
*POV Alex*
Aku senang akhirnya bisa menemukan Siera istriku kembali dan yang paling membahagiakan adalah aku berhasil membawanya kembali pulang ke mansion.
Aku sadar tidak mudah untuk kami bisa saling memahami, aku yang sudah cukup dewasa dan Siera yang memang masih cukup labil dalam bersikap di usianya yang sekarang.
Banyak yang harus aku bereskan untuk memperbaiki hubungan di antara kami berdua, Jack mantan pacar istriku yang selalu mengganggunya sampai sekarang, Devi sekretaris di kantorku yang kelihatannya Siera tidak menyukai kehadirannya sekalipun ia tidak pernah bicara langsung padaku tetapi aku bisa melihat dari sikapnya, di tambah kehadiran seorang Monika yang membuat Siera sampai kabur dariku.
Sepertinya aku harus meminta bantuan temanku Yudha untuk membantu membereskan semuanya.
Aku harus mencari Jack untuk memperingatkannya untuk tidak mengganggu Siera lagi, setelah sampai di kamar Siera baru bicara dan terbuka siapa Jack dan masa lalunya.
Sedangkan Devi aku tidak terlalu mempermasalahkannya, karena aku hanya memerlukan memindahkan dia kebagian yang lain supaya ia tidak mengganggu aku dan tidak melihat Siera secara langsung.
Yang menjadi masalah terbesarku adalah Monika, wanita yang sudah banyak melukai aku di masa lalu dan sekarang datang kembali tanpa di undang.
Aku mengenal siapa Monika dan sifat nekat untuk dia memperoleh sesuatu.
Seperti waktu ia meninggalkan aku kala itu hanya untuk menikah dengan lelaki lain yang tentunya lebih sukses dari padaku.
Ternyata sekarang lelaki itu sudah menceraikannya karena sikap Monika yang kurang baik, itu informasi yang aku dapatkan dari orang suruhanku yang menyelidiki kasus ini.
Aku begitu kuatir kalau ia akan menyingkirkan dan menyakiti Siera ketika jauh dari padaku, apalagi aku tau sifat pendiam dan tertutup istriku itu.
Aku meminta ia berhenti kuliah sementara, sampai nanti selesai melahirkan dan aku membereskan masalahku dengan Monika, tetapi Siera tetap ingin kuliah dengan alasan tanggung tinggal sedikit lagi ia akan sidang skripsi dan wisuda.
Aku tidak dapat terlalu mengekang Siera, aku takut ia salah berpikir tentang aku, akhirnya aku harus membayar bodyguard untuk selalu menjaganya selama di luar rumah atau jauh dariku tanpa Siera tau hal ini.
Kalau ia tau pasti ia akan menolak lagi usahaku untuk melindungi dirinya.
Tanpa Siera mengerti aku harus melindungi dirinya, karena aku tidak ingin ia mengalami nasib yang sama seperti kedua orangtuanya.
Aku sedang menyelidiki kasus tentang sebab kematian orang tuanya tanpa Seira tau, menyelidiki perusahaan yang sudah di rebut oleh pamannya dan mengurus rumah peninggalan orang tuanya yang sempat di sita bank.
Aku ingin mengembalikan semua yang menjadi hak istriku dari tangan orang rakus dan jahat.
Aku tidak ingin nasib dan takdir mempermainkannya lagi, aku ingin ia merasakan kebahagian hidup bersamaku.
Sekalipun kadang aku sulit menebak isi hatinya karena sifatnya yang pendiam dan suka memendam masalah sendiri.
__ADS_1
*POV Siera*
Hari ini adalah hari pertama aku kembali ke kampus setelah satu minggu sudah aku absen tidak bisa kuliah.
Untung saja ini adalah hari-hari aku menyelesaikan tahap akhir skripsiku dan sebentar lagi aku akan wisuda.
Alex memintaku untuk mengambil cuti kuliah sampai aku selesai melahirkan tetapi aku menolak karena sayang kuliahku sudah tinggal sedikit lagi menunggu kelulusan.
Pagi ini seperti biasa Alex mengantarku ke kampus dan meminta aku menunggu sampai nanti ia datang menjemput aku kembali.
Entah mengapa sejak kejadian kemarin Alex bersikap lebih posesif kepadaku.
Banyak sekali larangan yang tidak boleh aku lakukan, termasuk hari ini aku meminta izin untuk pergi membeli keperluanku tetapi Alex meminta untuk pergi bersamanya.
Aku akan membeli pakaian untukku karena hamil sepertinya tubuhku semakin melebar dan banyak bajuku yang terasa sempit.
Aku harus menggantikan bajuku dengan baju yang baru dengan size lebih besar.
Setelah jam kuliah selesai aku lekas keluar kelas dan langsung menunggu Alex datang untuk menjemputku.
Tidak lama aku melihat mobil Alex datang untuk menjemput tetapi kali ini bukan Alex sendiri yang datang menjemputku melainkan sopirnya.
Tiba-tiba teleponku berdering dan aku melihat nomor Alex yang memanggil.
"Halo," sapaku.
"Halo sayang, kamu udah di mana?" tanya Alex
"Di mobil perjalanan balik ke mansion," jawabku.
"Maaf aku tidak menjemput kamu siang ini ya, ada rapat yang tidak bisa aku tinggal.
Kamu pulang dulu tunggu aku datang setelah selesai rapat aku akan segera kembali dan kita pergi belanja bersama," kata Alex.
"Baiklah, aku tunggu kamu datang ... bye," sahutku.
Setelah aku sudah berada di dalam mobil baru Alex meneleponku memberi kabar kalau ia sedang ada rapat yang tidak bisa di tinggalkan, makanya ia meminta sopir menjemputku untuk kembali dulu ke mansion menunggu sampai Alex kembali.
Setelah sampai mansion aku langsung naik ke kamar lalu aku menuju pantry kecil di samping kamar kami dan menuangkan segelas air dingin.
__ADS_1
Lalu aku kembali duduk di sofa panjang di dalam kamar kami sambil memandang foto pernikahan aku dan Alex.
Aku tersenyum bahagia mengingat bagaimana awal pernikahan kami, mungkin takdir yang sudah menyatukan kami berdua.
Tidak pernah aku membayangkan bisa menikah dengan pria yang lebih dewasa di usiaku yang masih mudah.
Sebentar lagi aku akan mempunyai seorang anak maka aku harus pandai memainkan peranku sebagai istri dan sebagai ibu yang baik bagi anakku kelak.
Selama hamil ini badanku sering merasa lelah dan cepek, tetapi aku masih bersyukur morning sickness yang aku rasakan tidak terlalu mengganggu aktivitasku.
Aku mencoba merebahkan tubuhku di atas sofa sambil menunggu Alex kembali, sebenarnya aku merasa terkekang dengan semua aturan yang di terapkan Alex padaku seperti saat ini aku tidak bebas menikmati waktuku.
Tapi aku harus bagaimana lagi, aku tidak punya pilihan selain mengikuti semua kata Alex karena bagiku saat ini ia adalah pelindung bagiku.
Aku pun bukan orang yang pandai mengungkapkan perasaan dan keinginanku kepada orang lain, aku selalu menghindari perdebatan.
Sampai akhirnya ternyata aku ketiduran di atas sofa sampai Alex pulang kerja.
Aku terlelap di dalam tidur baru aku tersadar setelah suamiku membangunkan aku.
Sebuah kecupan mesra dari Alex mendarat di bibirku membuat aku kaget dan membuka mataku, ternyata Alex sudah berdiri di depanku sambil tersenyum.
Membuat aku menahan malu, mukaku pasti sangat jelek saat ini.
"Kamu mengacaukan mimpiku sayang," ucapku.
"Apakah kamu sedang bermimpi indah?" tanya Alex padaku.
"Tentu, aku sedang bermimpi seorang pangeran datang padaku dan memberikan sebuah ciuman mesra di bibirku" jawabku.
"Hehehe ... pangeran itu adalah suamimu yang sedang berdiri depanmu saat ini sayangku," sahut Alex sambil tertawa menggodaku.
Itulah sifat suamiku yang selalu suka menggoda aku dan selalu berhasil membuat muka selalu memerah.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Jangan lupa abis baca di kasih jempol, komen, tinggalkan jejak di sini dan tombol ❤️ di tekan buat menjadikan novel ini favorit untuk mendapatkan info terbaru.
__ADS_1
Jangan lupa bantu vote juga ya.
Makasih buat semua kamu yang sudah mendukung sejauh ini.