Marriage For A Reason

Marriage For A Reason
Bab 19


__ADS_3

Tiba-tiba pintu ruangan Alex terbuka tanpa di ketuk lebih dulu, aku dan Alex langsung menghentikan ciuman kami dan menatap siapa yang masuk.


Ternyata Devi yang membawa secangkir teh hangat dan satu botol air mineral untukku.


Sebenarnya hatiku kurang nyaman dengan tatapan tajam Devi kepadaku, tetapi aku tidak ingin berburuk sangka mungkin saja aku belum mengenal dia.


"Ini minuman yang bapak pesan tadi," kata Devi sambil menatapku tajam.


"Letakkan saja di atas meja Devi," sahut Alex.


"Baik pak," ucap Devi sambil berjalan meletakkan secangkir teh dan air mineral di atas meja kerja Alex.


Rasanya kurang sopan kalau seorang bawahan masuk ke ruangan atasan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Namun aku enggan menegur karena aku merasa tidak punya hak di sini.


Setelah selesai Devi langsung beranjak keluar kembali ke meja kerjanya.


Aku hanya menatap wanita itu sampai tidak terlihat di balik pintu.


"Kenapa kamu menatap Devi seperti itu sayang?" tanya Alex.


"Devi sudah lama kerja di sini?" tanyaku.


"Baru satu tahun, kenapa bertanya seperti itu? Kamu cemburu?" tanya Alex.


"Tidak aku hanya bertanya, kamu keberatan dengan pertanyaanku?" aku bertanya balik.


"Aku senang kalau melihat kamu cemburu padaku sayang, tandanya kamu sudah mulai mencintai aku," jawab Alex sambil terkekeh.


"Emangnya kamu pikir sekarang aku tidak mencintai kamu?" tanyaku.


"Aku tau kamu mencintaiku Siera, tapi aku ingin kamu mengatakannya setiap hari.


Dan aku pun akan melakukan hal yang sama mengatakan I love you kepadamu setiap hari," ucap Alex sambil mencolek hidungku.


"I love you honey," kataku sambil tersenyum malu.


"I love you too," balas Alex sambil mengecup bibirku singkat.


Tidak lama pintu ruangan Alex kembali di ketuk dari luar ternyata seorang office boy datang mengantarkan pesanan makan siang untuk Alex.


Aku segera membantu menyiapkan makan siang untuk suamiku saat ini.


Setelah semua beres Alex memintaku untuk menemaninya makan siang.


Aku menyuapi Alex dan sesekali ia menyuapi aku, memasukkan makanan ke mulutku.


Aku merasakan kebahagian dengan pernikahanku saat ini.

__ADS_1


Aku dan Alex kadang saling memandang dan tertawa, kami merasakan baru ada kedekatan antara kami berdua.


Aku mulai nyaman merasakan kehadiran Alex mengisi hari-hariku sekarang ini, merasakan ada yang memberi perhatian kepadaku.


Gak terasa habis sudah makanan yang ada meja, aku dan Alex menghabiskannya bersama.


Aku minta izin untuk ke kamar mandi dan Alex mengantarkan aku ke ruangan belakang, di sana ada sebuah kamar untuk beristirahat dan sebuah kamar mandi.


Aku masuk ke kamar mandi sebentar dan Alex langsung kembali ke ruangannya untuk meneruskan pekerjaannya.


Suamiku menawarkan aku untuk memakai kamar ini untuk beristirahat, sementara ia masih ingin menyelesaikan pekerjaan yang masih menumpuk.


Aku memutuskan untuk merebahkan diri di atas kasur yang ada di kamar ini, pikirku sambil menunggu Alex selesai bekerja lebih baik aku beristirahat di sini.


Aku merebahkan tubuhku di atas kasur sambil memainkan telepon di tanganku, membuka beberapa aplikasi bacaan novel online kesukaanku.


Lumayan bisa mengisi waktu luang membuang perasaan bete aku menunggu Alex sampai selesai bekerja.


Ku buka aplikasi dan ternyata ada beberapa dari novel yang aku suka yang sudah masuk daftar terfavorit sudah update.


Ku coba membaca membuang rasa jenuhku sambil tertawa dan tersenyum sendiri karena ada beberapa novel kesukaanku bergenre komedi.


Aku memang menyukai dengan novel-novel romantis komedi yang menurutku bisa perasaanku sedikit baper saat aku membacanya.


Ternyata dengan membaca di dalam kamar aku sudah menghabiskan beberapa jam di dalam kamar, saatnya sekarang aku keluar lagi melihat Alex kembali ke ruangannya.


Ku rapikan kembali wajahku dan rambutku supaya tidak terlihat acak-acakan seperti orang baru habis bangun tidur.


Aku pegang gagang pintu dan aku tekan ke bawah supaya terbuka, ternyata di sana ada Devi yang sedang berada di ruangan Alex.


Mereka berdiri sangat dekat dan ku lihat sepertinya Devi sedang merapikan baju Alex, sambil tersenyum ke arahku.


Sebuah senyum yang mengandung seribu arti, dan tatapan mata yang tajam.


Alex seperti sedang menepis tangan Devi yang sedang memegang baju Alex.


Entah mengapa mataku seperti terganggu melihat kedekatan mereka berdua.


"Sayang kamu sudah bangun?" tanya Alex sambil menghampiriku.


"Aku tidak tidur, aku hanya membaca di dalam," jawabku sedikit ketus.


Devi yang seketika itu juga langsung memilih pamit keluar dari ruangan Alex.


"Kamu kenapa? Wajahmu berubah seperti tidak suka?" tanya Alex.


"Tidak apa-apa, aku biasa saja," jawabku sambil menahan kesal di hati.


"Kamu jangan salah sangka, aku dan Devi tidak melakukan apa-apa.

__ADS_1


Tadi bajuku ketumpahan air minum sedikit karena tersenggol Devi," jelas Alex.


Sepintas aku melihat memang baju Alex sedikit basah dan aku hanya menarik napas panjang untuk menetralkan kembali perasaanku.


"Kamu masih lama di sini?" tanyaku pada Alex.


"Sebentar lagi kita pulang, kenapa kamu sudah jenuh menemaniku?" tanya Alex.


"Kalau kamu masih lama, aku kembali sendiri," balasku.


"Sebentar lagi aku rapikan pekerjaanku sayang, kita pulang sama-sama," ucap Alex.


Alex langsung kembali di mejanya menandatangi beberapa berkas yang ada di atas meja dan tampak ia sedang mematikan laptop kerjanya.


Aku tidak berani menatap Alex, sepintas hanya ku lirik dari ujung ekor mataku.


Jujur melihat sikap Devi dekat dengan suamiku membuat dadaku menjadi panas, hanya aku mencoba mengatur perasaanku supaya tidak nampak.


Setelah merapikan semua berkas di mejanya, mematikan laptop dan memasukkan kembali di dalam tas kerjanya, Alex mengajakku untuk pulang.


"Ayo kita pulang sayang," ajak Alex.


Aku bangun dari tempat duduk dan langsung melangkah menuju pintu keluar.


Alex membuka pintu dan kami keluar dari ruangan Alex.


Aku pura-pura tidak melihat ke arah Devi yang memberikan senyumnya kepada kami, aku melangkah cepat hampir saja Alex aku tinggal.


Hanya Alex yang membalas senyumnya sambil pamit pulang dan menyusulku kembali dengan langkah cepat.


"Sayang tunggu, kenapa kamu jalannya cepat sekali," ucap Alex sambil menarik tanganku.


Langkahku terhenti di depan lift yang akan mengantar kami kembali turun ke bawah.


Mendengar pertanyaan Alex aku hanya diam tanpa berniat untuk menjawabnya.


"Apa aku ada berbuat salah kepadamu sayang tadi? Jawab aku, beritahu aku, jangan kamu mendiamkan aku, jangan membuat aku bingung," kata Alex.


Untung saja pintu lift terbuka dengan cepat aku masuk ke dalam lift dan ku sandarkan kepalaku di dindingnya.


Alex masuk ke dalam lift sambil menarik napas panjang dan memencet tombol turun.


Aku dan Alex sama-sama diam tanpa suara di dalam lift.


Ketika pintu lift terbuka kami keluar berdua, Alex memegang tanganku tanpa ada pembicaraan sepatah kata pun.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Jangan lupa buat like, komen, dan tombol favorit ❤️, buat dapat info terbaru dari novel ini dan jangan lupa di vote juga.

__ADS_1


Aku ngetik ceritanya kalian tekan tombol jempol, love dan komen tinggalkan jejak buat semangat penulisnya.


Makasih ya .


__ADS_2