
Sengaja pagi ini aku tidak menegur Siera, mengajaknya untuk berangkat kuliah bersama dan sarapan bareng, aku ingin istriku mengajak aku bicara duluan.
Tetapi sampai aku berangkat bekerja Siera hanya diam tidak memulai pembicaraan sedikit pun, sebenarnya aku tidak tega mendiamkan dia tapi aku pikir dengan cara ini aku ingin mengajar dan merubah sikapnya yang selama ini cenderung pendiam.
Aku tidak tau siang ini kenapa tiba-tiba Monika menemui aku di kantor, setelah sekian lama wanita itu pergi tanpa kabar sekarang ia datang menemui aku kembali.
Aku berusaha menepis sikap agresif Monika kepadaku dan tidak ada pikiranku untuk kembali kepada wanita yang sudah menoreh luka di masa laluku.
Saat ini aku hanya mencintai Siera apalagi ia sedang mengandung anak kami, tidak ada keinginan aku untuk melukai perasaan istriku.
Tapi tiba-tiba Siera datang ke kantor tanpa ada berita sebelumnya dan melihat Monika sedang memeluk manja lenganku, sekalipun aku sudah menepisnya berulang kali.
Sampai istriku salah sangka dan pasti ia merasakan sakit hati dengan apa yang di lihatnya tadi.
Siera berlari keluar dari ruangan kerjaku dengan muka sedih.
Aku berusaha menyusul Siera tetapi aku ketinggalan jejaknya dan aku melihat sebuah taksi yang membawa siera pergi.
Aku mencari tau kemana taksi itu membawa siera ternyata setelah aku mendapatkan informasi Siera kembali ke apartemen kami.
Aku segera menyusul ke sana tetapi pintu apartemenku sudah berubah password untuk masuk, aku memanggil bagian teknisi untuk membuka pintu apartemen ternyata di dalam sudah kosong.
Siera sudah tidak ada lagi di sana, hanya jejak kalau ia baru saja mengambil pakaian yang sempat di tinggalkan di sini.
Aku bingung harus mencari istriku kemana lagi, aku mengecek dari laporan perbankan terakhir kali menarik uang di ATM center apartemen di bawah.
Aku menelepon ke mansion siapa tau ia kembali ke mansion tetapi ia tidak ada di sana, aku bingung harus mencarinya kemana lagi.
Berulang kali aku menghubungi nomor telepon Siera awalnya tidak di angkat dan sekarang nomornya tidak aktif alias berada di luar jangkauan.
Aku semakin bingung harus mencari Siera kemana lagi, teman-temannya aku belum kenal karena Siera jarang bercerita tentang kehidupannya, temannya karena ia memang pendiam, pemalu dan hanya menjawab pertanyaan kita seperlunya.
Aku meminta orang suruhanku untuk mencari informasi tentang Siera, aku benar-benar di buat pusing dengan kepergian Siera yang tanpa kabar.
Akhirnya dengan langkah lemas sambil menunggu pencarian dari orang-orang suruhanku aku memutuskan untuk kembali ke mansion dengan harapan Siera lekas kembali.
Sampai tengah malam tidak ada kabar dari istriku, teleponnya berkali-kali aku hubungi tetap tidak aktif, orang suruhan yang menyelidiki pun belum memperoleh informasi, aku hanya mendengar dari maid yang ada di sini Siera dari kemarin belum makan apa-apa.
__ADS_1
Rasa bersalah aku timbul di dalam hati, kenapa aku harus mendiamkan Siera tanpa memberi kesempatan ia menjelaskan masalahnya kepadaku.
Aku berbaring di atas kasur kamar kami, semua terasa sepi dan hampa tanpa kehadiran Siera di sebelahku.
Harus dari mana lagi aku mencari keberadaannya saat ini.
Monika yang jadi biang kerok permasalahan ini, esok jika wanita itu datang aku pasti akan mengusirnya pergi dan tidak akan membiarkan ia menemui aku lagi.
"Siera ... Siera kamu di mana?" tanyaku dalam hati.
Pikiranku kacau malam ini memikirkan harus kemana mencari istriku itu.
Besok aku akan ke kampusnya siapa tau ia datang kesana dan aku bisa bertemu dengannya.
Ku pejamkan mataku tapi enggan terlelap sampai pagi datang.
Aku bersiap untuk menunggu Siera di depan kampus, harapanku istriku itu ada di sana.
Aku menunggu di depan gerbang setiap ada yang masuk aku melirik tapi tidak tampak kehadiran Siera.
Aku turun dan mencari ke dalam mencoba bertanya ternyata ia tidak masuk kelas dan bolos hari ini.
Sampai teleponku berdering dan ternyata orang suruhanku yang mengabarkan kalau Siera pergi dari apartemen dengan menggunakan taksi di lihat dari CCTV lobby apartemen.
Segera aku perintahkan untuk mencari tau kemana taksi itu mengantar Siera pergi.
Setelah aku mendapatkan informasi segera aku meluncur ke tempat di mana jejak Siera terakhir kalinya.
Aku mengetuk pintu sebuah rumah kontrakan kecil, berharap ketika pintu terbuka aku menemukan Siera di sini.
Tidak lama seorang perempuan yang aku kenal dia adalah Jennie teman kuliah istriku membuka pintu dan menyapaku.
Aku langsung menanyakan keberadaan Siera di mana tetapi kata Jennie Siera baru saja pamit pergi meninggalkan kontrakannya.
Kemana lagi wanita itu pergi meninggalkan aku, apakah ia tidak berpikir sedikit pun aku mengkuatirkan dirinya??
Langkahku kembali lemas, harapanku pupus menemukan Siera di sini.
__ADS_1
Entah apa yang ada di pikiran Siera saat ini sampai ia melakukan hal senekat ini meninggalkan aku tanpa berita.
Aku kembali ke apartemen berharap wanita itu kembali kesana, tetapi tidak ada jejaknya ia kembali.
Siera membuat aku pusing memikirkannya dan mencarinya.
Satu hari tanpa kabar, dua hari tanpa kabar, dan tiga hari masih saja belum ada kabar darinya.
Aku benar-benar di buat pusing dan merasa bersalah dengan istriku, ternyata wanita yang pendiam seperti Siera susah di tebak hatinya.
Seminggu sudah siera meninggalkan rumah tanpa kabar, aku dan orang suruhanku tetap mencari tetapi ia benar-benar menghilang tanpa jejak.
Sampai suatu malam aku melihat pesan yang aku kirim terbaca, berarti wanita itu sudah mengaktifkan telepon miliknya, aku coba menghubungi ada nada sambung tetapi ia tidak mengangkatnya.
Aku coba kembali menghubunginya tetapi ternyata ia kembali mematikan telepon miliknya, dan aku meminta orang suruhanku untuk ngecek lokasi terakhir ia ada di mana.
Setelah mendapatkan lokasi Siera saat ini aku segera berangkat untuk mencari keberadaannya.
Aku melajukan mobilku dengan kecepatan cepat supaya aku bisa sampai lokasi Siera secepatnya, sebelum perempuan itu menghilang lagi jejaknya.
Tengah malam aku sampai di villa aku yang di tungguin mang Ujang.
Segera aku mengetuk pintu villa dan aku mencari keberadaan Siera di sana, ternyata wanita itu sedang tertidur dengan telepon yang tergeletak di sampingnya.
Ternyata Siera kabur ke villa aku untuk menenangkan diri, hatiku lega bisa melihat istriku kembali.
Ku kecup keningnya dan ku lihat tidurnya yang tenang membuat hatiku menjadi bahagia.
Aku tidak pernah berpikir kalau Siera bakal datang ke tempat ini sendiri, ternyata ia benar-benar suka dengan suasana di sini ketika pikirannya sedang kalut.
Aku tidak ingin mengganggu tidurnya, aku kembali menutup pintu kamar dan membiarkan ia beristirahat dengan tenang.
Aku memilih memakai kamar sebelah untuk tidur karena sekarang waktu sudah menunjukkan dini hari.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Jangan lupa buat like, komen, dan tekan tombol ❤️ jadikan novel ini favorit untuk mendapatkan info terbaru.
__ADS_1
Jangan lupa di bantu vote juga ya makasih.