
*POV Siera*
Alex baru saja pulang dari kantor dengan wajah yang kelihatan sedikit lelah, mungkin banyaknya pekerjaan yang harus ia lakukan sehingga harus menguras tenaga dan pikiran.
Setelah Alex membuka pintu dan aku sudah menyambutnya dengan senyuman dan memberi salam serta mencium belakang telapak tangannya.
Aku memang sudah dari tadi turun kebawah untuk menunggu kedatangan suamiku.
Tidak banyak hal yang bisa aku lakukan setelah kelulusanku selain banyak menikmati aktivitas di rumah.
Aku mulai menikmati peranku sebagai istri seperti memasak dan membuat beberapa penganan untuk kami sekalipun semuanya masih di bantu oleh bi Surti.
Lumayan mengisi waktu luang di rumah yang sangat membosankan dengan aktivitas seperti itu.
"Sayang aku tau kamu pasti bosan di rumah terus di rumah sepanjang hari, bagaimana jika kamu ikut kelas memasak dan senam hamil buat mengisi waktu luang," tawaran Alex padaku.
"Aku belajar memasak sama bi Surti saja sayang dan aku menikmati peran aku sekarang ini, coba kamu lihat aku sudah memasak banyak untuk kita," sahutku.
Alex dan aku melangkah ke meja makan, ia sampai terkesima melihat aneka makanan yang ada di meja makan.
"Kamu yang membuat semuanya sayang?" tanya Alex.
"Iya dong aku membuatnya untuk suami aku tersayang," jawabku sambil terkekeh.
"Bangga banget aku jadi suami kamu sayang, tiap hari ada yang masakin dan menyambut aku pulang kerja," puji Alex.
"Aku harus segera mandi biar bisa langsung melahap semua makanan ini , setelah itu aku pingin melahap kamu juga sayang.
Aku udah puasa lama sejak kita ke dokter dan sekarang sepertinya aku sudah tidak kuat untuk menahannya," lanjutnya sambil terkekeh.
Aku jadi malu dan tersenyum mendengar pujian dari Alex yang selalu terdengar manis.
__ADS_1
"Aku akan menyiapkan air panas untuk kamu mandi dulu sayang," kataku sambil melangkah hendak kembali ke kamar.
"Tunggu sayang kita ke kamar berdua, aku punya sesuatu yang akan ku sampaikan kepadamu," ucap Alex.
Aku dan Alex segera naik ke lantai dua menuju ke kamar kami.
Sementara Alex membereskan tas kerjanya, aku menyiapkan air hangat untuk ia mandi dan menuangkan sedikit aroma terapi di dalam bathtub.
Setelah selesai aku segera menghampiri Alex untuk memintanya untuk mandi, tetapi Alex malah menarik aku untuk duduk di sebelahnya.
Lalu menyerahkan selembar kartu undangan yang belum aku baca siapa si pengirimnya.
"Seseorang mengirim ini untuk kamu, aku hanya menyampaikan amanat dari sang pengirim.
Bacalah dan aku menghargai segala keputusan kamu nanti," kata Alex.
Aku membuka sebuah undangan pernikahan yang cukup mewah dengan pita di sudutnya dan aku belum mengetahui si empu yang punya hajatan.
Kenapa undangan itu bisa sampai ke tangan Alex??
Ku tatap undangan yang tertera nama Jack dengan seorang gadis yang tidak lain sahabatku sendiri yang tega menikam aku.
Tetapi semua sudah berlalu, bukankah sekarang aku merasa lebih bahagia dengan kehidupanku yang sekarang ini.
"Bagaimana undangan ini bisa sampai ke tangan kamu sayang?" tanyaku.
"Jack sendiri yang datang menyerahkannya kepadaku dan meminta aku memberikannya kepadamu," jawab Alex.
"Bagaiman mungkin Jack bisa datang menemui kamu sedangkan kalian tidak saling mengenal?" tanyaku lagi.
"Sebelumnya aku yang datang menemui Jack setelah aku memukulnya waktu itu, aku meminta ia untuk tidak menemui kamu lagi dan mengejar kamu.
__ADS_1
Kalau sampai hal itu terjadi aku bersumpah akan segera menghabisinya dan ia berjanji untuk menepati janjinya.
Dia boleh menemui aku untuk menitip pesan apapun kepadamu dan aku memberi alamat kantor serta nomor telepon aku kepadanya.
Aku hanya bersikap layaknya seorang lelaki dan seorang suami untukmu, apakah aku salah menurutmu?" Jelas Alex sambil bertanya kepadaku.
Aku hanya menggelengkan kepalaku dan aku setuju dengan sikap dewasa Alex.
Semua yang ia lakukan semuanya hanya untuk menjaga aku dan menjaga harga dirinya sebagai suami.
"Terima kasih sayang kamu sudah melakukan hal yang tepat dan menunjukkan kedewasaan mu," jawabku.
"Apakah kamu mau menghadiri pernikahan itu dan aku siap menemanimu," ucap Alex.
Aku kembali menggelengkan kepalaku sambil berucap " Aku tidak berminat dan tidak ingin hadir, bukan karena aku tidak rela Jack menikah tetapi aku menganggap tidak ada manfaatnya kehadiranku di pernikahan mereka. Doa'ku semoga mereka bisa berbahagia."
"Kamu tidak menyesal?" tanya Alex.
"Tidak ada yang perlu di sesali, justru aku bersyukur bisa menemukan suami sepertimu," jawabku sambil terkekeh.
"Sekarang kamu mengakui kalau aku suami terbaik bagimu?" tanya Alex sambil terkekeh.
Aku mengangguk malu dan aku mengucapkan "Terima kasih sudah menjadi suami aku yang terbaik."
Alex memeluk aku dan mencium mesra keningku sambil berkata manja "Sekarang mandiin."
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Jangan lupa buat semua readers bantu like, komen dan vote terus ya.
Maaf kalau kemarin gak bisa up karena kesibukan dunia nyata yang tidak bisa di tinggalkan.
__ADS_1