
Tiba-tiba aku di kejutkan dengan sikap Alex yang sudah berlutut di depanku dengan memberikan sebuah cincin sambil mengucapkan...
"Will you marry me?"
Sontak jantungku berdetak dua kali lebih kencang dari biasanya, mukaku pasti sudah memerah seperti buah tomat matang dan mataku tidak lagi sanggup menatap Alex.
Jujur aku malu, bahagia dan terharu lelaki pertama yang mengajak aku menikah walaupun semua berawal dengan keadaan yang kurang baik.
Lama aku tidak berani menjawab dan hanya terdiam, mataku terpejam dan lidahku kaku untuk berucap.
"Siera, kamu tidak mau menjawab pertanyaanku dan tega membiarkan aku tetap dengan posisi seperti ini bersujud di depanmu?" ucap Alex.
Ucapan Alex menyadarkan aku ternyata lama sudah aku terdiam dan membiarkan tubuh Alex bersujud di depanku.
"Yes, I Will marry you ," jawabku sambil malu-malu.
"Benarkah? Terima kasih Siera kamu sudah mau menjadi pendamping hidupku dan ibu dari anakku," sahut Alex dengan muka bahagia dan senyuman yang mengembang di bibirnya.
"Demi dia" jawabku sambil mengusap perutku yang masih datar.
"Bantu aku berdiri Siera, kamu tega membiarkan aku berlutut terlalu lama sampai kakiku kesemutan," kata Alex sambil terkekeh.
Lalu aku membantu mengangkat lelaki itu berdiri kembali sambil tertawa.
"Kamu sengaja ngerjain aku ya," ledek Alex sambil tersenyum menggoda.
Setelah Alex berdiri dan langsung ia memakaikan cincin di jari manisku.
"Hari ini dan seterusnya kamu hanya milik aku Siera, kamu akan menjadi nyonya dari Alexander Pullman," ucap Alex sambil mengecup keningku.
Itulah kisah awal kenapa kami sampai menikah.
kembali ke kisah awal di bab 1
*FlashOn*
Setelah Acara pernikahan kami selesai aku dan Alex segera kembali ke kamar hotel.
Acara hari ini begitu sangat melelahkan sekali setelah seharian kami mengikuti prosesi pernikahan.
Dari tempat ibadah kami mengucapkan janji pernikahan sampai dengan resepsi mewah yang di gelar membuat badanku terasa remuk redam.
Alex menggandeng tanganku dengan langkah pelan setapak demi setapak kami kembali ke kamar hotel.
Gaun pengantin ala Cinderella ini terasa sangat berat di tambah sepatu high heels tinggi yang aku gunakan untuk mengimbangi tinggiku dengan Alex membuat langkahku semakin sulit.
Entah harus berapa kali Alex membantuku menyibak gaun pengantin yang mengganggu langkahku untuk berjalan maju.
Akhirnya aku dan Alex sampai di dalam kamar hotel dengan perjuangan yang cukup berat.
Ternyata tidak muda menjadi ratu sehari dengan gaun cetar membahana dan sepatu mahal, tetap aja berjalan tidak sebebas biasanya.
__ADS_1
Setelah sampai di kamar hotel langsung aku merebahkan tubuhku di atas kasur, belum sempat kubuka gaun dan sepatuku.
Kubiarkan kakiku terjuntai di lantai yang penting tubuhku bisa merasakan empuknya kasur dikamar ini.
Sebuah kamar hotel dengan tipe president suite di lengkapi dengan kasur ukuran super king size dan fasilitas lengkap sofa sampai meja makan.
Aku belum mengerti seberapa berkuasa, hebat dan kayanya suamiku ini.
Sekarang aku sudah menyandang status istri dari Alex, kemana pun nantinya ia membawa aku pergi aku akan ikut.
Kupejamkan mataku sejenak terlintas si Jack lelaki brengs*k itu tadi hadir di acara resepsi pernikahanku.
Kenapa laki-laki bajing*n itu bisa hadir di pernikahanku hari ini?
Sungguh hatiku terusik mengingat kehadirannya tadi.
Aku tidak menyangka ia masih berani menampakkan mata hidungnya di depan mataku.
Tiba-tiba aku dikejutkan suara bariton Alex yang baru keluar dari kamar mandi dan membersihkan diri.
"Apakah kau ingin tidur seperti itu Siera?" tanya Alex.
Aku kaget mendengar suaranya dan aku lupa kalau kami sekarang sudah suami istri, berada di satu kamar yang sama.
Kubuka mataku perlahan dan aku mencari asal suara tadi.
Astaga ... mataku ternoda melihat Alex keluar dari kamar mandi dengan handuk di atas pinggul, rambutnya yang basah dan bertelanjang dada dengan perut roti sobek.
"Kenapa kau menatapku seperti itu Siera? Apakah aku terlalu tampan untukmu?
Asal kamu tau aku sejak lahir sudah di takdirkan menjadi lelaki tampan" ucapnya sambil terkekeh.
"Ma ... maaf aku hanya kaget melihat penampilanmu saat ini, mata suciku jadi ternoda," sahutku.
"Kata siapa matamu masih suci? Malam itu kamu sudah melihat semuanya Siera" balas Alex sambil tertawa.
"Kata siapa mataku tidak suci? Aku tidak ingat apa-apa tentang malam itu, mungkin aku sedang tidur dan kau memperkosa aku," ucapku.
"Tapi waktu itu kau menikmatinya Sierra," kata Alex lagi.
Mendengar perkataan Alex membuat aku malu, memang sesungguhnya aku tidak bisa mengingat tentang apapun tentang malam itu.
"Cepat pakai pakaianmu dan jangan membuat aku malu !" pintaku.
"Kenapa harus malu? Sekarang aku suamimu semua yang ada di tubuhku sudah sah menjadi milikku honey," ucap Alex.
"Sah secara agama dan sah secara hukum, kalau kamu sentuh dapat pahala tapi kalau biarkan begitu saja dosa hukumnya," lanjut Alex sambil tertawa.
"Jangan coba menggodaku Alex dan memberi harapan palsu padaku," jawabku.
"Mulai hari ini panggil aku honey dan aku pun akan memanggilmu honey," pinta Alex padaku sambil mendekat kepadaku.
__ADS_1
"Honey?" tanyaku.
"Iya honey, ada yang salah?" bisiknya di telingaku.
Membuat aku semakin merinding, Alex semakin mendekatiku kini tubuhnya hampir menempel di tubuhku karena posisi Alex setengah menunduk.
Aku menggeleng takut, lama-lama Alex mengulurkan tangannya.
"Berikan tanganmu honey, biar aku bantu kamu untuk bangun dan cepat bersihkan badanmu lalu istirahatlah.
Kelihatannya kamu sangat lelah hari ini, cepatlah mandi lalu tidur," ucap Alex.
Aku memberikan tanganku lalu ia membantu aku untuk bangun karena gaun Cinderella ini membuat aku tersiksa memakainya.
Tapi ini gaun pilihan Alex katanya ia suka melihat aku memakai gaun ini seperti seorang putri.
Setelah bangun aku kesulitan melepaskan gaun ini tanpa bantuan seseorang.
"Honey bisa bantu aku melepaskan gaun ini? aku tidak bisa membuka pengait di belakangnya," kataku dengan lembut.
"Kamu terlihat manis sekali honey, apalagi ketika kau memanggilku dengan lembut seperti ini.
Sini honey, aku bantu dengan senang untuk membuka gaunmu, aku sangat terampil dalam hal buka membuka," ucap Alex sambil terkekeh.
Semakin hari rayuan Alex semakin naik level, membuat aku sering kali tersipu malu.
Setelah ia membantuku membuka gaun yang aku pakai, langsung ku bersihkan riasan make up di wajahku.
Setelah itu baru aku menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Alex membantuku berjalan menuju kamar mandi karena gaun ini panjang sekali membuat langkahku agak susah.
Ketika pintu kamar mandi akan aku tutup, Alex menahannya sambil tersenyum nakal.
"Aku tunggu kamu keluar dari kamar mandi seperti ini ya" ucap Alex sambil tertawa.
Ku tutup pintu kamar mandi dengan segera, jantungku berdegup kencang tidak tau apa yang terjadi setelah ini.
Alex belum memakai apa-apa kecuali sehelai handuk yang menutupi.
Aku mulai menyalakan shower dan aku buka kran air hangat dan aku memilih berlama-lama berendam di bathtub sambil berharap ketika aku keluar lelaki itu sudah tertidur.
Bersambung...
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Berikan dukunganmu dengan cara like, komen supaya kehadiranmu aku bisa lihat, tekan tombol ❤️ biar dapat info terbaru.
Dengan cara ini kalian sudah membuat penulis menjadi semangat.
Kalau yang mau vote aku ucapkan terima kasih ya.
__ADS_1