Marriage For A Reason

Marriage For A Reason
Bab 26


__ADS_3

Setelah Alex sampai di mansion segera aku bersiap untuk pergi berdua menuju ke sebuah tempat pembelanjaan untuk membeli baju untukku.


"Sayang sekalian kita nonton aja gimana? Selama kita menikah aku belum pernah mengajakmu untuk pergi menikmati waktu berdua," ajak Alex padaku.


"Terserah kamu saja, aku ikut kemana saja kamu ajak," jawabku.


"Aku justru punya rencana ingin mengajakmu pergi liburan sekalian kita belum berbulan madu, sebelum perutmu membesar kita pergi berdua, kamu mau?" tanya Alex lagi.


Aku mengangguk dan tersenyum, sepertinya memang aku membutuhkan refreshing untuk membuat otakku rileks menjelang sidang skripsi.


"Kamu punya tempat tujuan untuk kita pergi berdua, eeeeh salah ... bertiga dengan anak kita," lanjut Alex.


"Kamu saja yang menentukan, aku akan setuju dan ikut kemana kamu bawa," jawabku.


"Aku akan mencari tempat yang indah untuk kita bisa menikmati waktu berdua, aku ingin menikmati waktu bersama denganmu sayang," ucap Alex sambil mengedipkan matanya.


Gimana kaum hawa tidak meleleh hatinya jika melihat Alex yang selalu menggoda seperti ini, apa dia cuma menggoda aku saja atau setiap bicara sama wanita dia selalu begitu?


Aku jadi bertanya-tanya dalam hati, ternyata aku sekarang jadi sering curiga dan cemburu dengan suamiku.


Setelah siap kami berdua segera berangkat setibanya di lobby mall Alex menyerahkan kunci mobilnya untuk parkir dengan menggunakan jasa valet parking.


Kami berdua masuk ke dalam mall Alex berjalan sambil memeluk bahuku, kami berjalan berdua sambil melihat-lihat setiap store yang kami lewati.


Tujuan pertama kami adalah nonton, ini adalah pertama kali aku nonton berdua bareng suamiku.


Lucu sekali kalau di ingat ini adalah pertama kami pergi menikmati waktu berdua, rumah tangga yang bagaimana yang aku jalankan berdua dengan Alex.


Kami berdua memiliki film yang akan tonton lalu Alex membeli tiket masuk, setelah itu kami membeli beberapa snack dan minuman untuk nanti di dalam.


Masih ada waktu sebentar lagi sebelum cinema di buka, Alex mengajak aku duduk ada kursi tunggu yang kosong.


Lalu aku dan dia duduk berdua, Alex tidak pernah melepas rangkulannya dari bahuku.


Ternyata Alex adalah seseorang lelaki yang romantis dan perhatian terhadap istri.


Mungkin aku termasuk wanita yang beruntung bisa memiliki suami seperti Alex sekalipun beda usia tetap dia tampan dan tampil menawan di mataku.


Yang paling aku suka adalah perhatian yang selalu ia berikan kepadaku membuat aku terlena.


Rupanya membayangkan Alex membuat aku tersenyum sendiri dan hal ini tidak luput dari pandangannya.


"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri sayang ?" tanya Alex.


"Aku hanya ingat sesuatu, kenapa emang aku di larang untuk senyum?" tanyaku sambil memandang muka Alex.

__ADS_1


"Aku senang melihat kamu tersenyum, senyummu manis.


Tapi biarlah senyummu itu hanya kamu berikan buat aku saja, jangan kamu beri untuk orang lain," ucap Alex sambil tersenyum menggoda.


"Kamu tau selama kita menikah aku hampir tidak pernah bertemu orang lain hanya kamu dan hidupku hanya fokus untuk kamu," sahutku.


"Aku percaya Tuhan memang sudah menetapkan takdir untuk kita berdua bersatu sayang.


Memang sepertinya bukan jalan ini yang kita inginkan, tetapi siapa yang bisa melawan kehendak Allah?" kata Alex sambil mencium keningku.


Aku hanya mengangguk mengerti akan apa yang suamiku ucapkan, tidak mudah bagi aku dan Alex mengerti kehendak Allah.


Benar apa yang sering orang ucapkan jodoh, rezeki dan maut alias kematian ada dalam tangan Tuhan.


Kita sebagai manusia hanya menjalankannya saja.


Pembicaraan kami harus terhenti karena ternyata cinema telah di buka dan kami masuk dan memilih kursi sesuai nomor yang sudah tertera di tiket.


Dari film mulai diputar sampai dengan selesai Alex selalu memelukku dan aku merasakan entah berapa kali ia mencium pucuk kepalaku.


Apakah sebegitu sayangnya Alex kepadaku? Sampai aku jadi terharu dan merasa sangat bahagia ada seseorang yang mencintai aku dengan tulus.


Rasa kehilangan kasih sayang orang tuaku sedikit terhapus dengan kehadiran Alex di hidupku.


Setelah selesai kami langsung keluar untuk belanja kebutuhanku, tetapi lagi-lagi Alex mengajakku untuk makan lebih dulu baru mulai belanja.


Aku mengikuti semua kemauan Alex, kebetulan aku juga sudah merasakan tanda-tanda perutku minta di isi.


Akhirnya kami berdua memasuki sebuah restoran untuk mengisi perut kami lebih dulu.


Setelah kenyang baru aku dan Alex melanjutkan misi kami berburu pakaian hamil untukku.


Kami memasuki departemen store yang menyediakan bermacam-macam pakaian untuk pria dan wanita.


Aku mulai dengan pemburuan dengan melihat-lihat pakaian wanita dan aku mengambil beberapa pakaian yang pas dengan seleraku.


"Beli saja semua yang kamu suka sayang," ucap Alex.


"Aku pilih dulu mana yang pas dengan body aku dan pantas buat aku," jawabku.


Setelah aku memilih beberapa pakaian dan memasukkan ke dalam keranjang saatnya sekarang aku harus ke bagian pakaian dalam.


Aku malu rasanya harus memilih pakaian dalam di temani Alex.


"Sayang aku mau beli pakaian dalam untukku bisa kamu tunggu di sini saja," kataku.

__ADS_1


"Emang kenapa kalau aku ikut sayang, nanti kalau ada yang menggondol suamimu kabur bagaimana?" ledek Alex.


"Aku malu kalau kamu lihatin aku beli pakaian dalam," jawabku malu-malu.


"Sifat kanak-kanak kamu keluar lagi sayang, aku ini suamimu bukan pacarmu.


Kamu sadar gak, aku sudah membedah kamu luar dalam," sahut Alex sambil terkekeh.


"Ya udah tapi jangan ledekin aku ya," balasku.


"Kenapa pakaian dalam kamu kekecilan semua? pasti karena kenakalan suamimu yang membuat kamu jadi begitu," bisik Alex sambil tertawa.


"Iiih ... kerjaan kamu hanya meledek istri terus," aku menggerutu sambil memajukan bibirku.


"Cie ... marah, tapi benarkan kamu begini karena ulah aku.


Kalau bukan terus ulah siapa coba?" balas Alex sambil terkekeh.


Aku dan Alex melangkah menuju tempat penjualan pakaian dalam, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nama suamiku.


"Alex??" kata wanita itu.


Aku dan Alex segera menoleh ke asal suara yang memanggil nama Alex.


Seorang wanita yang sama sedang menenteng tas belanjaan dan kelihatannya ia juga sedang belanja di sini.


Wanita yang saat itu bersama suamiku di kantor yang memeluk lengan suamiku dengan mesra.


"Monika," Kata yang keluar dari mulut Alex.


Aku ingat ketika nama itu keluar dari mulut suamiku ia adalah mantan pacar Alex.


"Siapa dia?" tanya Monika.


"Kenalkan ini Siera istri aku, istri satu-satunya dan istri untuk selamanya," ucap Alex penuh dengan penekanan ketika memperkenalkan aku.


"Apa?? Aku tidak salah dengar kamu mengatakan dia istri kamu? Kapan kalian menikah?" tanya Monika penasaran.


Bersambung dulu ... biar yang baca juga penasaran hehehe.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Terima kasih buat dukungan kalian semua dan Jangan lupa untuk selalu kasih vote, like dan komen.


Tekan tombol ❤️ jadikan novel ini favorit untuk mendapatkan info terbaru.

__ADS_1


__ADS_2