
Hari ini kami keluar dari hotel dan kembali ke mansion milik Alex, setelah kami menikah Alex memintaku untuk tinggal di mansion miliknya.
Mobil Alex sampai di depan gerbang mansion langsung seorang penjaga membukakan pintu gerbang dan mobil Alex segera masuk pekarangan mansion yang luas dan nampak sebuah bangunan yang indah.
Pintu utama bangunan itu pun nampak megah dan indah dengan sedikit ukiran yang menghiasi papan pintu.
Dua pilar besar dan tinggi menambah kesan mewah bangunan di depanku.
Sempat membuat aku takjub dan kagum dengan semua yang aku lihat sekarang, benarkah aku akan menjadi nyonya di rumah ini?
Seperti seorang putri yang baru bangun dari mimpinya begitulah keadaan aku sekarang ini.
Serasa aku bermimpi bisa berada di sini dengan menjadi penghuni di mansion ini, bagaimana aku menjalani hari-hari ke depan di sini belum terlintas di pikiranku.
Setelah sampai di mansion miliknya aku dan Alex berjalan masuk menuju kamar kami.
Ini pertama kali aku masuk ke mansion milik Alex dan aku belum tau bagaimana keadaan kamar suamiku itu.
Alex menggandeng tanganku berjalan menuju kamar kami.
Di sini banyak sekali para maid yang bekerja mereka berdiri dan memberi hormat ketika bertemu dengan kami.
Ternyata kamar kami terletak di lantai atas, Alex dan aku menapaki setapak demi setapak anak tangga sampai kami tiba di lantai atas dan berdiri di sebuah pintu kamar.
"Ini kamar milik kita sayang, semoga kamu menyukai.
Aku belum tau bagaimana dengan selera kamu, tetapi jika ada yang kurang disukai kamu bisa mengubahnya," kata Alex sambil membuka gagang pintu.
Setelah pintu terbuka mataku membelalak sebuah ruangan yang cukup luas dan dengan kamar mandi di dalamnya, tempat tidur big size dan jendela kamar yang menghadap ke arah kolam renang dan taman, ada teras kecil di luar, sofa panjang, bahkan di lengkapi sebuah pantry kecil di kamar hanya sekedar untuk menyeduh dan membuat teh atau kopi.
Sebuah kamar yang cukup nyaman untuk beristirahat dan melepaskan lelah.
"Kamu suka sayang?" tanya Alex.
"Sangat suka, terima kasih" jawabku sambil tersenyum dan aku kecup bibir Alex karena aku begitu bahagianya.
Alex tertawa setelah tanpa sadar aku mencium bibirnya.
"Kamu sudah berani nakal dengan mencium bibirku," kata Alex sambil tertawa.
Aku yang baru menyadari hanya tersenyum dan tertunduk malu.
"Jika kamu menginginkan sesuatu para maid akan membantumu, sebentar aku akan memanggil bi Surti dan mengenalkan dia kepadamu.
Dia nanti yang akan membantumu mengurus segala keperluanmu dan bi Surti kepala maid di sini," kata Alex.
__ADS_1
Setelah itu Alex langsung memanggil bi Surti dan memperkenal wanita yang sudah setengah tua itu kepadaku.
"Bi Surti perkenalkan ini Siera istriku dan dia yang nyonya di rumah ini, tolong bantu dia mengurus mansion ini dan layani istriku dengan baik," kata Alex.
"Baik tuan dan selamat datang nyonya Siera," jawab bi Surti.
"Panggil saja aku Siera jangan nyonya Siera terdengar tua sekali aku saat ini," ucapku sambil tersenyum.
"Maaf ... saya tidak berani menyebut nama, tapi biar saya memanggil nona Siera saja," sahut bi Surti sambil tersenyum.
Alex yang mendengar perkataanku di buat tertawa.
"Sebentar lagi kamu akan melahirkan dan punya anak, sudah sepantasnya di panggil nyonya Siera," ucap Alex.
"Tetap aku gak suka, aku masih muda dan tidak mau di panggil nyonya," sahutku sambil memajukan bibirku.
"Baiklah kalau sudah selesai saya pamit tuan," pamit Bi Surti sambil berlalu pergi.
Setelah kepergian bi Surti tinggallah kami berdua di dalam kamar.
"Terus kamu mau bilang aku sudah tua?" tanya Alex sambil menatap mukanya dan tertawa.
"Kenyataannya seperti itu kan, kamu lebih tua sepuluh tahun di atas aku," sahutku.
"Tetapi aku tetap tampan dan kamu suka kan?" tanya Alex sambil menggelitik tubuhku.
Sampai akhirnya kami berdua terjatuh di atas kasur.
Alex langsung menatapku dengan tatapannya yang mematikan.
Lama ia menatap wajahku dan mata kami saling beradu pandang dan membuat aku menjadi malu.
"Kamu cantik sekali istriku, matamu bulat bening, hidung mancung, dan bibir kamu mungil kemerahan," ucap Alex sambil jari telunjuknya menunjuk satu per satu yang ada di wajahku.
Wow...jantungku berdenyut kencang ingin rasanya aku lari dan menjauh, tidak kuat rasanya mendengar pujian dari Alex.
Langsung Alex menempelkan ujung hidungnya ke ujung hidungku lalu menggesek-geseknya membuat aku semakin salah tingkah.
Jantungku semakin kencang berdetak seperti genderang perang, aku semakin salah tingkah dan malu, mukaku sudah memerah menahan rasa malu bisa menatap wajah suami dengan jarak sangat dekat.
Tapi semakin lama aku memandang, semakin dekat jarak di antara kami, semakin rasanya aku tertarik kepada Alex.
Getar-getar cinta di hatiku mulai terasa, aku semakin ingin di dekati, aku merindukan pelukannya, dan aku menikmati kemesraan yang Alex berikan kepadaku.
Kapan rasa ini mulai tumbuh? seiring kami bersama dan menghabiskan waktu bersama.
__ADS_1
Setelah aku menikmati sentuhan tubuhnya membuat aku terlena.
"Kenapa kamu masih malu-malu seperti itu Siera?
Kamu tidak ingin memujiku?
Aku ingin dengar pujian dari mulutmu Siera, coba belajar kasih pujian buat suamimu ini sayang," pinta Alex kepadaku.
Aku menggeleng kepalaku dan tertawa.
"Kenapa kamu menggeleng dan tertawa? Apa aku tidak pantas untuk di puji?" tanya Alex.
"Maaf ... bukan begitu maksudku sayang, hanya aku tidak pandai untuk memuji," jawabku.
"Kamu harus belajar memuji sayang, jangan sampai suami tampan kamu ini di puji wanita lain.
Kalau sampai suamimu ini terlena nanti bisa membuat kamu menangis," ledek Alex.
"Iiiih ... kamu sangat menyebalkan sana pergi, menjengkelkan becanda begitu gak lucu," balasku sambil mendorong dada Alex jauh dariku.
Tetapi bukan tambah menjauh malah lelaki itu semakin mendekat dan tubuhnya sekarang sudah tepat berada di atas tubuhku.
"Kalau marah semakin cantik dan menggemaskan sayang," ucap Alex.
Langsung lelaki itu menghujani aku dengan ciuman yang bertubi-tubi dengan muka gemasnya.
Bibirnya langsung menarik bibirku tanpa sempat aku menolak, menggigit-gigit kecil, dan melum*t bibirku.
Semakin nakal saja permainan Alex sekarang ia sudah berhasil mengeksplor di dalam rongga mulutku.
Lidahnya mulai berkeliaran membelit lidahku memberi isapan kecil, membuat aku semakin menikmatinya.
Lama kami berdua terhanyut dalam ciuman yang mematikan saat ini, hampir saja aku kehabisan oksigen dan menghentikan semua aksi nakal Alex.
Aku dan Alex sama menarik nafas dan saling memandang dan tertawa mengingat sesuatu yang gila yang kamu lakukan barusan, lalu ia memeluk dan mencium aku.
"I love you honey," ucap Alex sambil mencium bibirku singkat.
Bersambung dulu ya ....
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Berikan dukunganmu dengan cara like, komen, tekan tombol ❤️ jadikan novel ini favorit untuk mendapatkan info terbaru.
Jangan lupa untuk selalu vote, dukungan kalian adalah semangat buat penulis untuk tetap berkarya.
__ADS_1
Makasih ya