semua, aku bukan orang yang pantas untuk mengisi masa depanmu.


Dan aku berdoa suatu hari nanti kamu menemukan gadis baik-baik yang akan menjadi pendamping hidupmu kelak" sahutku.


"Siera beri aku alasan kenapa kamu menolak aku? Apakah aku tidak pantas karena umur aku terlalu tua untuk menjadi suamimu?" tanya Alex.


"Bukan itu alasannya, aku hanya merasa tidak pantas untuk memilikimu.


Kamu lelaki yang punya segalanya, kamu tampan, sedang aku hanya seorang gadis hina.


Sering kali aku menertawakan diriku sendiri, bagaimana mungkin aku pantas menjadi istrimu?


Kau nanti akan menjadi cemooh semua orang dengan menikahi gadis sepertiku" jawabku pesimis.


"Aku tidak peduli Siera ! Persetan dengan pendapat orang lain !" sahut Alex dengan emosi.


"Tolong siera mengerti ! Aku tidak ingin kau melakukan perbuatan bodoh dan kejam membunuh darah daging kita sendiri" lanjut Alex.


Bersambung dulu ya...


***********

__ADS_1


Jangan lupa kasih dong like, komen dan tekan tombol ❤️ jadikan novel ini favorit kalau kamu suka ceritanya.


Bantuin kasih rate 5 makasih buat kerjasama dari kalian semua.


__ADS_2